Tetap Kamu

Tetap Kamu
Kasih Istri


__ADS_3

Mansion


Satu Minggu Kemudian ....


Setelah pernikahan Vanya dan Abimanyu, mereka sudah kembali ke tanah air. Abimanyu memutuskan untuk tinggal di Mansion karena Istrinya berat hati meninggalkan Mansion itu dan memiliki rumah baru.


Keseharian Abimanyu hanya bekerja dari rumah, jika bertemu dengan Klien makan papa Herlambang yang mewakili, begitu juga dengan Vanya bekerja dari rumah untuk menemani sang suami dalam tahap pemulihan dan terapi, saat ini kasus kecelakaan Abimanyu belum dapat titik terangnya. Romi juga mendapatkan perawatan terbaik, tulang kaki yang patah itu sudah mulai membaik dapat diperkirakan 1 bulan lagi dia bisa berjalan seperti biasa.


Azam sudah pindah kembali ke rumah mama Sintia karena sang ibu sudah pulang dengan penuh paksaan akhirnya Nenek ikut bersama mereka.


"Sayang boleh buatkan teh." Tanya Abimanyu dari meja kerjanya


"Iya, tunggu sebentar." Vanya segera berdiri menuju dapur.


Nona muda ini meminta sendiri untuk mengurus segala keperluan suaminya. Lima menit kemudian Vanya membawa dua gelas teh dan camilan, ditariknya kursi roda Abimanyu dari belakang meja.


"Minum dulu dan makan camilannya, baru lanjutkan bekerja." Vanya memberikan gelas teh.


Abimanyu tersenyum senang menerima gelas tehnya, ditatapnya penuh cinta wajah manis di depannya ini. Tak menyangka dalam hatinya wanita yang dibencinya dulu sekarang jadi teman hidupnya.


"Kenapa melihat ku begitu?" Tanya Vanya duduk di sofa setelah membereskan meja kerjanya,


"Kamu cantik, sayang."


"Baru menyadarinya ? Selama ini kemana, Pak ?" Vanya tersenyum sinis


"Tersesat, Yank." Abimanyu meletakkan gelas teh nya.


"Lanjut bekerja atau istirahat dulu ?" Tanya Vanya.


"Istirahat dulu aja, yuk rebahan."


Vanya mengantarkan gelas dan piring ke dapur, sementara Abimanyu mematikan laptop dan membereskan meja kerjanya. Vanya mendorong kursi roda suaminya menuju kamar mereka yang di lantai atas. Alan sudah menyiapkan lift khusus untuk Vanya dan Abimanyu.


"Sayang istirahatlah." Ucap Vanya setelah membantu Abimanyu naik ke atas kasur.


Ia meraih kedua kaki suaminya dan memijat lembut kedua kaki panjang itu. Berharap suaminya merasakan sesuatu. Abimanyu tersenyum dan menyentuh pundak istrinya .


"Sayang, ayo sini istirahat dulu." Abimanyu menepuk dada bidangnya agar Vanya tidur disampingnya dan berbantal lengannya yang kekar.


Vanya mengangguk rebahan di lengan Abimanyu dan tangannya melingkar manja di dada suaminya.


"Terimakasih sudah merawatku." Abimanyu mengecup kening Vanya penuh kasih


"Sama - sama sayang sudah kewajibanku, saat aku memutuskan untuk hidup bersama mu, ayo kita lewati fase ini bersama sama


" Balas Vanya mencium pipi suaminya.


Mereka istirahat siang sebelum sore harinya melakukan terapi. Vanya sengaja mengambil jam sore agar tidak terbentur dengan waktunya mereka bekerja dari rumah.


Hampir satu jam pasangan ini memejamkan mata untuk melepas lelah. Vanya terbangun lebih dulu menyiapkan keperluan suaminya, karena waktu sudah menunjukan jam 2 siang


"Sayang ayo bangun." Vanya menyentuh lembut pipi Abimanyu.


Abimanyu membuka matanya perlahan dan meregangkan tubuhnya.


"Jam berapa ?" Tanyanya berusaha untuk bangun.


"Jam 2 sayang kita melewatkan makan siang."


