Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Sweet Honeymoon


__ADS_3

Pagi hari setelah pesta pernikahan mereka, pagi-pagi sekali Vania sudah bangun dari tidurnya. Dia langsung sibuk merapikan semua barang-barangnya. Saat melihat suaminya yang masih terlelap, wanita itu menjadi kesal. Karena hari ini mereka berdua akan berangkat ke sebuah pulau pribadi di Kepulauan Seribu. Vania terlalu antusias, bahkan semalam Vania hampir saja tidak tidur. Setelah selesai acara pesta kemarin malam, Melissa memberitahukan bahwa dirinya sudah menyiapkan resort di Kepulauan Seribu untuk mereka berdua. Untuk segala keperluan mereka, semua sudah diatur oleh beberapa orang yang kepercayaannya. Hari ini jam 10 pagi, sebuah pesawat pribadi akan menunggu mereka di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.


"Mas! Bangunlah! Kita harus pulang dan bersiap untuk berangkat ke Kepulauan Seribu," seru Vania sambil membayangkan Alex.


Alex pun terpaksa membuka matanya. "Morning. Sayang," sapanya begitu melihat istrinya di sampingnya.


Vania langsung menarik Alex masuk ke kamar mandi hotel. "Buruan! Nanti kita bisa ketinggalan pesawat," ucap Vania sambil menyiramnya dengan air.


Bukannya segera mandi, Alex justru menarik istrinya ke dalam pelukannya. Lelaki itu semakin erat mencengkeram tubuh Vania, sambil menciumi leher istrinya. " Kita tak akan terlambat, karena itu pesawat pribadi," bisiknya.


Tangan Alex mulai bergerilya menyusuri tiap sudut tubuh istrinya. Lelaki itu terus saja bermain-main dengan bibirnya. Merasa sudah mandi, Vania mendorong Alex dengan sangat pelan. "Mandilah! Tadi aku sudah mandi," ucapnya sebelum melangkah meninggalkan suaminya.


Belum sempat berjalan 2 langkah, Alex langsung mendekap tubuhnya. Lelaki itu memberikan Vania sentuhan yang memabukkan dari bibirnya. Hingga Vania ikut larut dalam pagi yang menggairahkan itu. Akhirnya Vania harus menuruti keinginan penuh hasrat yang sudah menguasai suaminya itu. Mereka berdua melakukan ritual mandi yang tak biasa dalam 1 jam. Setelah puas dengan permainan di kamar mandi, mereka berdua langsung pulang dan berkemas.


Begitu selesai berkemas, mereka berdua menuju bandara. Sebuah pesawat pribadi sudah menunggunya di landasan. Vania terlihat sangat bahagia, ketika memasuki kabin pesawat. Wanita itu tak berhenti tersenyum memancarkan kebahagiaan.


"Mas. Aku tak menyangka kita dapat menikmati perjalanan yang tak terbayangkan. Seakan seluruh dunia adalah milik kita," ujar Vania.


"Berterimakasihlah kepada Kak Jessie, dia yang mengurus perjalanan bulan madu kita," balas Alex.

__ADS_1


Begitu turun dari pesawat, seseorang sudah siap memandu pasangan itu. Mereka langsung menuju Pelabuhan Marina Ancol, kemudian menaiki Speedboat untuk menuju resort di pulau itu pribadi itu. 30 menit perjalanan, sampailah mereka di sebuah pulau yang sangat indah dengan sebuah resort mewah di tengahnya. Vania memandang kagum dengan apa yang didepan matanya. Hamparan pasir putih yang luas, begitu bersih juga masih sangat sepi.


Seorang pegawai resort datang dan menyambut kedatangan mereka. "Selamat datang Tuan dan Nyonya Alex. Saya akan mengantarkan Anda menuju resort," sapa seorang wanita dengan seragam resort itu. Vania tersenyum antusias mengikuti wanita itu.


Kebetulan sekali, kakak ipar Melissa adalah pemilik pulau pribadi itu. Di pulau kecil sudah ada resort dengan fasilitas sangat lengkap. Tak perlu pusing memikirkan ini dan itu. Dari awal resort itu dibangun untuk disewakan pada wisatawan yang ingin menikmati pulau pribadi. Bahkan dekorasi resort itu sangat mewah, semewah hotel yang dimiliki oleh keluarga Melissa.


Begitu memasuki kamarnya, Vania melompat kegirangan seperti anak kecil. Saking bahagianya dia tak peduli dengan tingkah lucunya. Alex yang menatap istrinya, menjadi sangat gemas dan ingin memeluknya. Diraihnya Vania ke dalam pelukannya. "Apakah kamu sebahagia ini. Sayang?" tanyanya.


