
Vania dan Alex sedang melakukan fitting baju pengantin bersama Davina dan Renata. Ada sebuah butik yang mendesain berbagai macam gaun ataupun kebaya untuk pernikahan. Renata masih saja sibuk dengan ponselnya, sedangkan Davina terlalu bingung memilih gaun yang akan dipakainya dengan Renata.
"Renata! Bagaimana dengan dress ini? Letakkan dulu ponselmu!" seru Davina sedikit berteriak.
Renata tersenyum melihat ekspresi kesal di wajah Davina. "Baiklah, aku akan mencobanya," jawabnya.
Alex dan Vania juga tersenyum melihat tingkah Mama mereka. Tak berapa lama seorang pelayan datang menghampiri Vania.
"Nona. Ini dress yang Anda minta tadi," ujar karyawan butik.
"Aku akan mencobanya," jawab Vania.
Vania memasuki fitting room, lalu dipakainya gaun pengantin yang diberikan oleh karyawan butik tadi. Selesai memakainya, dia keluar. Alex serta kedua Mamanya terhipnotis dengan penampilan Vania
Dunia dongeng dan sosok para puteri menginspirasi Vania untuk memilih gaun pengantin itu. Gaun pengantin dengan detail bunga dan juga payet dalam warna ivory yang klasik. Dipadukan dengan veil menambah kesan sakral. Vania memilih veil yang panjangnya melebihi kaki, sehingga tampilan menjadi lebih romantis dan dramatis.
"Sayang. Gaun pilihanmu benar-benar sempurna. Tinggal di tambah seikat Baby's Breath pasti akan luar biasa," puji Renata.
"Mama juga sangat setuju dengan Renata," balas Davina.
Vania berjalan mendekati suaminya, lalu tersenyum dengan sangat cantik. "Bagaimana menurutmu Kak?" tanyanya.
Alex berdiri dan berbisik di telinganya. "Kamu terlalu cantik, hingga rasanya aku ingin bercinta denganmu sekarang juga," ucapnya lirih.
Wajah Vania memerah seketika, hatinya berdebar tak karuan. Dia menatap Alex tajam. "Kak Alex selalu saja mesum," gerutu Vania
Alex berdiri semakin dekat dengan Vania. Saat Alex ingin mencium istrinya, tiba-tiba Davina sudah berdiri di sampingnya.
"Alex! Jaga sikapmu!" teriak Davina yang membuat seluruh butik memandang ke arah mereka.
Untuk menutupi rasa malunya, Alex masuk fitting room mencoba tuxedo yang tadi sudah dipilihnya. Vania hanya senyum-senyum sendiri melihat ekspresi suaminya.
"Sayang. Mama tahu kalau kamu sangat mencintai Alex. Tetapi jika Alex bersikap mesum di tempat umum seperti tadi, kamu berhak memukulnya," ujar Davina.
__ADS_1
Vania terkekeh geli mendengar Mama mertuanya. "Mama bisa aja," kata Vania.
Tak lama setelah itu, Alex sudah keluar dengan tuxedo warna hitam dipadukan dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu. Lelaki itu terlihat sangat tampan dalam balutan tuxedo yang dipilihnya.
"Waw! Kalau dilihat-lihat wajah Alex lebih mirip sama David deh," ujar Renata mengagumi ketampanan menantunya.
"Jangan bilang kamu mengingat mantan tunanganmu itu," ledek Davina.
"Bukankah dia itu saudara lelakimu juga," balas Renata geli.
Davina kembali memandang anaknya, "Ternyata benar, Alex lebih mirip Kak David daripada suamiku," ucapnya dalam hati.
Pada jam makan siang, mereka berempat pergi meninggalkan butik. Davina mengatakan akan menemui seseorang untuk reservasi hotel. 30 menit perjalanan, sampai juga di The Java Hotel Jogja. Davina turun lebih dulu, dan yang lain mengikuti dari belakang. Mereka menunggu sambil menikmati makan siang di The Java Restaurant. Berselang sebentar, 2 orang wanita yang sangat cantik menghampiri mereka. Wanita yang lebih muda langsung memeluk Alex ketika mereka bertemu. Sedangkan seorang wanita lainnya lebih dulu memeluk Davina.
"Selamat Alex atas pernikahanmu," ucap wanita muda itu.
"Terimakasih Kak Jessie," jawab Alex terlihat sangat bahagia.
"Apa kabar Kak Melissa? Aku sangat merindukan Kakak," sapa Davina.
Kedua wanita tadi adalah Melissa dan anak perempuannya, Jessie.
"Lama sekali kita tidak bertemu," jawab Melissa lembut.
