Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Posesif


__ADS_3

Vania melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Alex di kursi penumpang bergidik ketakutan


" Gadis kecil... Pelan-pelan aku bisa jantungan," ucap Alex sambil berpegangan sangat kencang.


" Tenang Kak Alex, Vania jago bawa mobil," ucapnya tersenyum.


Vania memarkirkan mobilnya di parkiran Fakultas Kedokteran. Alex yang masih sedikit takut dengan ulah Vania tak menyadari kalau sudah sampai kampus.


" Kak sudah sampai, mau turun tidak?" Vania membukakan pintunya.


" Hahhh... sudah sampai?" jawab Alex linglung.


Vania hanya senyum sambil meledek Alex.


" Kak Alex gitu aja udah takut," ledeknya.


" Besok lagi aku tak mau jadi penumpang, jika kamu sopirnya." Alex merapikan baju dan rambutnya.


Sambil menertawakan Alex, Vania melajukan mobilnya ke Fakultas Ekonomi. Alex memasuki kelas, disambut oleh 2 sahabat dekatnya.


" Lex... Tadi aku melihatmu diantar gadis cantik siapa dia?" tanya Ardi pada sahabatnya.


" Emang tadi Alex sama siapa? kok aku malah tidak tau," ucap Tio.


" Dia Vania, tinggal di depan rumahku," Jawabnya kesal.


" Kapan-kapan boleh dong kita dikenalin?" cetus Ardi.


" Jangan macam-macam kamu, Vania itu gadis baik-baik. Playboy sepertimu tak pantas untuknya." Alex menatap sahabatnya dengan geram.

__ADS_1


Ardi dan Tio saling berpandangan, lalu menatap Alex secara bersamaan. Tidak biasanya seorang Alex begitu posesif terhadap wanita. Bahkan dengan kekasihnya Sabrina, dia tak seposesif seperti sekarang.


Menyadari kedua sahabatnya sedang menatapnya lekat, Alex menjadi tidak nyaman.


" Ada apa dengan kalian? Seperti menatap wanita cantik saja," ucap Alex dingin.


" Tidak biasanya kamu seposesif itu terhadap seorang wanita," jawab Ardi penasaran.


" Itu perasaan kalian saja. Ayo kita ke kantin, aku tadi tidak sempat sarapan gara-gara Vania." Alex dan kedua sahabatnya beranjak ke kantin.


Fakultas Ekonomi


Vania memarkirkan mobilnya di halaman kampus. Seluruh mahasiswa memandang Vania takjub. Seperti biasanya Vania selalu terlihat cantik. Dengan mobil mewah yang dikendarainya, membuat banyak yang bertanya-tanya tentang Vania.


" Cie..cie mobil baru nih," ucap Tiara


" Sebenarnya tidak baru, hanya saja memang aku baru memakainya. Karena saat mendapatkannya aku belum memiliki SIM," jawab Vania.


" Itu kado ulang tahunku dari Mama," jawab Vania.


" Wah berarti Mamamu tajir dong," sahut Riana.


" Mamaku cuma pemilik toko pakaian biasa." Jawaban Vania kali ini, tidak membuat ketiga sahabatnya puas.


Ketiga sahabatnya tidak percaya dengan jawaban Vania. Mereka sepakat akan mencari tahu semua tentang Vania.


Setelah kelas selesai, Vania langsung ke Fakultas Kedokteran untuk menjemput Alex. Vania merasa bertanggungjawab, gara-gara dia Alex tak membawa mobilnya. Saat Vania berjalan melihat sekeliling untuk mencari Alex, seseorang menghampirinya.


" Hallo Vania, lagi nungguin Alex?" tanya lelaki itu.

__ADS_1


" Kok Kakak tahu namaku?" tanya Vania penasaran.


" Namaku Ardi. Tadi aku melihatmu mengantar Alex. Saat aku bertanya siapa namamu, dia bilang namamu Vania," jawab Ardi dengan senyuman manis.


" Jadi Kakak temennya Kak Alex, lalu dimana Kak Alex?" tanyanya lagi.


" Sebentar lagi juga datang, tadi dia masih merapikan barang-barang di laboratorium." Ardi menatap wajah cantik Vania.


Sambil menunggu Alex keluar, Vania mengobrol dengan Ardi. Mereka berdua terlihat akrab, walaupun baru saling kenal. Saat asyik mengobrol, Ardi melihat ada semut di rambut Vania. Ardi langsung mengambil dan membuangnya.


Di sudut lain, Alex melihat Vania sedang mengobrol dengan sahabatnya. Alex berjalan menghampiri Vania dan sahabatnya. Dari kejauhan, seolah terlihat Ardi sedang mengelus rambut Vania. Dia pun mempercepat langkahnya dengan wajah kesal.


" Sudah aku bilang, jangan dekati Vania. Kamu malah berani-beraninya mengelus rambut Vania," ucapnya geram


" Kamu sudah salah paham Alex," ucap Ardi dengan bingung.


" Ayo Vania kita pulang." Alex menarik tangan Vania dan mengajaknya memasuki mobil.


" Mana kuncinya?" Vania langsung memberikan kunci mobilnya.


Selama perjalanan pulang tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan oleh mereka. Sampai di halaman depan rumah, Alex tidak langsung keluar dari mobil.


" Kakak sudah salah paham. Kak Ardi hanya membantuku mengambil semut di rambutku," ucap Vania kesal.


" Salah paham apa maksudmu? Ardi memang berniat mendekatimu," ucap Alex dengan sedikit emosi.


" Kakak cemburu?" tanyanya.


" Siapa yang cemburu?" jawab Alex dengan sedikit malu.

__ADS_1


" Itu... Kak Alex jadi posesif sama Vania." Vania tersenyum menggoda Alex. Karena malu mengakui perasaannya, Alex berlari ke rumahnya.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya


__ADS_2