
Sangat mustahil.
Kalau Justin memang seberpengaruh itu, dia tidak akan memerlukan Raja Kota Silvia untuk datang mendukungnya.
Vina tak mengkhawatirkan ucapan Justin yang tampak seperti bualan karena pria itu sudah berkali-kali membuatnya terkejut. Mungkin, Justin akan mengejutkannya lagi.
Namun, Javier dan Jihan tahu bahwa Justin mampu membunuh seluruh Keluarga Hack, apalagi Camden.
"Kelak kamu akan tahu apakah aku membual atau tidak. Jangan berlutut di hadapanku sembari memohon ampunan nantinya," ujar Justin acuh tak acuh. Dia tak ingin berbicara dengan pria tambun itu lagi. Sebaliknya, dia menghampiri Vina, lalu menggenggam tangan Vina yang dingin untuk menghangatkan tangan wanita itu. Di saat yang bersamaan, Justin tersenyum pada Vina untuk memberi tahu wanita itu agar tak khawatir. Justin seolah-olah mengatakan pada Vina, kamu milikku dan tak ada yang bisa merampasmu dariku.
Vina sepertinya mengerti maksud Justin karena kedua mata wanita itu sarat akan kasih sayang.
Namun, adegan itu tampaknya sangat menyebalkan bagi Camden. Dia menghardik, "Lepaskan Vina, pria miskin! Dia milikku dan dia bukanlah seseorang yang bisa kamu sentuh!"
Vina menyahut dengan sebal, "Aku bukan milikmu. Aku menyukai Justin, bukan kamu. Aku tak punya perasaan apa pun padamu."
"Kamu ..." Camden tercekat karena ucapan Vina.
"Berani-beraninya kamu!" seru Gilbert sembari menarik Vina menjauh dari Justin. Lalu, dia berucap pada Camden, "Tuan Hack, jangan diambil hati. Kami semua sudah merawat Vina sejak dia masih kecil dan dia dididik Jadi, Vina jatuh cinta pada Justin dan ini adalah pertama kalinya kamu bertemu dengan cucuku. Wajar saja kalau dia tak memiliki perasaan padamu, tapi itu bukan masalah karena akan ada banyak kesempatan bagi kalian untuk menumbuhkan perasaan cinta ke depannya."
Orang-orang pun mengerti bahwa Gilbert menginginkan Camden untuk menikahi cucunya setelah mendengar hal itu.
"Kakek!" Vina tentu saja mengerti maksud kakeknya. Wajahnya pun menjadi memelas, kemudian dia menangis.
"Kumohon jangan lakukan itu pada Vina, Kakek. Dia menyukai Justin. Tolong biarkan dia bersama dengan Justin." Jason cepat-cepat membujuk Gilbert. Adik Vina itu berpikir, Lamborghini Veneno-ku! Jangan ambil itu dariku!
Namun, Gilbert langsung menampar Jason keras-keras begitu cucunya itu menyelesaikan ucapannya. Gilbert pun mengingatkan, "Kamu tidak berhak angkat suara di sini. Pergi dari sini atau aku akan mematahkan kakimu!"
"Jason!" Vina buru-buru membantu Jason yang sangat terkejut karena ditampar, lalu Vina memegangi wajah adiknya yang membengkak. Kedua mata Vina pun meneteskan air mata.
Tiba-tiba dia menyadari bahwa meski Jason agak kasar, adiknya itu tetap akan membelanya di saat-saat yang genting. Vina tahu bahwa Jason memedulikannya.
"Huh!" dengus Gilbert, lalu menghampiri Javier. "Tuan Dodge, aku sungguh-sungguh minta maaf. Mahar pemberianmu begitu mahal. Keluarga Webster tak bisa menerimanya, jadi kumohon ambillah kembali. Kuharap kamu tak keberatan."
Semua orang tahu bahwa Gilbert akan memilih Camden untuk menikahi cucunya, jadi tentu saja dia tak bisa menerima mahar Javier.