"Pantas saja perutku menangis sedih, ternyata stok makanan didalam sudah habis." Balas Abimanyu


Vanya terkekeh dan masuk ke kamar mandi menyiapkan air dan yang lainnya. "Kamu mandi dulu ya , setelah itu bersiap kita berangkat terapi " Ucapnya mendorong kursi roda kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Dengan telaten Vanya membersihkan tubuh dan kuku - kuku Abimanyu agar bersih tak lupa juga dia mengeramas rambut suaminya agar itu bersih .


Usai membantu Abimanyu, Vanya juga mengeringkan rambutnya nya seperti biasa posisi yang disukai Abimanyu biar dia bisa menatap puas wajah istrinya saat berdiri dihadapan nya.


"Selesai." Vanya mengecup singkat bibir suaminya dan masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


Abimanyu merasa terharu atas kasih sayang istrinya itu, tanpa keluhan dan paksaan Vanya merawat nya dengan penuh perasaan.


Mereka sudah bersiap untuk pergi terapi tapi sebelum nya mereka makan terlebih dulu. Karena merasa lapar setelah tidur lama. Sopir baru Vanya sudah menunggu di mobil .


Abimanyu menjalani terapi dengan penuh semangat yang tinggi selain ditemani Vanya, dia juga ingin cepat berjalan kembali, sudah banyak mimpi dan keinginan yang tersusun indah di kepalanya untuk membahagiakan wanita yang begitu dicintainya itu.


...----------------...


Resha melangkahkan kaki keruangan Dosen untuk memberikan tugasnya setelah beberapa hari tidak masuk .


"Resha ! Bagaimana kabar kakakmu."


Andri Dosen Sastra yang selalu terlihat di kampus Resha, entah keperluan apa laki-laki itu selalu ada di sana


"Sudah lumayan membaik, Pak. Sekarang kak Abi menjalani terapi usai pernikahannya beberapa hari lalu." Ucap Resha.


"Menikah ?!"


"Iya, Pak. Maaf tidak mengundang bapak karena pernikahannya di adakan di Jerman atas permintaanya Kak Ferdy. Kakaknya Kak Anya. Nanti resepsinya baru disini." Ujar Resha menjelaskan


"Ferdy ?" Ucap Andri lagi dengan raut wajah tak bisa ditebak. Resha mengangguk dan tersenyum. "Baiklah semoga pernikahan mereka bahagia" Sambung Andri dengan perasaan hanya dia yang tahu.


Resha melanjutkan langkahnya untuk keluar dari sana.


...----------------...


Abimanyu menyelesaikan terapinya, tak lama Azam dan Shella datang menghampiri mereka.


"Belumlah baru juga beberapa hari." Jawab Abimanyu.


"Kalian udah habis jam kerja ?" Tanya Vanya sambil menyeka keringat yang bercucuran di wajah suaminya.


"Iya, gue mau ngajak Lo berdua. Kita jalan yuk ! Mumpung masih sore." Ucap Azam mendudukkan tubuhnya di kursi.


"Ayo, biar Abi gak terlalu stres, kita ke pantai yang gak jauh dari sini." Sahut Vanya senang.


Shella mengangguk setuju


"Ayo ." Azam mengambil alih mendorong Abimanyu.


Shella dan Vanya mengikuti dari belakang sambil cekikikan entah apa yang di bicarakan mereka.


Azam membantu Abimanyu masuk ke mobil miliknya dan Azam bersama Shella menaiki mobil berbeda. Tiga puluh menit kemudian tibalah mereka dipinggiran pantai. Di sana cukup lumayan banyak orang menikmati angin sore.


Vanya dan Abimanyu memilih agak jauh dari bibir pantai sekalian ingin melihat sunset. Sementara Shella dan Azam sedang asik menyedot es kelapa yang baru dibelinya saat baru sampai .


Abimanyu menggenggam tangan Vanya dan sesekali mencium nya sambil menikmati angin yang membelai wajah keduanya.


Azam dan Shella melangkah menyusuri pinggiran pantai dengan telanjang kaki, tangan mereka saling bergenggaman. Vanya mengambil foto mereka sangat banyak dan mengirimnya ke Ponsel Azam.


"Mau foto juga?" Tanya Abimanyu. Dalam hatinya gak rela istrinya menyimpan foto orang lain.


