Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Mendadak Menikah


__ADS_3

Renata memasuki kamar Vania yang sedang tertidur. Pembantu bilang sejak pagi Vania tidak keluar dari kamarnya. Renata sedikit khawatir dengan anak semata wayangnya itu.


"Bangunlah Sayang!" ucap Renata sambil menggoyangkan badan anaknya.


"Mama kok ada disini?" tanya Vania dengan mata yang mengantuk.


"Bangunlah. Mama mau bicara sama kamu," ucap Renata sambil mengelus kepala anaknya.


Vania bangun dan mendengarkan setiap perkataan yang Renata ucapkan. Vania bingung apa yang harus dilakukannya. Dia tak menyangka kesalahpahaman itu menjadi semakin rumit.


"Tapi Vania masih terlalu muda, belum siap menikah. Ma! Apa Mama yakin Kak Alex setuju?" tanya Vania bingung.


"Alex sudah setuju menikah denganmu," jawab Renata.


Vania tak percaya dengan apa yang sudah didengarnya. Dia pun mengajak Renata ke rumah Alex. Sampai disana kebetulan sekali sekeluarga sedang berkumpul.

__ADS_1


"Kak Alex, Vania ingin ngomong sebentar," ucap Vania sambil menarik tangan Alex.


Vania mengajak Alex ke taman depan rumah. Mereka duduk saling berhadapan dengan mata saling memandang.


"Apa Kak Alex sudah menyetujui rencana pernikahan kita?" tanya Vania.


"Aku sudah menyetujuinya. Dan aku tak akan bisa menolaknya," jawab Alex.


"Apapun alasannya, kita tetap akan menikah," lanjut Alex.


"Ayo kita masuk, dan katakan kamu juga menyetujui pernikahan ini." Alex menggandeng Vania menemui orangtuanya.


Vania juga Alex mengatakan kepada orangtuanya kalau mereka setuju untuk menikah. Hanya saja Vania mempunyai beberapa syarat.


"Apa syarat yang kamu inginkan Sayang?" ucap Davina serius.

__ADS_1


" Yang pertama, Vania ingin pernikahan hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja. Yang kedua, saat di kampus hubungan kami hanya sebatas senior dan junior. Yang ketiga, Vania menginginkan kamar yang terpisah." Vania mengatakan dengan serius.


"Syarat yang pertama dan kedua Mama bisa terima. Tapi untuk yang ketiga, kalian harus tidur satu kamar. Terserah bagaimana caramu mengaturnya. Bagaimana menurutmu Renata?" jawab Davina.


"Mama juga setuju dengan perkataan Mama Davina. Pernikahan kalian 2 hari lagi, karena Mama harus segera berangkat ke luar negeri," jawab Renata.


" Apa! 2 hari?" Vania dan Alex menjawab bersama.


Dalam 2 hari ini Renata dan Davina benar-benar berusaha keras, untuk menyiapkan pernikahan kedua anak mereka. Walaupun acara pernikahan dibuat sederhana, namun persiapan mereka harus tetap sempurna.


Tiba di hari pernikahan Alex & Renata. Tidak ada pesta, hanya keluarga dan beberapa orang saksi disertai pejabat instansi. Mereka berdua telah sah menjadi pasangan. Dimata hukum dan agama Alex & Vania adalah sepasang suami istri. Davina terlihat sangat bahagia dengan pernikahan anaknya. Begitu pun Renata, dia sedikit lega setelah Vania menikah. Karena Renata tak perlu khawatir lagi tentang anak gadisnya, jika akan ditinggal dinas luar kota ataupun luar negeri.


" Alex. Mulai hari ini Mama menitipkan Vania padamu. Bimbinglah dia menjadi wanita yang baik dan istri yang sepadan untukmu. Kalian berdua bebas mau tinggal dimana. Doa Mama selalu yang terbaik untuk kalian," ucap Renata sambil memeluk anak dan menantunya.


Vania tak mampu berkata-kata hanya air mata yang berbicara. Alex juga ikut meneteskan air matanya, karena terharu dengan momen di depannya. Davina dan Fredy juga memberikan restu kepada anak dan menantunya. Saat Alex mendengar wejangan dari Papanya, dia tak menyangka akan berurai air mata. Vania yang melihat suaminya menangis, hanya bisa memeluk dan menggenggam tangannya.

__ADS_1


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2