Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 47


__ADS_3

"Soren, cepatlah. Aku tidak sabar ingin melihat pertumpahan darah!" teriak Arya. Dia adalah yang paling menginginkan kematian Justin. Jika dia mati, Arya bisa berbisnis tanpa perlu khawatir.


"Ya baiklah!" jawab Soren.


"Hei sampah, rasakan ini!" Soren melompat setinggi satu meter lalu menendang Justin dengan teknik sempurnanya.


"Hati-hati!" kata Vina kaget sambil melangkah maju.


Justin menendang ke arah luar bagai hantu.


"Tidak!"


Ekspresi Soren berubah. Dia mencoba untuk menghindar tapi terlambat.


Buk!


Justin menendang pinggang Soren hingga dia terbang lalu menghantam Arya dan Lily yang ada di dekatnya. Arya dan Lily pun berteriak kaget.


Dalam sepersekian detik, Soren telah menindih Arya dan Lily. Mereka bertiga menghantam tanah sambil berteriak.


Semua penonton terpana!


Corbin dan ahli bela diri lainnya juga ikut terkejut. Vina sampai menutup mulut dengan tangan saking terkejutnya.


Justin telah menendang Soren hingga sejauh 7 atau 8 meter.


Apakah mungkin dia tidak hanya ahli dalam bidang medis, tetapi juga dalam bela diri? Dia sungguh pria yang misterius! Vina menatap Justin dengan lebih bergairah.


"Bagaimana, Nona Webster? Apa tendanganku terlihat keren?" tanya Justin sambil menatap Vina sambil menyunggingkan bibirnya.


"Sangat... sangat keren." jawab Vina sedikit malu. Kenapa Justin selalu tersenyum seperti itu untuk merayunya?


"Persetan!" Soren berdiri lalu berteriak pada Justin, "Memangnya kamu tidak bisa memberitahuku lebih dulu sebelum menyerang apa?"


"Baiklah, sampah. Sekali ini saja. Aku janji akan mengabari sebelum menyerang," tanggap Justin mengejek.


Soren kehilangan kata-kata. Tubuhnya sudah terluka. Tapi dia bilang sekali lagi?


"Arya, kepalamu berdarah." kata Justin. Arya menyentuh bagian belakang kepalanya dengan tangan penuh darah.

__ADS_1


"Sialan kamu... " Arya menunjuk Justin dengan gemetar karena marah.


"Lily, kamu baru saja bercerai dengan suami yang tidak berguna. Kenapa malah mendapat yang lebih tidak berguna? Apa kamu buta? Apa kamu ingin aku memeriksanya?" goda Justin.


"Kamu ... kamu... " kata Lily gagap. Tubuhnya gemetar hebat karena kemarahannya.


Melihat pemandangan ini Vina merasa bahagia. Wanita seperti dia memang harus diberi pelajaran yang sepantasnya.


"Corbin, beri dia pelajaran untukku!" kata Soren yang tidak bisa apa-apa.


"Oke, Soren," jawab Corbin. Dia lalu berteriak, "Kalian berempat serang dia! Patahkan lengannya! Aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri!"


"Baik, Tuan Meech!"


Keempat pengawal itu segera melangkah maju. Rasa gugup Vina datang lagi.


Tiba-tiba.


Bunyi klakson yang melengking terdengar. Semua orang melihat ke arah suara itu lalu melihat mobil Rolls-Royce yang diikuti oleh 7 hingga 8 Toyota.


"Bukankah itu mobil Tuan Bright? Apa Tuan Bright ada di sini?" Seseorang berseru penasaran.


Jihan adalah kepala pasukan bawah tanah di Weston. Selain itu, dikabarkan bahwa dia telah menyelamatkan nyawa Raja Kota Silvia. Raja Kota Silvia ingin memberinya tempat di Kota Silvia. Namun, Jihan menolak. Dia datang ke Weston seorang diri dan menggunakan waktu selama sepuluh tahun untuk menjadi kepala seluruh pasukan bawah tanah di Weston.


Meskipun dia sudah berubah, reputasinya masih kuat. Di Weston, dia masih menjadi orang berpengaruh nomor satu di dunia bawah tanah.


