
"Kamu ... kamu... sangat jahat!" Vina merasa begitu marah. Dia menunjuk hidung Lily dan memakinya.
Vina tidak menyangka jika Lily akan berbicara omong kosong seperti itu. Bagaimanapun juga, Lily adalah teman sekampus sekaligus mantan istri Justin, jadi dia mengetahui sesuatu tentang Justin.
Namun, apa yang dikatakan Lily tersebut merugikan Justin.
Tidak apa-apa jika Peony menginginkan tiga puluh empat juta dolar itu kembali. Namun Vina takut Peony akan menjadi marah dan menyakiti Justin.
"Aku jahat?" Lily mencibir dan berkata, "Kakekmu memilihkan tunangan untukmu. Tetapi kamu menggoda orang yang tidak berguna ini dan bahkan menerima uang yang dia berikan kepadamu untuk memenangkan hatimu. Izinkan aku bertanya kepadamu. Sekarang setelah kamu menerima begitu banyak uang darinya, apakah kamu akan mengizinkannya memarahimu sepanjang malam?"
"Aku mungkin jahat. Tetapi kamu murahan!"
"Diam!" Vina meraung marah dan hendak mengamuk. Justin menunjuk Lily dan menegaskan kata demi kata yang diucapkannya, "Kita pernah menjadi suami istri. Kamu boleh menghinaku semaumu, tetapi kamu tidak boleh menyakiti Vina. Kamu telah membuatku marah. Aku akan membuatmu berlutut di depannya dan membiarkannya menamparmu!"
Justin menoleh ke arah Peony dan berkata, "Raciklah wine sesuai dengan takaran yang akan aku beritahukan kepadamu. Aku akan menunjukkan kepadamu wine kualitas terbaik yang sesungguhnya."
"Oke. Beritahukan kepadaku takarannya," kata Peony dengan ragu.
"Baik." kata Justin, "Kita akan meracik wine berdasarkan metodemu. Jangan tambahkan jus semangka. Kurangi 150 gram Hennessy. Tambahkan 90 gram brendi. Kurangi 90 gram Lafite. Tambahkan 60 gram wiski dan 60 gram vodka, 90 gram Martell, dan sedikit es. Berikan pengocoknya kepadaku setelah kamu memasukkan semua bahan itu ke dalamnya."
Peony tercengang.
Dia membatin, Justin hanya menyesap sedikit Wine sang Ratu. Namun dia baru saja memberitahukan semua bahannya.
Justin tidak hanya tahu mengenai wine. Dia adalah ahli wine!
Namun, tiba-tiba saja Corbin tertawa.
"Apa kamu sedang membuat sup? Mengapa kamu tidak menambahkan sesendok garam, setengah sendok MSG, dan dua sendok cuka?" kata Corbin.
Apa yang dikatakan Corbin tersebut membuat semua orang tertawa.
"Benar. Aku benci orang brengsek seperti ini, yang berpura-pura mengetahui tentang sesuatu dengan baik," ujar Lily penuh penghinaan.
Namun, baru saja Lily selesai berkata seperti itu, seseorang berteriak.
"Diam! Kalian semua!" Peony berteriak dengan wajah dingin.
Semua orang langsung terdiam.
Peony berkata, "Kalian adalah sekelompok orang yang bodoh dan dungu. Kalian tidak tahu betapa luasnya pengetahuan Tuan Justin mengenai wine. Dia telah mencapai puncak kesempurnaan. Dia jauh lebih baik dariku. Kalian tidak akan pernah bisa dibandingkan dengannya!"
Peony berbalik dengan anggun dan mulai meracik wine sesuai instruksi Justin.
Tidak ada yang berani mengucapkan sepatah kata pun.
Mereka menatap Justin seolah melihat hantu.
Mereka bertanya-tanya apakah Justin benar-benar sebaik itu dan bahkan lebih hebat dari Peony.
__ADS_1
"Mustahil. Ini tidak mungkin. Ini benar-benar tidak mungkin!" Lily menggeleng tak percaya. Dia tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
Justin adalah orang biasa yang berasal dari daerah kumuh. Dia belum pernah meminum banyak wine. Bagaimana mungkin keahliannya mengenai wine bisa mencapai puncak?
Konyol sekali!
"Berhenti mempermalukan dirimu sendiri!" Corbin mengerlingkan matanya pada Lily. "Jika kamu tidak mengatakan bahwa dia tidak meminum sepuluh kilogram wine, aku tidak akan mengejeknya dan menyebutnya bodoh!"
"Justin bisa menembus batas," ucap Vina dengan bangga kepada Lily. Dia menunggu untuk melihat bagaimana Meski Vina terkejut, dia memilih untuk percaya bahwa Justin pasti bisa membuat segelas wine yang enak. Hal tersebut dikarenakan Justin sudah menghadirkan terlalu banyak misteri bagi Vina.
"Tuan Justin, ini dia." Tiba-tiba saja, Peony sudah selesai memasukkan semua bahan ke dalam pengocok sesuai arahan Justin. Dia menyerahkan pengocok tersebut kepada Justin.
Justin mengambil pengocok itu dan mengocoknya dengan terampil. Semua orang terkejut dengan gerakan tangannya itu.
