Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Ketegasan Renata


__ADS_3

Alex membulatkan matanya, begitu melihat beberapa foto dan video tentang Sabrina. Dalam video itu, Sabrina terlihat memasuki kamar hotel dengan pria yang berbeda-beda. Dia terlalu syok, seolah langit sudah runtuh. Wanita yang selama ini menjadi pacarnya, rela menginap di hotel dengan beberapa pria hanya demi profesinya. Alex juga sangat mengenal beberapa pria di foto itu. Ada seorang model di agensi yang sama, ada lagi pemilik perusahaan yang sudah mengontrak kerja sama dengannya. Bahkan lebih parahnya lagi, pemilik agensi modelnya juga terekam di video itu. Dia benar-benar tak percaya, pernah jatuh cinta dengan wanita murahan seperti itu.


Tanpa memikirkan tugas dari dosennya, Alex berlari menyusul Vania di dapur. Dia langsung memeluk gadis itu, tanpa malu ada pelayan di sampingnya. Vania sedikit risih dan bermaksud melepaskan pelukannya.


" Ada apa Kak? Tumben datang peluk-peluk," tanya Vania.


Alex pun menggendong Vania ala bridal style menuju kamarnya. Vania yang mendapat perlakuan seperti itu sedikit bingung.


"Sayang, kenapa kamu menyembunyikan kebenaran sebesar ini?" tanya Alex sambil menunjukkan gambar di laptopnya.


Vania bingung ekspresi apa yang harus ditunjukkan kepada suaminya. Haruskah senang ataukah malah sedih. "Jadi Kak Alex sudah melihatnya. Sebenarnya dari dulu aku ingin mengatakannya, tapi aku bingung dari mana akan memulai," jawabnya.


"Dari sini semua dimulai...," ucap Alex sambil mencium bibir istrinya sangat lembut.

__ADS_1


Alex begitu menikmati ciuman, yang mendapatkan balasan dari gadis yang sudah menjadi istrinya. Vania juga semakin terbuai dengan sentuhan bibir Alex. Di puncak gairahnya, terdengar suara ketukan pintu.


Tok... Tok... Tok...


Terpaksa Alex melepaskan cumbuannya kepada Vania.


" Non Vania, ada Nyonya Renata dibawah," panggil salah satu pelayan di rumahnya.


Alex dan Vania turun menemui Renata, yang sudah menunggunya di bawah. Terlihat Renata sedang duduk bersama Mario. Begitu melihat Renata, Vania langsung berlari memeluknya.


"Vania sangat merindukan Mama," ucapnya sambil terus memeluk Renata.


Renata sangat senang melihat anaknya baik-baik saja. "Mama juga sangat merindukanmu," kata Renata kepada anaknya.

__ADS_1


"Kemarilah Alex, Mama ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Renata memberikan isyarat agar Alex duduk di sebelahnya.


Alex lalu duduk di sebelah Renata. Ini adalah pertama kalinya Alex berdekatan dengan Mama Mertuanya. Dia sedikit takut, tangannya pun ikut gemetar. Karena selama ini dia selalu menyakiti hati Vania.


Melihat Alex gemetar, Renata berusaha menenangkannya. "Tak perlu takut seperti itu, aku ini juga Mamamu," ucapnya sambil memeluk Alex.


Alex sedikit rileks mendapatkan pelukan hangat dari seorang ibu. Hatinya menjadi tenang, ketakutannya pun semakin menghilang.


"Mama tahu kamu sudah berusaha keras untuk memutuskan Sabrina. Tapi wanita itu terus saja mengejar mu. Bahkan Mama juga sudah melihat kejadian di toko perhiasan. Om Mario akan membantumu lepas dari jeratan Sabrina. Kalau kali ini dia tak mau melepas mu, aku sendiri yang akan menghancurkannya agar bisa melepaskan mu," ucap Renata dengan dingin.


Renata memang terkenal sebagai wanita tangguh yang sangat tegas. Bahkan di dunia bisnis, dia sangat disegani oleh rekan bisnisnya dari dalam maupun luar negeri. Setelah kepergian suaminya, dia menjadi wanita yang sangat dingin. Sikapnya menjadi hangat ketika berhadapan dengan anak semata wayangnya. Kejamnya dunia bisnis tak membuatnya takut. Dia terus bertahan dengan dukungan Vania dan juga Mario, pria yang selama bertahun-tahun mendukungnya. Mario adalah sahabat suaminya, yang sekarang menjadi sahabatnya.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2