
Tanpa terasa kehamilan Vania sudah masuk ke trimester terakhir. Wanita itu semakin cantik dengan perutnya yang semakin membesar. Hari ini ada acara pemberian penghargaan untuk mahasiswa yang berprestasi. Kebetulan sekali, Vania menjadi salah satu mahasiswa yang akan menerima penghargaan dari kampus. Wanita itu sudah berdandan sangat cantik dan menarik. Selesai berdandan, Vania langsung turun dan menyusul suaminya yang sudah menunggunya di ruang tamu. "Ayo kita berangkat, Mas," ucapnya lembut dengan senyuman hangat dan menarik pandangan lelaki itu.
Alex langsung berdiri dan menghampiri istrinya. "Kamu cantik sekali, Sayang," puji lelaki itu. Alex menggenggam tangan Vania sampai di garasi. Setelah itu mereka berangkat ke auditorium universitas.
Sampai di sana, suasana kampus sudah sangat ramai. Mungkin ratusan orang datang untuk menghadiri acara itu. Termasuk Davina dan Renata juga sudah hadir di antara banyaknya orang. Vania duduk bersama teman seangkatannya, sedangkan Alex duduk dengan para pendamping di kursi belakang. Alex duduk berdampingan dengan Davina dan Renata.
Prosesi acara berlangsung sangat lancar dan tanpa kendala. Vania langsung menemui dua wanita dalam hidupnya yang duduk bersama dengan suaminya.
"Selamat, Sayang. Tak menyangka kamu akan mendapatkan penghargaan ini. Mama sangat bangga padamu," ucap Davina sambil memeluk menantunya.
"Terimakasih, Mama Davina," balas Vania dengan senyuman.
Renata juga memeluk anaknya dengan perasaan bahagia dan terharu. Dia tak menyangka Vania akan mendapatkan penghargaan atas prestasinya yang cukup membanggakan. Saking bahagianya, Renata sampai berkaca-kaca menatap anak semata wayangnya. "Mama sangat bangga padamu," ujarnya dengan senyuman kebahagiaan.
Tak berapa lama Dion dan kakaknya menyapa Vania sekeluarga. "Selamat, Vania. Semoga kamu selalu sukses," sapa Dennis pada wanita itu.
"Terimakasih, Kak Dennis. Aku tak menyangka Kak Dennis juga mengenal suamiku," ungkapnya sambil memeluk lengan Alex. Vania terlihat sangat bahagia dan bangga terhadap dirinya sendiri.
Alex memandang seniornya itu dengan senyuman tulus. "Kapan Dokter Dennis akan mengenalkan wanita yang Anda cintai itu?" godanya sambil menahan senyumnya.
Dennis tersenyum kecut mendengar pertanyaan Alex. Hatinya sangat terluka ketika mengetahui bahwa Vania adalah istri Alex. Beberapa bulan yang lalu, tanpa sengaja Dennis melihat Alex memeluk istrinya. Mereka berdua bergandengan mesra di Rumah Sakit. Sejak saat itulah, Dennis mengetahui sebuah kebenaran yang menghancurkan hatinya itu. Ketika dia benar-benar merasakan jatuh cinta, di saat itulah Dennis merasakan luka yang terlalu dalam. Karena orang yang selama ini dicintainya sudah bersuami bahkan sedang mengandung. Lebih parahnya lagi, suami dari wanita itu adalah temannya sendiri. Bukan cuma itu saja, suami Vania juga anak dari pemilik Rumah Sakit Lentera, tempatnya bekerja. Selama ini Dennis hanya bisa menutupi perasaannya dan hatinya yang terluka dalam. Lelaki itu sangat sadar kalau dirinya tak mungkin bisa bersaing dengan Alex, suami Vania. "Sepertinya dia sudah bahagia dengan pilihan hatinya. Melihat wanita yang aku cintai bahagia, aku juga merasakan kebahagiaan," balasnya dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.
Alex tiba-tiba saja merasa tak enak hati mendengar jawaban Dennis. Dia tak menyangka, Dennis menjalani kisah cinta yang menyedihkan. Mencintai tanpa harus memiliki itu seperti hidup tetapi mati. Alex ikut bersedih atas hal yang menimpa seniornya itu.
Beberapa saat kemudian, Davina dan Renata pamit untuk pulang duluan. Alex dan Vania masih asyik mengobrol dengan Dennis dan juga adiknya. Mereka berempat berada di tengah-tengah kerumunan, hingga mereka tak menyadari bahaya sedang mengintai.