"Ayo." Vanya mengatur banyak gaya bersama Abimanyu.


Banyak foto yang diambil keduanya walau Abimanyu berada di kursi roda tapi tetap terlihat bagus fotonya saat bersama Vanya.


Abimanyu menatap hamparan laut yang luas, burung - burung berterbangan di atasnya, serta teriak ricuh anak - anak kesenangan dihantam ombak - ombak kecil saat membuat istana pasir .

__ADS_1


Vanya dan Abimanyu terdiam sesaat, tenggelam dalam pikirannya masing - masing. Dari jauh Azam dan Shella juga mendekat kearah mereka.


"Vanya !"


"Abi !"


"Vanya ! Pak Abi"


Abimanyu dan Vanya terkejut dari lamunan mereka saat 3 suara berbeda itu menyebut nama mereka dari jarak dekat.


"Lo disini ?" Tanya Abimanyu pada Rian .


"Iya ! Hai Van." sapa Rian tersenyum manis.


"Hai Vanya, Pak Abi ?" Sapa Andri


"Pak Andri. Rian , Nico. Kalian di sini juga." Balas Vanya tersenyum sedangkan Abimanyu hanya memasang wajah datarnya.


"Bi, maaf gak sempat nengok Lo lagi, cuma sebentar waktu itu." Ucap Nico tersenyum. Matanya tak berkedip melihat Vanya dengan rambut terurai.


"Hm, gak apa - apa terimakasih udah jenguk gue." Ucap Abimanyu merasa kesal saat menangkap pandangan tak biasa 3 laki - laki ini pada istrinya.


"Kakak disini." Ucap Shella baru sampai bersama Azam.


" Iya kakak pulang dari kantor mampir disini." Nico tersenyum senang melihat adik kesayangannya itu sangat bahagia.


Vanya menangkap rasa tak nyaman pada wajah Abimanyu. "Sayang kamu minum ?" Tanyanya lembut.


Abimanyu mengangguk, Vanya membuka botol air mineral dan memberikannya.


"Kamu minum dulu." Abimanyu menolak botol air dengan wajah masih kesal .


Vanya menenggak minuman itu sedikit lalu memberikan pada suaminya kembali, Abimanyu memutar botol itu dan meminum dari bekas bibir Vanya.


Reflek mata Rian, Andri dan Nico membuang tatapan mereka, hal itu pun tak lepas dari pengawasan sudut mata Abimanyu. Dalam hatinya tersenyum menang .


"Sudah ?" Vanya mengambil botol nya kembali


Abimanyu mengangguk dan menggenggam tangan Vanya seakan takut terlepas.


"Ngapain Lo semua liat istri gue." Tanya Abimanyu saat tiga laki - laki itu kembali melihat wajah istrinya yang cantik


"Vanya cantik !" Balas mereka bersama. Vanya yang mendengar namanya disebut tersenyum manis.


"Apa ?! Kalian gila ! Gak waras menikmati kecantikan istri orang lain !" Ucap Abimanyu menggebu lalu beralih melihat istrinya. Matanya melebar saat bibir Vanya dengan manisnya tersenyum pada Rian, Nico dan Andri. " Sayang jangan senyum sama mereka !" Abimanyu menenggelamkan wajah Vanya ke dadanya karena memang posisi Vanya sejajar dengan kursi roda Abimanyu.


Azam dan Shella terbahak begitu juga dengan yang lain. Tanpa terasa sunset sebentar lagi, Vanya beralih berdiri dibelakang kursi Abimanyu dan memeluknya dari belakang kedua tangan Vanya melingkar di dada Abimanyu. Dengan mesranya Suami istri itu menyambut sunset, Abimanyu tak melepaskan genggamannya dari kedua tangan Vanya yang menjuntai di dadanya


Hal sama juga terjadi pada Azam dan Shella dengan posisi Azam memeluk Shella dari belakang .


Sementara tiga laki - laki yang mengambil posisi tengah - tengah ini menoleh ke kiri dan ke kanan secara bersamaan lalu tersenyum tipis kearah depan dengan perasaan sulit diartikan.


Nasib jomblo akut jadi gak ada yang dipeluk dan memeluk


Batin ketiganya.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2