
Kelab Keabadian terletak di daerah paling makmur di Weston. Tempat itu juga merupakan bar paling mewah, paling populer, dan paling mahal di Weston.
Peony yang merupakan bos di kelab itu berparas sangat cantik dan wine olahan yang dibuatnya juga terkenal di Weston. Wine itu dikenal sebagai Wine sang Ratu yang menarik minat banyak pria muda dan kaya.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam dan itu adalah waktu tersibuk. Kelab itu sudah begitu padat dan "dihuni" oleh begitu banyak pria kaya.
"Aku harus mendapatkan Wine sang Ratu malam ini. Kalau kamu tak bisa menawarnya seharga lima ratus ribu dolar, jangan bersaing denganku. Kalau tidak, aku akan membuatnya menangis," kata Corbin dengan bangga sambil duduk di kursi VIP.
"Sombong sekali dia. Sebelum Jason dilarang untuk boros, Corbin bukan siapa-siapa dibandingkan dengan Jason."
"Benar. Dahulu, aku berpikir bahwa Jason sombong dan mendominasi. Namun, Corbin lebih parah daripada Jason kalau kupikir-pikir."
"Namun, dia kaya. Kita tak bisa berbuat apa-apa padanya."
Cukup banyak pria berpengaruh dan berkuasa bergumam dengan sebal.
Namun, tak ada yang berani mengatakannya di hadapan Corbin dan hal ini membuat Corbin semakin arogan.
"Lihat, kalian semua seperti pengacut. Kekayaan mereka tidak ada apa-apanya." Corbin tertawa keras.
"Kamu sekarang adalah pemuda terkaya di Weston, Corbin. Tak ada satu pun orang yang berani membandingkan kekayaannya denganmu," sanjung Soren yang duduk di samping Corbin.
"Bahkan, orang berpengaruh pun tak berani bersaing denganmu dalam hal kekayaan," sanjung Lily juga.
"Meskipun mereka berpengaruh, mereka tidak berani menyinggung Tuan Meech. Kalau mereka berani menyinggungmu, mereka tak akan bisa tetap berada di kelas atas Weston," ucap Ruben, yang turut menjilat Corbin meski dia merupakan salah satu dari empat keluarga teratas.
Corbin menikmati pujian itu dan dia merasa senang.
"Aku harus mendapatkan Wine sang Ratu malam ini. Aku sudah selangkah lebih dekat untuk melihat pesona Peony."
Selusin atau lebih pemuda kaya itu memandang Corbin dengan iri.
"Apa dia cantik?" tanya Lily penasaran.
__ADS_1
"Tentu saja. Dia sangat cantik."
"Apa dia lebih cantik daripada Vina?"
"Vina itu dingin, sedangkan Peony itu menawan. Keduanya berbeda. Namun, Peony lebih seksi. Aku bersedia mati untuk tidur dengannya," ujar Corbin seraya tersenyum nakal.
Semuanya pun langsung tertawa jahat.
Ruben berkata, "Tuan Meech, kudengar bahwa Jason memesan kursi VIP lainnya. Apa dia juga ke sini untuk mendapatkan Wine sang Ratu?"
Corbin mencibir, "Jika dia datang kemari untuk mendapatkan Wine sang Ratu, itu akan jauh lebih menyenangkan. Aku jauh lebih kaya daripada dia. Kalau dia berani bersaing denganku, aku akan mempermalukannya dan menjadikannya bahan tertawaan kelas atas di Weston."
Yang lainnya pun mengangguk setuju.
Mereka tahu bahwa Corbin begitu sombong malam ini karena saudaranya yang bernama Edgar telah mendapatkan uang sebesar lima puluh juta dolar dari penjualan saham dan pria itu memberi Corbin uang sebesar delapan juta lima ratus ribu dolar. Bisa dikatakan bahwa Corbin bisa menggunakan uang itu untuk melakukan apa pun yang dia inginkan.
"Lihat! Jason datang! Tampaknya Vina juga kemari!" pekik seorang pemuda tiba-tiba.
Semua orang melihat ke arah Jason dan Vina, lalu melihat dua pria dan seorang wanita duduk di tempat VIP.
"Ya, benar." ujar Lily membenarkan.
