
Jason kembali menendang pintu.
"Vina! Ayo, keluarlah!"
"Iya, aku mengerti." Vina sangat cemas. Dia buru-buru memakai pakaian. Tak sampai 30 detik, dia sudah berpakaian. Dia bisa saja memecahkan rekor dunia.
"Cepatlah!" Vina mendesak Justin dengan wajah pucat pasi. Jika pintunya terbuka, mereka akan jadi sangat malu.
Justin malah tersenyum dan memakai pakaiannya dengan santai, dia tahu Jason tidak akan bisa mendobrak pintu itu kecuali menggunakan meriam.
"Sial! Kenapa aku tidak bisa mendobrak pintunya? Vina! Apa kamu sudah selesai?"
"Berhenti berteriak!" Vina sangat marah sampai hampir menangis. Dia sangat ketakutan.
"Kalau begitu cepat keluar!" teriak Jason.
"Jika kamu terus bicara omong kosong, aku akan menghajarmu dengan sadis saat aku keluar nanti!" teriak Justin.
Jason langsung membisu di luar pintu.
"Sudah, jangan takut." Justin memeluk Vina untuk menenangkannya.
Dia bisa merasakan kalau Vina tiba-tiba berkeringat dingin. Vina sebelumnya memang berkeringat yang membuat bajunya basah.
Saat ini Justin harus menghiburnya dan membiarkannya tenang dengan perlahan. Jika tidak, hal ini akan menyebabkan Vina trauma dan tidak tertarik lagi untuk melakukannya nanti.
"Ini semua salahmu. Jika kamu tidak kelamaan, kita pasti sudah selesai." kata Vina sambil menepuk punggung Justin menyalahkannya.
Dia ingin berhubungan **** dengan Justin untuk pertama kalinya tapi malah gagal.
"Ini salahku. Aku meremehkan kakakmu," kata Justin tak berdaya.
Untung saja Justin yang tak mau Vina kesakitan sudah melakukan persiapan cukup lama. Kalau tidak, Justin akan depresi setengah mati jika harus berhenti tiba-tiba.
Dia adalah seorang kultivator sehingga bisa bertahan selama satu jam.
"Sepertinya kamu tidak takut sama sekali," tanya Vina.
"Kenapa aku harus takut?"
Vina mendorong Justin menjauh dan mengeluh, "Apa kamu sudah tidur dengan banyak wanita sebelumnya?"
Justin kehilangan berkata-kata. Wanita selalu berpikiran macam-macam.
"Kalau sebelumnya aku punya banyak wanita. Kenapa aku tidak tidur dengan lily, 'kan aku menikahinya selama setahun?"
"Lalu kenapa kamu ... " Vina tersipu malu. Dia baru saja ingin bertanya kenapa Justin begitu berpengalaman.
Justin bisa tahu pemikiran wanita itu lalu menjawab, "Karena video porno."
Menurut ingatannya, dia tahu bahwa Justin yang asli telah menonton video porno berkali-kali.
Vina tidak tahu bagaimana harus membalasnya.
__ADS_1
Memang benar semua pria suka menonton video porno.
Sekitar lima menit kemudian, Vina sudah berhenti gemetar dan bisa menenangkan diri.
Justin memperbaiki kerah dan rambut Vina yang berantakan. Pria itu kemudian memegang tangan Vina yang kurus itu lalu membuka pintu kantor.
"Ya Tuhan, aku menendang pintu seperti tadi, dan kalian berdua masih bisa menyelesaikannya. Sungguh luar biasa." seru Jason sambil menangkup tinjunya saat melihat adiknya dan Justin keluar.
Wajah cantik Vina menjadi dingin. Dia mengangkat kakinya untuk menendang Jason. Jason berusaha menghindar lalu kabur. Setelah beberapa saat, Vina pun selesai melampiaskan amarahnya.
Namun, Jason menatap Vina tak percaya lalu berkata penuh kekagetan, "Vina, apa kakimu tidak lemas?"
"Aku sangat takut padamu sekarang dan kakiku menjadi lemas. Sekarang, aku baik-baik saja."
"Tidak, maksudku... Setelah kamu berhubungan ****, apa
kamu tidak merasa lemas?"
