Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Semakin Cinta


__ADS_3

Esok harinya Alex sengaja mengantarkan istrinya ke kampus. Lelaki itu ingin memastikan bahwa Vania aman sampai kampusnya. Setelah Vania turun, Alex bermaksud langsung berangkat ke Rumah Sakit. Sebelum keluar dari gerbang universitas, lelaki itu melihat mobil Vina berhenti di jalan untuk memasuki kampus itu. Alex menghentikan mobilnya, lalu berjalan menuju tempat mobil Vina berhenti. Terlihat dari pandangan Alex, sahabat dari istrinya itu sedang mengobrol dengan seorang mahasiswa. Alex pun mendekati mereka. "Vina!" panggilnya dengan suara nyaring.


Vina langsung menoleh ke arah suara itu berasal. Dia pun tersenyum begitu melihat Alex berjalan ke arahnya. "Ada apa, Kak Alex?" tanyanya dengan ramah.


Perempuan itu berdiri tak jauh dari Alex, sambil menatap wajah suami sahabatnya itu. Vina sangat penasaran dengan alasan Alex menemuinya. Selama ini hubungan mereka berdua tidak terlalu dekat, hanya sekedar perkenalan yang biasa.


"Aku ingin tahu, apa yang sudah dilakukan Sabrina pada istriku?" tanya Alex dengan perasaan cemas.


Vina tak langsung menjawabnya, dia terlihat berpikir untuk sesaat. Tak lama kemudian, perempuan itu menceritakan tentang kejadian itu juga. "Kemarin, Sabrina menarik Vania dengan sangat kasar. Tetapi aku langsung mendorong wanita itu, hingga dia hampir jatuh. Aku terlalu kesal melihat Sabrina begitu membenci Vania. Aku harap Kak Alex bisa lebih menjaga Vania mulai sekarang. Aku yakin, Sabrina bisa melakukan hal yang lebih gila dari kemarin," jelasnya dengan sedikit emosi membayangkan kejadian kemarin.


Alex tersenyum menatap sahabat istrinya itu. "Terimakasih banyak, Vina. Selama di kampus, aku minta tolong agar kamu bisa membantuku menjaga Vania," pinta Alex dengan nada memohon.


"Tenang saja, Kak. Kami bertiga akan selalu menjaga Vania," jawab Vina dengan senyuman.


Alex pun pamit pergi, Vina hanya memandangi mobil itu yang menghilang dari pandangannya. Sesaat setelah kepergian Alex, perempuan itu melajukan mobilnya ke kampusnya. Baru sampai di tempat parkir, Vania dan dua sahabatnya sudah melambaikan tangannya di bangku bawah pohon. Begitu keluar dari mobilnya, Vina langsung menghampiri sahabat-sahabatnya itu.


"Tumben datang siang-siang begini!" seru Riana sambil menyantap makanan ringan di tangannya.


Vina tersenyum penuh arti, lalu duduk di sebuah bangku yang masih kosong. Dia memandang Vania dengan tatapan yang aneh, lalu mencoba menghela nafasnya. "Tadi aku baru saja mengobrol dengan Kak Alex," cetusnya tanpa ekspresi.


"Apa! Suamiku menemui mu?" tanya Vania dengan wajah yang terlihat sangat terkejut.

__ADS_1


"Iya. Kak Alex menanyakan kejadian kemarin," jawab Vina tak bersemangat.


Vania memandangi wajah Vina penuh pertanyaan. Perempuan itu terlalu penasaran dengan pembicaraan antara suami dan sahabatnya. Vania terus menatap tajam Vina.


Vina tersenyum melihat ekspresi sahabatnya itu. Dia pun mengelus perut Vania dengan sangat lembut. "Kak Alex hanya terlalu mengkhawatirkan dirimu, tak perlu berpikir macam-macam," jelasnya dengan senyuman hangat. Kemudian Vina mendekati sahabatnya itu, lalu memeluknya erat. "Suamimu sangat peduli padamu, kamu harus bangga memiliki Kak Alex," hiburnya dengan senyuman yang tulus.


Vania sedikit lega mendengar ucapan Vina. Mereka berempat pun masuk ke kelas, karena mata kuliah akan segera di mulai.


Selesai dengan kelasnya, Dion menghampiri Vania dan ketiga sahabatnya. Dia memberikan sebuah undangan ulang tahun untuk mereka berempat. "Hai, Girls! Datang ke party di rumah aku ya. Aku tunggu kedatangan kalian semua," ucapnya sebelum pergi membagikan undangan yang lainnya.


