Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Tak Mungkin Putus


__ADS_3

Selama seminggu ini Alex selalu memikirkan, bagaimana caranya mengatakan ke Sabrina kalau dirinya sudah menikah. Dia pun mengajak Sabrina dinner di restoran yang cukup mewah. Alex sudah menunggu sekitar 15 menit, namun orang yang ditunggu tak kunjung datang. Saat Alex berniat meninggalkan restoran, Sabrina tiba-tiba sudah muncul di depannya.


"Alex, maaf aku terlambat. Pemotretan kali ini ternyata lebih lama," ucapnya dengan manja.


"Duduklah ada yang ingin kukatakan padamu." Alex kembali duduk di kursi yang tadi sudah dipesannya.


"Hal penting apa yang ingin kau katakan?" tanya Sabrina.


"Sabrina! Sebenarnya aku sudah menikah." Alex mengatakannya dengan sedikit ragu-ragu.


Sabrina menatapnya tanpa rasa terkejut sama sekali. Dia sedikit menahan senyumnya.


"Aku sudah tahu. Dulu aku sempat melihatmu memakai cincin kawin saat kita berkencan," jawab Sabrina.


"Kamu tak marah?" Ekspresi Alex sedikit tidak percaya.


"Yang penting hatimu hanya untukku. Itu lebih dari cukup bagiku." Sabrina mencoba menyakinkan kekasihnya.

__ADS_1


Alex menatap Sabrina heran, wanita itu sama sekali tak marah mendengar kekasihnya telah menikahi wanita lain. Alex menjadi curiga atas sikap Sabrina.


"Mungkinkah selama ini Sabrina hanya menganggap ku mainan baginya," batin Alex.


"Orang bodoh mana yang mau melepaskan ladang uangnya." Sabrina berkata dalam hatinya.


Alex bermaksud mengakhiri hubungannya dengan Sabrina. Namun perempuan itu dengan keras menolaknya. Bahkan Sabrina mengatakan akan bunuh diri dihadapannya jika Alex memutuskannya. Alex menjadi bingung, bagaimana dia akan menghadapi istrinya. Sedangkan waktu 1 bulan yang dimintanya sudah hampir habis.


Alex meninggalkan restoran dan langsung pulang ke rumahnya. Di lihatnya Vania sedang bersantai di ruang tengah.


"Istriku, ada yang ingin kukatakan padamu," ucap Alex pada Vania.


"Aku sudah menyadari kalau rasa cintaku selama ini hanya untukmu. Namun aku belum bisa memutuskan Sabrina." Alex menghentikan ucapannya dan menarik nafasnya.


"Apa itu karena Kakak juga sangat mencintainya?" tanyanya lagi.


"Sabrina mengatakan sangat mencintaiku, dan mengancam akan bunuh diri jika aku memutuskannya." Alex terlihat frustasi dengan keadaannya.

__ADS_1


Vania mengerti, pasti wanita ular itu ingin terus-terusan memanfaatkan suaminya. Tanpa jawaban Vania langsung meninggalkan Alex, dan masuk ke kamarnya. Vania memikirkan cara agar suaminya bisa lepas dari lilitan wanita ular itu. Tak beberapa lama Alex menyusulnya ke kamar. Alex memeluk Vania yang sedang berdiri di balkon kamarnya. Namun Vania melepaskan pelukan itu.


"Sebelum Kak Alex melepaskan wanita itu, jangan mencoba menyentuhku," ucapnya dingin.


"Tapi Sayang aku tak bisa jika kau terus mendiamkan ku." Alex mencoba menarik Vania ke pelukannya.


Vania berusaha menolak pelukan itu, lalu dia beranjak meninggalkan Alex di balkon.


" Please Sayang!" Alex terus memohon pada istrinya.


" Untuk sementara kita harus tidur terpisah," ucapnya dingin, kemudian Vania membawa selimutnya ke kamar tamu.


Vania memang sengaja memperlakukan Alex seperti itu. Sebagai seorang lelaki, seharusnya dia dapat bersikap tegas dalam suatu keputusan.


" Maafkan aku Kak Alex! Aku hanya ingin membuatmu mengerti, bahwa kata cinta saja tak cukup untuk memulai sebuah hubungan. Komitmen dan ketegasan juga harus kau miliki, karena kedepannya kamu adalah nahkoda dalam bahtera rumah tangga ini." Vania berkata dalam hatinya.


Alex di dalam kamarnya juga merasa gelisah. Dia memikirkan semua perkataan Vania. Rasa bersalah dan penyesalan hadir di dalam hatinya.

__ADS_1


"Maafkan aku Vania. Setelah semua ini selesai, aku akan memastikan hanya kamu yang aku cintai. Hanya kebahagiaan yang akan ku berikan," gumam Alex.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading


__ADS_2