__ADS_1
Di antara banyaknya manusia yang memenuhi tempat itu, ada seorang wanita yang menyelinap dan berjalan dengan gerak-gerik mencurigakan. Tiba-tiba saja wanita itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Wanita itu mengarahkan sebuah senjata ke arah Vania. Sebelum peluru itu benar-benar mengenai Vania, Dennis menyadari tingkah gila sepupunya itu. Secepat kilat Dennis menghalangi peluru itu mengenai tubuh wanita yang dicintainya. "Vania. Awas!" teriak Dennis. Lelaki itu memeluk Vania untuk melindunginya.
Suara tembakan terdengar keras dan mengacaukan kerumunan di sana. Dennis langsung jatuh di pelukan Vania. "Kak Dennis!" teriak Vania begitu menyadari lelaki itu tertembak untuk melindungi dirinya.
Beberapa orang tim keamanan langsung menangkap wanita yang melepaskan tembakan itu. Ternyata wanita itu adalah Sabrina Aurora. Seorang model yang kehilangan karir karena skandal yang dilakukannya. Sabrina langsung dibawa pergi oleh tim keamanan.
Dennis terbaring di pangkuan Vania dengan berlumuran darah. Peluru itu menembus dadanya. "Kak Dennis! teriak Vania dengan cemas.
Alex mencoba menghubungi ambulans dari Rumah Sakit miliknya. Lelaki itu terlihat cemas dan juga khawatir melihat Vania terlalu syok dengan kejadian itu.
"Dokter Dennis! Bertahanlah," seru Alex sambil memeriksa luka di dada Dennis.
"Alex! Maafkan aku!" ucap Dennis lirih.
"Tak ada yang perlu dimaafkan. Kamu berjuanglah untuk terus bertahan," balas Alex terlalu cemas.
"Kak Dennis!" Vania berteriak histeris. Dia tak bisa menerima semua kenyataan dalam hidupnya.
Ambulance pun datang, Dennis langsung di bawa ke Rumah Sakit secepat mungkin. Alex dan Vania mengikuti ambulance itu dari belakang. Vania terus saja menangis. Alex juga tak sanggup menenangkan hati istrinya. Kejadian itu menjadi pukulan yang cukup besar untuk Vania.
Tiga hari telah berlalu, Vania dan Alex mendatangi sebuah makam yang masih basah di pinggiran kota. Seikat bunga lili putih diletakkan di atas makam itu. "Kak Dennis! Terimakasih atas semua pengorbanan mu. Aku tak pernah menyadari kamu begitu mencintai aku hingga merelakan dirimu untukku." Butiran air mata menetes dari mata Vania. Ini pertama kalinya Vania menangisi lelaki lain selain Alex dan ayahnya.
"Dokter Dennis. Aku sangat berterimakasih atas cintamu yang besar kepada Vania. Maaf. Aku tak pernah tahu jika wanita yang kamu cinta adalah istriku. Aku akan selalu mengingat betapa besar pengorbanan mu untuk anak dan juga istriku." Tanpa disadari oleh Alex, air matanya mengalir di pipinya.
Setelah mereka mengucapkan salam perpisahan untuk Dennis, pasangan itu berniat kembali ke rumahnya. Namun di tengah jalan, tiba-tiba saja air ketuban Vania pecah. Dalam keadaan panik, Alex membawa ke Rumah Sakit terdekat. Akhirnya Vania melahirkan bayi laki-laki yang sehat di sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Alex langsung memberikan kabar bahagia itu pada keluarganya. Semua keluarga menyambut bahagia kabar tersebut.
__ADS_1
"Mas. Bolehkah aku menambahkan nama Dennis pada anak kita?" tanya Vania dengan ragu.
"Tentu saja. Aku juga berpikir seperti itu," jawab Alex.
Akhirnya anak lelaki itu diberi nama Valentino Dennis Sebastian. Mereka menjadi satu keluarga yang penuh dengan kebahagiaan.
Sedangkan Sabrina harus menjalani hukumannya penjara seumur hidupnya atas kesalahan yang dilakukannya.
The End
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Hai Readers yang tercinta β€οΈ
Terimakasih sudah mengikuti kisah ini.
Bila ada salah kata, Author mohon maaf π
Sampai jumpa di karya2 berikutnya...
See you....π₯°π₯°π₯°π₯°π
Bagi Readers yang mau baca karya Author lainnya, bisa langsung ke We*Novel ya ... Cari aja Lenna_Cristy
Kutunggu kalian di sana ... Big Love β€οΈ
__ADS_1
Lanjut ke sini yuk