
Cinta mampu membutakan mata sekaligus hati seseorang. Oleh karena itu berhati-hatilah atas cinta. Bisa saja dia membahagiakanmu, bisa juga menghancurkan hatimu.
Malam harinya setelah percintaan Alex dan Vania di kolam renang, wanita itu menjadi demam tinggi. Walaupun Alex adalah seorang calon dokter, melihat istrinya sakit dia menjadi sangat panik. Sehabis minum penurun panas, Vania tertidur dengan nyenyak. Namun lelaki itu tak bisa memejamkan matanya. Alex menunggu Vania hingga pagi hari. Pagi-pagi sekali Alex memasak bubur untuk istrinya. Ketika sudah matang, dibawanya bubur itu ke kamar. Alex menyentuh kening istrinya dengan lembut. "Sudah tidak demam," gumamnya.
Alex mengecup bibir Vania sekilas. "Bangunlah, Sayang. Aku memasak bubur untukmu," bisiknya lirih.
"Maaf, Mas. Vania terlalu merepotkanmu," kata Vania merasa bersalah.
"Sudahlah! Aku akan menyuapimu makan," balas Alex.
Akhirnya lelaki itu dengan telaten menyuapi Vania. Setelah itu Alex membantu Vania untuk mandi. Kemudian Alex menemani istrinya berjemur di halaman depan. Vania tiduran di paha suaminya, sambil memejamkan mata. Lelaki itu membelai lembut rambut Vania. Wanita itu terlalu menikmati belaian dari suaminya. "Semakin dibelai, aku semakin mengantuk," kata Vania.
"Kalau begitu kita masuk saja," ajak Alex.
Mereka berdua berpindah duduk di ruang tengah. Duduk santai sambil menonton televisi. Alex terus saja memainkan rambut Vania dengan tangannya. Lelaki itu begitu menyukai betapa lembutnya rambut istrinya. "Rambutmu wangi, Sayang!" ucapnya.
"Benarkah?" tanya Vania.
"Hmmm. Minggu depan aku mulai jadi dokter magang di RS Lentera," jelas Alex.
"Mengapa sangat mendadak?" tanya istrinya.
"Aku yang lupa memberitahumu, Sayang," jelasnya.
Vania merasakan tak rela, ketika suaminya akan sangat jarang datang ke kampus. Hatinya menjadi sedih dan sedikit gelisah. Wanita itu tak ingin jauh-jauh dari suaminya. Seolah rasa cinta sudah menguasai seluruh hatinya. Semakin jauh jarak yang memisahkannya, Vania merasa sangat cemas dan seolah akan terluka. Firasat apa yang sedang dirasakannya, atau hanya sekedar perasaannya semata.
__ADS_1
Alex melihat kegelisahan hati Vania. Dia tak menyangka, istrinya mencemaskan jarak yang akan membuat mereka jarang bertemu. Namun apapun alasannya, Alex akan tetap menjadi seorang dokter magang. Karena itu adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang dokter. Hal itu juga tak mungkin lagi dihindari.
"Sayang. Kamu tak suka aku menjadi seorang dokter?" tanya Alex.
" Bukan begitu, Mas. Aku membayangkan waktu kita untuk bersama akan semakin berkurang. Mas Alex bisa saja harus tidur di Rumah Sakit," balas Vania.
"Aku akan meminta Papa menyiapkan sebuah ruangan khusus untuk kita. Kamu bisa tidur di kamar itu," ujar Alex.
Mata Vania menjadi berbinar karena senang. "Mungkinkah Papa akan menyetujuinya?" tanyanya.
Alex tersenyum memeluk istrinya. Berulangkali dia menciumi pipi Vania. "Aku akan melakukan apapun untukmu, Sayang," ucapnya lirih.
Karena pagi ini Vania hanya akan istirahat di rumah, Alex pun melakukan hal yang sama. Dia akan menemani istrinya yang sedang sakit itu. Siang harinya setelah Vania menghabiskan makanannya, wanita itu tertidur di kamarnya. Tanpa pamit, Alex mendatangi rumahnya. Dia mencari Davina untuk mengatakan hal penting. "Ma! Mama!" seru Alex memanggil Davina.
Davina yang mendengar suara panggilan dari anaknya, langsung keluar dari kamar dan menghampiri Alex. "Ada apa, Sayang?" tanyanya.
