Tetap Kamu

Tetap Kamu
Benci jadi cinta


__ADS_3

Semenjak bertemu dengan Vanya. Abimanyu merasakan semangat hidupnya telah bangkit kembali. Abimanyu berjanji tidak akan mengulangi kesalahan 5 tahun lalu, dimana dia membenci seseorang tanpa alasan yang jelas, ketika dia menyadari perasaannya orang itu sudah pergi jauh hanya penyesalan tinggal bersamanya.


Ternyata Abimanyu sudah merasakan efek dari rasa bencinya pada Vanya, benar kata orang benci hanya beda tipis dengan cinta dua kata yang tak terpisahkan.


Saat kita terlalu mencintai seseorang maka suatu saat bisa saja orang itu yang sangat kita benci. Begitu pun sebaliknya ketika kita sangat membenci seseorang bisa jadi orang itu akan menjadi orang yang sangat kita cintai.


Seperti itulah yang dirasakan Abimanyu saat ini, dia jatuh cinta pada Vanya si cewek aneh menurutnya yang begitu dibencinya saat masih duduk di bangku SMA itu.


Kepergian Vanya kala itu membuatnya menyadari jika rasa cinta itu sudah tumbuh ketika Vanya mulai menjauhinya, karena gengsi dan status sosial membuat Abimanyu menutup kenyataan hatinya.


Wanita aneh menurutnya, wanita miskin dan tak sebanding dengannya. Wanita itu jugalah yang merenggut separuh kehidupannya selama 5 tahun.


Dan janjinya kala itu, Abimanyu akan memperjuangkan cintanya walau dia sendiri tidak tahu. Apa Vanya mencintainya atau tidak, yang pasti dia memang jatuh cinta pada Vanya Putri.


"Akan kubuat kamu jatuh cinta padaku Anya. Tak akan ! Kubiarkan cintaku bertepuk sebelah tangan. Aku tidak tahu 5 tahun silam kamu hanya usil menggodaku atau kamu memang benar menyukaiku. Yang pasti cinta ini akan hanya ada untukmu.... selalu selamanya TETAP KAMU. Aku akan tetap menjadi jelmaan Dewa Yunani untukmu, menjadi ayah untuk anak- anakmu." Gumam Abi tersenyum menatap foto Vanya di ponselnya.


Terlintas bayangan dan ucap-ucapan Vanya ketika menggodanya di masa lalu, hal itu membuatnya tertawa sendiri. Abimanyu tertidur dengan layar ponsel yang masih menyala .


"Ternyata Kakak begitu mencintai Kak Anya. Baiklah, Kak. Echa akan ikut memperjuangkan cinta kakak" Resha mematikan layar ponsel Abimanyu.


Resha bermaksud ingin mengajak kakaknya untuk bertemu Vanya lagi. Namun, sebelum niatnya tersampaikan sang kakak sudah berpetualang jauh di alam mimpi.


...----------------...


Di mansion besar seorang wanita masih bingung dengan hatinya sendiri. Ya, dia adalah Vanya. Pertemuannya pada Abimanyu sedikit mengusiknya.


"Seharusnya gue senang bertemu kembali dengannya. Pada cinta pertama gue yang terpendam. Tapi kenapa gue merasa biasa aja. Apa mungkin rasa cinta itu dulu hanya semu ? Ah, mungkin itu dinamakan cinta monyet kali ya." Gumam Vanya memandang foto perpisahan mereka.


Dret... Dret.... Dret....


"Halo." Jawab Vanya


"Buka pintu."


"Tunggu dibawah ! Gue turun nih." Balas Vanya mematikan Ponsel.


Vanya turun dari kamarnya dan membuka pintu utama. Laki - laki tampan tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih dan sehat. Dia adalah Azam


"Lo diusir mama Sintia ?" Tanya Vanya sambil menutup pintu utama.


"Mama keluar kota. Gue kesepian di rumah. Jadi pulang dari rumah sakit. Gue langsung pulang kesini aja." Jawab Azam mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Ya sudah Lo bersih- bersih sana. Bau Lo udah menyeruak pedas di hidung mancung gue."


"Enak aja ! Lo kira gue cabe, gue masih wangi kali, gue lapar nih ada makanan gak ?" Azam mengelus perutnya yang rata


"Ada, makanya Lo bersih- bersih dulu sana, biar gue panaskan dulu makanannya."

__ADS_1


"Lo yakin ? Bisa hidupin kompor." Ledek Azam


" Ya ampun Bambang ! Gini - gini gue mandiri cuma manasin doang kasian maid gue dibangunin." Vanya berdiri dan melangkah ke dapur .


