
Alex menjadi gelisah dengan permainannya sendiri. Lalu berucap lirih di telinga Vania. "Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" bisik Alex.
"Apa!!" Vania seolah lemas seketika itu juga.
Vania berangsur duduk di atas ranjang. Alex menatap istrinya dengan rasa bersalah dalam hatinya. Dia tak tahu apa yang harus dikatakan pada istrinya itu.
"Sayang, maafkan aku. Aku benar-benar takut dan bingung karena ini yang pertama untukku," ucap Alex dalam penyesalan.
"Bukankah Kak Alex kuliah kedokteran? Bukankah disana juga dijelaskan tentang hubungan antara pria dan wanita?" tanya Vania kesal.
Alex mendekati istrinya dan kembali memeluknya. "Yang dipelajari itu proses pembuahannya, bukan proses bercintanya," jelas Alex konyol.
Vania menahan tawa di dalam hatinya, dia tahu kalau suaminya itu sangat grogi. Vania berdiri lalu memunguti pakaiannya. Alex malah menariknya ke atas ranjang. "Sayang, apa yang ingin kamu lakukan?" tanyanya.
"Tentu saja aku akan memakai pakaianku lalu pulang," jawabnya ketus.
"Aku ingin tidur memelukmu, tanpa pakaianmu seperti sekarang." Alex membaringkan Vania, lalu tidur memeluk tubuhnya.
Pasangan suami istri tidur berdua setengah telanjang, tapi tak melakukan apapun. Sepertinya akan menjadi lelucon bagi orang yang mendengarnya. Vania merasa lucu dengan hubungannya dengan sang suami.
"Kak, apa kita perlu minum obat perangsang?" tanya Vania tanpa dosa.
Alex sangat terkejut mendengar pertanyaan Vania. "Itu sangat berbahaya Sayang. Apa kamu tak pernah mendengar berita. Ada seorang pasangan ditemukan tewas setelah minum obat perangsang," jawabnya.
Vania langsung terdiam dan memeluk dada Alex tanpa pakaian. Jantungnya benar-benar tak bisa diajak kompromi. Seolah jantungnya ingin melompat keluar. "Semoga Kak Alex tak menyadarinya," kata Vania dalam hati.
Alex merasakan kehangatan yang tak pernah dirasakannya sebelumnya. Kulit manusia yang saling menempel menghasilkan kehangatan yang alami.
"Apa Kak Alex benar-benar tak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya?" tanya Vania lagi.
"Aku hanya takut tidak bisa memberikan malam pertama sesuai ekspektasi mu," kata Alex dalam hati.
__ADS_1
Vania pun menjadi semakin gemas karena tak mendapatkan jawaban dari Alex. Dengan sedikit kaku, Vania menciumi tubuh Alex. Hal itu membuat Alex kembali di kuasai oleh gairahnya. Alex menarik Vania dan membaringkan tepat di bawah tubuhnya. "Aku akan mencari tahu dulu, bagaimana gaya bercinta yang mampu memuaskan pasangan. Setelah itu, aku akan memberikan malam pertama penuh kenikmatan untukmu Sayang," ucapnya lirih.
Akhirnya mereka berdua tertidur saling memeluk. Meskipun tidak ada yang terjadi di antara mereka, Vania cukup bahagia mendapatkan kehangatan dari tubuh Alex.
Pagi harinya ketika terbangun, Vania masih berada di pelukan suaminya. Gadis itu memandangi wajah tampan di hadapannya. Lalu mendekat dan mencium bibirnya. "Morning kiss Sayang," bisiknya lembut.
Alex yang sedikit terganggu, menjadi terbangun karena ciuman singkat itu. "Pagi Sayang," sapa Alex masih mengantuk.
"Bangun tidur wajah Kak Alex terlihat menggemaskan," goda Vania.
"Bukan karena bangun tidur, tapi karena setengah telanjang yang membuatku menggemaskan di matamu," balas Alex.
"Kak Alex tahu aja," jawab Vania sambil tertawa malu.
Pagi itu setelah membersihkan diri, mereka berdua pulang ke rumah mengganti baju lalu berangkat ke kampus bersama. Sampai di fakultas kedokteran, Alex mencari keberadaan Ardi sahabatnya. Namun sudah mengelilingi kampus, belum juga ketemu. Dia pun mengirimkan pesan kepada Ardi.
