Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 77


__ADS_3

Gilbert ingin tahu mengapa orang-orang itu begitu bermurah hati. Dia bertanya-tanya apakah kedua pria kaya itu berkomplot untuk mengambil alih Keluarga Webster. Gilbert bahkan berpikir bahwa Keluarga Webster akan dihancurkan oleh Justin.


"Jadi kita ini ternyata kerabat. Ini nomorku. Saat kamu pergi ke Kota Silvia untuk bermain, kabari aku. Aku akan mengajakmu bersenang-senang di Kota Silvia. Aku akan membawamu ke semua tempat indah di dunia," Carlo tiba-tiba tersenyum dan berjalan menghampiri Jason. Dia memeluk bahu Jason dan berkata dengan ramah.


"Tentu, aku tidak bisa meminta lebih." Jason sangat gembira. Dia segera mengeluarkan ponselnya dan menukar nomornya dengan Carlo.


Jason telah mendengar mengenai berbagai macam perbuatan mulia Carlo. Carlo adalah tamu tetap klub malam, dan dia selalu dikelilingi oleh wanita. Carlo memiliki perusahaan film dan platform siaran langsung. Dia dikelilingi oleh bintang dan selebriti internet. Namun dia tidak punya waktu untuk bermain dengan mereka semua.


Karena Carlo berinisiatif untuk berteman dengan Jason, Jason juga ingin mengambil kesempatan itu untuk membuat Carlo senang. Jason cukup pintar untuk tahu apa yang harus dia lakukan.


Melihat hal itu, Vina memutar bola matanya. Dia merasa Jason sudah putus asa. Cepat atau lambat, Jason akan kelelahan dan lumpuh di atas ranjang. Vina berpikir kalau Jason bahkan mungkin akan kehilangan nyawanya jika tidak mengendalikan hasratnya kepada wanita.


Vina bahkan tidak mau punya kakak seperti ini. Dia selalu heran kenapa mereka sangat berbeda sementara mereka berdua memiliki ayah yang sama dan kenapa hasrat Jason kepada wanita begitu kuat.


Vina hanya merasa bahwa keluarga mereka sangat malang.


Pada saat itu, Camden berdiri dengan ekspresi tidak senang. "Berdasarkan perkiraan awal, nilainya hanya sekitar seratus tujuh puluh juta dolar. Keluargaku mampu membeli hadiah yang sama. Masih belum diketahui apakah kakak iparmu adalah aku atau dia. Jangan terburu-buru untuk menyenangkan seseorang."


Jason langsung gelisah saat mendengarnya. Dia berpikir bahwa Camden ingin menghancurkan jalannya menuju kekayaan, tetapi dia tidak berani mengatakannya dengan lantang.


"Apa? Apa kita punya masalah?" Justin mencibir.


Camden mendengus pada Justin, "Ya, kita punya masalah. Aku marah. Oleh karena aku datang untuk mengikuti kompetisi ini, aku harus menjadi suami Vina. Aku tidak akan menganggap beberapa pecundang sepertimu dengan serius."


"Seratus tujuh puluh juta dolar? Aku berjanji bahwa selama aku menjadi menantu Keluarga Webster, aku akan membuat Keluarga Hack membayar jumlah yang sama dengan hadiah yang diberikan kepada Keluarga Webster."


Saat kata-kata ini diucapkan, hal tersebut menyebabkan keributan.


"Camden tidak hanya gagah, tetapi dia juga cukup berani. Dia berani melawan Raja Kota Silvia secara terang-terangan."


"Camden tidak mau menerima kenyataan bahwa Raja Kota Silvia membantu Justin merebut calon istrinya. Dia ingin mempermalukan Javier."

__ADS_1


"Menurutmu Gilbert akan memilih siapa?"


Semua orang yang hadir terus berbicara satu sama lain.


Vina berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja setelah pemberian Javier dan Jihan tesebut diserahkan. Bahkan jika Gilbert tidak ingin Justin menikahinya, Gilbert tidak bisa membantah kedua bos besar itu. Pada akhirnya, Gilbert akan bergegas untuk melancarkan pernikahan Vina dengan Justin.


Yang mengejutkan Vina adalah Camden yang gemuk itu tidak mau mundur. Camden sepertinya berani melawan Javier.


Vina bertanya-tanya siapa yang akan dipilih Gilbert.


Jantungnya mulai kembali berdebar.


"Ayolah, kawan. Ada pepatah bagus di negara kita. Orang bijak tunduk pada keadaan. Kamu terus bersikap keras di depanku. Apa kamu tidak takut akan berakhir seperti Dario?" kata Justin dengan santai.