"Sial! Dia sangat akrab dengan Vina belakangan ini. Apa dia ingin mendekati Vina?" kata Soren yang cemburu. Dia ingin mendekati Vina juga, tapi dia tidak punya kesempatan.
Corbin tertawa dan berkata, "Berani-beraninya dia berhubungan dengan Vina? Gilbert sudah memilih seorang pria untuk Vina. Justin sangat miskin sehingga dia, bahkan tidak memenuhi syarat untuk menjadi simpanan Vina!"
Tak lama, Corbin pun berdiri dan berteriak ke stan Justin, "Jason! Mengapa kamu membawa kakakmu dan pria miskin itu kemari? Apa kamu ingin bersaing denganku?"
Jason menanggapi dengan marah, "Jangan main-main denganku, Corbin. Percaya atau tidak, aku tidak akan membiarkanmu bersenang-senang malam ini!"
Jason percaya diri karena Justin bersamanya.
Corbin seolah-olah baru saja mendengar lawakan yang paling lucu, lalu dia menyahut, "Bagaimana bisa kamu punya nyali untuk bersaing denganku saat kamu datang bersama gadis bau kencur dan seorang pria miskin?"
__ADS_1
"Sial!" Jason tidak pandai berdebat. Jadi, dia mengadu pada Vina dengan marah, "Dia menyebutmu gadis bau kencur, bahkan menyebut Justin sebagai pria miskin."
"Aku tidak tuli." Vina memelototi adiknya seolah-olah kecewa karena Jason tak bisa mendebat Corbin.
Justin angkat suara dan berteriak pada Corbin, "Kita bertemu lagi, idiot. Berhati-hatilah karena seseorang mungkin akan menamparmu lagi malam ini."
"Sialan!" Begitu Justin menyebutkan kejadian tersebut, Corbin pun menjadi berang dan membentak, "Sebaiknya kamu tidak membuatku kesal. Kalau kamu berani memprovokasiku, aku akan menyuruh pengawal Peony untuk melemparmu ke jalanan setelah aku mendapatkan Wine sang Ratu."
"Yang seharusnya waspada itu kamu. Seharusnya kamu hidup secara bersahaja bersamaku. Kamu tidak akan bisa mendapatkan Wine sang Ratu kalau aku kesal," sahut Justin.
Amarah Corbin langsung membara. "Persetan denganmu! Berani-beraninya kamu begitu sombong! Bagaimana mungkin orang miskin sepertimu berani mengancamku?! Aku akan menunjukkan seberapa banyak uang tunai yang kumiliki!"
"Jangan sampai mati kutu karena uangku. Aku membawa banyak uang tunai. Aku membawa lebih dari lima ratus empat puluh juta dolar uang tunai."
Namun, Corbin dan semua orang-orangnya tertawa keras.
"Kamu berasal dari daerah kumuh, tapi mengatakan bahwa kamu membawa uang dalam jumlah besar. Jangan bercanda." Corbin tertawa lepas.
Lily mencibir, "Dasar pria tidak berguna! Apa Vina yang menghidupimu sehingga kamu datang ke kelab bersama dengannya pada tengah malam seperti ini? Dia memberimu sejumlah uang, lalu kamu berpikir bahwa dirimu kaya. Jangan berlagak menjadi orang penting."
Ekspresi Vina pun langsung mengeras saat mendengarnya. Vina berpikir, perempuan itu keji sekali.
Dia bahkan berani macam-macam denganku karena Keluarga Meech mendukungnya.
Justin tidak marah, dia justru tertawa, "Kalau Vina menghidupiku karena aku pergi bersamanya ke kelab, lalu apakah para pria yang datang bersamamu kemari juga menghidupimu?"
"Aku mengerti. Kamu pasti begitu haus sampai-sampai ingin bermalam dengan lebih dari satu pria."
Vina tertawa saat mendengarnya.
Respons Justin begitu cepat.
Lily membentak, "Persetan denganmu! Kamu yang ingin tidur dengan banyak wanita!"
__ADS_1
"Wajar jika aku peduli padamu karena aku mantan suamimu, Lily. Mengapa kamu begitu marah? Apa kamu tidak tahu kalau kamu dikelilingi sekelompok binatang buas? Kalau mereka mabuk, mereka mungkin akan mengambil keuntungan darimu," kata Justin ringan.