Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 124


__ADS_3

"Ayah, aku akan pergi keluar dan melihat apakah aku bisa mendapatkan informasi tentang ini." Kemudian Edgar pergi.


Baru di malam harinya, Edgar mengetahui situasi sebenarnya dari asisten Joshua. Ternyata Joshua diam-diam mengirim beberapa orang ke kediaman Keluarga Webster dengan maksud untuk membunuh Vina. Namun, sebelum orang-orang suruhan Joshua sempat melakukan apa pun, aksi mereka sudah diketahui lebih dulu oleh orang-orang dari Agensi Mistik. Tindakan itu dianggap sebagai aksi pembunuhan berencana. Untuk menyelesaikan masalah ini, Joshua tidak bisa berbuat apa-apa selain langsung mencabut sederetan sanksi terhadap Grup Webster.


"Karena itu hanya kebetulan, berarti bukan cucu menantu Gilbert yang meminta bantuan dari kenalannya. Aku merasa lega sekarang."


Gavyn menghela napas lega.


Meskipun seluruh masalah ini sebenarnya tidak ada gunanya bagi Gavyn, dia merasa yakin bahwa dia akan berhasil menghancurkan Keluarga Webster suatu hari nanti.


Hanya saja Gavyn tidak pernah menyangka bahwa Vina akan berperan aktif dalam aksi peremajaan Grup Webster sekarang ini. Begitu Vina berhasil melakukan itu, Keluarga Webster akan semakin berjaya.


"Justin, bukankah kamu pernah bilang bahwa kamu akan mengembangkan produk yang bisa mempercantik wanita sekaligus menyehatkan dada mereka? Apa yang menghentikanmu untuk melakukannya?" Di kamar tidur, Vina cemberut sambil mengguncang Justin yang sedang berbaring malas di atas tempat tidur. Vina mengenakan baju pelaut.


"Aku akan mengembangkan produk semacam ini asalkan Grup Webster mau mengubah caranya untuk


menghasilkan uang. Maksudku, grup ini menghasilkan uang dengan cara yang agak primitif, tapi keadaannya rumit sekarang. Jika kakekmu menolak untuk membuat perubahan apa pun, kamu harus bekerja sepanjang waktu setiap harinya, tidak peduli apakah ada produk baru atau tidak. Kalau begitu, apa gunanya mengembangkannya?" kata Justin sembari duduk.


Setiap orang memiliki motif tersembunyi mereka masing-masing, begitu juga dengan Justin. Dia tidak ingin Vina terikat dengan pekerjaannya. Dengan begitu, Vina bisa memiliki lebih banyak waktu untuk tinggal bersamanya. Itu sebabnya dia ingin Grup Webster meninggalkan cara primitifnya untuk menghasilkan uang.


Asalkan produk yang dikembangkan Justin dipasarkan, pedagang dari berbagai negara akan berinisiatif untuk mendatangi Vina dan berlomba-lomba untuk menjadi agen penjualan Grup Webster. Hal yang perlu Vina lakukan hanyalah duduk dan menunggu para agen penjualan itu menghasilkan uang untuk perusahaan keluarganya.


Dengan begitu, Justin tidak perlu lagi mengkhawatirkan keselamatan Vina. Dengan dia berada di sisinya setiap hari, siapa yang berani mencelakai Vina?


"Kamu bisa mulai mengembangkan produknya dari sekarang. Jika produk itu laku keras dan menghasilkan banyak uang, kita kemudian bisa meminta Kakek untuk meninggalkan caranya berbinis," ucap Vina dengan genit.


"Tidak mau. Jika semua wanita menjadi cantik, kamu tidak akan terlihat secantik sekarang. Aku ingin semua wanita iri dengan kecantikanmu," kata Justin.


Vina tidak bisa berkata-kata mendengar hal itu.


Betapa egoisnya dia!

__ADS_1


Namun, Vina juga merasa bahagia di saat bersamaan. Bukankah perkataan itu berarti Justin mencintainya?


"Tapi dengan begini, orang cabul seperti Jace akan terus berdatangan. Jika ada lebih banyak wanita cantik, bukankah akan lebih sedikit orang yang menginginkanku?" Vina tersenyum manis.


"Yah... sepertinya masuk akal juga." Justin mengangguk sambil berpikir.


"Karena itulah kamu akan mengembangkan produk ini."


"Baiklah, aku akan melihat apa yang bisa kulakukan. Mungkin aku bisa mengembangkan masker wajah yang sangat manjur. Tapi hanya itu yang bisa kulakukan untuk saat ini. Terlalu banyak kecantikan di luar sana juga tidak bagus." Justin menyeringai.


"Bagus! Masker wajah bisa secara efektif membuat para wanita menjadi cantik. Produk itu juga penghasil keuntungan kecil yang bagus." Vina merasa senang. Akhirnya dia berhasil meyakinkan Justin.


"Kamu hanya bisa memikirkan soal mencari uang!" Justin menyentuh hidung Vina dengan satu tangannya, penuh kasih sayang.