Javier pun memandang Justin. Javier tersenyum saat melihat Justin yang tampak tenang, lalu Javier pun berujar, "Apa kamu akan mengusirku?"
"Tidak... tentu saja, tidak." Gilbert bergegas melambai-lambaikan tangannya.
"Kalau bukan itu maksudmu, aku akan menaruh mahar yang kuberikan di tempat semula untuk sementara waktu. Bagaimana kalau kamu menerimanya saja dahulu?" Javier sangat yakin bahwa dengan kemampuan Justin, pria itu bisa mendapatkan wanita mana pun yang diinginkannya. Alasan mengapa Justin tidak melawan adalah karena ada cara untuk menyelesaikan perihal itu tanpa berdebat.
"Baiklah." Gilbert tak punya pilihan selain menyetujuinya.
Lalu, Gilbert membuat pengumuman.
__ADS_1
"Setelah mempertimbangkannya dengan cermat, aku memutuskan untuk mengizinkan Camden menjadi suami cucuku."
Semua orang sudah menduganya, jadi mereka tak tampak terkejut.
Meskipun demikian, Camden sangat senang sampai-sampai tubuhnya yang begitu gendut pun melompat.
"Aku menang! Akhirnya aku bisa mendapatkan Nona Webster! Aku sudah merindukan Nona Webster sepanjang waktu sejak aku melihat fotonya. Kamu tidak bisa membayangkan betapa gembiranya aku sekarang..."
Namun, Vina justru tampak pucat sembari terduduk di lantai. Dia merasa tak ada lagi alasan baginya untuk hidup.
Justin membantu Vina berdiri, lalu memeluk wanita itu sembari menenangkannya, "Jangan khawatir. Akan ada keajaiban segera."
"Benarkah?"
"Aku tidak akan berperang tanpa persiapan. Percayalah, pasti akan ada jalan."
"Baiklah, aku percaya padamu. Kamu tidak akan mengecewakanku."
Camden menghampiri mereka berdua, lalu dengan kesal berujar, "Sudah cukup. Dia adalah istriku. Kalau kamu tidak melepaskannya, aku bersumpah akan membunuhmu!"
"Siapa istrimu? Keluar!" pekik Vina pada Camden setelah melepaskan pelukan Justin.
"Berani-beraninya kamu, Vina!" seru Gilbert berang.
"Jangan marah, Kakek." Camden tersenyum sambil melambai-lambaikan tangannya. Dia mengubah caranya memanggil Gilbert, lalu berujar kepada Vina, "Aku tahu bahwa kamu tidak bisa langsung menerimaku, Vina. Namun, itu tidak masalah. Kita bisa menikah terlebih dahulu dan jatuh cinta kemudian. Saat itulah, kamu akan mengerti bahwa meskipun aku sedikit gemuk, aku tetaplah pria yang begitu lembut, perhatian, periang, dan penyayang. Aku yakin bahwa kamu akan jatuh cinta padaku."
"Enyahlah! Dasar tak tahu malu! Kalau kamu berani membual pada wanitaku lagi, aku akan memberimu pelajaran!" seru Justin kesal.
Belum Camden sempat angkat suara, Jacob dan Glenn yang merupakan dua pemuda kaya Ibu Kota pun mendekat sembari menunjuk ke hidung Justin dengan mengumpat..
"Memangnya kamu siapa? Tidakkah kamu mendengar ucapan Tuan Webster bahwa dia memilih Tuan Hack untuk menikahi Vina? Jadi, Vina bukan milikmu. Hentikan tindakanmu itu atau Tuan Hack akan membencimu dan kalau kamu sampai membuat Tuan Hack marah, kamu akan lenyap tanpa sisa!"
"Benar sekali. Enyahlah dari sini. Kamu tak akan bisa macam-macam pada Tuan Hack."
