
Vania bersama ketiga sahabatnya, sedang duduk di bangku taman kampus mereka.
" Vania, berikan alamat rumahmu," ucap Riana sambil memberikan ponselnya.
" Untuk apa alamat rumahku?" tanyanya penasaran.
" Untuk menculik mu nanti malam," sahut Tiara.
" Nanti malam ulangtahun ku, apa kamu melupakannya? Aku sudah mengatakan mengajakmu ke Moon Club milik sepupuku," jelas Vina kesal.
" Jemput jam 7 tepat ya," jawab Vania.
******
Malam harinya jam 7 tepat, Vina, Tiara, dan Riana sudah berada di depan gerbang tinggi rumah Vania. Lalu Vina membunyikan klaksonnya 2 kali.
"Rumah Vania terlihat sangat mewah," ucap Vina.
"Sudah ku duga. Dia pasti tajir melintir," cetus Riana.
"Lama amat ini bocah." Vina mulai tidak sabar menunggu sahabatnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Vania muncul dengan dress putih di atas lutut.
"Maaf ya lama. Harus kunci pintu dulu, para pelayan dan penjaga pada minta libur," ucapnya sambil duduk di kursi belakang.
Mereka berempat langsung melaju ke tempat yang sudah di pesannya. Sampailah di Moon Club, dari luar kelihatan sangat ramai.
" Vin, titip dompet ya! Isinya cuma KTP sama kunci rumah doang," ucap Vania sambil menyerahkan dompetnya.
Ini adalah pertama kalinya bagi Vania masuk ke tempat seperti ini. Sebelumnya paling cuma pergi ke tempat karaoke saja. Masuk ke dalam, Alvin sepupu Vina sudah menyiapkan VIP room untuk mereka berempat. Setelah meniup lilin dan memotong kue, mereka sepakat untuk memainkan sebuah permainan. Bagi yang kalah, harus meminum minuman yang sudah disiapkan. Permainan dimulai, Vania seperti sedang mendapat kesialan. Sudah beberapa kali dia kalah, dan harus meminum semua minuman itu. Vania dan Riana mulai mabuk, menyusul Tiara juga sedikit mabuk. Melihat ketiga sahabatnya sudah mabuk, Vina bingung bagaimana akan mengurus ketiganya. Diambilnya ponsel Vania yang dititipkan tadi. Dilihatnya panggilan terakhir Vania.
" Kak Alex?" gumam Vina.
Vina menghubungi Alex dan memintanya menjemput Vania. Tak berselang lama Alex datang.
" Tidak apa, rumah kami berseberangan. Saya langsung pergi ya," ucap Alex sambil menggendong Vania.
Vina baru tahu kalau rumah Alex berseberangan dengan rumah sahabatnya. Vina pun mengurus Riana dan Tiara dibantu dengan Alvin.
Sampai di depan rumah Vania, Alex memencet bel namun tak ada yang membuka pintu.
" Gadis kecil, dimana kunci rumahmu," tanya Alex.
__ADS_1
" Kunci rumah? Bagaimana aku bisa melupakannya?" jawabnya antara sadar dan tidak sadar.
Setelah beberapa saat tak mendapatkan jawaban, Alex memapah Vania memasuki rumahnya. Sampai di teras, Vania memuntahkan semua minumannya. Dress yang dipakai menjadi kotor.
" Dasar gadis jorok, muntah sembarangan," ucap Alex sambil menggendong ke kamarnya.
" Hey bangun," ucap Alex sambil memercikkan air di wajah Vania.
" Ganti bajumu." Alex melemparkan kemejanya.
Vania berusaha membuka matanya, tapi kepalanya masih pusing. Lalu di mencoba melepaskan dress yang dipakainya.
" Hey apa yang kamu lakukan?" bentak Alex padanya.
" Aku mau ganti baju lah," jawabnya santai.
" Ganti bajumu di kamar mandi sana," ucap Alex ketus.
" Apa Kakak lupa, dulu kita juga mandi bersama." Tak memperdulikan Alex, Vania melepaskan dress-nya dan mengganti dengan kemeja Alex.
" Dasar gadis tidak waras," gerutu Alex karena melihat Vania dengan santainya melepaskan pakaiannya.
__ADS_1
Setelah mengganti pakaiannya, Vania langsung tergeletak di ranjang Alex. Sedangkan Alex, memainkan ponselnya di samping Vania. Hingga tanpa disadari mereka tertidur di ranjang yang sama.
Happy Reading 🥰🥰