To Ardi
Bro... Datanglah ke taman depan kelas.
From Alex
15 menit menunggu, akhirnya Ardi datang sambil menggandeng seorang wanita. "Hal penting apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Ardi penasaran.
"Aku ingin bicara berdua saja denganmu," jawab Alex dingin.
Ardi pun menyuruh wanita yang disampingnya itu untuk menunggunya di perpustakaan. Setelah dia pergi, Alex menarik Ardi dan memaksanya untuk duduk tepat di sebelahnya.
"Heiii apa-apaan ini! Aku bukan kekasihmu!" protes Ardi.
Alex menatapnya dingin, dengan wajah yang datar. "Bagaimana kamu bisa memuaskan wanita-wanita yang menjadi kekasihmu itu?"
__ADS_1
Ardi langsung tersentak kaget mendengar pertanyaan Alex. Biasanya sahabatnya itu tidak tertarik untuk melakukan hubungan terlarang dengan wanita manapun.
"Kamu sehatkan?" Ardi menyentuh kening Alex untuk memastikan dia tidak sakit.
"Aku sangat serius. Cepatlah katakan saja, kiat jitu dalam permainan malam pertama," jawabnya.
Bukannya menjawab Ardi justru tertawa meledek Alex. Dia tak menyangka, sahabatnya itu akan melepaskan keperjakaan yang selalu dijaganya selama ini.
"Wanita mana yang berhasil menaklukkan mu? Sabrina yang sudah melepaskan seluruh pakaiannya saja, pernah kamu tolak. Aku jadi sangat penasaran," ujar Ardi di tengah rasa penasaran di dalam hatinya.
Alex pun terus menerus mendesak Ardi, untuk memberitahukan rahasia sukses seorang playboy seperti Ardi. Setelah sedikit rayuan dan ancaman, Ardi pun menjelaskan hal-hal penting dalam sebuah permainan panas seorang lelaki perempuan. Alex sangat serius mendengarkan penjelasan sahabatnya itu. Bahkan ini lebih serius, dibandingkan ketika Alex menerima mata kuliah dari dosennya. Sebelum Ardi pergi, dia memberikan sebuah flashdisk untuknya.
Alex menjadi bersemangat dan tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya. Rasanya hari berjalan sangat lambat, seolah Alex sudah tak bisa menahannya. Setelah kelas selesai, Alex menuju kampus Vania. Namun sepertinya gadis itu belum selesai kelasnya. Sambil menunggu di tempat parkir, Alex membuka flashdisk Ardi dengan laptopnya. Melihat isi didalamnya, Alex berusaha keras untuk menelan salivanya.
Kedatangan Vania yang tiba-tiba, membuat Alex seperti hampir tersambar petir. "Kak Alex serius banget," seru Vania yang sudah duduk di sampingnya.
Secepat kilat Alex langsung menutup laptopnya, dan menaruhnya di jok belakang.
"Lagi serius lihat film, tiba-tiba Sayang sudah disini," jawabnya dengan senyuman menggoda.
Mereka berdua langsung pulang ke rumahnya, tanpa banyak kata yang dibicarakan. Di dalam kamarnya, Alex terlihat gelisah dan tidak tenang. Alex berputar-putar tidak jelas, menahan seluruh hasrat yang sudah bergelora gara-gara video dalam flashdisk.
"Sayang!" panggil Alex dengan lembut.
"Kenapa Kak?" tanyanya.
Alex menghampiri Vania yang duduk di meja belajarnya. Lelaki itu lalu menarik Vania menuju ke ranjang. "Kita harus beristirahat agar tidak kelelahan," ucap Alex.
"Vania merasa ada yang aneh dari Kakak," protes Vania.
Alex tak menjawab, malah memberikan Vania pelukan hangat di tubuhnya. Vania sedikit risih dengan perlakuan suaminya. "Ini masih siang Kak, gerah tahu!" seru Vania.
__ADS_1
Dengan sangat terpaksa Alex harus melepaskan Vania dari pelukannya. Vania kembali melanjutkan tugas yang tadi dikerjakannya. Apapun yang dikerjakan Vania, terlihat sangat sexy di mata Alex. Pikirannya menjadi melayang-layang, membayangkan apa saja yang akan dilakukan nanti malam. Alex ingin menjadikan Vania istri yang seutuhnya. Dia akan melakukan apapun agar tidak mengecewakannya di malam pertama mereka.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