Justin tidak peduli sama sekali. "Aku akan mengikat kalian, lalu menghajar kalian berdua secara bersamaan nanti karena kalian suka ikut campur dengan urusan orang lain."
Camden, Jacob, dan Glenn pun tertawa terbahak-bahak.
Tiba-tiba, terdengar seseorang berujar,
"Tuan Webster, Tuan Webster! Tamu terhormat lainnya tiba! Tamu terhormat ini sangat berkuasa!"
"Apa?!"
Hadirin pun terkejut.
__ADS_1
Wayne berlari masuk sembari terengah-engah. "Mungkinkah orang yang paling berpengaruh di Ibu Kota?" "Siapa tamu terhormat itu?" tanya Gilbert.
"Lebih berkuasa dari Raja Kota Silvia?"
"Dia orang berkuasa dari Ibu Kota."
"Apa?" Gilbert terperanjat, lalu cepat-cepat berucap, "Cepat! Antar aku untuk menyambut tamu terhormat itu."
"Kamu tak perlu menyambutku. Aku datang kemari tanpa undangan karena aku buru-buru untuk melakukan sesuatu. Aku harap kamu tidak keberatan." Terdengar suara tawa.
Semua orang memandang sekeliling tempat itu, lalu melihat seorang pria tua berusia tujuh puluhan datang dengan wajah yang berseri-seri.
Tak lama kemudian, seseorang berseru,
"Ya ampun! Bukankah dia Tuan Wadman yang sudah lumpuh lebih dari sepuluh tahun? Bagaimana bisa dia sudah pulih?"
Camden, Jacob, dan Glenn tiba-tiba bergerak lebih cepat daripada Gilbert. Ketiganya menghampiri Tayden, lalu membungkuk sembilan puluh derajat dengan hormat pada Tayden. Secara bersamaan, mereka berujar,
"Tuan Wadman!"
"Ternyata kalian bertiga!" Tayden tersenyum dingin sambil berujar, "Omong-omong, apakah kamu memberikan kotak uang sebagai mahar kepada Keluarga Webster?"
"Tuan Wadman, itu bukan kami. Itu mahar yang diberikan oleh Javier yang merupakan Raja Kota Silvia mewakili pria miskin ini," kata Camden sembari menunjuk seseorang.
Tayden pun terkejut saat memandang ke arah yang ditunjuk oleh Camden, lalu Tayden berseru, "Kamu baru saja memanggilnya apa? Aku tidak mendengarnya dengan jelas. Coba katakan sekali lagi."
Tayden tak yakin kalau Camden mencemooh Justin, jadi Tayden ingin memastikan apakah dia salah dengar.
Namun, Camden berpikir bahwa Tayden terkejut karena mengetahui Raja Kota Silvia telah membantu menyediakan mahar untuk seorang pria miskin. Seraya tersenyum nakal, Camden berujar, "Tuan Wadman, Anda mungkin tak tahu bahwa pria ini adalah pria miskin dari daerah kumuh. Sebab dia tak punya uang untuk memberikan maharnya..."
"Diam!" Tayden akhirnya mengerti maksud Camden. Camden menghina Justin sebagai orang miskin.
Apa-apaan ini?
Tayden mengangkat tangannya, lalu menampar Camden.
Bunyi tamparan itu sekeras guntur.
Bahkan Camden yang bertubuh sangat gemuk pun jatuh ke lantai sembari memuntahkan segumpal darah.
Semua orang terkejut!
"Siapa Tuan Wadman? Berani-beraninya dia menampar Tuan Hack di depan umum?"
"Apakah dia kepala Keluarga Wadman yang dahulu merupakan Empat Besar di Ibu Kota dan sekarang menjadi sepuluh keluarga teratas di Ibu Kota?"
__ADS_1
"Oh, ya ampun! Kalau dia adalah kepala Keluarga Wadman di Ibu Kota, itu berarti latar belakangnya sangat kuat!"
Hadirin pun mulai bergunjing.