
"Dua ratus tujuh puluh ribu dolar. Saat itu, Anda tidak hadir. Donte Booth dari Kesejahteraan Galaksi, dan Ross dari Grup Wils bersaing untuk mendapatkan Wine sang Ratu. Lalu, Ross yang menang pada akhirnya," ucap Ruben, seakan-akan dia mengetahui segalanya.
Corbin menyalakan rokoknya, lalu berujar, "Kalau aku hadir saat itu, mereka akan tahu bahwa akulah pemenangnya. Jadi, mereka tak akan bisa saling bersaing."
"Benar. Tak seorang pun di Weston yang berani menolak Tuan Meech!" puji Tommy.
Corbin merasa senang saat mendengarnya.
"Tuan Meech, Ross juga ada di sini malam ini. Dia sedang menawar Wine sang Ratu sekarang. Apakah Anda ingin menawar dengan harga tinggi untuk menakutinya?" tanya Tommy.
"Baiklah." Saat Corbin mengetahui bahwa harga Wine sang Ratu sudah naik menjadi lebih dari lima puluh ribu dolar, dia langsung tertarik. Dia mematikan rokoknya, lalu berdiri.
"Enam puluh ribu dolar!"
"Enam puluh dua ribu dolar!"
"Enam puluh empat ribu dolar!"
Penawaran pun berlanjut.
Sudah ada delapan puluh persen orang yang tidak mampu menaikkan harga penawaran. Hanya ada beberapa orang yang bersedia mengeluarkan begitu banyak uang hanya untuk segelas wine.
Tiba-tiba saja, terdengar seseorang angkat suara dengan berani.
"Delapan puluh lima ribu dolar!"
Semua orang melihat ke atas ke arah suara itu, lalu berteriak,
"Tuan Meech menawar!"
Seketika itu pula, banyak orang pun menjadi ciut nyalinya. Mereka tak ingin bersaing dengan Corbin karena mereka tak akan menang.
Namun, masih ada beberapa orang yang tidak memedulikan Corbin sama sekali, contohnya Ross yang langsung menawar, "Delapan puluh delapan ribu dolar!"
"Sembilan puluh dua ribu dolar!"
"Sembilan puluh tujuh ribu dolar!"
Orang-orang sangat bersemangat dan beberapa pemuda lainnya yang tak memedulikan Corbin pun melayangkan tawarannya satu per satu.
"Sialan! Mereka pikir mereka siapa? Aku harus mengalahkan mereka!" Corbin kesal sehingga dia berteriak,
__ADS_1
"Seratus sepuluh ribu dolar!"
Orang-orangpun memandangi Corbin. Inilah saat-saat genting karena perang sudah dimulai.
Mereka menjadi sedikit gugup.
"Seratus dua puluh lima ribu dolar!"
"Seratus tiga puluh tiga ribu dolar!"
"Seratus lima puluh ribu dolar!"
Penawaran pun menjadi lebih menegangkan.
"Cepatlah, Kak Justin. Ini saatnya Kakak muncul," Jason merasa bersemangat. Sayangnya, dia sudah kehilangan semua uangnya. Kalau tidak, dia akan menawar.
"Jangan terburu-buru. Aku menunggu menit-menit terakhir. Pada akhirnya, aku akan menang melawan Corbin." Justin mengibaskan tangannya.
Justin sedang menunggu menit-menit terakhir!
Jason merasa begitu bersemangat, terutama karena dia menantikan bagaimana Justin melawan Corbin.
Vina menatap Justin penasaran. Dia tidak menyangka bahwa Justin akan mengucapkan hal seperti itu. Sekarang Justin terlihat seperti raja sungguhan.
Corbin tak begitu memikirkan tentang uang, begitu pula dengan Justin. Mereka berdua akan mempertontonkan pertunjukan yang hebat!
"Dua ratus ribu dolar!"
"Dua ratus tiga ribu dolar!"
"Dua ratus lima ribu dolar!"
Penawaran tetap berlanjut, tetapi hanya ada lima orang yang mampu terus menawar dengan harga yang naik sejauh itu.
Kelima orang itu tampaknya bekerja sama dengan baik. Kalau Corbin tidak menawar, mereka akan menambahkan kurang dari lima ribu dolar saat menawar. Namun, mereka akan menambahkan puluhan ribu dolar dalam tawaran mereka kalau Corbin ikut menawar.
"Sialan! Kelima orang ini tidak tahu siapa aku! Mengapa mereka masih menawar?" ujar Corbin sambil berkacak pinggang, suasana hatinya buruk.
Corbin kaya, tapi dia tidak ingin menghabiskan lebih dari tiga ratus empat puluh ribu dolar hanya untuk segelas wine.
