
Pagi sekali Vanya bangun dan membersihkan diri serta bergegas sarapan, Vanya adalah siswi disiplin hampir tidak pernah terlambat pergi ke sekolah .
Vanya sampai di gerbang sekolah, seperti biasa dia menuntun sepedanya ke parkiran. Setelah itu, dia melangkah menuju kelasnya. Sampai di sana, dia tidak menemukan Azam dan Shishi. Vanya menemukan catatan kecil di mejanya
'Pergi ke taman samping kelas'
Azam & Shishi
Begitu pesan yang tertulis.
Tanpa membuang waktu Vanya segera menyusul ke taman samping kelas mereka, setelah sampai di sana Vanya tidak menemukan siapa pun hanya catatan kecil lagi yang ditemuinya.
'Tutup mata Lo sebelum dapat perintah dari kita jangan dibuka.'
Isi kertas itu.
Vanya menurut karena dia tahu itu memang tulisan tangan Shishi. Terdengar derap langkah mendekat ke arah Vanya.
"Selamat ulang tahun Vanya sayang !" Ucap Shishi dan Azam berdiri tepat di depan Vanya.
Vanya membuka matanya perlahan, di depannya Azam dan Shishi membawa kue kecil lengkap dengan lilin nya yang menyala. Vanya menitikkan air mata bahagianya.
"Tiup lilinnya dong." Ucap Azam tersenyum.
Vanya meniup lilin perlahan, sesaat sebelum nya. Ia memejamkan mata berdoa dalam hati. Agar dipertambahan usianya ini. Ia menjadi lebih baik dan dewasa dalam menghadapi hidup.
"Selamat hari brojol sayangku !"
"Selamat hari lahir gadis kesayangan gue." Ucap Azam memeluk Vanya.
Gadis itu tersenyum sambil terisak bahagia. "Terimakasih kejutannya , gue bahagia banget. Terimakasih kalian berdua selalu ada buat gue selama ini dan mau terima gue jadi sahabat Lo berdua. Hiks...hiks... Doa gue jangan pernah berubah, suatu saat nanti karena antara kita gak ada dinding pembatas seperti yang lainnya. Hiks... hiks... Terimakasih kalian berdua selalu jadi tameng. Ketika gue dikucilkan orang, dimaki, dihina. Kalian rela ikut di rendahkan orang lain demi gue. Hiks...hiks....hiks... gue akan selalu ingat kebaikan kalian berdua selama ini." Ucap Vanya panjang lebar dan sesegukkan.
Shishi dan Azam juga ikut menitikkan air mata. "Kita akan selalu sama-sama sampai kita tua nanti, gue gak perduli Lo miskin atau kaya, kita akan tetap bersahabat itu janji gue." Ucap Shishi
"Gue gak akan pernah ninggalin kalian berdua, karena kalian adalah adik-adik gue. Kita sama - sama sudah hilang orang - orang kesayangan kita, jadi jangan biarkan kita kehilangan lagi hanya karena status sosial." Ujar Azam merangkul dua gadis kesayangannya ini. Usai memberikan kejutan kecil untuk Vanya, mereka bertiga kembali ke kelas untuk belajar.
...----------------...
Bel istirahat telah berbunyi
Vanya, Azam dan Shishi pergi ke kantin, di belakang mereka juga menyusul Rian dan Abimanyu. Seluruh siswa perempuan berlarian menuju gerbang sekolah sambil berteriak kegirangan.
"Wah, dia tampan sekali !"
"Kenapa dia datang kesini?"
"Aslinya lebih ganteng dari fotonya."
Dan banyak lagi ocehan kagum para siswi serta ada yang terang - terangan menggoda.
"Mereka kenapa?" Tanya Azam
"Entahlah gak usah di urus, kita makan aja mumpung kantin sepi." Ucap Vanya acuh.
"Benar tuh, sebelum orang tajir malas sedekah itu datang bikin selera makan gue hilang nanti." Timpal Shishi.
__ADS_1
Azam memesan makanan untuk mereka bertiga begitu juga Rian ikut memesan makanan bersama Abimanyu. Mereka juga menghiraukan keramaian di depan sekolah.
...----------------...
Di depan gerbang berdirilah seorang laki-laki tampan yang ramai dibicarakan semua orang. Di sana, dia berdiri dengan gagahnya memakai kemeja abu - abu dan bagian tangannya di lipat serta celana jeans panjang hitam lalu sepatu warna senada dan kacamata hitam membingkai kedua matanya, dengan rambut poninya menutup bagian dahi nya. Sungguh, pesona yang sangat luar biasa.
Di sambut kepala sekolah dan para guru serta digandeng beberapa bodyguard menampilkan kesan dewasa padanya.
Matanya menyusuri tiap orang yang ada. Tapi tidak menemukan seseorang yang dia cari. Kakinya terus melangkah sampai pada akhir nya dia melewati kantin yang luas dan terbuka.
Kakinya berhenti, matanya menatap penuh rindu pada sosok punggung yang sedang makan dengan santai. Dia melepas kaca matanya, suasana ramai seketika menjadi hening. Tidak terdengar lagi decakan kagum dari siswa perempuan. Kepala sekolah dan para staf guru menegang, kesalahan apa di kantin mereka hingga menarik perhatian pengusaha muda itu?
Laki-laki itu mendekat. "Kamu tidak menyambutku princess ?"
Vanya terkejut dan mematung. Azam, Shishi, Abimanyu dan Rian mengangkat kepala mereka. Mereka terperangah senang sekaligus terkejut, siapa yang dimaksud laki-laki itu ? Vanya berdiri dan berbalik, senyum lebar menghiasi bibirnya
"Kemarilah princess ! Kakak merindukanmu." Laki-laki itu membentangkan tangannya. Vanya segera berhamburan memeluk laki-laki itu terisak penuh rindu, tanpa berkata dia memeluknya sangat lama.
