Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Akhirnya...


__ADS_3

Malam itu Vania juga Alex menikmati makan malam seperti biasa. Lelaki itu semakin gelisah berada dekat dengan istrinya. Hatinya berkecamuk hebat menahan hasrat untuk Vania. Gadis itu tanpa sengaja menyadari kegundahan hati Alex. Dia pun mendekatinya dan memeluknya dengan lembut. "Apa yang sudah membuat Kak Alex diliputi kegelisahan?" tanyanya manja.


Alex tak bisa membohonginya, namun dia juga tak bisa menjawabnya. "Aku akan ke kamar untuk mandi," jawabnya.


Lelaki itu melepaskan pelukannya dari istrinya, kemudian beranjak memasuki kamar. Vania hanya bisa memandang Alex menghilang dari balik pintu kamarnya. "Tumben malam-malam begini mau mandi," gumam Vania.


Vania menyusul suaminya ke kamar, lalu menyiapkan piyama yang akan dipakai oleh Alex. 15 menit kemudian Alex keluar dengan berlilitkan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Vania yang melihat suaminya sudah selesai, menghampirinya dan memberikan piyama yang tadi sudah disiapkannya. "Ini bajumu Kak," ucap Vania sambil memberikan piyama itu.


Secepat kilat Alex langsung memeluk istrinya dengan lembut, dan berucap lirih di telinganya. "Aku sudah siap untuk malam ini," bisiknya menggoda.


Vania secara spontan langsung mencium bibir Alex. "Apa Kak Alex yakin?" tanyanya ragu.


"Aku sangat yakin. Namun karena kita sama-sama tidak memiliki pengalaman untuk itu, bagaimana kalau kita menonton video ini dulu?" tanya Alex ragu.


Alex pun mengambil laptop di mejanya dan mulai memutar video di dalam flashdisk. Vania membelalakkan matanya, dan menutup mulutnya dengan jarinya. Dia tak menyangka Alex memiliki video itu. "Darimana Kak Alex mendapatkan video seperti itu?" tanyanya penasaran.


Alex tersenyum simpul memandang istrinya itu. "Ardi yang meminjamkannya untukku,* jawabnya.


Tanpa membuang waktu, Alex menarik Vania duduk di atas ranjang sambil melihat video tadi. Di 5 menit pertama, mereka berdua masih terlihat tenang menonton adegan dewasa itu. Namun entah di menit yang ke berapa, Vania mulai menyandarkan kepalanya di tubuh Alex. Tangannya mulai bergerilya di tubuh suaminya. Alex yang menerima sentuhan lembut dari istrinya, merasakan gairah yang semakin besar. Alex kemudian menciumi Vania dengan dipenuhi oleh nafsu yang membara.


Karena begitu menikmati ciuman yang semakin memabukkan, hingga tanpa sadar Vania sudah tak tertutupi sehelai benangpun. Entah siapa yang melepaskannya, mereka berdua telah terhipnotis hingga lupa segalanya. Diiringi dengan suara desahan dalam video itu, Alex semakin tak bisa menahan gairahnya. "Aku akan melakukannya dengan sangat lembut," bisik Alex di telinga Vania.


Vania hanya tersenyum mengiyakan perkataan Alex. Walaupun rasanya jantung Vania akan meledak, gadis itu hanya bisa menahan perasaannya. Akhirnya dengan sangat lembut Alex melakukan malam pertama mereka. Beberapa kali Vania menjerit kesakitan, namun jeritan itu lama-lama menghilang. Menyisakan kenikmatan yang menggairahkan dalam permainan panas mereka.


Setelah permainan mereka selesai, Alex mengecup kening istrinya dan menariknya ke dalam pelukannya. Mereka berdua tertidur pulas hingga pagi.


Pagi harinya ketika terbangun, Alex terus menciumi Vania yang masih terlelap. Lelaki itu terlalu gemas, melihat perempuan yang sudah di ambil kegadisannya semalam. Merasa tidurnya terganggu, Vania dengan sisa tenaganya berusaha membuka matanya. "Selamat pagi Kak," sapanya dengan senyuman manja.

__ADS_1


Vania menyembunyikan wajahnya di dada Alex. Mungkin perempuan itu merasa malu dengan permainan mereka semalam. Alex memahami tingkah manja istrinya. Dia pun dengan sengaja menggendong Vania menuju kamar mandi. "Khusus hari ini, biarkan hamba yang memandikanmu Tuan Putri," ucapnya dengan nada menggoda.


