Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Bulan Madu Tak Terlupakan


__ADS_3

Alex memandang Vania dengan ekspresi sangat terkejut. Bagaimana bisa wanita itu mengajak bercinta di pantai yang terbuka? Walaupun terdengar sangat menantang bagi Alex, itu adalah hal tergila yang pernah didengarnya. Lelaki itu tak berani mewujudkan imajinasi Vania yang terlalu ekstrem itu. Alex tak dapat membayangkan, reaksi orang yang melihat jika mereka benar-benar melakukannya disana.


Vania sengaja mengulas sedikit senyuman yang menggoda. Senyuman yang mampu membangkitkan gairah setiap lelaki yang memandangnya. Wanita itu tak hentinya menggoda suaminya dengan gerakan tubuh yang pelan namun terlihat sensual. Tak cukup sampai disitu, Vania menggigit bibirnya yang mungil dengan lembut. Seolah hasrat untuk bercinta, sudah menguasai wanita yang setengah berbaring di pasir putih itu.


Wanita itu setengah membaringkan tubuhnya, sambil terus menggoda suaminya. Pemandangan yang dilihat Alex benar-benar telah melemahkan akal sehatnya. Lelaki itu langsung menubruk tubuh Vania dengan cepat. Seakan sudah tak sabar, Alex menciumi istrinya dengan penuh *****. Tangan lelaki itu mulai meraba-raba seluruh bagian sensitif Vania. Wanita mana yang sanggup menolak sentuhan yang memabukkan itu.


Mereka berdua larut dalam permainan yang mereka buat sendiri. Deburan ombak dan hembusan angin menjadi saksi atas cinta yang semakin menggelora. Dua anak manusia memadu kasih begitu indah dan romantis. Hingga udara sudah mulai memanas, Alex langsung menggendong Vania di atas punggungnya. Mereka berdua akhirnya mengakhiri kisah cinta di pasir putih.


"Aku sangat lapar!" seru Vania lirih.


"Apakah ciumanku tadi tidak membuatmu menjadi kenyang?" tanya Alex menggoda Vania.


"Aku akan kenyang setelah benar-benar memakan bibirmu. Turunkan aku!" Alex pun menurunkan Vania dari gendongannya.


Secara tiba-tiba wanita itu seolah akan mencium bibir Alex. Namun semua diluar dugaan, Vania justru menggigit bibir Alex hingga sedikit berdarah. "Sekarang aku benar-benar kenyang," cetus Vania sambil terus berjalan meninggalkan suaminya.


Dengan perasaan tanpa dosa, Vania memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya. Sedangkan Alex, masih mematung dan tak percaya apa yang sudah dilakukan oleh istrinya. Alex sungguh tak menduga, kalau Vania bisa bertingkah seliar itu. Namun hal itu malah membuat Alex, semakin mencintai wanita liar yang berpura-pura imut itu.


Setengah berlari Alex menyusul Vania ke kamar mandi. Namun sayangnya pintu terkunci dari dalam. Wanita itu juga tak membukakan pintu. Alex pun merasakan kecewa di puncak gairahnya. Tak berapa lama pintu terbuka.


"Mas Alex ingin merusak pintu kamar mandi?" sindirnya tanpa rasa bersalah


Alex sedikit mengerutkan keningnya, sambil menatap tajam kearah Vania. "Aku sangat lapar dan ingin segera memakanmu," godanya.


" Dasar! Hanya itu saja yang Mas Alex pikirkan," gerutu Vania.


Setelah membersihkan dirinya, akhirnya mereka berdua menikmati sarapan di restoran resort. Dengan menu aneka olahan seafood dan sayuran hijau. Benar-benar menggugah selera.


"Mas. Aku ingin sekali tinggal di pulau pribadi," cetusnya.

__ADS_1


"Apa kamu tahu berapa harga sewa pulau ini?" seru Alex dengan ekspresi serius.


Vania hanya bisa menggelengkan kepalanya, sambil terus mengunyah makanan. Wanita itu tak pernah membayangkan betapa mahalnya sewa pulau itu.


"80 juta permalam," cetus Alex.


Vania langsung tersedak makanannya sendiri, sampai terbatuk-batuk lumayan lama. Tiba-tiba saja ***** makannya mendadak menghilang. Wanita itu tak pernah menduga kalau harga sewanya akan sangat mahal. Bahkan biaya sewa 2 hari di pulau itu, bisa dipakai untuk membeli mobil baru. Benar-benar diluar dugaannya.


