Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Penyemangat


__ADS_3

Begitu bangun tidur Vania terlihat sangat bersemangat. Khusus pagi ini dia akan membuat sarapan untuk Suaminya. Meskipun hanya sepiring nasi goreng, itu membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit. Karena ini adalah pertama kalinya Vania memasak.


"Selamat pagi Kak Alex," sapa Vania saat melihatnya berjalan menuju ruang makan.


"Sudah sembuh cantik?" tanyanya.


"Sudah Kak, nanti tolong Vania di antar ke supermarket buat belanja bulanan ya," pinta Vania sambil menaruh nasi goreng di mejanya.


"Berangkat ke kampus bareng aja. Nanti pulangnya mampir belanja sekalian." Alex pun duduk dan mencoba masakan istrinya.


"Ternyata masakan mu lumayan juga, lain kali boleh dong minta dimasakin lagi," ucapnya sambil tersenyum memandang Vania.


"Itu juga menjadi tugas seorang istri." Vania terlihat malu-malu menjawabnya.


Kedua insan yang menjadi pasangan suami istri itu akhirnya berangkat bersama. Vania terlihat senang dan bersemangat untuk melakukan aktivitasnya. Alex menurunkan Vania si depan gedung Fakultas Ekonomi, kemudian dia menuju kampusnya. Vania yang turun dari mobil menjadi pusat perhatian bagi mahasiswa di kampusnya.


"Siapa yang mengantarmu itu?" tanya Riana.


" Kak Alex. siapa lagi?" jawab Vania sumringah.


Ketiga sahabatnya itu menatap aneh pada Vania. Tumben sekali Vania terlihat bersemangat dan sangat bahagia.

__ADS_1


"Ada yang salah denganmu Vania?" tanya Vina.


" Tidak ada yang salah," ucap Vania sambil senyum-senyum tidak jelas.


Vina menatap sahabatnya bergantian. Merasa temannya yang satu ini telah salah meminum obat.


Selesai kuliah, Vania berjalan menuju tempat parkir. Alex sudah terlihat menunggu dirinya.


" Cantik! Cepatlah sedikit. Apa kamu ingin membuatku gosong?" ucap Alex menatap kedatangan Vania.


"Walaupun gosong, Kakak akan tetap tampan." Vania tertawa melihat ekspresi Suaminya.


Alex pun telah membawa Vania sampai di sebuah Mall terbesar di kota Jogja. Mereka berdua berbelanja seperti pasangan pada umumnya.


"Apapun masakan mu aku akan memakannya," jawabnya dengan senyuman.


Selesai berbelanja Vania dan Alex berjalan menyusuri lorong panjang menuju tempat parkir. Mereka berdua bertemu seseorang yang tidak diduganya.


"Alex kamu juga disini," sapa Sabrina begitu melihat kekasihnya.


"Sabrina!" Alex sangat terkejut, tak menyangka akan bertemu dengannya.

__ADS_1


"Apa ini gadis kecil yang sering kamu ceritakan?" tanyanya.


Vania hanya terdiam tak mengucapkan sepatah kata pun.


"Sabrina, sebenarnya aku dan Vania sudah...." Belum sempat menyelesaikan ucapannya, seseorang berteriak memanggil Sabrina.


" Sabrina! Cepatlah! Manager sudah menunggu di mobil," teriak seorang wanita di ujung lorong.


" Alex. Aku duluan ya. Nanti aku akan menelepon mu," pamit Sabrina sambil mencium pipi Alex.


Keadaan semakin canggung antara pasangan itu. Vania tak mengatakan apapun, hanya berjalan menuju mobilnya. Alex pun diliputi rasa bersalah, karena perlakuan Sabrina di depan istrinya. Dia pun menyusul Vania, sambil membawa barang belanjaannya. Di dalam mobil tidak ada pembicaraan di antara mereka.


"Istriku, apa kamu marah padaku?" tanya Alex dalam rasa bersalah.


"Aku tidak marah Kak, hanya saja aku sedikit kesal melihat wanita itu mencium Kak Alex." Vania terlihat sedih dan kecewa.


"Maafkan aku, secepatnya aku akan memberitahu Sabrina kalau kita sudah menikah." Perkataan Alex seperti angin segar bagi Vania.


"Aku tak mau memaksa Kak Alex. Aku ingin Kakak benar-benar mencintaiku," jawab Vania dengan tatapan yang lembut.


Alex hanya memandang istrinya dalam kegelisahan yang mendalam.

__ADS_1


"Aku sudah mencintaimu Istriku." Alex berkata dalam hatinya.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2