"Sialan kamu!" Vina kembali melayangkan tinjunya. "Kami tidak berhubungan ****..."
"Aku percaya padamu. Aku percaya! Jangan memukuliku!"
Jason seorang playboy dan sudah pernah punya banyak pacar sebelumnya. Dia belum pernah melihat seorang gadis yang bisa berjalan normal setelah tidur dengan pria untuk pertama kalinya. Adiknya itu bahkan bisa menendangnya.
Namun Jason malah penasaran, apa yang sebenarnya mereka lakukan jika bukan berhubungan ****?
Mungkinkah itu...?
Dia tersenyum nakal dan menatap Justin seakan mengerti sesuatu.
Tentu saja Vina tidak akan setuju. Bahkan, adiknya itu malah menendangnya.
Justin berkata, "Mulai sekarang kamu harus menghormati kakakmu. Lain kali, apa pun yang kakakmu lakukan di kamar, kamu dilarang berteriak atau menendang pintu. Jika bisa berjanji, aku akan membelikanmu mobil Veneno itu dan membiarkanmu menyombongkan diri."
Vina tidak berkata apa-apa.
Veneno adalah barang yang tidak bisa dibeli hanya dengan uang. Bahkan, beberapa orang berkedudukan harus menggunakan orang dalam untuk membelinya.
Jason menjawab, "Lupakan saja. Ketika kamu punya uang untuk membelinya, aku sudah bisa membelinya sendiri. Selain itu, meskipun kakakku menyukaimu, kamu tidak akan bisa menjadi kakak iparku."
"Percayalah padaku. Aku akan memberi para bajingan itu pelajaran untukmu," kata Justin memegangi bahu Jason.
Tak lama kemudian, mereka bertiga tiba di Klinik Tradisional Pusaka.
"Hei Sialan. Kamu bukan tandingan ayahku. Apa kamu sudah tahu klinikmu akan gagal sebelumnya?" kata lily yang tidak tahan untuk mengejek.
Baru saja Jason dipermalukan oleh kerumunan orang-orang yang mempercayai Klinik Tradisional Pusaka. Mereka memasuki klinik ini untuk menemui dokter.
Bagaimanapun, mereka didukung oleh keluarga Meech dan keluarga Gomez. Kedua keluarga itu sangat terkenal di Weston.
Apalagi menantu Arya itu adalah ahli muda dari Keluarga Preston dengan aset sejumlah 850 juta dolar.
Namun, bagaimana dengan Klinik Medis Terpercaya? Bosnya adalah orang miskin yang tumbuh di daerah kumuh. Sulit baginya untuk mengelola klinik ini. Dia tidak memiliki latar belakang yang kuat. Bagaimana dia bisa melawan Klinik Tradisional Pusaka?
__ADS_1
Oleh karena itu, mereka berpikir bahwa cepat atau lambat klinik itu pasti akan tutup. Orang-orang lebih suka pergi Klinik Tradisional Pusaka. Mereka juga takut kalau Arya memasukkan mereka ke dalam daftar hitam, sehingga akan diperlakukan kasar ketika Klinik Medis Terpercaya itu tutup.
"lily, jika kamu tidak punya kemampuan apa-apa, tetaplah jadi rendah hati. Jangan lupakan sopan santun agar tidak mendapat masalah," jawab Justin. Dia melihat ponselnya, pesan dari Jihan muncul.
"Ck, apa yang bisa kamu lakukan pada kami? Seorang sialan yang tumbuh di daerah kumuh. Vina baru saja datang untuk melihat-lihat. Apakah dia akan membantumu?" cibir lily, "Ayo kita lihat kenyataannya saja. Lakukan saja apa yang seharusnya dilakukan.
Berhentilah bermimpi. Kamu tidak akan bisa."
"Dasar pelacur!" maki Vina dalam hatinya. Dia lalu melangkah maju. "Kamu salah. Aku akan mendukungnya. Lagipula aku tahu bahwa kemampuan medis Justin puluhan kali lebih baik dari ayahmu."
