
Alex terbangun dari tidurnya, dan tak mendapati Vania disampingnya. Dia menuruni tangga rumah yang ditinggalinya. Dilihatnya Vania yang sedang melamun di pinggir kolam ikan samping rumah. Dengan sangat pelan dan tak menimbulkan suara, Alex memeluk istrinya dari belakang. "Selamat pagi Sayang, pagi-pagi sudah melamun," sapanya.
Vania memalingkan badannya, dan menatap Alex dengan mata yang berkaca-kaca. Karena kekecewaan yang mendalam terhadap Mama Davina. "Kak Alex sudah bangun," jawabnya lirih.
Alex memeluk gadis yang didepannya itu. Dia tak mengerti mengapa Vania terlihat sedih dan matanya melukiskan kekecewaan yang mendalam. Rasanya Alex ikut terluka dengan apa yang dirasakan oleh istrinya. Alex membelai rambut lembut milik gadis yang berada di pelukannya. "Sayang, katakanlah apa yang membuatmu merasa kecewa dan sedih seperti ini?" tanyanya.
Vania memandang mata Alex sangat dalam.
"Ternyata selama ini, Mama Davina sudah tahu hubungan Kakak dengan Sabrina. Aku merasa Mama sengaja menutupinya dariku. Hatiku merasa sudah dikhianati oleh Mama Davina, rasanya sakit sekali," jelasnya dengan derai air mata.
__ADS_1
Alex kembali memeluk istrinya. "Maafkan aku Sayang, ini semua salahku. Jangan menyalahkan Mama Davina, hanya aku yang pantas kamu salahkan," kata Alex dengan sedih.
Alex kemudian menggendong Vania memasuki kamarnya. Walaupun Vania berusaha turun dari gendongannya, tetap saja Alex memaksa menggendongnya. Kemudian Alex menurunkan Vania di bathtub kamar mandinya. "Sayang, aku ingin memandikanmu," ucapnya menggoda.
Wajah Vania langsung memerah mendengar ucapan suaminya. "Pagi-pagi udah mesum," jawab Vania sambil memukul dadanya.
Alex menempatkan Vania dibawah guyuran air shower yang mengalir, tanpa melepaskan baju yang dipakainya. Hatinya berdebar melihat baju Vania yang sudah basah di hadapannya. Setiap lekuk tubuh istrinya tercetak sangat jelas begitu menggodanya. Alex tak menyangka, gadis kecil yang dulu sangat imut bisa berubah menjadi perempuan cantik yang sexy.
Tanpa disadarinya, Alex sudah melepaskan kaos yang sudah dipakainya. Ciuman bergairah dibawah guyuran air shower, membuat Alex tak dapat menguasai dirinya. Alex memberikan sentuhan lembut menyusuri tubuh istrinya. Hingga ketika Alex bermaksud melepaskan hotpants Vania, gadis itu mendorongnya.
__ADS_1
"Kak, aku belum siap melakukan ini sekarang. Selesaikan dulu hubunganmu dengan Sabrina, setelah itu aku pasti memberikan tubuhku dengan sukarela," jelas Vania sebelum keluar dari kamar mandi.
Alex terlihat sangat frustasi karena penolakan istrinya. Dia tak mengerti mengapa Vania tega menolaknya di puncak gairah yang menguasai dirinya. Alex menarik rambutnya sendiri karena kesal. Ada rasa kecewa sekaligus rasa bersalah, pada perempuan yang sudah menjadi istrinya itu.
Vania berlari ke kamar mandi luar sebelah kamar mereka. Sambil berendam di bathtub, Vania memikirkan Alex. Mungkin suaminya telah kecewa dengan penolakan yang sudah dilakukannya. Vania hanya ingin melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, setelah Alex benar-benar sudah lepas dari wanita itu. Soal rasa kecewa, mereka berdua merasakan kekecewaannya masing-masing.
Mereka berdua sama-sama selesai mandi dan sudah duduk di meja makan. Ada rasa canggung di antara keduanya. Tak tahu apa yang harus dikatakan. Mereka berdua saling memandang. "Maafkan aku," ucapnya secara bersamaan.
Lalu Alex dan Vania tersenyum senang memecahkan keheningan yang tercipta diantara mereka.
__ADS_1
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