
Vania terlalu bersemangat untuk menyambut kepulangan suaminya. Sampai dia meminta Bik Imah untuk mengganti gorden dan sprei di kamarnya, lalu membersihkan setiap sudut ruangan. Tak lupa juga, Vania menambahkan beberapa tangkai bunga segar untuk mempercantik ruangan.
Setelah kamar sudah bersih dan juga wangi, Vania mulai berendam di bathtub untuk merilekskan tubuh dan pikirannya. Dengan aroma terapi yang menenangkan hati dan jiwanya. Saking nyamannya, Vania sampai tertidur di dalam bathtub. Begitu dia bangun dan selesai membersihkan dirinya, ternyata hari sudah mulai gelap. "Kenapa Mas Alex belum juga pulang?" tanyanya dalam hati.
Sudah lewat jam makan malam, lelaki itu tak kunjung muncul. Vania menjadi kecewa dan sangat kesal. Dia pun memilih kembali ke kamarnya, tanpa menikmati makan malamnya. Vania langsung membaringkan tubuhnya, dan menutupnya dengan selimut. Terlalu menahan kekesalan, air mata Vania sampai menetas di pipi. Wanita itu mencoba memejamkan matanya, karena merasa terlalu kecewa.
Tanpa disadarinya Vania mulai hanyut dalam mimpi di tidurnya. Sampai wanita itu tak menyadari ketika suaminya pulang. Begitu Alex sampai di rumah, dia melihat hidangan di meja makan masih utuh. Dia langsung mencari Vania di kamar. Terlihat seorang wanita tertidur lelap terbuai mimpi. Alex langsung membersihkan dirinya, sebelum menghampiri istrinya.
Selesai mandi langsung Alex menghampiri Vania, dikecupnya keningnya dengan sangat lembut. "Sayang, bangunlah! Jangan lewatkan makan malammu," bisiknya sambil membelai wajah istrinya.
Vania yang merasakan kehadiran suaminya, memaksakan diri untuk membuka matanya. Dengan pandangan yang sedikit redup, Vania menatap wajah suaminya. "Mas Alex sudah pulang," ucapnya lirih.
"Ayo kita makan malam dulu, Sayang," ajak Alex sambil membantunya bangun.
Alex sudah berdiri di samping ranjang, sedangkan Vania masih merasa malas untuk bangun. "Jika tak segera bangun, aku akan menggendongmu," ancamnya.
Dengan sangat terpaksa, Vania bangun dan menikmati makan malam bersama suaminya. Setelah itu mereka berdua mengobrol sebentar di ruang tengah. Tak ada hal penting yang diceritakan Vania pada suaminya. Hanya sekedar obrolan tanpa arti.
Tanpa terduga, Alex menggigit telinga istrinya sangat pelan, sambil berbisik lembut dan menggoda. "Apakah jadi melanjutkan permainan kita tadi siang?" tanyanya lirih.
Tak ada perkataan yang keluar dari mulut Vania. Namun lelaki itu bisa tahu hanya dengan melihat ekspresi wajah istrinya. Wanita itu mengulas senyuman cantik. Sebuah senyuman yang menyimpan sejuta arti, yang hanya dapat dimengerti oleh suaminya. Seolah mendapatkan isyarat cinta dari istrinya, Alex langsung mengangkat tubuhnya Vania ke dalam gendongannya. Dibawanya Vania dengan menggendongnya ala bridal style masuk ke dalam kamarnya.
Alex meletakkan tubuh Vania ke atas ranjang dengan sangat pelan. Pandangan mata keduanya saling bertemu, memercikkan api asmara yang membakar hatinya. Kemudian Alex mulai menciumi tubuh istrinya dengan sangat lembut. Vania juga ikut membalas setiap sentuhan dan kecupan lembut dari suaminya. Akhirnya suasana semakin memanas, permainan mereka semakin memabukkan. Entah sudah berapa kali mereka melakukannya. Saat ayam jantan mulai berkokok, pasangan itu baru tertidur setelah kelelahan.
__ADS_1
Saat matahari mulai bersinar, Alex terbangun karena suara ponsel Vania yang terus berdering. Lelaki itu ingin mengangkat telepon yang masuk, namun belum juga menyentuh ponselnya, dering telepon sudah berhenti. Alex melihat ada beberapa pesan yang masuk. Di dalam pesan itu, Vina mengatakan kelas hari ini akan dimajukan menjadi jam 9. Alex langsung menatap jam dinding di kamarnya. "Sudah jam 8," gumamnya.