Selain itu, Weston hanya berjarak seratus kilometer dari Kota Silvia. Butuh waktu kurang dari satu jam untuk menuju ke sana. Dalam jarak sedekat itu, Raja Kota Silvia dapat melindungi dirinya, menyebabkan empat keluarga besar di Weston tidak berani bermusuhan dengannya. Empat keluarga besar tahu bahwa mereka akan menyinggung Raja Kota Silvia jika mereka memusuhi Jihan.


"Itu mobil Jihan." Wajah Vina langsung berubah. Dia tidak tahu apakah hal tersebut baik untuk Justin saat mengetahui bahwa Jihan ada di sini.


"Vina, haruskah kita kembali?" bisik Jason dengan takut-takut sambil cepat-cepat menggamit lengan Vina.


Vina menatap Justin dan berbisik, "Apakah dia di sini untuk mendukungmu atau untuk membela Arya?" Vina tahu bahwa Justin mengenal Jihan.


"Apakah menurutmu Arya sepenting itu?" tanya Justin sambil tersenyum.


"Ya... sepertinya Arya tidak memenuhi syarat untuk itu." Vina seolah mengerti di pihak siapa Jihan berdiri.


Tak lama kemudian, konvoi berhenti. Puluhan pria berseragam turun dari mobil. Mereka berbaris dalam dua baris di kedua sisi Rolls-Royce. Tiger dan seorang pria dengan wajah yang tidak sedap dipandang mata membuka pintu di kedua sisi Rolls-Royce tersebut. Jihan dan Fatima Bright turun dari mobil.

__ADS_1


"Astaga! Nyonya Bright juga ada di sini?", "Apa yang dilakukan Tuan dan Nyonya Bright di sini?"


"Mereka berada di sini untuk Klinik Tradisional Pusaka atau Klinik Medis Terpercaya?"


Para tuan muda yang kaya dan para penonton semuanya mulai berdiskusi.


"Corbin, apakah kamu mengundang Tuan Bright?" bisik Soren ke telinga Corbin.


"Tidak. Aku tidak melakukannya."


"Lalu dia..."


"Aku akan memastikannya." Sambil berkata seperti itu, Corbin berjalan ke arah Jihan dengan wajah penuh senyuman.


"Tuan dan Nyonya Bright, kenapa kalian berdua ada di sini?"


"Corbin, ternyata kamu." Jihan tersenyum tipis. Dia melambaikan tangannya dan memberi perintah, "Tiger, patahkan kaki keempat orang itu." Perintah itu singkat dan tegas.


"Ya!" Tiger menerima perintah itu dan berlari ke arah Justin bersama beberapa pria berbaju hitam.


Orang-orang yang hadir menjadi bingung. Empat orang yang mana?


Empat pengawal, atau empat orang yang berdiri bersama Dokter Dirgantara?


Corbin sangat gembira dan berteriak pada Vina, "Vina, Tuan Bright tidak akan membiarkanmu berhasil menemukan suami. Tunggu saja kakimu patah dan kamu akan menjadi cacat. Dengan cara ini, Keluarga Bright dapat menggantikan Keluarga Webster dan berada di peringkat di antara Empat Besar."


Corbin telah mendengar dari ayahnya bahwa Jihan sudah lama ingin menggantikan Keluarga Webster. Namun, Jihan belum menemukan kesempatan yang tepat. Sekarang Keluarga Webster sedang mencari menantu, Jihan ingin mencegah Keluarga Webster mendapatkan menantu.


Ekspresi Vina langsung berubah saat mendengar hal tersebut.


Apakah Jihan berani menyerangnya di depan semua orang?


"Vina, ayo pergi! Aku tidak mau menjadi cacat!" Jason sangat ketakutan hingga hampir menangis. Dia menarik lengan Vina dan mendesaknya untuk pergi.


"Diam!" Justin memukul kepala Jason dan berkata kepada Vina, "Dengan adanya aku di sini, tidak ada yang bisa menyentuhmu."


Vina yang merasa gugup dan ketakutan, menjadi tenang saat mendengar kata-kata Justin tersebut.


Dua kali sebelumnya ketika dia berada dalam bahaya, Justin menyelamatkannya. Vina pun memutuskan untuk memercayai Justin.

__ADS_1


__ADS_2