Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 70


__ADS_3

"Tentu saja aku punya alasan," kata Justin yakin.


"Apa?"


"Berikan lukisan itu. Anda akan segera tahu jawabannya." Pria penatua itu menyerahkan lukisan itu kepada Justin dengan ragu. Namun, tindakan Justin mengejutkan semua orang yang hadir. Dia merobeknya.


Justin merobek lukisan itu menjadi dua dengan brutal. Penonton terdiam. Semua orang memandang Justin seolah melihat hantu. Justin merobek lukisan yang begitu berharga. Berani-beraninya dia?


Vina hampir saja pingsan. Dia tahu Justin dalam masalah besar!Sesaat kemudian, Jacob meraung karena marah. "Kamu benar-benar gila! Lukisan itu sangat berharga! Kamu merobeknya! Seluruh keluargamu bahkan tidak mampu membayar lukisan ini!"


"Harganya tidak akan pernah bisa begitu mahal." Justin mendengus dan mengeluarkan selembar kertas tipis dari celah lukisan yang ia robek itu. Justin membukanya dan tertawa terbahak-bahak.


"Bacalah kata-kata di selembar kertas ini." Justin memberikan selembar kertas itu pada Jacob. Jacob menerimanya dan membaca kata-kata di yang tertulis pada kertas itu.


"Lukisan murahan itu palsu. Siapa pun yang membelinya pasti bodoh. Tolong bacakan untukku dengan keras. Dia bodoh." Tiba-tiba, semua orang tertawa terbahak-bahak.


Jacob sangat marah sampai dia muntah darah. "Lucu sekali. Belakangan ini, orang-orang yang membuat produk palsu akalnya sangat busuk. Mereka bahkan menyembunyikan sesuatu di dalam produknya. Orang-orang itu hanya membuat pembeli kesal."


"Justin hebat sekali. Dia bahkan bisa menemukan sesuatu yang tersembunyi seperti itu. Tidak mungkin dia yang memproduksi lukisan palsu itu, 'kan?"


"Jacob menghabiskan begitu banyak uang untuk yang palsu. Dia memang bodoh. Pantas saja yang memproduksi lukisan palsu itu tidak bisa menahan tawa melihatnya."


Seisi ruang perjamuan dipenuhi dengan ejekan dan tawa. Bahkan Vina tidak tahan untuk tertawa sambil menutupi mulutnya.


Justin juga sangat lihai. Dari mana dia tahu kalau lukisan itu palsu? Dari mana dia tahu kalau ada sesuatu yang tersembunyi di celah yang robek itu? Jacob kini rasanya malu setengah mati. Benar-benar lelaki yang misterius.

__ADS_1


"Apa yang kamu baca barusan? Aku tidak mendengarnya. Bisakah kamu mengulanginya?" canda Justin.


Sekali lagi, kerumunan itu tertawa terbahak-bahak. la akan menjadi orang bodoh jika mengulanginya lagi. "Persetan!" Jacob patah hati.


Meskipun begitu, Justin merasa bahwa Jacob seharusnya mendapatkan rasa sakit yang lebih besar, jadi dia berkata dengan sinis kepada Jacob, "Jacob, kamu baru saja mengatakan kepadaku jika seseorang tidak mampu membeli barang antik, dia akan pergi ke pasar barang antik untuk membeli yang palsu lalu menghiasnya. Setidaknya dia bisa menipu beberapa orang. Bahkan jika barang palsu itu pada akhirnya dikenali, dia dapat menjelaskan bahwa dia telah menghabiskan banyak uang untuk itu. Paling tidak, orang-orang akan menghela nafas karena orang itu tidak beruntung dan menderita kerugian. Itu tidak akan terlalu memalukan. Jadi, apakah kamu melakukannya dengan sengaja dan memberikan lukisan palsu itu kepada Tuan Webster sebagai hadiah?"


Jacob langsung naik pitam. "Aku sedang mengajarimu! Keluarga kami punya banyak uang untuk membeli hadiah! Kami tidak akan merusak reputasi kami!"


"Lalu kenapa kamu mengirim yang palsu sebagai hadiahnya? Jangan bilang kalau kamu tidak percaya diri untuk menjadi suami Vina? Kamu takut akan menderita kerugian jika menginvestasikan untuknya, jadi kamu malah mengambil yang palsu. Andai kata pada akhirnya kamu tidak terpilih, kamu tidak akan kehilangan uang. Begitukah ceritanya?" Justin sengaja mengatakan itu untuk mengganggu Jacob.


"Kamu ..." Jacob sangat marah sehingga seluruh tubuhnya gemetar. Pada akhirnya, dia membentak, "Aku sangsi bahwa kamulah yang menyiapkan catatan tersembunyi itu. Demi mempermalkukanku, kamu sengaja merobek lukisan yang asli lalu mengeluarkan catatan kecil seolah-olah kamu sedang melakukan trik sulap. Mengapa kamu melakukan ini padaku?"