Alex langsung membayangkan Vania yang masih tertidur lelap. "Sayang, cepatlah bangun! Kelas hari ini dimajukan menjadi jam 9," ucapnya sambil memaksa Vania untuk bangun.
Sepertinya Vania terlalu lelah untuk bangun. Alex pun mengisi bathtub dengan air hangat, lalu membawa Vania masuk ke dalamnya.
Vania langsung terkejut merasakan dirinya sudah masuk ke dalam air. "Mas! Apa-apa ini?" tanyanya kesal.
"Jam 9 kelas akan dimulai, dosen pengajar memajukan jamnya," jelas Alex.
"Apa! Aku bisa tak mendapatkan nilai jika tidak hadir," ucap Vania panik.
Alex membantu istrinya mandi, setelah itu dia juga bergegas mandi sebentar. Kemudian Vania memoles wajahnya, sedangkan Alex membantunya mengeringkan rambut yang masih basah. Setelah semua selesai, Alex mengantarkan istrinya ke kampus, setelah itu dia kembali ke rumahnya untuk tidur lagi.
Ketiga sahabat Vania memandangnya dengan penuh tanya. Mereka penasaran alasan apa yang membuat Vania hampir saja terlambat. Karena dosen juga sudah hadir, mereka bertiga harus menahan rasa penasarannya.
Beberapa jam kemudian, Vania dan ketiga sahabatnya sudah duduk di kantin kampus. Mereka bertiga saling memandang satu sama lain. Sudah tak bisa lagi menahan rasa penasarannya. "Berapa kali kamu melakukannya dengan Kak Alex, sampai terlihat lelah begitu?" cetus Vina.
"Darimana kamu tahu?" tanya Vania pada Vina.
"Begini-begini aku juga tahu soal begituan," balas Vina.
Vania hanya tersenyum tanpa membalasnya. Sahabatnya itu semakin penasaran dengan cerita Vania. "Cerita dong! Pengalaman mendebarkan yang sangat memabukkan itu," tanya Riana semakin penasaran.
__ADS_1
"Makanya cari suami! Biar bisa merasakan kenikmatan dunia," ledeknya sambil tersenyum centil.
Tak mendapatkan jawaban yang diinginkan, ketiga sahabat Vania menjadi kesal. Ekspresi wajah mereka menjadi tak menyenangkan, membuat Vania merasa tak enak hati. "Besok datanglah ke rumahku. Aku akan menceritakan pengalaman pertamaku," ucapnya lirih sambil tersenyum nakal.
Mereka semua langsung bersorak kegirangan. Ini adalah pertama kalinya Vania mengundang mereka. Setelah sedikit mengobrol, satu persatu sahabatnya itu pulang. Tinggallah Vania yang sekarang duduk di bangku taman seorang diri.
"Vania!" panggil Dion padanya.
Vania langsung menoleh ke asal suara itu. Dia melihat Dion yang berdiri di samping sebuah mobil. "Ternyata kamu, Dion. Aku pikir siapa?" ucapnya ramah.
"Kak Dennis menitipkan salam untukmu," kata Dion sambil tersenyum menatapnya.
"Benarkah? Ucapkan rasa terimakasih ku untuknya," balas Vania.
Dion pun pamit untuk pulang duluan. Tak berapa lama, Alex datang dan membukakan pintu untuk istrinya. Vania langsung tersenyum senang mendapatkan perlakuan istimewa dari suaminya.
"Mas Alex, jangan seperti itu. Aku bisa semakin jatuh ke dalam lautan cintamu," goda Vania dengan senyuman nakal.
Alex menjadi sedikit kesal mendengar istrinya menggodanya. "Jangan menggodaku, Sayang. Aku bisa memakanmu sekarang juga," protesnya sambil memegang tangan Vania dan menciumnya.
"Istrimu ini sudah siap untuk menjadi mangsa," balas Vania tak kalah menggoda.
Lelaki itu semakin gemas mendengarkan ucapan istrinya. Semakin kesal karena terus menggodanya, Alex pun mencubit pipi Vania dengan lembut. Wanita itu justru tersenyum sangat manis, membuat Alex semakin berdebar.
__ADS_1
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