Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Love In The Water


__ADS_3

Alex dan Vania sudah menghabiskan bulan madu mereka di Kepulauan Seribu. Rasanya Vania tak rela jika harus kembali ke Solo. Sayangnya, mereka berdua harus segera kembali masuk kuliah. Tiba di bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Renata dan Mario sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Selamat datang, Sayang," sapa Renata sambil memeluk Renata.


Vania tersenyum dan mencium pipi Renata. "Vania sangat ingin kesana lagi, Ma," jawabnya.


Mario yang mendengar itu malah tertawa. "Baru pulang saja, sudah pingin balik kesana lagi," sindirnya.


Alex hanya tersenyum mendengar sindiran dari Mario. Alex lalu masuk ke dalam mobil setelah memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi. Selama perjalanan Vania tak berhenti menceritakan betapa indahnya resort tempat mereka menginap. Wanita itu tak henti-hentinya mengagumi keindahan pulau pribadi itu.


"Om Mario, tidak sedang sibuk? Sampai dibela-belain jemput Vania dan Mas Alex," tanyanya.


"Aku tak bisa kalau harus menolak ajakan Mamamu," jawab Mario.


Wajah Renata mendadak merah merona. Wanita itu menjadi salah tingkah dengan duduknya. Tiba-tiba ada sesuatu yang mengusik ketenangan hatinya. Selama ini, Renata sudah terbiasa hidup sendiri tanpa pasangan. Dia juga belum memikirkan untuk menikah lagi. Hanya Vania dan juga bisnis fashion-nya, yang selalu dipikirkan oleh Renata.


"Sudah saatnya Mama mencari suami baru," cetus Vania tanpa ragu.


"Apa! Kamu ingin Mama berpacaran seperti remaja," seru Renata kesal.


"Vania juga setuju kalau Om Mario jadi suami Mama," balas Vania.


Mario yang mendengar ucapan Vania langsung mengerem mendadak karena terkejut. Mobil itu pun juga harus tertabrak dari belakang. Semua orang di dalam mobil menjadi sangat terkejut dengan benturan keras itu. Akhirnya, Mario turun untuk memeriksa mobilnya. Dia melarang yang lainnya untuk turun.


"Bagaimana Anda menyetir? Mengerem mobil seenaknya!" gerutu sopir mobilnya dengan sangat marah.


Mario sangat menyadari kesalahannya, dia pun memohon maaf kepada pengemudi di belakangnya. "Mohon maafkan saya, Pak. Saya akan bertanggung jawab untuk mengganti biaya perbaikan. Ini kartu nama saya," jawab Mario sambil memberikan sebuah kertas kecil dari tangannya.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan itu semua, Mario kembali masuk ke dalam mobil. Vania menatap Mario dalam rasa bersalah. "Bagaimana, Om?" tanya Vania.


"Tidak perlu khawatir, aku sudah memberikan kartu namaku pada orang tadi. Dia pasti akan segera menghubungiku untuk mengganti kerusakan mobilnya," jelas Mario.


"Biar nanti aku yang mengganti biaya perbaikannya, Om," sela Alex.


Vania langsung menatap suaminya dengan penuh tanda tanya. Wanita itu tak mengerti, mengapa Alex ingin bertanggung jawab. Padahal lelaki itu sama sekali tak bersalah.


"Tak perlu Alex, biar Om aja," ucap Mario.


Setelah mengantar Vania dan Alex, akhirnya Mario membawa mobilnya ke bengkel. Renata juga menemani Mario kemanapun. Wanita itu memang sangat dekat dengan sahabatnya. Sambil menunggu montir memperbaiki bagian yang rusak, Mario duduk bersama Renata sambil menikmati minuman segar yang disiapkan. Terbesit ingatan tentang ucapan Vania di dalam mobil. Sebenarnya, jauh di lubuk hati Mario ada tersimpan sebuah rasa untuk wanita yang duduk di sampingnya itu. Sejak meninggalnya suami Renata, Mario lah yang selalu menemani Renata dalam berbagai kondisi.


"Bagaimana jika kita menikah?" cetus Mario memecahkan keheningan diantara mereka berdua.


Renata langsung meletakkan majalah yang dibacanya, beralih menatap pria di hadapannya. "Apa aku tak salah dengar?" tanyanya tak percaya.