"Omong kosong!" Justin memaki Jacob dan bertanya, "Apakah ada yang melihat bahwa catatan itu tersembunyi di lukisan yang robek dan bukan aku yang memasukkannya?"


"Aku bisa membuktikan!" Vina menjadi bersemangat dan menjadi orang pertama yang berdiri. "Aku melihatnya. Justin menarik catatan itu keluar dari kanvas lukisan, bukan memasukkannya."


"Aku juga bisa membuktikannya." Beberapa hakim dan ahli membuka suara untuk mendukung Justin. Karena memang seperti itu kebenarannya.


"Lalu, bisa jadi sang pelukis yang memasukkannya 'kan? Aku memang menghabiskan begitu banyak uang untuk barang itu!" Jacob hampir menangis, ia hanya ingin mencari alasan untuk membela dirinya.


Justin menertawakannya. "Kamu benar-benar bodoh! Catatannya ditulis dengan huruf zaman sekarang memakai pena. Tidak memungkinkan untuk dibuat di zaman kuno. Apalagi catatan yang tertulis menggunakan kata-kata masa kini. Lukisan itu adalah produk palsu. Aku tidak percaya kamu begitu konyol."


Sekali lagi, mereka tertawa terbahak-bahak. Jacob tetap diam. la tidak tahu harus berkata apa. Jacob ingin mencari lubang untuk bersembunyi. Rasanya sangat memalukan.


"Apa kamu malu pada dirimu sendiri?" tanya Justin.

__ADS_1


"Kamu tidak punya perasaan! Suatu hari nanti, aku akan balas dendam!" Jacob dengan marah menghempas tangannya dan pergi. Dia merasa bahwa hari ini, dia dan keluarganya kehilangan martabat di depan banyak orang karena Justin.


Perkataan Justin selanjutnya membuat Jacob semakin marah.


"Karena pesaing nomor urut tiga, Jacob, telah menyerahkan produk palsu, demi keadilan kompetisi, tolong perbarui skornya," saran Justin.


Setelah berdiskusi sejenak, para hakim akhirnya memutuskan untuk memberikan masing-masing tiga poin untuk menghibur Jacob.


"Selamat, Jacob. Kamu baru saja memperoleh nilai paling rendah. Kamu luar biasa. Aku sangat mengagumimu." Justin kembali ke tempat duduknya dan mengacungkan jempol pada Jacob.


Jacob sangat marah. Jacob akhirnya tidak tahan dan memuntahkan seteguk darah.


"Aku keluar!" teriaknya menggila. Susah payah ia menutupi dadanya dan menopang diri dan pergi dengan rasa sakit serta kesedihan yang luar biasa.


Jacob tahu bahwa dia tidak lagi memiliki harapan untuk berhasil. Jadi dia memutuskan keluar dari kompetisi dan tidak ingin mempermalukan dirinya lebih lama.


"Kerja bagus!" Vina mengepalkan tangan, wajahnya penuh kegembiraan. Ia merasa Justin sangat kuat sampai membuat seorang pesaing berhenti.


Namun, Gilbert menyadarinya dan mau tidak mau menggelengkan kepala. Dia bergumam dalam hati, "Bahkan jika ada empat orang yang keluar dari kompetisi, aku lebih suka memilih yang tersisa daripada Justin. Masih terlalu dini bagi Vina untuk merasa senang."


Dua pesaing berikutnya berhasil mengirimkan barang antik sebagai hadiah dengan ketakutan. Apa yang terjadi pada Jacob sangat membuat mereka takut.


Bagaimanapun, itu adalah barang antik. Bahkan dalam pelelangan, ada barang palsu. Mereka tidak yakin apakah barang antik di tangan mereka asli, jadi mereka takut Justin akan menentang dan menyalahkan mereka karena memberikan produk palsu.


Untungnya, hadiah mereka bukan barang palsu. Kalau tidak, Justin akan membawa mereka masuk ke dalam kepedihan. Pada akhirnya, kedua pesaing memperoleh rata-rata delapan koma lima poin dan rata-rata delapan koma dua poin.

__ADS_1


"Yah! Akhirnya giliranmu. Mari kita lihat bagaimana kamu akan kehilangan martabatmu kali ini. Aku tidak sabar untuk menantikannya! Aku tidak akan membiarkanmu lolos." Selama pesaing nomor urut lima kembali ke kursinya, Jacob girang melihat giliran Justin datang.


Jacob yakin Justin tidak mampu membeli barang antik. Jika Justin memang membawa hidangan, Jacob akan memarahi Justin dan membuat nilai Justin lebih rendah darinya dan peserta lain untuk membalas dendam.


__ADS_2