Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Penyesalan


__ADS_3

Alex menyandarkan kepalanya di sofa ruang tengah. Pikirannya mulai tak terkendali, memikirkan yang belum pasti. Alex masih belum mengerti dengan permintaan Vania tadi di kampus. Vania menginginkannya merahasiakan hubungan mereka. Bukankah itu sangat aneh, mereka berdua telah menikah dengan sah. Walaupun tidak secara mewah dan dihadiri banyak orang. Hati Alex terlalu kesal, pikirannya sangat kacau. Ingin rasanya dia menghancurkan seisi rumah yang ditinggalinya.


Vania datang dan duduk di sampingnya. " Kak, ayo kita makan," ucapnya.


" Aku tak lapar," jawab Alex acuh.


Alex berjalan keluar meninggalkan Vania di sofa sendirian. Dia duduk dibawah sinar rembulan yang sangat terang, menyinari dinginnya malam itu.


" Dinginnya malam tak sedingin hatiku," gumamnya sambil menatap bintang-bintang.


Vania berdiri di belakang Alex tanpa bersuara. Rasa bersalah, menyesal sekaligus kesal menguasai ruang di hatinya. Dadanya terasa sesak ketika Suaminya mendiamkannya. Vania mengambil nafas yang sangat dalam. Dipeluknya Alex dari belakang dengan sangat erat.


"Kak, jangan mendiamkan ku seperti ini," kata Vania.


Alex membalikkan badannya dan menatap mata sayu di depannya." Apakah kamu sangat malu memiliki suami seperti aku?" tanyanya.

__ADS_1


"Itu tidak seperti yang Kakak pikirkan. Vania benar-benar mencintai Kakak dengan seluruh jiwa dan ragaku. Beri aku sedikit waktu. Bila saatnya tiba, aku yang akan beritahukan pada dunia. Kalau Kak Alex hanya milikku dan tercipta juga hanya untukku," jelasnya.


Penjelasan Vania membuat kekesalan Alex sedikit mencair. Tanpa mengatakan apapun, dia memeluk istrinya dengan erat. Paling tidak dia sedikit lebih tenang sekarang.


Di atas ranjang, Alex berusaha bersikap sebiasa mungkin. Walaupun dalam hatinya masih tersimpan kecanggungan yang besar. Diam-diam Alex memeluk Vania dan mengecup bibirnya dengan lembut, ketika Vania tertidur di sampingnya.


Matahari bersinar begitu pagi menjelang, Vania terbangun dari tidurnya. Sebuah tangan kekar memeluk tubuhnya. Vania melepaskan pelukan Suaminya dengan sangat lembut, agar tak membangunkannya. Ketika akan keluar dari kamarnya, terdengar dering ponsel berbunyi. Dilihatnya ada 1 pesan masuk di ponsel Suaminya.


To. Alex


From. Sabrina


Jantung Vania seolah telah berhenti sebentar. Membaca pesan itu membuat hatinya begitu terbakar. Rasa cemburunya yang sangat besar telah menguasai akal sehatnya. Dihapusnya pesan sekaligus nomor ponsel Sabrina. Vania tak peduli apakah Alex marah dengan apa yang sudah dilakukannya. Dalam kemarahannya tak sengaja Vania membanting pintu kamarnya, lalu beranjak joging di halaman rumahnya.


Di luar gerbang, Mama Davina terlihat berjalan menghampirinya. "Sayang. Dimana Alex?" tanyanya.

__ADS_1


"Kak Alex masih tidur, aku tak ingin mengganggu tidurnya," jawab Vania.


Davina merasakan ada yang aneh dengan menantunya. Vania terlihat gelisah dan wajahnya tersirat kekecewaan yang mendalam.


"Sayang, apa kamu sedang ada masalah dengan Alex?" tanya Davina.


Vania menyeka keringat yang menetes di dahinya, dia sudah tak mampu menutupi kekesalannya. "Apa Mama juga tahu hubungan Kak Alex dengan Sabrina?" tanyanya.


Davina sedikit terkejut dengan pertanyaan Vania. Namun dia mencoba tersenyum dan bersikap setenang mungkin. "Apa yang dilakukan wanita murahan itu pada suamimu? Apa dia meminta barang-barang mewah lagi?" tanya Davina sedikit kesal.


Vania merasakan kekecewaan dalam hatinya. Ternyata Mama mertuanya, telah mengetahui hubungan Alex dan Sabrina. Vania merasa telah dikhianati oleh Mertuanya sendiri. "Jadi Mama sudah tahu tentang hubungan mereka?" tanya Vania lagi.


Davina yang merasakan ada kekecewaan dari ucapan Vania, merasa sangat bersalah padanya. Dia tak menyangka Vania bisa sekecewa itu. Davina menyesalkan ketidakjujurannya dari awal pada menantunya itu.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2