Vina akhirnya mengerti kenapa Justin ingin membalas dendam pada keluarga Aretha. Justin menyelamatkan wanita ini dengan menyumbangkan sumsumnya. Jika dia tidak menyukainya, lily saja bisa berbicara dengan baik-baik. Tapi wanita ini terus saja mengutuk Justin. Vina saja tidak nyaman, apalagi Justin.
"Kamu ... " Arya dan putrinya gemetar marah, tetapi mereka tidak berani membalas.
Kemudian Corbin ikut mencibir Vina, "Vina, kenapa kamu bisa bilang kemampuan medisnya lebih baik dari Dokter Aretha? Apa dia menyembuhkan menstruasi atau keputihanmu yang tidak normal?"
"Corbin!" bentak Vina penuh amarah, "Kamu benar-benar berengsek!"
"Beraninya kamu mempermalukan kakakku? Kamu pikir kamu siapa?" Jason yang juga sangat marah.
Corbin menyombong, "Keluarga Webster akan bangkrut. Kamu mungkin bisa mengandalkan menantu yang baik sebagai dukungan untuk beberapa tahun. Jika kamu dapat yang tepat, kalian mungkin bisa bertahan selama 3 atau 5 tahun. Jika memilih yang ambisius, keluarga Webster mungkin akan tertelan masalah. Vina akan menjadi simpanan orang lalu Jason cepat atau lambat akan menjadi pengemis di jalan!"
Keluarga Meech telah memperoleh daftar orang-orang yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi untuk menjadi suami Vina. Corbin tahu bahwa mereka bukan orang dari keluarga bagus. Kalau tidak, bagaimana sebuah keluarga besar mau mengizinkan anak-anak mereka menjadi bagian keluarga Webster?
Itu tidak mungkin.
Makanya, dia berani memandang rendah keluarga ini.
Di Weston, keluarga Gomez bersekutu dengan keluarga Meech. Keluarga Dorsey bertindak netral. Keluarga Bright, yang mungkin akan menggantikan keluarga Webster, juga netral. Bisa dikatakan bahwa keluarga Webster telah dikucilkan sehingga cepat atau lambat keluarga ini akan terpecah. Apakah Corbin harus takut pada keluarga seperti itu?
Selama Gilbert mati, dia berani memukuli Jason di depan semua orang. Adapun Vina, Corbin bisa meminta seseorang untuk menangkap dan mengancamnya untuk dijadikan selingkuhan.
Vina dan Jason kehilangan kata-kata.
Vina sebelumnya sudah membicarakan ini dengan kakeknya. Dia tahu kalau hal ini berisiko. Tidak apa-apa kalau Vina bisa memilih laki-laki yang baik. Kalau dia melakukan kesalahan, hal ini tidak akan bisa diperbaiki.
Namun, keluarga Webster tidak punya pilihan lain. Keluarga ini akan bangkrut, jadi mereka harus mengambil risiko. Jika tidak, kehancuran keluarga Webster akan semakin cepat terjadi.
Justin tersenyum pada Corbin dan berkata, "Hai idiot, kita bertemu lagi ya."
Corbin tercengang kemudian memarahinya, "Siapa kamu? Kamu itu yang idiot!"
"Kamu cepat sekali melupakanku ya, idiot?" kata Justin sambil tersenyum.
Corbin hendak memarahinya lagi ketika Tommy tiba-tiba menariknya sambil berkata, "Tuan Meech, mungkinkah dia bajingan yang menjual Vespa padamu?"
Corbin menatap Justin dengan seksama. Kemudian, dia menutupi dahinya dengan tangannya.
Akhirnya Corbin ingat.
Justin adalah orang yang menjual Vespa padanya.
Corbin hampir tidak bisa mengenalinya karena pria itu mengenakan jas dan mengubah gaya rambutnya.
__ADS_1
Setelah memastikan identitas Justin, Corbin akhirnya tertawa, "Aku meminta seseorang untuk menyelidikimu. Aku tidak menyangka kamu adalah pemilik klinik ini. Baiklah! Kamu akan mati hari ini!
"Akan kuberi kamu waktu 10 menit. Kembalikan uang 1,7 juta dolar itu padaku. Jika tidak, aku akan menghancurkan klinikmu ini lalu mematahkan lengan dan kakimu itu. Itulah akibatnya jika menipuku!"