"Kalau kita tidak memiliki uang, bagaimana kita akan membesarkan bayi kita nanti?"


"Kalau begitu, kita harus belajar bagaimana caranya untuk memiliki bayi dulu." Justin memeluk Vina.


Kemudian dia mulai menjelajahi tubuh Vina.


Mereka banyak bersenang-senang malam itu.


Keesokan harinya, sebuah berita mengejutkan menyebar ke seluruh masyarakat kelas atas Weston, menimbulkan sensasi yang luar biasa.


Ruben sedang memeriksa unggahan di platform media sosial Starbucks Café.


Tiba-tiba dia membacakan berita itu keras-keras, "Vina akan menikah tanggal 15 bulan ini. Pernikahannya diadakan di Kediaman No. 1. Gilbert sendiri yang mengumumkan berita ini."


"Apa? Tanggal 15 di Kediaman No. 1?" Lily tercengang, "Tanggal dan tempat yang sama dengan pernikahanku dan Soren?"


"Benar. Sebenarnya, aku sudah berbicara dengan staf Kediaman No. 1 dan sudah membayar deposit. Hanya saja, deposit itu dikembalikan beberapa hari kemudian. Mereka memberitahuku bahwa tempat itu sudah disewa oleh orang lain. Aku tidak menyangka kalau orang itu adalah Vina." Soren merasa sangat tertekan sekaligus marah.

__ADS_1


"Apa kamu tahu siapa mempelai prianya?" tanya Corbin.


Ruben menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku tidak tahu, tetapi Gilbert telah mengatakan bahwa tidak akan ada undangan dan mereka juga tidak akan menerima uang dari para tamu. Selama orang-orang menunjukkan rasa hormat mereka kepada Keluarga Webster, mereka bisa pergi ke pernikahan itu, baik sendiri maupun bersama keluarga mereka. Terlebih, mereka menjamin jatah makanan berlimpah."


"Sial, sejak kapan Gilbert menjadi begitu bermurah hati?" Corbin kebingungan.


"Mungkinkah suami Vina ini kaya raya dan berharap untuk mendapatkan berkah dari orang-orang?" kata Tommy dengan malu-malu.


"Itu masuk akal juga." Corbin mengangguk lalu berkata, "Aku benar-benar sebenarnya?" penasaran sekarang. Siapa suami Vina


"Bagaimana kalau kita pergi ke pesta pernikahannya sekalian? Kita bisa mencari tahu siapa suami Vina di sana," usul Ruben.


"Oke, kita harus pergi ke sana untuk melihatnya," kata Corbin.


Soren merasa cemas mendengar ini. "Corbin dan kalian semua, pernikahanku dengan Lily akan digelar hari itu juga. Kalian bilang akan menghadiri pernikahan kami. Jika kalian semua pergi ke pernikahan Vina, lalu apa yang harus kami lakukan?"


"Betul, Corbin. Kamu tidak perlu ikut dengan semua orang ke pernikahan Vina," kata Lily dengan cemas.


"Tidak mungkin," kata Corbin. "Kurasa kalian berdua harus menunda pernikahan kalian. Berpikirlah. Kamu dan Vina menikah di hari yang sama. Tidak sepertimu, Vina tidak menginginkan hadiah ataupun uang dari seluruh tamunya. Kita juga bisa melihat siapa mempelai pria misterius itu. Jelas pernikahannya akan lebih menarik perhatian daripada pernikahanmu. Oleh karena itu, siapa yang akan menghadiri pernikahanmu?"


"Tapi... tapi kami sudah menyebarkan undangan kami," ucap Soren dengan cemas.


Corbin tersenyum. "Kalau begitu batalkan saja. Maksudku, toh mereka juga tidak akan menghadiri pernikahanmu. Jika kamu tidak mengambil inisiatif, tamu undangan kalian yang akan melakukannya. Saat itu, kalian akan merasa semakin terhina karena mengetahui bahwa mereka tidak akan hadir."


Soren tak bisa berkata-kata.


Soren berpikir, kata-kata Corbin ini masuk akal juga. Sebaiknya, aku berinisiatif menghubungi para tamu dan membatalkan pernikahan kami, daripada ujung-ujungnya tidak ada yang hadir nanti. Dengan begitu, aku tidak akan merasa terlalu malu.


"Sepertinya pernikahanku dengan Lily harus ditunda." Mau bagaimana lagi? Dia hanya bisa menunda pernikahannya. Kalau tidak, akan terasa canggung jika pada akhirnya tidak ada yang muncul di pernikahannya.


Namun, Lily malah menangis.

__ADS_1


"Vina, dasar ******! Dia sengaja melakukan ini! Tunggu dan lihat saja. Aku akan menunjukkan videonya saat bermesraan dengan pecundang itu kepada semua orang di hari pernikahannya. Dia berani mempermalukanku? Aku akan lebih mempermalukannya lagi!"


Beberapa hari kemudian, di tengah ekspektasi semua orang, hari besar pernikahan Vina akhirnya tiba.


__ADS_2