
Saat dia mengulurkan tangannya, air sungai di hadapannya pun terangkat. Kemudian ketika dia menjentikkan jarinya, air sungai itu jatuh menabrak batu besar seperti ular, menyebabkan puing-puing berterbangan ke setiap arah. Hal itu tampak luar biasa. "Tuan Dirgantara, kamu adalah seorang jenius!"
Jihan dan Tiger, yang sejak tadi menonton dari samping, sangat terkejut sampai mereka berteriak ketakutan. "Biasa saja," kata Justin sambil bangkit berdiri. Jihan dan Tiger tidak bisa berkata-kata.
Mereka pikir, ini bukan hal biasa! Ini luar biasa! "Tuan Dirgantara, pesta ulang tahun Gilbert dan sayembara pencarian menantu akan diselenggarakan malam ini. Apa kamu ingin aku menyiapkan hadiah yang spesial?" tanya Jihan. Justin berpikir sejenak, "Beli kura-kura yang bisa dimakan lalu kirimkan ke klinikku."
"Kura-kura? Kamu mau memberi Gilbert kura-kura?" Jihan nyaris tertawa terbahak-bahak. Apa dia sedang mengatakan bahwa Gilbert adalah orang yang lamban? "Ya." Justin mengangguk.
"Baiklah. Aku akan pergi membelinya sekarang." Justin menerima pesan Line dari Vina begitu dirinya pulang ke rumah.
Pesan itu berisi foto Vina yang sedang mengenakan gaun malam. Dadanya penuh, dan wajahnya nampak begitu cantik. Dia tampak seperti pahatan yang terbuat dari batu giok. Perempuan itu sangat cantik, sampai Justin menahan napasnya. Justin: "Kamu sangat cantik."
"Apa kamu mau menikah denganku?" tanya Vina pada Justin. "iya," jawab Justin. "Kalau begitu, kamu harus melakukan tiga hal sekarang. Pertama, siapkan hadiah yang bagus. Barang antik kalau bisa. Harus sesuatu yang berharga. Jika kamu tidak punya cukup uang, berikan nomor rekeningmu, nanti aku akan mengirim cukup uang untukmu. Aku sedang dihukum oleh kakekku. Aku tidak bisa pergi keluar untuk membeli hadiah bersama denganmu." ujar Vina.
"Kedua, siapkan konten rekomendasi diri, misalnya, seberapa luar biasanya kamu, apa yang akan kamu lakukan setelah kamu menjadi bagian dari keluarga Webster, dan sebagainya. Tidak boleh terlalu berlebihan atau terlalu santai."
"Ketiga, siapkan penampilanmu dengan benar. Semakin rapi dan tampan penampilanmu, akan semakin baik."
"Tiga poin ini akan membantumu menjadi suamiku. Ada beberapa juri untuk menilai para kandidat. Peluangmu kecil untuk menang, tapi aku tetap berharap kamu bisa melakukan yang terbaik. Karena ... aku ingin menikah denganmu."
"OK. Aku sudah meminta Jihan untuk menyiapkan hadiah. Jangan khawatir, aku tidak akan mengecewakanmu. Tunggu saja aku untuk menggenggam tanganmu." ujar Justin.
__ADS_1
"OK. Kamu pasti bisa! Aku menciummu dari jauh." sahut Vina
"Aku mencium sekujur tubuhmu." ujar Justin.
"Hentikan!" teriak Vina.
Sore menjelang malam, Justin mandi, mengenakan jas, menata rambutnya, dan berdiri di depan cermin, dia terlihat elok, "Agar tidak mencolok, aku tidak akan menunjukkan pesonaku sebelumnya. Aku sudah mencoba yang terbaik untuk seleksi ini," Justin tersenyum di depan cermin dan meninggalkan ruangan.
Justin berada pada tingkat penyelesaian di Alam Pemurnian Energi, tulang serta kulitnya telah berubah. Dia memperoleh penampilan yang elok. Tidak berlebihan untuk menggambarkannya sebagai menawan.
Justin tidak ingin perubahannya mempengaruhi kesehariannya, jadi Justin tidak menunjukkan pesonanya yang sebenarnya agar tidak diganggu oleh penggoda-penggoda yang gila.
