
"Namun, tidak ada yang pernah menyangka bahwa Jihan akan menutup jalan keluarnya sendiri dengan melumpuhkan Jace. Hal ini benar-benar membuat Joshua marah. Mungkin Joshua takut kalau-kalau Jihan dilindungi oleh Master Justin. Dia tidak berani menyerang Jihan seenaknya. Dia hanya bisa melampiaskan semua kemarahannya terhadap Keluarga Webster. Kurasa sebenarnya Gilbert ingin membunuh Jihan."
"Urusan ini bahkan lebih serius dari masalah Vina yang hampir diperkosa Jace!"
"Bagus!"
Gavyn tertawa terbahak-bahak setelah mendengar cerita putranya. "Kamu sudah melakukan pekerjaanmu dengan baik. Rencana ini sempurna, bisa mencapai dua kali lipat dari hasil yang diharapkan. Aku percaya, dengan kebiadaban orang-orang Prowich, tidak lama lagi mereka akan menemui Jihan untuk balas dendam. Kita tinggal menunggu hasil berikutnya!"
"Betul, Ayah. Aku berbicara dengan Joshua tadi malam. Dia mengatakan bahwa di Prowich, sedikitnya ada sepuluh ahli bela diri yang sekuat Master Justin. Joshua sudah mempekerjakan salah seorang ahli bela diri yang pandai menggunakan parang. Dia pernah menebas air terjun dengan satu tebasan. Menyebabkan air mengalir dari air terjun yang sudah terpotong itu selama setengah jam, sebelum akhirnya air terjun itu kembali seperti sedia kala. Kekuatannya sangat menakutkan dan dia dijuluki 'Dewa Parang'. Jika aku tidak salah memperkirakannya, tidak butuh waktu lama lagi bagi Dewa Parang untuk menyeberangi lautan dan datang ke Weston," kata Edgar.
Gavyn semakin bahagia setelah mendengar ini. Kediaman Meech dipenuhi dengan suara tawanya.
Sekitar satu jam kemudian, serangkaian pujian terdengar di kediaman Keluarga Meech.
"Saya Darn Lindsay, ketua Grup Lindsay. Saya datang kemari untuk mengunjungi Tuan Meech. Ini sedikit hadiah untuk Anda."
"Saya Slade Gideon, presiden Grup Charry. Saya kemari untuk mengunjungi Tuan Meech. Ini hadiah kecil sebagai bentuk penghargaan. Saya berharap Tuan Meech bisa menerimanya."
"Tuan Meech, Luke Duncan dari Properti Duncan ada di sini untuk menemui Anda. Saya harap Anda mau menerima pemberian saya yang sederhana ini."
Satu per satu, para pedagang kaya dari Weston datang dan masing-masing dari mereka membawa hadiah untuk Keluarga Meech. Hal ini membuat Gavyn merasa kegirangan.
Gavyn menyeringai sepenuh hati.
Sekarang seluruh sekutu Grup Webster terdengar sedang menjilat keluarganya!
Teluk Naga, di rumah Peony.
"Uhuk, uhuk..."
Semenjak Wally dan Justin bertengkar di pagi itu, terdengar suara batuk tanpa henti di rumah Peony.
"Justin benar-benar kejam. Kenapa dia mengalahkan Tuan Couture dengan cara sekeras ini? Apa dia tidak tahu caranya menghormati orang yang lebih tua? Jika Tuan Couture semuda dirinya, dia pasti akan menghajar Justin," ucap Rose sambil marah.
"Uhuk, uhuk... jika aku semuda Justin, dia pasti tetap bisa membunuhku dengan mudah," kata Wally dengan kesal.
Sebab Wally hanyalah seorang pecundang saat dia seusia Justin.
Rose tidak bisa mengatakan apa pun.
Maksud Rose adalah jika Wally memiliki kultivasinya saat ini dan dia seusia Justin, dia pasti bisa mengalahkan Justin.
Peony menutup mulutnya dan terkikik.
__ADS_1
"Justin bukan suamimu. Kenapa kamu begitu senang setelah dia melukai Tuan Couture?" Rose memutar bola matanya.
"Rose, apa yang kamu bicarakan?" Peony sedikit mengangkat alisnya dan bertingkah seperti anak manja.
Rose membalas Peony dengan meringis.
Wally tersenyum getir. "Kalian berdua tidak memiliki kemampuan. Jika kalian memiliki kemampuan untuk merayunya dan membiarkannya jatuh ke dalam perangkap kalian, aku akan merasa senang."
Rose dan Peony tidak mengatakan apa pun.
Mereka berpikir, kami sudah mencobanya, tetapi Justin memandang rendah kami dan tidak membiarkan kami untuk merayunya. Kami tidak bisa mengalahkannya. Apa lagi yang bisa kami lakukan?
"Tuan Couture, bagaimana kamu bisa mengajari mereka untuk melakukan hal seperti itu? Itu akan memengaruhi reputasimu." Theo merasa tidak puas. Theo menyukai Peony, jadi dia tidak ingin Peony merayu siapa pun.
"Apa yang kamu tahu, hah? Justin masih sangat muda, tetapi sudah sangat menakutkan. Di masa depan, dia akan mengungguli kita semua dan menjadi ahli bela diri terkuat tak lama kemudian. Jika dia bisa menjadi suami dari murid kesayanganku, aku akan merasa bangga atas diriku sendiri. Apa kamu mengerti?" Wally memelototi Theo.
Theo memilih bungkam.
"Tuan Couture, kenapa kamu tidak membiarkanku dan Rose pergi mengundang Justin kemari untuk mengobatimu? Mereka terluka sangat parah kemarin, tapi Justin bisa menyembuhkan mereka dengan mudah. Dia juga seharusnya bisa menyembuhkanmu." ucap Peony, berusaha memberi saran.