Azam pergi ke kamar miliknya 7 tahun lalu. Ferdy sengaja memberikan kamar khusus untuk Azam karena dia yakin laki - laki ini mampu menjaga adiknya dan Shishi calon istrinya. Azam selesai membersihkan diri dan menyusul Vanya keruang makan.


"Lama amat Lo, jamuran gue


" Oceh Vanya


"Biasa gue semedi dulu biar tambah tampan."


"Weekend Lo biasa kemana ?" Tanya Vanya.


"Di rumah kalau gak ke kebun bunga Lo." Jawab Azam sambil menikmati makannya.


"Kita jalan - jalan yuk ! Kangen gue sama suasana di kota ini."


"Boleh, Van gue boleh nanya gak ?" Tanya Azam menyudahi makanannya.


"Hm." Balas Vanya sambil membereskan meja


"Lo masih suka sama Abi?" Tanya Azam


Vanya menghentikan langkahnya dan duduk kembali. "Gue juga bingung Zam, kemarin saat ketemu dia perasaan gue biasa aja, gak ada yang spesial."


"Abi sudah berubah Van. Selama 5 tahun ini dia nungguin Lo pulang."


" Eh Markonah , Lo kira cinta monyet sama kaya cinta manusia ?" Cibir Azam


Vanya mengangkat bahunya acuh.


" Zam gue perhatikan dokter Vera suka sama Lo."


"Gue tahu! tiap hari dia ngintilin gue."


"Terus Lo nya gimana ?" Tanya Vanya


"Dia bukan tipe gue, dia terlalu ingin tahu. Gue gak suka." Jawab Azam seadanya


"Terserah Lo ajalah, gue selalu dukung. Yuk istirahat ! " Ucap Vanya


Azam mengangguk mereka berpisah di depan kamar Vanya. "Gue akan mencintai wanita yang dengan suka rela nerima Lo dan Shishi , bagi gue kalian berdua bukan hanya sahabat tapi lebih ke saudara gue. Adik kembar gue seakan hidup dalam diri kalian berdua dan gue gak suka cewek kepo seperti dokter Vera." Ucap Azam menatap langit langit kamarnya.


...----------------...


Vanya dan Azam hari ini menghabiskan waktu berkeliling kota. Mereka singgah di cafe untuk mengisi perut yang sudah demo.

__ADS_1


" Van , kapan Lo ketemu produser film itu?"


"Besok, Zam. Tapi gue belum tahu nama nya." Vanya mengangkat wajah nya menatap Azam.


"Kalau sempat gue temani besok."


"Hm. Rian dimana sekarang ?" Vanya bertanya sambil mengaduk sedotan di dalam gelasnya.


"Sekarang dia punya usaha


sendiri industri hiburan. Tapi gue gak tahu dia atau bukan yang ngundang Lo."


Vanya mengangguk faham. "Manda apa kabar sekarang ya ?"


"Dia. Kurang tahu setelah ayahnya dijebloskan ke penjara sama Almarhum kakek Lo, dia jadi model tapi kurang terkenal sih. Cuma itu yang gue tahu." Jawab Azam


...----------------...


Selesai makan Azam dan Vanya melanjutkan perjalanan mereka. Vanya melakukan vidio call pada Shishi di Jerman untuk membuat Shishi iri dan merengek pulang ke tanah air.


" Mana ponakan gue ?"


" Dia tidur Van, Lo jalan - jalan sama siapa ?" Tanya Shishi dengan terlihat sedikit risih karena Ferdy selalu menggodanya. Vanya memperlihatkan Azam yang sedang mengemudi.


"AZAM ! Gue kangen sama Lo, jemput Gue Zam ! Pengen jalan - jalan sama kalian" Ucap Shishi Manja. Ferdy begitu gemas dan mencium pipi istrinya berulang berulang.


"Minta aja sama Kak Ferdy paket Lo kesini." Jawab Azam masih fokus melihat kedepannya


"Lo kira gue barang." Shishi cemberut


"Nanti lagi kita sambung, ternodakan mata polos gue ngeliat Lo berdua. Kak jangan manja gitu kenapa?" Ucap Vanya kesal dan dibalas uluran lidah dari Ferdy.


Vanya mematikan telponnya dan kembali menikmati pemandangan dari kaca pintu mobil.


...----------------...


Di Kafe


Seorang wanita yang tadi nya sangat lapar karena habis berbelanja tiba - tiba menjadi kenyang setelah melihat pemandangan yang membuatnya terluka. Dia adalah dokter Vera yang bergeming dari tempat duduknya masih terbayang sikap hangat Azam pada Vanya saat duduk sedikit jauh dari mejanya.


Azam bersikap hangat dan selalu tersenyum serta bercanda pada Vanya. Sikap yang hampir tidak pernah terlihat dari dokter muda nan tampan itu.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow

__ADS_1


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira


__ADS_2