Melissa menyadari kehadiran seseorang yang sangat dikenalnya. "Kak Maria ada disini juga?" sapa Melissa lalu memeluk Renata.
" Kamu masih saja memanggilku Maria," gerutu Renata.
"Tunggu dulu. Apa Kak Maria adalah mertua Alex?" Melissa terlihat bingung dan penasaran.
"Benar Mel. Anakku menikahi anak Davina. Bukankah takdir ini terlalu lucu? Aku juga tak menyangka akan menjadi besan Davina." Renata terus memandangi wajah Melissa yang masih saja cantik.
Melissa adalah istri David, kakak dari Davina. Sebelum menikah dengan Melissa, Renata adalah tunangan David. Hanya saja kisah mereka berawal karena sebuah kesalahan, dan tanpa adanya cinta. Hingga akhirnya David dan Renata memutuskan pertunangan mereka. Renata akhirnya menikah dengan mantan kekasihnya, yang juga sahabat dari saudara lelaki Melissa. Lalu David menikahi satu-satunya wanita yang sangat dicintainya, dia adalah Melissa. Selain itu Renata adalah teman kuliah dari saudara perempuan Melissa. Jadi sebenarnya, Melissa dan Renata sudah lama saling mengenal. Mungkin ini terdengar sangat rumit dan membingungkan.
__ADS_1
"Mungkin kita sudah ditakdirkan untuk menjadi sebuah keluarga," balas Melissa dengan senyuman.
Vania hanya diam tak banyak berbicara. Tadi Vania sempat berkenalan dengan Jessie. Tetapi sayangnya, Alex tidak menjelaskan hubungan apa yang terjalin antara dia dan Jessie. Vania terus saja kesal dan sangat marah. Karena Alex terlihat sangat manis ketika mengobrol dengan Jessie.
"Konsep pernikahan apa yang kalian inginkan? Biar aku yang akan menghubungi Manager hotel. Kalau bisa langsung diberikan waktu dan tanggalnya, biar aku bisa mengosongkan hotel di hari itu," ujar Melissa dengan aura yang luar biasa.
Davina sebenarnya sedikit bingung dengan konsep pernikahan. Karena dulu saat menikah Melissa dan Kakaknya yang mengurus semua.
"Kak Melissa juga tahu, kalau aku tak pernah mengurus pernikahan. Tanyakan saja pada Renata," kilah Davina karena terlalu bingung.
Renata langsung memelototi Davina. "Pernikahanku juga Melissa yang mengurusnya," seru Renata.
"Apa! Jadi pernikahan kita semua hasil kerja keras Kak Melissa?" Davina tak percaya jika Kakak iparnya yang sangat cantik itu, benar-benar wanita yang hebat.
Renata hanya senyum-senyum tanpa perasaan. Davina menjadi lebih kesal melihat ekspresi besannya itu. Melissa terkekeh geli melihat pemandangan di hadapannya.
"Apa Kak Melissa bisa merekomendasikan hotel yang bagus untuk kita? Bukankah Kak Melissa mempunyai banyak hotel dan resort?" bujuk Davina memelas.
Melissa terlihat berpikir, untuk memunculkan ide-ide yang sangat luar biasa. "Kalian pilih saja hotel atau resort yang kalian mau. Setelah itu segera hubungi aku atau Jessie, biar kami yang mengurus semua," jawab Melissa.
Mendengar jawaban dari Melissa, kedua wanita itu tersenyum senang. Dari awal pertemuannya dengan Melissa memang inilah yang mereka harapkan. Mereka berdua sangat percaya dengan selera Melissa yang sangat luar biasa itu. Acara apapun yang dipegang oleh Melissa pasti menjadi sangat mengagumkan.
Setelah pembicaraan panjang mereka, Melissa dan Jessie pamit kembali ke Solo. Sedangkan Vania dan Alex kembali ke rumahnya. Davina dan Renata, entah kemana mereka berdua akan menghabiskan uangnya.
Begitu sampai di rumah, Vania langsung memasuki kamarnya. Tanpa ada angin ataupun hujan, Alex merasa Vania sedang mendiamkannya. Lelaki itu langsung menyusul Vania ke dalam kamarnya. Vania sudah terisak dalam tangisnya.
"Sayang. Apa yang terjadi, mengapa kamu menangis?" tanya Alex cemas.
"Kak Alex masih bisa bertanya? Bagaimana bisa Kak Alex berbincang mesra dengan wanita yang sangat cantik di depanku? Bisa-bisanya Kakak tak merasa bersalah," seru Vania diiringi dengan Isak tangisnya.
Alex hanya menggelengkan kepalanya, karena merasa geli dengan Vania yang sedang cemburu buta.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1