
Pagi-pagi Davina dan suaminya sudah sampai rumah, setelah dinas malamnya di RS Lentera. Melihat sekeliling rumah, tidak terlihat anak lelakinya. Dia pun berinisiatif untuk membangunkan anaknya. Sampai di depan kamar anaknya, pintu kamar Alex tidak terkunci. Dibukanya dengan sangat pelan.
" Alex apa yang sudah kamu lakukan?" Davina berteriak karena terkejut Alex sedang berpelukan dengan Vania di atas ranjang.
" Mama! Ini tidak seperti yang Mama lihat." Alex sangat kaget dengan teriakan Davina
" Papa! Davina berteriak memanggil suaminya.
" Ada apa Ma?" tanya suaminya.
" Lihatlah apa yang dilakukan Alex," Davina dipenuhi amarah.
Fredy menatap Alex tanpa berkata. Vania yang mendengar keributan terbangun dan membuka matanya.
"Tante. Om. Ini hanya salah paham," ucap Vania ketakutan.
"Tidak Vania, ini salah Alex. Tante tidak tahu harus berkata apa pada Renata, Mamamu." Davina memandang keduanya.
"Tidak terjadi apa-apa Tante," ucap Vania.
Alex tidak tahu bagaimana cara untuk menjelaskan semuanya. Vania juga menjadi bingung dengan keadaannya.
" Alex! Kamu harus menikahi Vania secepatnya," ucap Davina geram.
__ADS_1
"Tapi Tante! Kami tidak...." Vania tidak melanjutkan ucapannya.
"Coba kamu pikir Sayang, seorang gadis tidur di kamar lelaki saling berpelukan. Ditambah lagi, hanya memakai kemeja lelaki itu. Siapa yang tidak berpikir macam-macam. Tante akan menghubungi Renata untuk mengurusi pernikahan kalian." Davina lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Alex dan Vania saling memandang.
"Kak apa yang harus kita lakukan? Aku belum siap untuk menikah. Kita harus menjelaskan ke Tante Davina." Vania bermaksud keluar dari kamar.
"Percuma kita menjelaskan, Mama Davina lebih percaya dengan apa yang dilihatnya." Alex menarik Vania ke dalam pelukannya.
"Kenapa Kakak malah meluk aku?" tanya Vania sambil menatap Alex.
"Terbawa suasana." Alex pun tertawa dan keluar dari kamarnya.
Vania keluar dari kamar Alex. Terlihat dari ruang tengah dekat tangga Alex sedang berbincang serius dengan orangtuanya. Tak ingin mengganggu, dia pun pamit pulang.
" Tante. Om. Vania pamit dulu. Maaf sudah membuat keributan di rumah ini." Vania menunduk karena takut.
" Tidak Sayang, ini bukan salahmu. Anak Tante saja yang tidak bisa menahan diri," jawab Davina tetap dengan senyum.
Vania tetap nekad pulang ke rumahnya, walaupun orangtua Alex sudah melarang. Sampai di depan rumahnya gerbang sudah tidak terkunci. Itu berarti para pekerja di rumahnya sudah masuk.
"Non Vania. Darimana pagi-pagi begini?" tanya penjaga rumahnya.
__ADS_1
"Dari rumah Kak Alex Pak," jawabnya singkat.
Vania masuk ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.
Siang harinya di rumah Alex, Renata sedang berbincang dengan Davina dan Fredy. Davina menceritakan semua kejadian yang dilihatnya tadi pagi.
"Renata, kamu tidak membenci anakku kan?" tanya Davina memelas.
"Kalau mereka berdua berkata tak melakukannya, berarti tak terjadi apa-apa. Aku yakin kalian berdua sudah salah paham pada anak kita," ucap Renata tanpa emosi sedikitpun.
"Walau tidak terjadi apa-apa dengan mereka. Aku ingin mereka tetap menikah. Lagian dari kecil mereka sudah dijodohkan. Bagaimana menurutmu Pa?" tanya Davina pada suaminya.
"Kalau Papa terserah Mama sama Renata saja. Apa yang terbaik bagi mereka aku setuju," ucap Fredy sambil memeluk istrinya.
"Kalian ini, main peluk didepan ku. Mentang-mentang aku tak bersuami," cetus Renata kesal.
Davina dan Fredy malah tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Apa Alex juga setuju dengan pernikahan ini?" tanya Renata.
"Aku pastikan dia akan setuju," jawab Davina sambil menatap Fredy.
Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰
__ADS_1