Camden mengangkat kepalanya dan tertawa, "Keluarga Dario memang kaya, tetapi kekuasaan di balik keluarganya terlalu lemah. Dia tidak bisa bersaing dengan Raja Kota Silvia, sehingga dia menjadi takut. Namun aku berbeda. Keluarga Hack tidak takut pada Javier. Jika kamu memiliki keberanian, biarkan Javier memukulku. Jika dia berani menyentuh sehelai rambutku, keluargaku akan merusak yayasannya di Kota Silvia."


Setelah Camden berkata seperti itu, semua orang menatapnya dengan terkejut.


Dia secara terang-terangan memprovokasi otoritas Raja Kota Silvia.


Orang-orang yang hadir menunggu untuk melihat bagaimana reaksi Javier selanjutnya.


"Keluarga Hack akan menghancurkan posisi Javier di Silvia City kalau dia berani macam-macam denganku!"


Ucapan Camden tampaknya menjadi pukulan telak bagi Javier sampai-sampai membuatnya menegang seketika.


Itu namanya provokasi!


Provokasi terang-terangan!


Javier pernah menjadi orang berkuasa di Delta Sungai Roewe selama lebih dari sepuluh tahun. Dia tak pernah diancam oleh seorang pemuda sebelumnya.

__ADS_1


Javier pun mengepalkan kedua tangannya.


Uratnya tampak di dahinya dan dia menggertakkan giginya rapat-rapat.


Namun, pada akhirnya dia mengendurkan kepalan tangannya.


Latar belakang Keluarga Hack kuat dan memang bahwa Javier tak bisa macam-macam pada para keturunan Keluarga Hack. Javier akan terkena masalah begitu dia menyakiti mereka. Hal itu juga akan memengaruhi posisinya di Kota Silvia. benar Meskipun dia sudah berhasil menyembunyikan jati dirinya selama bertahun-tahun, dia telah banyak melakukan hal yang buruk di masa lalu sehingga dia tak bisa membiarkan orang-orang mengetahuinya. Oleh karena itu, dia hanya bisa menahan emosinya.


Javier mampu mencapai posisinya yang sekarang karena selalu berpikir sebelum bertindak. Dia pria yang sabar dan berpikiran dingin. Kalau tidak, dia tak akan bisa sampai di posisinya saat ini.


Jangan pernah mendengarkan selentingan. Terlepas dari betapa tingginya status dan berpengaruhnya seseorang, dia akan menemui orang lain yang tak bisa disinggungnya.


Namun, banyak orang berpikir bahwa Javier takut dengan Camden saat melihatnya melepaskan Camden. Mereka berpikir bahwa Javier menyerah. Sebaliknya, Camden tampak bangga.


"Tidak lebih dari dua orang di Selatan yang berani menyakiti orang-orangku di Rigna, apalagi di Delta Sungai Roewe." Camden tampak sangat sombong.


Oleh karena itu, berdasarkan sudut pandang Gilbert, dia lebih bertekad untuk memilih Camden sebagai suami cucunya.


Di Delta Sungai Roewe, bahkan Javier yang merupakan Raja Kota Silvia pun takut dengan Camden. Kalau Camden menikahi cucu Gilbert, tak akan ada yang berani mengganggu Keluarga Webster.


Namun, Justin tiba-tiba tertawa.


Dia berkata, "Berhentilah membual, Camden. Tidakkah kamu mengerti posisimu?"


"Omong kosong!" Camden membalas, "Haruskah aku memamerkannya di hadapanmu? Keluargaku berkuasa. Perlukah aku berbohong tentang hal itu? Kalau kamu


ingin mengatakan bahwa aku membual, kamu bisa coba saja dan lihat kalau aku bisa melenyapkanmu dengan satu panggilan telepon."


Justin berujar, "Kamu membuatnya terdengar seakan-akan aku tidak berani melukaimu. Ingat, kamu itu bak seekor kambing kecil di mataku. Aku bisa melenyapkanmu tanpa sisa, tapi aku tak ingin mengotori tanganku. Namun, jangan khawatir. Akan ada yang menghukummu nanti."


Camden tergelak dengan marah. "Kamu mengatakan bahwa aku membual, lalu bagaimana dengan dirimu? Apa kamu ingin mengatakan bahwa kamulah yang paling berkuasa di dunia ini? Bualan yang bagus."

__ADS_1


Bahkan, hadirin pun menggelengkan kepala mereka seraya tersenyum getir saat mendengar ucapan Justin.


Raja Kota Silvia bahkan tidak berani melukai Camden, sedangkan Justin hanyalah orang miskin dari daerah kumuh. Jadi, bagaimana bisa Justin mengatakan bahwa dia bisa membunuh Camden dengan mudah? Apakah dia lebih berkuasa daripada Raja Kota Silvia?


__ADS_2