Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Janji Untuk Alex


__ADS_3

Begitu selesai memasang gorden, 2 anak manusia itu langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Vania memandang wajah Alex yang sedikit berkeringat. "Apa sangat melelahkan?" tanya Vania dengan lembut.


"Jangan meremehkan suamimu ini! Bermain 7 ronde aku masih sanggup," goda Alex sambil mengecup singkat bibir istrinya.


"Hanya itu saja yang Kak Alex pikirkan!" gerutu Vania sambil bangun dari tidurnya.


"Sayang! Suamimu ini lelaki normal. Wajar saja aku memikirkan itu," balas Alex sambil menarik tubuh Vania.


Vania menjadi terbaring lagi di samping Alex. Lelaki itu memeluk tubuh istrinya, sambil beberapa kali mengecup lehernya. Vania yang masih kesal, melepaskan pelukannya dan keluar dari kamar.


"Sayang!" teriak Alex memanggil istrinya.


Namun Vania tak memperdulikan suaminya, dan terus berjalan tanpa menoleh. Alex hanya bisa memandangi kepergian Vania. Belum lama Alex memejamkan matanya, terdengar suara air dari kolam renang di rumahnya. Lelaki itu berdiri di balkon kamar, terlihat pemandangan yang menyilaukan matanya. Terlihat dengan jelas, Vania berenang dengan bikini yang sangat terbuka. Secepat kilat Alex menyusul istrinya, lalu menceburkan tubuhnya ke dalam kolam renang.


Vania sedikit kaget melihat Alex menyusulnya. "Kak Alex! Mau ikutan renang juga?" tanyanya.


"Sayang! Bukankah pakaianmu terlalu terbuka?" protes Alex.


"Kalau mau renang ya pakai pakaian terbuka. Beda lagi kalau mau pengajian, pasti pakai gamis sama kerudung," jawab Vania sewot.


Daripada kesal, Vania melanjutkan berenang memutari kolam. Tanpa peduli pada lelaki yang sering membuatnya kesal itu. Merasa tak dihiraukan, Alex menyusul Vania dengan menyelam di bawah air. Tanpa disadari oleh Vania, lelaki itu sudah berada di belakangnya. Alex langsung memeluk Vania dengan sangat bergairah. Perempuan itu sedikit tersentak merasakan sentuhan lembut di tubuhnya.


"Lepas Kak! Nanti ada yang melihat," seru Vania.


Alex terus memeluknya dan menambahkan ciuman di bibirnya. Lelaki itu menciumi Vania tanpa ampun. Hingga Vania seakan kehabisan nafas, Alex baru melepaskan ciumannya.


"Bukankah ini terasa sangat romantis?" goda Alex.


Vania tersenyum simpul memandang suaminya. Di dalam air, tangan Alex menyusuri tiap lekuk tubuh istrinya. Wanita itu hanya bisa diam dan menikmati setiap sentuhan suaminya. Alex mencium telinga Vania dan berucap dengan lirih. "Apa kamu tak merasa penasaran dengan bercinta di dalam air?" bisiknya.

__ADS_1


Wajah Vania langsung memerah karena malu. Wanita itu juga pernah membayangkan hal seperti itu. Dia tak mengira, suaminya memiliki pemikiran yang sama. "Tapi tidak sekarang," jawab Vania.


Alex terus saja menggodanya, dengan memberikan sentuhan di seluruh tubuhnya. Vania hanya bisa memejamkan matanya sambil menahan hasratnya. Hingga akhirnya Vania menciumi Alex dengan penuh nafsu. Dia tak peduli lagi dengan orang disekitarnya. Lelaki itu juga tak kalah hebat membalas ciuman isterinya.


"Kita akan melakukannya disini, ketika hanya ada kita di rumah ini," ucap Vania setelah mengakhiri ciuman mereka.


Vania langsung naik dan memakai bathrobe miliknya. Kemudian wanita itu berbaring di kursi pinggir kolam. Tak lama kemudian Alex menyusul Vania, dia membaringkan tubuhnya di kursi samping Vania. Entah apa yang sedang Alex pikirkan, ketika melihat Vania berbaring sambil memejamkan matanya.


"Sayang! Kamu harus tepati janjimu ya!" ucap Alex.


Vania mengangguk sambil terus memejamkan matanya. Alex tersenyum senang lalu mengecup kening istrinya dan kembali ke kamarnya.


Waktu berlalu sangat cepat. Tanpa terasa pesta pernikahan Vania dan Alex tinggal seminggu lagi. Malam ini adalah acara gladi bersih bagi para Bridesmaids. Kebetulan hanya Renata dan Davina yang melihat jalannya persiapan gladi bersih. Kedua wanita itu mengawasi dari jauh, mereka mempercayakan pada pengisi acara.


