
Justin yang berkeliaran sepanjang pagi pun sudah pulang ke rumah saat ini dan mendapati orang tuanya tidak ada di rumah. Rupanya, orang tuanya tidak mendengarkan nasihatnya. Mereka hanya beristirahat sehari, lalu cepat-cepat membuka kafe lagi.
Seperti yang Justin duga, kafe sudah buka ketika dia datang ke Jalan Utara. Banyak orang berkumpul di sana.
Orang-orang itu bukanlah konsumen. Kebanyakan dari mereka adalah tetangga.
"Hery, beritahu kami. Ketika Justin diusir dari Keluarga Aretha, apakah dia mendapatkan harta gono-gini? Berapa banyak? Apakah cukup untuk membeli apartemen di kota?"
"Pasti tidak ada harta gono-gini. Justin sudah menjadi benalu selama setahun. Siapa yang akan memberinya harta gono-gini? Selain itu, kudengar bahwa dr. Aretha terkenal pelit. Mungkinkan dia memberi Justin harta gono-gini? Jangan mimpi."
"Seorang pria harus belajar puas. Keluarga Aretha sudah menghidupi Justin selama setahun. Beraninya Justin meminta harta gono-gini? Itu namanya tidak tahu malu."
Mendengarkan tawa sindiran para tetangga, Hery dan istrinya menjadi marah, tetapi mereka tidak berdaya.
Ketika Justin menjadi menantu Keluarga Aretha, para tetangga juga berkumpul di kafe dan mengatakan bahwa Justin akan menjadi generasi terakhir Keluarga Dirgantara. Ucapan mereka sarat akan rasa iri.
Sekarang Justin diusir dari Keluarga Aretha, para tetangga bergegas masuk ke kafe lagi begitu orang tua Justin membuka kafe. Mereka juga menyindir. Berbeda dari terakhir kalinya, sekarang mereka semua bersukacita.
Mereka semua bertetangga. Apa yang bisa dikatakan oleh orang tua Justin? Mereka nyaris bertemu dengan para tetangga itu setiap hari. Orang tua Justin tidak bisa melawan mereka.
Oleh karena itu, orang tua Justin hanya berusaha tersenyum dan menahan semua cemoohan. Mereka percaya bahwa gosip itu akan mereda nanti.
"Hei, lihat, bukankah itu Justin?"
seru seorang wanita gemuk secara tiba-tiba. Semua orang berbalik untuk melihat yang Justin masuk dengan tersenyum sinis sembari memasukkan tangannya di dalam saku.
"Justin, mengapa kamu begitu keras kepala? Bukankah kamu baru saja kehilangan orang yang menghidupimu? Ini bukan masalah besar. Mengapa kamu berniat bunuh diri? Kamu sangat mengecewakan."
"Justin, beritahu kami. Bagaimana perasaanmu menjadi benalu?"
"Apakah makan siang gratisnya lebih enak daripada makan siang rakyat biasa seperti kita?"
Para tetangga mulai menyerang Justin dan bertanya dengan niat jahat.
Justin tidak marah. Sebaliknya, dia berkata sesukanya, "Tentu saja, makan siang gratisnya lebih enak. Aku sedang bersiap untuk menjadi benalu kelas satu. Ketika aku berhasil, aku akan mengundang kalian untuk pergi ke pesta pernikahanku."
Semua orang langsung terbahak-bahak begitu Justin menyelesaikan ucapannya.
__ADS_1
Semua orang tertawa lepas.
"Nak, mengapa kamu tidak berkaca? Apakah kamu masih ingin menjadi benalu? Apakah kamu tidak takut mematahkan gigimu sehingga tidak bisa makan apa pun?"
"Benar. Kurasa kamu ambisius. Berhati-hatilah, jangan sampai mati tersedak."
"Kamu sudah sangat nyaman menjadi benalu. Sepertinya, Keluarga Dirgantara akan benar-benar lenyap."
Hery dan istrinya memelototi Justin, mereka tampak jengkel. Mereka tidak mengerti kenapa Justin tidak mengejar Norah, tapi justru berniat menjadi benalu.
Namun, terdengar suara umpatan saat itu juga.
"Justin, kamu membuatku mengejarmu di tiga jalan semalam. Akhirnya aku menangkapmu hari ini! Lihatlah sekop ini!"
Seorang pria paruh baya yang mengenakan celemek dan membawa sekop bergegas ke kafe orang tua Justin, lalu hendak menghantam Justin.