Wanita itu merasa sedikit bersalah karena perkataannya. Dia hanya tak menyangka, kalau Mario akan mengatakan hal seperti itu. Renata belum siap mendapatkan pertanyaan seperti itu, dia pun juga belum menyiapkan jawabannya.


Di rumah Vania, pasangan pengantin baru itu sedang membereskan barang-barangnya. Mereka berdua saling membantu satu sama lain.


"Mas Alex, apa alasanmu mau mengganti biaya perbaikan mobil Om Mario?" tanya Vania sambil merapikan barang-barangnya.


Alex memandang istrinya yang merasa tak bersalah itu. Lelaki itu heran, bagaimana bisa Vania tak menyadari kesalahannya. Entah wanita itu polos atau pura-pura polos. "Kalau kamu tak mengucapkan hal yang membuat Om Mario terkejut, kecelakaan itu tak akan pernah terjadi," jelas Mario.


"Ucapanku yang mana?" Vania masih belum menyadari kesalahannya. Dia terus memandang Alex tanpa merasa bersalah.


"Kamu tadi berkata akan menyetujui Om Mario menikahi Mama Renata," jelas Alex.

__ADS_1


"Benarkah?" jawab Vania sambil mengerutkan keningnya.


Alex hanya menggelengkan kepalanya, karena heran dengan sikap istrinya yang terlalu pelupa. Kemudian Alex keluar dari kamarnya untuk mencari makanan di dapur. Namun ternyata tak ada apapun di sana, hanya ada beberapa buah di dalam kulkas. "Kok rumah sangat sepi, pada kemana?" gumamnya.


"Sayang!" panggil Alex setengah berteriak.


Vania yang mendengar suara panggilan dari suaminya, langsung turun menghampiri Alex. "Kenapa Mas?" tanyanya.


"Rumah kok sangat sepi, dimana pelayan di rumah ini?" tanya Alex.


"Mereka semua pulang kampung, besok pagi baru akan kembali," jawab Vania sambil mengambil minuman di dalam kulkas.


Seperti mendapatkan angin segar, Alex langsung mendekati Vania dan memeluknya dari belakang. Dengan sangat lembut Alex menciumi leher Vania, dan tangannya mendekap erat tubuh mungil itu. "Sayang. Bayar hutangmu sekarang!" bisik Alex sambil menggigit telinga istrinya.


Mendengar kata 'hutang', Vania sedikit bingung. Hutang seperti apa yang dimaksudkan oleh suaminya itu? Vania membalikkan badannya, lalu menatap suaminya dengan penuh tanya. "Hutang?" gumamnya sambil sedikit berpikir.


"Sayang! Kamu melupakan janjimu? Bukankah kita akan bercinta di kolam renang, ketika tak ada orang di rumah?" tanya Alex.


Seperti mendapatkan undian berhadiah yang sangat mengejutkan. Vania hanya tersenyum malu mengingat ucapannya dulu. Dia tak menyangka, Alex benar-benar menagih ucapannya yang asal bicara. Namun sekarang, wanita itu harus memenuhi keinginan suaminya. Daripada Alex akan terus menyinggung tentang hal itu.


Vania lalu ke kamarnya, untuk mengganti bajunya dengan pakaian renang. Wanita itu pun sudah memakai baju renang yang sangat sexy, dengan potongan two piece yang sangat menggoda. Hampir seluruh tubuh Vania terlihat sangat jelas. Alex yang melihat penampilan istrinya, merasa jantungnya hampir meledak. Tak menunggu lama, Alex juga melepaskan pakaiannya. Menyisakan selembar underwear yang menempel di tubuh bagian bawahnya.


Pasangan itu pun berjalan menuju kolam renang. Saking tak sabarnya, Alex memilih menggendong Vania sambil berlari menuju kolam. Sampai di sana, Alex langsung membawa Vania masuk ke dalam air. Tak ada suara apapun disana, hanya ada suara air dan suara nafas tak beraturan dari pasangan itu.


Dengan sangat lembut dan penuh hasrat, mereka berdua saling membalas ciuman yang memabukkan itu. Tangan Alex mulai meraba-raba seluruh bagian tubuh istrinya. Terlalu menikmati sentuhan dari suaminya, Vania tak menyadari jika tubuhnya sudah tak tertutup apapun. Alex semakin menggila dan dan bisa mengendalikan dirinya. Akhirnya mereka berdua tenggelam dalam percintaan yang menggairahkan dan penuh hasrat di dalam air.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2