Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Tak Mendapat Jatah


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Vania sudah bangun, lalu joging keliling komplek perumahan. Setelah lelah berlari, dia kembali ke rumahnya. Di kursi ruang tengah, Alex sedang membaca koran sambil menikmati secangkir kopi panas.


"Pagi Kak..." sapa Vania.


"Kenapa kamu tak membangunkanku, sehingga kita bisa joging bersama?" tanyanya.


"Aku tak tega membangunkan Kak Alex, yang masih tertidur pulas. Aku mau mandi dulu." Vania pun beranjak ke kamarnya.


Alex yang hanya memandangi kepergian istrinya, berpikir ingin menyusulnya. Dengan sangat santai dan tenang Alex menuju kamarnya. Begitu memasuki kamar, suara gemericik air di kamar mandi seolah menariknya untuk masuk. Dengan sangat pelan dan tanpa suara, Alex memutar knop pintu.


Pemandangan pertama yang dilihatnya berhasil membuat mata Alex membelalak. Jantungnya berdetak cepat dan hatinya berdesir tak beraturan. Seolah tubuh istrinya telah berhasil menghipnotis dirinya. Alex terpaku mematung di depan pintu.


Vania yang sadar akan seseorang dibelakangnya, segera membalikkan badannya. "Ahhhh... dasar Kak Alex mesum," teriak Vania sambil menarik handuk untuk menutupi tubuhnya.


Bukannya keluar, Alex justru memeluk erat istrinya. Dia menghirup aroma harum tubuh Vania. "Sayang, aku menginginkanmu sekarang," bisiknya sambil menciumi telinga Alex.


Vania mencoba melepaskan diri dari pelukan Alex. "Bukankah Kak Alex sudah berjanji akan menunggu hingga nanti malam?" protes Vania.


"Ayolah Sayang," rayu Alex sambil mencium dan menggerayangi tubuh istrinya.

__ADS_1


Vania terlihat acuh, lalu melepaskan diri dari pelukan Alex. Kemudian gadis itu keluar dari kamar mandi. Alex yang masih berdiri mematung, sedikit frustasi dengan penolakan Vania. Dengan hati yang sangat kesal, Alex mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Beberapa menit kemudian, Alex keluar dan tak mendapati istrinya di kamar. Dari halaman terdengar suara mobil Vania keluar dari gerbang rumahnya. Alex semakin kecewa dengan gadis cantik kesayangannya. Tanpa sarapan, dia langsung berangkat ke kampusnya.


Sampai di kampus Alex sama sekali tak bersemangat. Dia masih kesal dengan kejadian tadi pagi.


"Hai Bro... mukamu kok dilipat begitu," sapa Ardi sambil menepuk pundak Alex.


"Lagi badmood!" seru Alex.


"Apa tak mendapat jatah dari Vania?" tanya Ardi meledek.


"Jones kaya kamu tahu apa," ledek Alex.


Alex dan Ardi segera masuk ke kelasnya, karena Dosen sudah hadir. Saat dosen memberikan kuis, Alex sama sekali tak memperhatikan. Dia pun menjadi bulan-bulanan temannya.


"Sial!! kacau banget aku hari ini," gerutunya dalam hati.


Kuliah telah selesai, Alex langsung pulang ke rumahnya. Dicarinya Vania di setiap sudut ruangan. Namun tetap saja tidak ada.


"Bik... dimana Vania?" tanya Alex pada pelayan di rumahnya.

__ADS_1


"Sejak tadi pagi Non Vania belum pulang Tuan," jawabnya.


Alex pun duduk di ruang tengah rumahnya. Dia pun menghubungi Vania beberapa kali, namun tetap tak mendapatkan jawaban. "Kemana gadis itu pergi?" tanyanya dalam hati.


Dia kembali ke kamarnya, membaringkan tubuhnya di ranjang. Tanpa sadar dia pun tertidur lelap hingga sore hari. Disaat ponselnya berdering, barulah Alex terbangun.


"Ya..."


"Aku bangun tidur"


"Dimana?"


"Sekarang?"


"Oke aku akan mandi lalu menyusulmu"


Alex meletakkan ponselnya di meja samping ranjang. Dengan malas dan masih mengantuk, dia masuk ke kamar mandi. Setelah memakai pakaian rapi dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya, Alex masuk ke dalam mobilnya. Alex melajukan mobilnya ke Green Hotel, seperti ucapan orang yang sudah meneleponnya tadi. Sampai di restoran, seorang perempuan cantik dengan dress hitam berkerah rendah melambaikan tangannya. Tanpa pikir panjang, Alex langsung menghampiri dan memeluk wanita itu.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2