Vania hanya mengangguk sambil tersenyum dalam kebahagiaannya. Wanita itu terlalu bahagia, entah karena dia sedang bersama suaminya, atau karena dia bulan madu di pulau pribadi seperti keinginannya.


"Terimakasih Mas. Aku tak menyangka keinginanku bulan madu ke pulau pribadi menjadi kenyataan," ucapnya.


Setelah melewati perjalanan yang panjang, mereka berdua tertidur karena kelelahan. Beberapa jam kemudian, hari sudah mulai sore. Vania membangunkan suaminya, dan mengajaknya menikmati indahnya sunset di pinggir pantai.


Vania berjalan sambil menggandeng tangan Alex, melewati indahnya pasir putih yang terhampar di hadapannya. Sudah jauh berjalan, pasangan itu duduk di pasir putih sambil menikmati romantisnya sunset di pulau itu. Vania memandang mentari yang hampir tenggelam dengan senyuman cantik di wajahnya. Kemudian wanita itu memejamkan matanya, sambil mendengarkan deburan ombak dan hembusan angin yang menerpa wajahnya.


Alex menatap tajam wanita yang duduk sambil memejamkan mata di sampingnya. "Cantik," katanya dalam hati. Kemudian lelaki itu mendekatkan wajahnya pada Vania, diciuminya bibir manis istrinya itu dengan sangat lembut. Wanita itu sempat terkejut mendapatkan sentuhan lembut dari bibir Alex. Kemudian Vania pun membalas ciuman itu dengan lebih bergairah. Begitu indah pemandangan itu, ciuman romantis dengan suasana sunset yang menghiasi.


Saat langit mulai gelap, mereka berdua kembali ke resort. Baru sampai depan resort, seorang lelaki membawa mereka ke sebuah tempat romantis di pinggir pantai. Sebuah meja dengan 2 kursi yang di dekorasi sangat indah. Ditambah dengan nyala lilin yang menyala mengelilingi mereka. Vania membelalakkan mata melihat pemandangan itu. Tak sadar dia sampai meneteskan air matanya. Alex yang menyadari itu langsung memeluknya.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis?" tanya Alex.


"Ini adalah air mata kebahagiaan," jawabnya.


Mereka berdua menikmati candle light dinner, dengan diiringi suara deburan ombak dan tiupan angin pantai yang menambahkan suasana menjadi lebih romantis. Saat malam semakin larut, pasangan itu kembali ke dalam kamarnya. Suasana kamar sudah berubah menjadi seperti ranjang pengantin. Dengan ribuan mawar menghiasi setiap sudut kamar. Nyala api lilin menambahkan suasana menjadi lebih bergairah bagi mereka. Seolah mendapatkan panggilan dari lubuk hatinya. Kedua anak manusia itu langsung memadu kasih dengan cahaya lilin yang begitu romantis. Berbagai ciuman lembut mendarat di seluruh bagian tubuh Vania. Mereka saling membalas dan saling mendekap tubuh pasangannya. Hingga mereka berdua menikmati malam panjang yang begitu menggelora dan menggairahkan. Setelah permainan mereka selesai, Alex tersenyum puas memandangi wajah istrinya. Dikecupnya kening Vania dengan lembut. "Terimakasih. Sayang. Aku sangat mencintaimu," ucapnya lalu tertidur mendekap Vania ke dalam pelukannya.


Pagi hari ketika Vania terbangun, dia tak mendapati suaminya di kamar. Dia pun membersihkan dirinya, lalu keluar dari kamar menuju restoran. "Apa Anda melihat suamiku?" tanyanya pada pegawai resort.


"Sepertinya tadi saya melihat suami Anda di pinggir pantai," jawabnya.


Vania langsung berjalan menyusul Alex, yang sedang berjemur menikmati matahari pagi.


"Pagi Sayang," sapa Alex begitu melihat istrinya.


Vania tersenyum lalu duduk di samping suaminya. Alex pun mengecup bibir Vania sekilas, lalu berbaring di pangkuannya. Lelaki itu tanpa henti memandang wajah cantik Vania. "Sayang. Mengapa pagi ini wajahmu terlihat sangat cantik? Aku jadi ingin melanjutkan permainan kita semalam," ucap Alex sambil terus menggoda Vania.


Wajah Vania memerah karena malu mendengar ucapan Alex yang sedikit fulgar. "Apa Mas Alex ingin melakukannya disini?" tanyanya ragu.


Mendengar pertanyaan Vania, lelaki itu langsung bangun dan menatap tajam pada istrinya. "Apa! Disini? Bukankah itu hal yang sedikit gila?" Alex bertanya dengan nada yang tidak percaya.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2