"Mengapa kamu tidak membuat penawaran final saja, Corbin? Pria tak berguna itu hanya membual. Dia tidak punya uang sebanyak itu. Tidakkah kamu melihat bahwa dia masih belum berani menawar sejak dimulainya lelang ini?" cibir Lily pada Justin.
__ADS_1
Corbin pun teringat bahwa ada bajingan sok yang sedang duduk manis di sana saat mendengar ucapan Lily. Dia berteriak pada Justin, "Bukankah kamu ingin mengalahkanku? Aku sudah menawar Wine sang Ratu sebanyak lima kali. Mengapa kamu tidak menawar?"
"Apa kamu berpikir bahwa kamu bisa membeli Wine sang Ratu seharga puluhan ribu dolar? Sekarang harganya seratus tujuh puluh ribu dolar. Apa itu membuatmu mengompol?"
"Kamu hanyalah orang miskin dan tidak tahu diri yang tumbuh dewasa di daerah kumuh. Kamu tidak tahu seperti apa dunia yang ditinggali orang kaya. Itu adalah sesuatu yang tidak pernah bisa kamu bayangkan!"
"Tahukah kamu berapa banyak uang yang bisa aku habiskan untuk siaran langsung? Aku menghabiskan satu juta tiga ratus ribu dolar dalam dua jam! Satu juta tiga ratus ribu dolar! Kamu mungkin belum pernah melihat uang sebanyak itu seumur hidupmu, bukan?"
"Jangankan satu juta tiga ratus ribu dolar juta dollar, jumlah uang yang kamu transfer melalui bank saja kurang dari tiga belas ribu dollar sebelum klinik dibuka! Miskin sekali kamu! Ampun!" seru Lily getir.
"Benarkah?" Soren dan Ruben tertawa.
"Dia benar-benar berlagak!" Vina memutar bola matanya dengan sangat kesal.
"Sialan kamu! Apa menurutmu satu juta tiga ratus ribu dolar itu uang yang banyak? Aku menghabiskan satu juta tujuh ratus ribu dolar untuk seorang gadis saat siaran langsung tahun lalu. Anne menyebutku pria tercepat. Saat itu, siapa kamu?" balas Jason.
Namun, Vina menjewer telinga Jason keras-keras begitu dia selesai bicara,
"Aku tidak akan pernah mengetahui hal ini kalau kamu tidak memberitahuku. Kamu benar-benar baik karena memberikan uang sebanyak satu juta tujuh ratus ribu dolar dalam sejam untuk seorang gadis, bukan? Apa kamu sudah membelikanku hadiah?" Vina sangat marah hingga dadanya bergetar. Dia sangat baik pada Jason sejak kecil, tapi Jason tidak tahu terima kasih. Jason bisa menghabiskan begitu banyak uang untuk seorang gadis yang hidup di dunia maya. Vina menyesal sudah bersikap baik pada Jason.
"Tenanglah! Sakit... " pekik Jason.
Orang-orang pun tertawa terbahak-bahak saat melihat itu.
Corbin menjadi semakin arogan saat melihat adegan itu. "Pada bagian inilah kamu lebih lemah dariku. Kakakmu ingin membunuhmu kalau kamu menghabiskan uang sebesar satu juta tujuh ratus ribu dolar, tapi kakakku akan memberikanku uang saat aku menghabiskan uang sebesar satu juta tiga ratus ribu dolar. Itulah perbedaanya!"
Vina melepaskan telinga Jason saat dia mendengar ucapan Corbin. Bukan karena Vina pelit, tapi mereka bekerja keras untuk menghasilkan uang itu. Dia akan memberikan Jason uang dengan senang hati kalau adiknya itu menggunakan uang untuk hal yang lebih berarti, tapi Jason menghabiskan banyak uang untuk para wanita cantik. Vina merasa bahwa hal itu tidak berguna.
"Dua ratus dua puluh lima ribu dolar!"
"Dua ratus dua puluh tujuh ribu dolar!"
Mereka melanjutkan penawaran. Tiba-tiba, Corbin menjadi sangat agresif sehingga langsung menjerit,
"Tiga ratus empat puluh ribu dolar!"
Kelab pun menjadi hening seketika.
Corbin sangat gembira sampai-sampai berkata kepada Jason, "Apakah kamu melihatnya? Aku membuat mereka semua takut hanya dengan satu tawaran. Jika kamu punya uang, silakan!"
Jason menatap Justin untuk meminta bantuan.
__ADS_1
Justin berdiri sembari berteriak kepada Corbin, "Jangan bicara lagi. Aku akan mengalahkanmu. Apakah kamu siap?"