"Terimakasih Kak," jawabnya.


Vania membiarkan suaminya yang menggosok lembut seluruh tubuhnya. Dengan sangat telaten, Alex memandikan istrinya. Hanya memandang tubuh Vania saja, Alex sudah dibuat kalang kabut. Sekuat tenaga dia berusaha menahan hasratnya yang kembali bangkit. "Sayang, apakah masih terasa sakit?" tanyanya lembut.


Vania membalikkan badannya, dan kembali menciumi suaminya. Seolah mengerti keinginan Alex, Vania mencoba menggoda suaminya. Mereka berdua pun melanjutkan kembali permainan panas mereka semalam.


Setelah menyelesaikan mandi dan lain-lainnya, mereka berdua duduk di meja makan untuk menikmati sarapannya.


"Sayang, hari ini tak usah berangkat ke kampus ya... Aku takut kamu kelelahan," ujar Alex dengan belaian lembut di kepalanya.


"Di rumah pun Vania juga akan kelelahan," ledek Vania.


"Sayang!" seru Alex kemudian mencium bibirnya.


Setelah menghabiskan waktu sehari untuk libur, pagi ini Alex dan istrinya berangkat juga ke kampus. Sampai juga di depan gedung Fakultas Ekonomi. "Sayang jangan nakal! Aku berangkat dulu," pamit Alex.


Vania hanya senyum-senyum melihat kepergian suaminya. "Baru sehari jadi suami beneran, udah posesif kaya gitu," gumam Vania sambil berjalan ke arah gedung.


Tidak jauh dari Vania, ketiga sahabatnya menatap heran ke arah Vania.


"Lihatlah! sepertinya gadis itu sudah gila, dari tadi senyam-senyum sendiri," cetus Tiara.


Vina dan Riana ikut memandang heran pada sahabatnya itu. Vania dengan senyuman sangat cerah menyapa sahabat-sahabatnya.


"Hi Girls! Apa kalian sudah merindukan aku?" tanyanya.

__ADS_1


"Masih waras kan?" tanya Vina sambil menyentuh kening Vania.


"Kalian pikir aku kabur dari rumah sakit jiwa," protes Vania.


Mereka pun tertawa bersama mendengar jawaban Vania. Ketiga sahabat itu merasakan perubahan dalam kehidupan Vania. Perempuan itu terlihat lebih bersemangat, dan ekspresinya juga selalu ceria


Di Fakultas kedokteran


Setelah memarkirkan mobilnya di halaman kampus, Alex berjalan menghampiri Ardi yang duduk bersama seorang perempuan. Ardi seolah tersenyum untuk meledeknya. "Gimana? Berhasilkah?" tanya Ardi sambil senyum-senyum.


"Makasih Bro, berkat bantuanmu semua lancar terkendali," jawab Alex tersenyum sumringah.


Ardi memberikan isyarat pada wanita yang disampingnya, untuk meninggalkan mereka berdua. "Aku sangat penasaran, pada wanita yang berhasil menaklukkan mu itu," balas Ardi.


Alex kembali tersenyum nakal sambil berbisik di telinganya. "Wanita itu adalah Vania," ucapnya lirih.


Ardi menjadi tersedak mendengar jawaban dari Alex. "Gila kamu! Gadis kecil itu, kamu embat juga!" teriak Ardi tak percaya.


Alex menutup mulut Ardi dengan tangannya. "Kami berdua sudah menikah," jawabnya.


Mendengar jawaban itu Ardi justru memukul pelan lengan Alex yang duduk di sebelahnya. "Sialan kamu! Kamu anggap aku apa? Menikah saja tak mengundangku," protes Ardi.


"Acaranya terlalu mendadak," balas Alex.


Alex pun menceritakan kisah cintanya dengan Vania. Kisah cinta rumit antara Alex dengan kekasih masa kecilnya itu. Ardi tak menyangka kisah cinta Alex dan Vania begitu menyedihkan di awalnya. Walaupun sekarang mereka berdua baru memulai kehidupan rumah tangga yang sebenarnya. Sebagai seorang sahabat, Ardi hanya bisa mendoakan kebahagiaan dalam rumah tangga sahabatnya itu.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰 🥰

__ADS_1


__ADS_2