
Vania sedang duduk menunggu suaminya sambil menikmati secangkir cake dan coklat panas. Tak berapa lama Vania melihat Alex memasuki restoran hotel. Gadis itu melambaikan tangannya pada Alex. Lelaki itu langsung menghampirinya dan memeluknya. Alex mencium bibir Vania sekilas. "Aku sangat merindukanmu Istriku," bisiknya lembut.
Vania mengulas senyuman paling menggoda dalam dirinya. Alex pun masih terpana dengan penampilan sexy istrinya. "Apa kamu ingin menggodaku?" tanyanya lirih.
"Buat apa aku menggoda Suamiku sendiri, bahkan tubuhku ini akan menjadi milikmu," jawab Vania dengan senyuman menggoda.
Alex menarik Vania hingga terduduk di pangkuannya. "Jangan menguji kesabaran ku," balas Alex.
"Kesabaranmu akan berbuah manis," jawabnya lembut.
Vania kembali duduk di kursinya. Tak lama kemudian, hidangan pembuka telah datang. Mereka berdua menikmati makan malam romantis dengan iringan musik yang lembut. Vania menyelesaikan makannya, lalu berbisik di telinga Alex. "Ada kejutan yang sedang menunggumu," ucapnya lirih.
"Dimana kamu menyimpan kejutanku?" tanya Alex sambil meraba punggung Vania yang terbuka.
Vania menggenggam tangan Alex dan mengajaknya masuk ke dalam lift.
__ADS_1
"Kemana kamu membawaku?" tanyanya sambil mencium aroma harum tubuh Vania.
"Nanti kamu bisa melihat sendiri," jawabnya sambil menatap wajah suaminya.
Keluar dari lift mereka berjalan menyusuri lorong panjang hotel. Suasana sangat sepi, hingga tiba tepat di kamar paling ujung. Vania membukakan pintu, Alex mengikutinya tanpa suara. Sampai di dalam kamar hotel, Alex langsung menghujani Vania dengan berbagai ciuman dari bibirnya. Alex membelalak lebar begitu menyadari desain kamar yang dimasukinya. Kamar hotel sudah disulap seperti kamar pengantin. Dengan puluhan lilin aromaterapi yang menyala. Kelopak mawar berbentuk hati menghiasi ranjang dengan sangat indah.
"Ini kejutan untukmu Suamiku," cetus Vania di antara keterkejutan Alex.
"Jadi ini alasanmu pergi dari rumah seharian?" tanya Alex sambil menarik Vania ke dalam pelukannya.
"Yang penting kita bersama disini," jawab Vania.
Alex langsung menggendongnya lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dengan lembut lelaki itu menciumi setiap inci tubuh istrinya. Alex mencoba menurunkan resleting gaun yang menutupi tubuh Vania.
"Tunggu Kak!" Suara Vania membuat Alex langsung mematung tak bersuara.
__ADS_1
Vania menuruni ranjang, lalu berjalan ke arah pintu. Dimatikannya semua lampu yang menerangi kamar itu. Vania kembali berjalan anggun menghampiri Alex. "Bukankah begini lebih romantis?" tanyanya.
Kamar menjadi remang-remang, hanya cahaya lilin yang menyinari setiap sudut kamar itu. Sungguh terlihat sangat romantis. Alex kemudian tersenyum memandangi istri yang masih berdiri di samping ranjang. Mungkin ini akan menjadi malam pengantin bagi pasangan itu.
Hati Vania berdebar tak karuan, dia sangat bingung bagaimana semua akan dimulai.
"Apakah aku harus melepaskan gaun yang menutupi tubuhku?" tanya Vania polos.
Pertanyaan Vania terdengar sangat menggairahkan bagi Alex. Dia langsung berdiri di belakang Vania, memeluknya sambil terus menciumi lehernya. Alex semakin membuat gadis itu terbuai dalam setiap sentuhannya. Vania begitu menikmati sentuhan lembut Alex terhadapnya. Bahkan Vania tak menyadari gaun hitam yang dipakainya, sudah tergeletak di lantai kamar hotel.
Alex benar-benar membuat Vania terbuai dan melupakan segalanya. Lelaki itu pun melepaskan pakaiannya sendiri sambil terus menciumi istrinya. Alex menjadi gelisah dengan permainan sendiri. Lalu berucap lirih di telinga Vania. "Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" bisik Alex.
"Apa!! Vania seolah lemas seketika itu juga.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1