Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Kehancuran Sabrina


__ADS_3

Malam harinya Alex ditemani oleh Mario mendatangi apartemen Sabrina. Sore hari sebelum kedatangannya, Alex terlebih dahulu mengirim pesan pada Sabrina. Setelah mengetuk pintu, tak lama kemudian pintu itu terbuka. Tanpa sepengetahuan Sabrina, Mario menunggu di depan apartemen wanita itu. Dengan sengaja Alex menutup pintu tanpa menguncinya.


Melihat kedatangan Alex, wanita yang menjadi mantan kekasih Alex itu tersenyum senang. Dengan gayanya yang menggoda, Sabrina mendekati Alex yang masih berdiri tenang di ruang tamu.


"Masuklah Sayang, aku sudah sangat merindukanmu," ucap Sabrina dari balik pintu kamarnya.


"Aku ingin kita berbincang disini saja," jawab Alex ketus.


Sabrina keluar dari kamarnya, dengan baju tidur kurang bahan yang sangat sexy. Wanita itu berpikir, Alex akan tergoda dengan tubuhnya. Sebagai lelaki normal, jantung Alex sedikit berdebar dengan penampilan sexy dihadapannya. Namun mengingat betapa murahannya wanita itu, Alex menjadi jijik dengannya.


Sabrina mulai mendekati Alex dan meraba-raba dadanya. "Sayang bukankah kamu ke apartemenku untuk menyentuhku," ucap Sabrina sambil mengarahkan tangan Alex ke bagian atas tubuhnya.


"Lepaskan aku! Aku tak rela tanganku menyentuhmu," teriak Alex penuh amarah.

__ADS_1


Sabrina sedikit terkejut mendengar teriakan Alex. Biasanya lelaki itu selalu lembut memperlakukannya. "Pasti ini gara-gara gadis murahan yang menggodamu itu. Aku tak rela kamu meninggalkan aku. Lebih baik aku mati saja," teriak Sabrina.


Sabrina mengancam Alex dengan pisau buah yang berada di atas meja. Seolah wanita itu akan memotong pergelangan tangannya. Alex sedikit takut Sabrina benar-benar akan bunuh diri di hadapannya.


"Sabrina letakkan pisau itu. Kamu bisa terluka," pinta Alex dengan takut.


"Buat apa aku hidup, jika harus tanpamu Alex." Sabrina benar-benar akan menggoreskan pisau itu di tangannya.


Dari balik pintu apartemen, Mario keluar dengan tepukan di tangannya.


"Aktingmu sungguh sangat luar biasa." Mario tersenyum menyeringai menatap wanita yang berdiri tak jauh darinya.


"Siapa kamu!! Jangan mencampuri urusanku," bentaknya dengan kasar.

__ADS_1


"Aku ingin merekam, lalu mempublikasikannya. Seorang wanita simpanan pengusaha, mencoba bunuh diri karena diputuskan oleh kekasihnya. Pasti akan menjadi berita yang menggemparkan," ucap Mario dengan senyuman mematikan.


"Aku akan menuntut dan membuatmu membusuk di penjara." Sabrina pun mengambil ponselnya, bermaksud menelepon seseorang.


Sebelum sambungan telepon tersambung, Mario melemparkan foto-fotonya bersama pria-pria di hotel. Lalu memutar video dirinya memasuki kamar hotel dengan pemilik agensi model. Sabrina membelalakkan matanya. Dia tak percaya, bagaimana pria didepannya bisa mendapatkan foto dan video tentang hubungan gelapnya.


"Ini adalah peringatan yang pertama dan terakhir untukmu. Sekali lagi kamu mengganggu keponakanku, aku pastikan karirmu hancur saat itu juga," kata Mario dengan sangat kejam.


Sabrina menjadi lemas tak berdaya, seakan kakinya tak sanggup menumpunya berdiri.


"Ayo Alex, kita tinggalkan wanita murahan ini meratapi hidupnya." Mario pun menarik tangan Alex dan membawanya keluar.


Sepeninggalan Alex dan Mario, Sabrina mengamuk di dalam apartemennya. Dia melemparkan seluruh benda yang ada di sekitarnya. Keadaan apartemennya seperti kapal pecah, hancur berantakan. Sabrina merasa Alex sudah mempermalukannya, dan menginjak-injak harga dirinya. Dia frustasi dan tak berdaya. Rasanya Sabrina ingin menangis darah. Dia pun terduduk di sudut ruangan, sambil menangis tanpa suara. Ingin rasanya dia berteriak sekeras mungkin, namun Sabrina hanya bisa menahannya. Dia tak mungkin membuat keributan dan membuat semua orang bergosip tentangnya.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2