Terpaksa Menikahi Selingkuhanku

Terpaksa Menikahi Selingkuhanku
Beri Aku 1 Bulan


__ADS_3

Pagi-pagi hari Vania sudah berlari mengelilingi halaman rumahnya beberapa kali. Udara pagi yang segar, cahaya matahari yang bersinar, langit yang sangat cerah menjadi penyemangat mengawali hari ini.


Alex bangun dan tak mendapati istrinya di kamar. Dari balkon dia memandangi Vania, yang berlari mengelilingi halaman rumahnya.


"Pagi hari begini gadis kecil itu terlihat sangat manis," gumam Alex.


Alex pun keluar dari kamarnya dan menyusul Vania yang sedang menjemur badannya. Melihat gadis yang sangat menggemaskan, diam-diam Alex memeluknya dari belakang.


"Selamat pagi cantik, kenapa tak mengajakku ikut berolahraga?" tanya Alex masih memeluk tubuh mungil itu.


"Kak Alex main peluk-peluk aja. Malu dilihat orang." Vania berusaha melepaskan pelukannya, namun usahanya ternyata sia-sia.


" Tidak ada yang memalukan. Bahkan jika aku melakukan ini!" Alex pun tersenyum dan langsung mencium bibir Vania.

__ADS_1


Walaupun Vania tak membalas ciumannya, dia juga tak menolaknya. Vania seperti terhipnotis terhadap sentuhan Alex di bibirnya. Hingga tanpa sadar Vania memejamkan kedua matanya.


" Apa hanya aku yang pernah mencium bibir manismu?" tanya Alex dalam tatapan yang memabukkan.


Seketika wajah Vania memerah mendengar pertanyaan itu. Karena sangat malu, Vania berlari masuk ke dalam kamarnya. Alex mengejarnya, namun Vania justru menyembunyikan dirinya di kamar mandi. Alex tersenyum melihat kelakuan istrinya itu.


"Sayang buka pintunya, kita juga bisa mandi bersama," goda Alex sambil menahan tawanya.


Setelah 20 menit berlalu, Vania keluar memakai bathrobe warna pink kesukaannya. Alex langsung tersenyum sumringah melihat gadis kecil kesayangannya.


"Kak Alex jangan menggodaku terus deh," jawab Vania kesal dan wajahnya terlihat cemberut.


Alex menghampirinya dan menyentuh pipinya. Secepat kilat Vania mencoba menepis tangan Alex. Sangat kalah cepat, Alex justru menarik dan membawanya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Apa jantungmu tak berdebar lebih kencang, saat aku memelukmu? Apa aku begitu tak berarti, hingga kamu tak merasakan apapun padaku?" Alex menatap Vania semakin dalam.


Pandangan Vania menjadi semakin berkaca-kaca. Bagaimana mungkin Alex menanyakan hal seperti itu. Vania berusaha menahan air matanya, agar tidak menetes di hadapan suaminya.


Alex melihat di kedalam mata Vania. Hatinya terluka melihat air mata Vania yang sempat tertahan. Alex seakan menarik nafasnya sangat dalam.


"Vania aku sangat mencintaimu, tapi aku masih bingung dengan perasaanku terhadap Sabrina. Jika perasaanku padamu adalah cinta, lalu perasaan apa yang aku miliki selama ini ke Sabrina." Alex terlihat bingung mengartikan perasaannya sendiri.


"Aku akan menunggumu Kak. Menunggumu sampai kamu bisa memastikan, siapa yang sebenarnya kamu cinta," ucap Vania lirih.


"Maafkan aku Vania. Mungkin di hatimu, aku seperti lelaki tak berprinsip. Beri aku satu bulan, untuk menyakinkan perasaanku." Alex mengecup keningnya lalu kembali memeluknya.


"Jangankan 1 bulan, seluruh hidupku sudah kuhabiskan untuk menunggumu," ucap Vania dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah kejadian itu, Vania dan Alex jarang terlihat bersama. Vania seolah menghindari Alex. Bukan tanpa alasan, Vania memang memberikan waktu untuknya agar mendapatkan kepastian akan cintanya sendiri. Sebenarnya kedua insan itu saling merindukan satu sama lain. Tetapi mereka harus menahannya, sampai waktu yang sudah disepakati. Terkadang saat Alex tertidur, Vania diam-diam mencium pipinya. Tak jauh berbeda dari Vania, Alex juga sering mencuri ciuman ketika istrinya sudah terlelap. Diantara keduanya, siapa yang bangun duluan selalu menyiapkan sarapan untuk pasangannya. Dan menghilang sebelum pasangannya terlihat.


Jangan Lupa ❤️ Like Vote dan Komentarnya 😊 Happy Reading 🥰🥰


__ADS_2