Vania dan ketiga sahabatnya saling memandang satu sama lain. Mereka tak menyangka akan mendapatkan undangan dari Dion. Karena hubungan mereka tak sedekat itu.


Vania mengerutkan keningnya, lalu mengulas sedikit senyuman di wajahnya. "Sebenarnya aku malas dengan acara party-party kaya gitu. Tapi jika tak berangkat, aku merasa tak enak dengan kakaknya Dion. Dia pernah menolongku di jalan, saat mobilku mogok," jelasnya dengan tidak bersemangat.


"Besok kita datang bersama, aku akan menjemput kalian," cetus Vina dengan penuh semangat.


Mau tak mau, Vania memutuskan untuk datang ke pesta itu besok. Dia meminta Vania menjemput di rumahnya. Tak berapa lama, mobil Alex terlihat sedang memasuki halaman kampus. Lelaki itu membunyikan klakson mobilnya, untuk memberi isyarat kepada istrinya. Vania langsung pamit pulang, dan langsung beranjak menuju mobil suaminya.


"Kok Mas Alex bisa jemput aku?" tanya Vania penasaran.


Alex tersenyum melihat wajah cantik istrinya, yang sangat berbinar begitu melihat kedatangannya. "Aku mengambil waktu istirahat ku, untuk menjemputmu, Sayang. Aku ingin memastikan sendiri, kalau istriku yang cantik ini pulang dengan selamat," ujarnya sambil mencubit pipi Vania dengan sangat lembut.

__ADS_1


Vania tersenyum dengan wajah merona. Perempuan itu terlalu senang dengan perlakuan Alex kepadanya. Semakin hari, Vania semakin jatuh hati pada suaminya sendiri. Cinta Alex telah berhasil menguasai hati dan pikiran Vania. Mungkin baginya, Alex seperti mentari yang selalu menyinari hatinya. Seperti semilir angin yang selalu memberikan kesejukan untuknya.


"Mas! Besok malam aku mau ke rumah temen kampus, ada acara ulang tahun. Bolehkah aku berangkat?" tanya Vania penuh harap.


"Tentu, Sayang. Ajak juga sahabat-sahabatmu untuk berangkat bersama," ujar Alex sambil mengemudikan mobilnya.


Alex pun mengantarkan istrinya, lalu langsung kembali ke Rumah Sakit. Bahkan dia tak sempat untuk makan siang bersama Vania. Sampai di Rumah Sakit, Alex langsung memakai jubah kebesarannya. Lelaki itu langsung menuju IGD, untuk melihat pasien yang baru saja datang.


"Dokter Alex!" panggil seorang dokter padanya.


Alex langsung menoleh ke arah suara, terlihat Dokter Dennis sudah berdiri tak jauh darinya. "Ada yang bisa saya bantu, Dokter Dennis?" tanyanya dengan sopan.


"Dokter Alex! Jangan terlalu sungkan denganku, aku jadi tidak enak padamu," ucap Dokter Dennis sambil senyum-senyum. Dennis sangat tahu, siapa Alex itu. Dia pun sangat menghargai Alex, bukan karena dia anak dari pemilik Rumah Sakit. Namun Alex adalah dokter magang yang cukup berprestasi dan sangat pandai dalam menangani pasien. "Besok, aku ingin tukar shift denganmu. Ada acara di rumahku. Apakah kamu tidak keberatan?" tanyanya penuh harap.


Alex tersenyum penuh hormat, dia sangat menghormati Dokter Dennis. Seorang dokter yang lebih senior dari Alex. "Tentu saja, aku tidak keberatan," jawabnya.


Alex kembali ke IGD, untuk membantu beberapa dokter yang kerepotan. Selalu ada kesibukan di sana. Seolah ptet datang tanpa henti, tetapi Alex semuanya dengan tulus. Karena menjadi dokter adalah impiannya sejak dulu. Alex menjalani aktivitasnya dengan bersemangat dan sepenuh hati.


Ketika menjelang malam, barulah dia pulang ke rumahnya. Vania sudah tidur terlelap, membuat lelaki itu tak tega untuk membangunkannya. Setelah membersihkan dirinya, Alex menyusul istrinya berbaring di atas ranjang. Alex memeluk Vania dengan sangat lembut, agar tak membangunkannya. Sebelum benar-benar terlelap, Alex lebih dulu mencium keningnya sebagai ucapan selamat malam.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2