Teriak ricuh para siswa tak terima karena Vanya memeluk laki-laki itu, begitu juga dengan sahabatnya yang masih di landa kebingungan.
"Kamu kurusan ? Apa makan mu kurang ? Apa kamu banyak begadang ?" Laki - laki itu mencerca pertanyaan.
"Tanya satu - satu dong, harus Anya jawab nih ?" Vanya mengerucutkan bibirnya
"Ya." Laki - laki itu mengangguk.
"Anya, banyak makannya, gak begadang juga. Kak kenalkan mereka sahabat Anya dan mereka teman sekelas." Vanya memperkenal sahabatnya.
"Azam / Shishi."
"Terimakasih sudah menjaga dan bersahabat pada gadis berharga saya." Ucap Ferdy pada Azam dan Shishi
"Sama - sama, Kak." Jawab Azam dan Shishi
Abimanyu dan Rian hanya diam menyaksikan interaksi Vanya dan Ferdy, ada rasa yang tak biasa dirasakan keduanya saat ada yang sangat dekat pada Vanya selain Azam. Seluruh siswa dibubarkan guru begitu juga kepala sekolah dan para staf meninggal kantin itu.
Tiba - tiba Manda dengan angkuhnya masuk ke kantin, matanya terbelalak melihat Ferdy di sana. Muncul pikiran jeleknya untuk mempermalukan Vanya lagi.
"Kakak tampan, jangan dekat - dekat dengan si miskin ini, nanti Kakak ketularan miskin loh." Ucap Manda sombong
"Demi dia saya rela miskin."
"Tapi dia suka nempel pada cowok - cowok kaya ! Untuk numpang hidup." Balas Manda tak mau kalah.
"Saya lebih suka dia nempel pada saya seumur hidupnya."
"Eh miskin ! Lo pakai pelet apa ? Sampai cowok tampan begini bertekuk lutut sama Lo. Apa di iming - iming dengan tubuh Lo ya ?!" Ucap Manda dengan nada sinis.
"Manda jaga omongan Lo." Seru Azam
"Manda jangan merendahkan diri Lo, dengan sikap congkak." Sambung Shishi
Vanya dan Ferdy hanya diam menyaksikan pembelaan dua sahabatnya itu. Rian dan Abimanyu juga jadi penonton, mereka masih berperang pada pikiran masing-masing.
"Percuma Lo jelek- jelekin gue. Gak ngaruh laki- laki di samping gue ini rela ngelakuin apa aja buat gue." Ucap Vanya tersenyum.
__ADS_1
"Cih ! Siapa Lo ?! Gak ada pantas- pantas nya Lo sama dia." Ujar Manda angkuh.
"Pak Harno, cari informasi gadis ini dan keluarganya. Lihat name tag nya." Ucap Ferdy tanpa mau dibantah.
Manda mulai cemas begitu juga Abimanyu dan Rian. Menunggu sedikit lama akhirnya pencarian ditemukan.
"Ketemu Tuan Muda."
"Bacakan !"
"Manda Amelia, Ayahnya bekerja di salah satu cabang perusahaan keluarga Wiguna bagian kepala keuangan." Ucap Pak Harno
"Manda Amelia ! Jadi dia putri Pak Dedi ?" Sudut bibir Ferdy terangkat menatap atas sampai bawah penampilan Manda. "Minta maaf pada Anya. Tidak tahu malu ! Dengan uangku kamu menyombongkan dirimu. Apa kamu tahu Ayahmu sudah melakukan korupsi di perusahaan ku ?!" Ujar Ferdy dingin.
Manda menjadi pucat dan gemetar. "A-aku akan minta maaf !" Balasnya cepat. Ya,Manda sangat tahu sepak terjang ayahnya di perusahaan.
"Minta maaf pada Anya !"
"Van, gu—gue minta maaf sama Lo" ucap Manda terbata dia melakukannya dengan terpaksa yang penting selamat dari amarah laki laki ini begitu pikirnya.
"Hm." Jawab Vanya pendek .
"Anya, semua sudah disiapkan. Kakak datang ke sini menagih janjimu. Selamat ulang tahun ! Pestanya nanti malam." Bisik Ferdy. Vanya mengangguk lesu. "Kakak ke ruang guru dulu kamu tunggu di sini kita pulang selepas ini. Pak Harno bagikan undangan kepada teman sekelas Anya dan gadis ini." Ucap Ferdy menunjuk Manda dan meninggalkan kantin.
Azam dan Shishi mendekat. "Ada hubungan apa Lo sama Kak Ferdy ?"
Belum waktunya gue kasih tahu siapa Kak Ferdy
"Kok, bengong !" Azam
"Dia laki - laki berharga dalam hidup gue, yang gue ceritain kemarin." Jawab Vanya
"Oh."
Ferdy kembali dari ruang guru.
"Ayo kita pulang ! Kakak sudah ijin pada bu Vivin dan kalian datanglah nanti malam. Semua sudah dapat kartu undangan, 'kan? Malam ini perayaan ulang tahun seseorang." Ucapnya tersenyum
Mata Ferdy memandang wajah Shishi begitu lama, Shishi menjadi gugup dipandang intens oleh Ferdy. Dia menundukkan wajahnya, terlihat pipinya merona.
Menggemaskan
Ferdy tersenyum tipis.
"Silahkan Tuan Muda."
Ferdy dan Vanya meninggalkan sekolah serta mereka yang ada di kantin dengan sejuta pertanyaan mereka pada Vanya.
...----------------...
Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...
Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow
IG. iyien_02
__ADS_1
FB. Iyien Rira