" Dia sedang ada rapat dengan dewan direksi," jawab Davina.
Alex terlihat kecewa tak menemui papanya. Dia pun mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah. "Ada hal penting yang ingin aku sampaikan pada Papa," ucapnya.
Davina terlalu bingung, hal penting apa yang akan dikatakannya pada suaminya. "Kamu bisa mengatakan pada Mama, baru nanti diteruskan ke Papamu," ujarnya.
Alex terlihat ragu-ragu untuk mengatakannya, namun mamanya akhirnya juga akan tahu. "Aku ingin Papa menyiapkan ruangan khusus untukku. Jadi ketika Vania merindukanku, dia bisa menungguku di ruangan itu. Karena minggu depan sudah mulai magang, aku tak tega meninggalkan Vania terlalu lama," jelasnya.
Mendengar penjelasan Alex, wanita itu langsung menyetujuinya. Dia juga tak mau Alex terlalu lama meninggalkan menantunya itu. Sebelum Alex pulang ke rumah Vania, mamanya sudah berjanji akan membantunya berbicara dengan papanya.
__ADS_1
Sampai di depan rumah, Vania sudah duduk menunggunya di ruang tamu. Saat terbangun tadi, wanita itu terlalu panik mencari Alex. Dia mencari suaminya itu di setiap sudut rumahnya. Setelah tak menemukannya, Vania duduk di kursi tamu sambil menunggu lelaki yang sangat dicintainya itu. "Mas Alex darimana saja?" tanyanya curiga.
Alex yang merasakan kecurigaan dari pertanyaan Vania, langsung memeluk wanita itu dengan sangat lembut. "Aku baru saja bertemu dengan Mama Davina, untuk mengatakan ruangan khusus untuk kita," jelasnya.
"Benarkah? Apa Mas Alex sedang tak berbohong?" tanyanya curiga.
"Ya ampun, Sayang. Kamu bisa menghubungi Mama Davina kalau tidak percaya," balas Alex.
Vania akhirnya percaya juga, dia tak mau terlalu mencurigai suaminya. Merasa sudah tak lebih baik, Vania pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam mereka. Tak tega melihat istrinya sibuk sendiri, Alex berinisiatif untuk membantu Vania. "Sayang. Aku akan membantumu, apa yang bisa aku lakukan untukmu?" tanyanya sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Cukuplah disini dan jangan menggangguku," seru Vania sambil terus sibuk memotong sayuran.
Alex melihat Vania yang kesal menjadi lebih menggemaskan. Lelaki itu senyum-senyum sambil terus memandang istrinya. Setiap hari Alex semakin mencintai istrinya. Tambah hari semakin bertambah cintanya.
"Mas, tolong bantu aku memotong buah-buahan," pinta Vania.
Alex menghampiri istrinya sambil mengecupnya sekilas, lalu mengambil beberapa buah untuk dipotong.
"Mengapa para ART belum ada yang kembali? Aku tak ingin kamu kelelahan untuk mengurus rumah," tanya Alex.
"Tugas seorang istri adalah mengurus rumah. Mereka semua hanya membantu pekerjaanku. Besok pagi mereka akan kembali," jelas Vania dengan senyuman.
Mendengar jawaban Vania, lelaki itu sangat bahagia memiliki Vania sebagai istrinya. Meskipun masih muda, Vania sangat mandiri dan tidak manja. Bahkan wanita itu sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah. "Benar-benar istri idaman," gumamnya.
Vania yang mendengar gumaman dari suaminya, merasa sangat bahagia. Diam-diam dia tersenyum di dalam hatinya. Ada kebanggaan tersendiri baginya, ketika mendengar kata yang terucap tulus dari mulut suaminya. Dia pun mengulas senyuman lembut sambil memandang Alex. "I love you, Mas," ucapnya.
__ADS_1
Begitu mendengar ucapan cinta dari istrinya, jantung Alex seakan berhenti sejenak. Bahkan waktu juga seolah ikut berhenti. Rasanya lelaki itu ingin melompat kegirangan karena terlalu bahagia. Seolah bunga-bunga sedang bermekaran di musim semi. Begitu indah, bahkan terlalu indah. Dia pun menghampiri Vania dan langsung memeluk tubuhnya dengan sangat gemas. Kemudian Alex mengecup kening istrinya dan berkata, "I love you more, my wife."
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