Justin berpikir, kalian tidak akan mampu bersaing denganku! Di ruang tamu, Herry menatap Justin dari atas ke bawah dan tersenyum, "Nak, kamu terlihat jauh lebih tampan."
"Itu karena aku punya gen yang bagus," jawab Justin sembari tersenyum. Herry dan Sandra terlihat sangat senang mendengarnya.
Namun, senyum Sandra segera menghilang. Dia berkata, "Justin, apakah kamu benar-benar akan menjadi seorang menantu matrilokal?"
"Iya Bu, apa kamu tidak menyukai Vina?" Justin tahu bahwa ibunya tidak senang. Sandra menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku menyukainya. Gadis itu tinggi dan cantik. Dia juga sopan dan cerdas. Aku sangat ingin dia menjadi menantuku, tetapi aku tidak ingin kamu ikut dengan keluarganya."
"Kudengar Bentley Vina harganya lebih dari 1.7 juta dolar. Apalagi perhiasannya juga bernilai ratusan juta dolar. Keluarganya pasti sangat kaya untuk bisa membeli barang-barang semahal itu. Aku khawatir kamu mungkin lebih ditindas setelah menikah dengan keluarga kaya itu karena kamu tidak kaya atau punya kekuasaan. Jadi, aku masih berharap kamu mau berkencan dengan Norah. Kita bisa memberi ayahnya lima puluh ribu dolar. Aku tidak berpikir kalau dia akan menolakmu untuk menikahi Norah."
__ADS_1
Justin tersenyum dan berkata, "Bu, jangan khawatir. Vina berbeda dengan Lily. Jika aku ikut dengan keluarganya, aku tidak akan ditindas seperti saat di kediaman Aretha. Pada saatnya, kamu akan punya banyak cucu."
Sandra memutar matanya dan berkata, "Saat ini, semua wanita takut untuk melahirkan. Apakah kamu pikir kamu bisa memutuskannya? Bahkan jika Vina setuju, keluarganya tidak akan senang dengan hal itu." Justin tidak berdaya. Bagaimanapun, dia yakin akan menemukan tempat baginya.
"Baiklah." Herry berkata, "Putra kita punya rencananya sendiri. Sebagai orang tua kita harus mendukungnya. Selain itu, Vina sangat menyenangkan. Kamu juga menyukainya bukan? Biarkan saja putra kita melakukan apa yang dia inginkan."
"Ayah benar," ucap Justin, dia tersenyum pada Herry dan berkata, "Kalau begitu aku akan pergi. Aku berjanji Vina akan menjadi menantumu." Justin bergegas pergi, tidak memberi kesempatan bagi ibunya untuk mecegahnya.
"Dia percaya diri sekali," ucap Sandra agak kesal. Setelah Justin pergi, Herry menghiburnya, "Dulu, aku mengabaikan larangan ayahku. Demi bersamamu, aku diusir dari keluarga Dirgantara. Bukankah kita sudah sangat bahagia selama dua puluh tahun terakhir? Justin sepertiku. Dia cukup berani untuk mendapatkan kekasihnya. Kita semua pernah diposisinya. Kita harus mendukung Justin."
"Namun caranya berbeda denganmu. Justin ingin masuk ke dalam keluarga Vina. Aku takut dia akan melakukan hal bodoh seperti terakhir kali. Aku hanya punya satu putra. Jika dia..." Sandra menutup mulutnya dan terisak.
Herry segera memeluk istrinya dan menenangkannya.
Justin turun dan mendorong keluar sepeda motor ibunya.
Saat itu, Norah berjalan mendekat dan berkata dengan suasana hati yang buruk, "Apakah kamu benar-benar ingin menjadi menantu matrilokal keluarga Webster?"
Norah adalah anak muda yang sering menggunakan media sosial, dan dia tahu bahwa keluarga Webster sedang mencari menantu matrilokal malam ini. Sandra meneleponnya untuk memintanya membujuk Justin agar tidak melakukannya. Norah langsung terpuruk.
"Ya, aku sudah berdandan. Apakah terlihat bagus?" jawab Justin sambil menyugar rambutnya.
__ADS_1