Terlihat ketiga sahabat Vania dan beberapa sudah hadir. Tinggal menunggu seorang model yang belum datang. Dia adalah Sabrina, seorang model yang cukup terkenal juga lumayan cantik. Tak berapa lama, Sabrina datang bersama seorang temannya. Sabrina langsung menyapa sang tuan rumah.


"Selamat malam Presdir. Maaf saya sedikit terlambat, karena harus menyelesaikan pemotretan dulu," sapa Sabrina dengan ramah.


Ketiga sahabat itu tercengang melihat kedatangan Sabrina. Mereka saling menatap dengan penuh banyak pertanyaan.


"Ternyata benar dugaan kita," cetus Tiara.


"Kita nikmati saja pemandangan yang tidak menyenangkan ini," gerutu Vina.


Mereka semua akhirnya memulai acara gladi bersih setelah kedatangan Sabrina. Semua terlihat antusias melakukan jalannya acara latihan itu.


Di sudut ruangan, Davina memandang heran pada sahabatnya itu. Dia sangat penasaran, apa yang sedang direncanakan oleh Renata. Davina berpikir, bagaimana bisa Renata menjadikan mantan pacar Alex menjadi Bridesmaids di pesta pernikahannya.


"Apa yang sedang kamu rencanakan?" tanya Davina pada sahabatnya.

__ADS_1


"Hanya sedikit kejutan untuk perempuan murahan itu," jawab Renata dingin.


"Apa kamu tak khawatir, jika bisa merusak acara?" tanya Davina lagi.


Renata tersenyum penuh arti, sambil terus menatap Sabrina dari jauh. "Sepertinya kamu tidak benar-benar mengenalku. Aku akan merencanakan semuanya sebaik mungkin. Akan ku pastikan tak akan ada kesalahan sedikitpun. Tenang saja! Aku akan mengundang banyak wartawan, sehingga Sabrina tak mungkin berbuat macam-macam," jelas Renata.


Davina tak menyangka, kalau sahabatnya itu bisa bertindak sedikit kejam. Mungkin kehidupan yang dilalui Renata tidaklah mudah. Saat Vania masih balita, suaminya meninggal karena kecelakaan. Renata harus berjuang mati-matian, mengembangkan bisnis fashion yang sudah dirintis bersama suaminya. Berkat kerja keras Renata, bisnisnya berkembang sangat pesat. Bahkan dipasarkan sampai ke mancanegara, bukankah itu sangat membanggakan untuk seorang wanita.


Renata memandang Davina yang terlihat melamun. "Malam-malam malah melamun," ledek Renata sambil menepuk pundaknya.


Suara Renata menyadarkan Davina. Dia sedikit terkejut lalu tersenyum manis. "Aku hanya sedang memikirkan dirimu," jawabnya sedih.


"Memikirkan aku? Yang benar saja kamu?" balas Renata.


"Vania pasti sangat bangga memilikimu. Kamu sosok wanita yang sangat hebat juga mengagumkan," kata Davina.


Renata tersenyum penuh arti. "Jangan bilang kamu mulai jatuh cinta denganku," goda Renata sambil tertawa terbahak-bahak.


"Dasar gila! Kamu pikir aku perempuan apaan? Sampai jatuh cinta dengan wanita juga," protes Davina.


Mereka berdua mengobrol kesana-kemari tidak jelas. Kedua sahabat itu begitu dekat seperti kakak beradik. Sambil menunggu gladi bersih selesai, Renata memesan beberapa makanan untuk mereka.


"Makanlah! Apa tertawa tak membuatmu lapar?" tanya Renata.


Davina langsung menyantap makanan yang sudah tersaji di meja.


"Kenapa Sabrina tak mengenali wajahmu tadi?" tanya Renata.


"Aku tak bertemu dengannya secara pribadi. Kami berdua bertemu sekali saat sedang di toko perhiasan. Itupun hanya sekilas, tak ada pembicaraan yang berarti," jawabnya.

__ADS_1


Itulah awal Davina tidak menyukai Sabrina. Pada saat itu, yang Davina ketahui Alex baru saja menghabiskan uang puluhan juta, hanya untuk membeli sebuah gelang yang dipakai oleh wanita itu. Belum lagi beberapa hari kemudian, Alex kembali membelikan Sabrina tas branded dengan harga puluhan juta. Dan itu berlangsung cukup lama. Davina menjadi semakin tidak menyukai Sabrina. Karena menurutnya, wanita itu hanya memperalat Alex untuk membelikan barang-barang mewah.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2