"Apa Mas Alex serius?" tanyanya masih tidak bisa percaya.


"Sangat serius," jawabnya.


Vania tak sanggup lagi menghabiskan makanannya. Tiba-tiba perutnya terasa sangat penuh, tak mampu menampung apapun. Alex seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya. Dia pun bermaksud menghiburnya, agar membuatnya tak berpikir macam-macam.


"Sayang! Kamu tak perlu mengkhawatirkan apapun. Honeymoon kita ini adalah kado pernikahan dari keluarga besar Om David," jelas Alex.


Alex kemudian terkekeh geli, melihat ekspresi istrinya yang semakin menggemaskan ketika sedang kesal.


Akhirnya setelah sarapan, mereka berdua berjalan-jalan mengelilingi pulau itu. Hingga matahari semakin terik, Alex mengajak Vania untuk kembali ke resort.


Sampai di resort Vania duduk di taman depan, sambil menikmati pemandangan pasir putih. Suara deburan ombak begitu indah terdengar, menenangkan hati. Lautan biru begitu mempesona, menyejukkan setiap mata yang memandang. Wanita itu tenggelam dalam indahnya alam yang begitu mengagumkan. Hingga tak disadarinya, Alex datang dengan membawa beberapa makanan di piring.


"Have a lunch," ucapnya dengan senyuman manis.


"Terimakasih, Mas," balas Vania.


Alex mengecup kening Vania, lalu ikut makan bersamanya. Mereka melalui sebuah bulan madu yang indah dan tak terlupakan, seumur hidup mereka.


Di Apartemen Sabrina

__ADS_1


"Sialan! Siapa yang berani menyebar berita itu? Aku akan membunuhnya!" Sabrina berteriak-teriak seperti orang yang tidak waras, saat melihat berita gosip di televisi.


"Seorang model papan atas Sabrina Aurora, menjadi Bridesmaids di pernikahan mantan kekasihnya. Bukankah itu sangat menggelikan?"


Itulah headline news dari beberapa media cetak dan elektronik, yang membuat Sabrina naik pitam. Wanita itu merasa sudah sangat dipermalukan dan diremehkan oleh semua orang. Sabrina sudah tak tahu lagi harus melakukan apa. Setelah memakai kacamata dan kerudung untuk menutupi rambutnya, diam-diam Sabrina melarikan diri dari kejaran wartawan yang sudah menunggu di luar apartemenya. Wanita itu mendatangi kantor pimpinan agensi yang menaunginya.


" Om Frans! Tolong Sabrina!" seru wanita itu begitu memasuki kantor pimpinan agensi.


Sabrina langsung bergelayut manja di lengan Frans, pimpinan agensi model Sabrina. Wanita itu sengaja menggoda lelaki itu, untuk memuluskan karirnya.


"Apa yang harus aku lakukan untukmu?" tanya Frans sambil sesekali membelai wanita itu.


"Aku sudah sangat dipermalukan. Aku ingin kamu menutup berita itu," ucap Sabrina sambil duduk di pangkuan Frans.


Frans tersenyum menatap wanita di pangkuannya. "Apa yang akan aku dapatkan jika aku membantumu?" tanya Frans dengan senyuman menyeringai.


"Aku akan melakukan apapun, asal karirku tidak hancur," jawab Sabrina dengan yakin.


Frans seperti mendapatkan durian runtuh di depannya. Selama ini Sabrina terus saja memanfaatkannya. Sekarang giliran Frans akan mengambil keuntungan dari Sabrina. Lelaki itu pun tak mau rugi, dia harus pandai-pandai bernegosiasi dengan Sabrina.


"Jadilah istri simpananku!" cetus Frans tanpa ragu.


Seolah mengiyakan ajakan dari Frans, wanita itu langsung menciuminya dengan sangat menggoda. Pria mana yang sanggup menolak godaan seperti itu. Terlebih Sabrina adalah wanita yang sangat cantik, dengan body yang aduhai. Setiap pria pasti ingin menyentuhnya. Apalagi sentuhan Sabrina benar-benar mampu meluluhlantahkan pertahanan Frans, untuk tidak tergoda padanya. Dengan sukarela Frans menerima perlakuan Sabrina kepadanya. Bahkan rasanya lelaki itu tak ingin Sabrina menyudahi permainannya.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


Jangan lupa mampir di sini juga ya❤️❤️


__ADS_1


__ADS_2