"Ya ampun! Teknik yang luar biasa! Siapa yang mengatakan bahwa dia belum pernah ke bar sebelumnya?"
"Dia mengungguli semua bartender yang aku kenal!"
"Tidak ada yang bisa begitu terampil tanpa sepuluh tahun pengalaman di bidang peracikan wine."
Semua orang yang hadir memuji Justin.
Lily tertegun. Dia bertanya-tanya, apakah dia masih orang tidak berguna yang kukenal dulu? Dia adalah seorang bartender tingkat atas!
Namun, Lily langsung berpikir dalam hati, mungkin dia memiliki bakat dan telah menyaksikan banyak video
mengenai bartender yang sedang meracik wine, jadi dia
Namun tanpa memiliki kemampuan yang sesungguhnya,
dia tidak akan bisa membuat wine yang baik.
Tiba-tiba...
Justin meletakkan pengocok tersebut di atas meja dan berkata, "Berikan sebotol susu kepadaku."
"Susu?" Peony merasa bingung, tetapi dia tetap memberikan sebotol susu kepada Justin.
Justin membukanya dan menuangkan susu ke dalam pengocok tersebut. Wine itu langsung menjadi berwarna putih. Lalu Justin kembali mengocoknya dengan terampil.
Setelah beberapa saat, Justin berhenti mengocok dan mencium aroma wine tersebut, "Butuh satu rasa lagi."
Sambil berbicara, Justin menyerahkan pengocok itu kepada Vina dan berkata, "Tiuplah ke dalam."
"Kamu memintaku untuk meniupnya?" Vina merasa bingung. Apakah ini trik sulap?
"Iya." Justin mengangguk sambil tersenyum, "Rasa terakhir adalah aroma kecantikan sepertimu."
Vina mendilak. Dia berpikir, Justin pasti menggodaku. Bagaimana bisa wine itu terasa nikmat hanya dengan satu tarikan napas dariku?
__ADS_1
Meskipun meragukannya, Vina tetap meniupkan napas ke dalamnya.
"Sudah selesai!" Justin tampak bersemangat. Dia menutup pengocok itu dan mengocoknya beberapa kali. Kemudian Justin memberi instruksi, "Berikan sebuah gelas kepadaku. Saatnya menyaksikan keajaiban."
"Menyaksikan keajaiban?"
Semua orang menunjukkan ekspresi bingung di wajah mereka. Namun mereka semua membelalakkan mata untuk melihat keajaiban seperti apa yang akan terjadi.
"Kamu hanya meracik wine, bukan menciptakan keajaiban. Jangan membuatnya tampak seperti sulapan. Bisakah kamu berhenti membual?" cibir Corbin.
"Benar. Aku pernah melihat orang yang suka berlagak sebelumnya. Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa dibandingkan denganmu." Ruben, Soren, dan yang lainnya juga ikut mencibir.
Peony segera membawakan gelas untuk Justin.
Tak lama kemudian, Justin membuka pengocok itu dan
memercikkan wine tersebut ke atas kepalanya.
Kemudian keajaiban terjadi!
Cairan wine tersebut berubah menjadi ribuan kepingan salju yang indah saat jatuh ke bawah.
Suhu di bar turun dengan tajam. Rasanya seperti hari bersalju di musim dingin.
Semua orang tercengang! Mereka semua mendongak dan melihat butiran salju melayang. Mereka membuka mulut mereka begitu lebar sehingga bisa memuat apel ke dalamnya.
Setelah beberapa saat, semua orang yang hadir menjadi gempar!
"Ini keajaiban! Ini keajaiban yang nyata!"
"Wine berubah menjadi kepingan salju di hari musim panas. Luar biasa!"
"Ini benar-benar karya yang mengguncang dunia!"
Peony berteriak kaget, "Ya ampun! Aku tidak bisa memercayai mataku!"
Vina menutup mulutnya. Matanya yang indah itu dipenuhi dengan keterkejutan.
Lily mengira dirinya telah melihat ilusi dan menggosok matanya dengan keras. Wajahnya dipenuhi rasa tidak percaya.
Ketika butiran salju itu hanya berjarak dua meter dari tanah, Justin mengambil gelas wine untuk menangkapnya. Dalam sekejap mata, gelas wine yang kosong itu dipenuhi dengan cairan seputih salju.
Aroma wine memenuhi udara, menyegarkan pikiran, dan membuat orang merasa segar.
"Aromanya sangat enak!"
Semua orang merasa terkesan. Justin menyerahkan segelas wine tersebut kepada Vina dan berkata dengan penuh kasih sayang, "Mungkin ada banyak wanita dengan nama yang sama, tetapi kamu yang paling istimewa bagiku, seperti salju ini."
Mendengar itu, Vina merasakan gelombang kegembiraan di hatinya. Dia menjadi malu-malu, dan wajahnya memerah. Vina mengarahkan pandangannya pada Justin. Tatapannya penuh kasih sayang. Vina terlihat menawan dan anggun. Orang yang paling spesial.
__ADS_1
Dia bertanya-tanya, apakah Justin sedang memberitahuku bahwa ada banyak orang di dunia ini yang bernama Vina, atau bahwa ada banyak wanita yang lebih baik dariku dalam segala aspek, tetapi dia hanya mencintaiku saja?