Justin menghindar dengan mudah, lalu berkata pada Dustin, "Sudah selesai? Kalau Paman terus-menerus mengancamku, aku tidak akan menghormati Norah. Aku berjanji akan menghancurkan restoran cepat saji Paman."
"Beraninya kamu mengancamku!"
"Apa yang terjadi sehingga membuatmu begitu marah, Dustin?"
"Beritahu kami."
"Apakah Justin bertanya pada Norah lagi, mengapa mereka memiliki organ genital yang berbeda?"
tanya para tetangga.
Dustin sudah menceritakan kepada semua orang apa yang terjadi antara Justin dan Norah saat mereka masih kecil. Namun, semua tetangga bisa memahaminya. Wajar jika anak-anak penasaran. Mereka bisa mempelajarinya jika mereka mau. Bagaimanapun juga, mereka masih kecil dan tidak bisa berbuat apa pun. Dustin menganggapnya terlalu serius hingga mengubahnya menjadi lelucon.
"Aku tidak tahu apakah mereka mempelajarinya lagi. Namun, bajingan ini keluar bersama Norah dan pulang saat tengah malam. Norah-ku berpenghasilan delapan ratus dolar per bulan, tetapi dia akan menikah dengan seorang dokter dengan gaji tahunan puluhan ribu dolar. Apakah aku akan membiarkan Justin bermain-main dengan Norah-ku?" ujar Dustin.
Semua tetangga merasa perkataan Dustin ada benarnya, jadi mereka memperingatkan Justin untuk tidak mendambakan sesuatu yang bukan miliknya.
"Gaji tahunan puluhan ribu dolar bukanlah apa-apa. Selain itu, aku masih ingin menjadi benalu pada seorang wanita. Jangan sampai seluruh jalan tahu tentang hal ini. Kalau aku tidak bisa menjadi benalu, aku akan membakar rumahmu, membawa Norah ke vila, dan membuatmu tidur di jalanan," kata Justin dengan kesal.
"Dasar berengsek... " Dustin sangat marah hingga hatinya sakit. Wajahnya tampak penuh kemarahan.
__ADS_1
"Jangan katakan bahwa aku merendahkanmu, Justin. Apa yang membuatmu berpikir bahwa kamu bisa menjadi benalu? Siapa yang menginginkan pria yang bercerai?" sudah
"Pokoknya, aku tidak akan menikahkan putriku dengan pria yang tidak berguna dan sudah bercerai."
"Kurasa, cucu Tayden yang bodoh itulah yang paling cocok untuknya."
Hery dan istrinya gemetar karena amarah saat mendengar perkataan sinis para tetangga. Kedua orang tua Justin hampir lepas kendali.
Namun, sebuah mobil Bentley berhenti di depan kafe kedua orang tua Justin saat itu juga.
"Lihat! Merek macam apa ini? Terlihat sangat berkelas!" pekik seseorang seketika.
Semua orang melihat ke arah sumber suara, mereka semua tercengang saat melihat mobil itu.
"Aku tidak tahu logo mobilnya. Apakah itu mobil Buick?" ujar Dustin lemah.
"Itu masuk akal. Mobil itu sepertinya mobil Buick kelas atas, mungkin harganya lebih dari tiga puluh empat ribu dolar," kata seorang wanita gemuk.
Semua orang mengangguk dan langsung bergosip.
Justin tidak tahu harus tertawa atau menangis.
Justin berpikir, itu mobil Bentley. Harganya lebih dari satu juta dolar. Bagaimana bisa mereka salah mengira kalau itu mobil Buick?
Namun, mengapa limusin seperti itu melaju di jalan ini?
Terlebih lagi, mobil itu berhenti di depan kafeku.
Apa jangan-jangan calon istriku datang?
Justin menonton berita pagi melalui Weston TV online di ponselnya. Dia harus mengakui bahwa Bryan cukup cakap dan memiliki koneksi yang cukup baik. Dari penayangan berita yang selama tiga puluh menit, Klinik Tradisional Pusaka dan Arya dikritik selama sepuluh menit. Justin merasa sangat lega ketika menontonnya.
Sebagai protagonis, Justin dilindungi dengan sangat baik. Mosaik membuatnya tidak dikenali, bahkan oleh dirinya sendiri. Dia diperkenalkan sebagai "Tuan Dirgantara" di sepanjang siaran berita itu. Bahkan ketika orang tuanya menonton berita, mereka tidak tahu bahwa dialah yang menyebabkan sensasi ini.
**TINGGALKAN JEJAKMU DENGAN CARA KOMEN, LIKE, GIFT AND VOTE **
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA
__ADS_1