"Aku setuju." Rose mengangkat tangannya.
"Aku tidak setuju," ucap Theo keberatan.
"Aku netral." Shawn bersikap seolah dirinya tidak peduli.
"Tunggu sebentar." Wally berkata, "Untuk menunjukkan ketulusanku, aku akan pergi ke sana sendiri."
Wally ingin melihat seberapa hebatnya istri Justin, yang bisa membuat Justin tidak tertarik untuk bergabung dengan Agensi Mistik.
Baru satu jam yang lalu Gilbert mengetahui bahwa Kamar Dagang Prowich di Weston telah menerapkan sanksi perdagangan terhadap Grup Webster. Alhasil, banyak pedagang kaya lokal telah memutuskan hubungan kerja sama mereka dengan Grup Webster dan beralih ke Keluarga Meech. Alasan ini membuatnya sangat marah. Puluhan orang berdiri dengan kaku di aula, tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.
"Justin, setelah satu jam berunding, aku sudah memutuskan kalau kamu harus menceraikan Vina. Keluarga Webster tidak mampu membiayaimu sebagai menantu kami," kata Gilbert dengan serius.
"Kakek, jangan!" Vina langsung menangis. "Aku tidak mau bercerai dari Justin. Aku ingin bersamanya. Aku sangat mencintainya. Jika aku kehilangan dia, aku tidak mau hidup lagi."
Vina menangis. Sejak Vina masih muda, Gilbert tidak kuat melihat cucunya itu menangis. Vina tidak memiliki pilihan selain menangis untuk memohon belas kasihan Gilbert. Dia berharap agar kakeknya bisa menarik kembali perintahnya.
"Kamu ... "Sesuai dugaan, Gilbert tidak kuat melihat Vina menangis. Dia berkata tanpa daya, "Justin sudah membuat kekacauan besar. Joshua tidak akan melepaskannya begitu saja. Hukuman untuk Grup Webster hanyalah langkah pertama. Langkah selanjutnya mungkin mengirim seseorang untuk membunuhnya. Jika aku tidak membiarkan dia menceraikanmu, hal itu hanya akan menyakitimu!"
"Aku tidak takut. Pokoknya aku tidak mau menceraikan Justin." Nada suara Vina terdengar tegas.
"Apa kamu tidak tahu kalau tingkahmu ini mempersulitku? Kenapa kamu tidak mengerti apa yang dipertaruhkan di sini?" Gilbert marah hingga hatinya terasa sakit.
__ADS_1
Gilbert hanya bisa menyesalinya sekarang. Kenapa dia memilih seorang pengacau seperti Justin untuk menjadi suami cucunya?
"Sialan!"
Gilbert tahu betul perangai Vina. Dia tahu kalau Vina tidak pernah tidak menuruti perkataannya. Namun, begitu Vina melakukannya, tidak ada yang bisa mengubah adalah Banten pikirannya. Dia sangat keras kepala.
"Sayang sekali." Justin menghela napas dan berkata tanpa daya, "Sebenarnya semuanya tidak seserius yang Kakek pikirkan. Jihan saja tidak takut, jadi kenapa Kakek harus takut? Dia baru saja mengirimiku pesan yang mengatakan bahwa menurut rumor di luar, Jihan-lah yang melumpuhkan Jace, bukan aku."
"Jihan dilindungi oleh Master Justin. Apa aku punya pelindung? Jika aku punya, apa aku akan begitu ketakutan?" Kemarahan Gilbert kembali tersulut oleh Justin.
"Sebenarnya Kakek juga punya," kata Justin dengan lemah.
"Kamu?" Gilbert tersenyum. "Jika kamu adalah Master Justin, aku akan menjadi Master Webster!"
"Kakek, maksud Justin mungkin adalah agar dia bisa meminta Tuan Bright untuk meminta Master Justin agar mau membantu kita," kata Vina dengan tak berdaya.
"Tentu, jika dia bisa meminta Jihan untuk mengatur sesuatu supaya Master Justin membantu keluarga kita, aku berjanji tidak akan mengatakan apa pun!"
"Aku..."
Tiba-tiba...
Saat Justin baru saja hendak mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya dengan mengatakan bahwa dia adalah Master Justin, suara tembakan yang kuat terdengar dari luar.
"Sialan! Telah terjadi sesuatu!"
Gilbert tiba-tiba melompat dari sofa, ekspresinya berubah.
"Tuan Webster! Lebih dari selusin pembunuh bayaran telah berhasil menerobos masuk!" teriak Wayne sambil berlari masuk ke dalam aula.
"Apa?"
Jantung Gilbert berdebar kencang. "Bajingan! Mereka datang terlalu cepat!"
Sedetik kemudian, Gilbert melihat Justin dan bertanya, "Apa kamu membawa peralatan khususmu?"
"Iya." Justin mengangguk.
"Segera pergi keluar dan periksa apakah kita bisa membunuh mereka seperti yang kita lakukan terakhir kali. Yang lain, tetap di dalam! Vina, cepat panggil polisi dan awasi gerbang ini. Jika aku dan Justin tidak bisa bertahan, segera bawa keluarga kita kabur dari pintu belakang."
Gilbert menyeret Justin dan keduanya melangkah keluar. Gilbert takut Justin akan kabur karena ketakutan.
Kebetulan, Wally dan keempat murid kesayangannya baru saja tiba di gerbang kediaman Keluarga Webster.
__ADS_1
"Tuan Couture, sepertinya ada suara tembakan dari dalam sana," ucap Rose keheranan.
"Pasti telah terjadi sesuatu. Cepat ikuti aku! Ayo, serang!"