Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Mencairnya Perang Dingin


__ADS_3

Begitu sampai di kamarnya, Vania tercengang melihat foto-foto yang diberikan Om Mario padanya. Dia pun melihat video yang disimpan di flashdisk itu. Ekspresi Vania mendadak pucat, melihat Sabrina dipeluk seorang pria memasuki kamar hotel. Hatinya mendadak bergejolak tak karuan.


"Bagaimana bisa Kak Alex terjebak dengan wanita seperti ini?" gumamnya dalam hati.


Vania mulai memikirkan rencana untuk membuat Alex benar-benar terlepas dari jeratan wanita ular itu. Pikiran Vania menjadi kemana-mana, dia takut Alex sudah masuk ke perangkapnya.


Tanpa pikir panjang Vania memberanikan diri memasuki kamar, dimana Alex sedang tertidur. Memandangi Suaminya ada sesuatu yang sangat dirindukannya. Vania menyentuh wajah Alex dengan lembut dan sangat pelan agar dia tak terbangun.


"Kak, aku sangat merindukanmu. Mungkin ini adalah titik terendah dimana aku tak bisa menahannya lagi." Vania berkata lirih, hingga tanpa sadar air matanya menetes di tangan Alex.


Saat Vania akan beranjak meninggalkan kamar itu, secepat kilat Alex menarik tangannya. Vania yang sangat terkejut, malah terjatuh menimpa Alex. Kedua pasang mata saling menatap, ada kerinduan yang mendalam tersirat dalam sorotan mata itu.


"Aku juga sangat merindukanmu Istriku." Alex membawa Vania ke dalam pelukannya.


Rasanya Alex tak ingin melepaskan pelukan kerinduan itu. Didalam hati mereka merasakan kelegaan, rasa rindu yang harus tersimpan akhirnya tersampaikan juga.


"Kak Alex pura-pura tidur?" tanyanya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Tadi aku benar-benar tertidur, air matamu yang membangunkan ku," jawabnya diiringi senyum bahagia.


"Aku tidak menangis," cetus Vania dengan malu-malu.


"Kalau Istriku yang cantik ini tidak menangis. Berarti air liurmu menetes saat mengagumi ketampananku." Alex sengaja meledek dan menggoda Vania.


"Kak Alex!" Vania berteriak sambil memukul dadaku karena malu.


Alex tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang sedang malu. Dia pun memeluk Vania kembali lebih dalam lagi. Vania menyandarkan kepalanya di dada lelaki yang sangat dicintainya itu. Rasanya kebahagiaan mulai hadir di antara keduanya.


"Sayang, tidurlah disini malam ini," ucap Alex sambil membelai rambut istrinya.


Vania terbuai dengan ciuman dari Alex. Dipejamkan matanya, dirasakannya sentuhan bibir Alex yang sangat lembut. Rasanya seketika dunia berubah indah. Bunga-bunga seolah sedang bermekaran, dengan kupu-kupu yang terbang ke sana kemari. Begitu tersadar, wajah Vania sudah merona sangat menggemaskan.


"Kak, aku lapar," kata Vania mengakhiri kemesraan mereka berdua.


"Kita makan dulu, baru nanti kita lanjutkan lagi." Alex menatap Vania dengan senyuman menggoda.

__ADS_1


"Apanya yang dilanjutkan?" tanyanya sangat penasaran.


" Kita ini Suami Istri. Masak kamu tak tahu Sayang, apa yang dilakukan pasangan di dalam kamar?" Ekspresi Alex mendadak seperti seorang lelaki penggoda di mata Vania.


Hati Vania mendadak berdebar, jantungnya berdetak lebih kencang. Ketakutan muncul di pikirannya. Keringat dingin mulai mengucur di sekujur tubuhnya. Dia merasa tak siap melakukannya sekarang. Wajahnya mendadak pucat dan tubuhnya melemas. Seakan dia sudah tak sanggup lagi berdiri.


"Sayang, kenapa wajahmu mendadak pucat seperti itu?" Alex khawatir melihat istrinya.


"Aku belum siap untuk melakukan kewajibanku sebagai istrimu. Kak," ucapnya dengan bibir gemetar.


" Siapa yang ingin meminta hak ku sebagai Suamimu sekarang?" tanyanya.


" Tadi Kakak bilang...." Vania sedikit bingung.


" Aku hanya ingin kamu menemaniku tidur," jawabnya.


" Apa!! Jadi Kakak mengerjai ku?" Vania menjadi geram dan memukuli tubuh Alex.

__ADS_1


Alex berlari menghindari pukulan Vania. Mereka pun seperti anak kecil yang saling berkejaran, untuk merebutkan mainannya.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2