
Abimanyu dan yang lainnya menunggu dengan cemas, hampir 10 menit Vanya belum juga masuk kedalam ruangan, Abimanyu belum siap jika Vanya harus menolaknya, tapi disisi lain dia juga tidak bisa memaksa Vanya tetap bertahan bersama nya, jangankan melakukan hal lain membantu tubuhnya berdiri saja dia tidak mampu.
Abimanyu menunduk menatap nanar kedua kakinya, pikirannya kembali berkecamuk. Perasaan yang semula tenang menjadi resah kembali, Mama Vania dan papa Herlambang hanya saling padang .
" Tenangkan dirimu sayang." Mama Vania meraih tubuh Abimanyu dalam pelukannya.
"Bagaimana jika Anya menolak menikah denganku ? Aku bukan lagi sempurna, Ma." Abimanyu mendongakkan wajahnya
"Sayang, dia belum menjawabnya. Maaf mama tidak bisa menyiapkan lamaran sempurna untuk mu." Mama Vania mengecup kening Abimanyu.
Rian dan Azam menatap sedih pada Abimanyu, apa jadi nya jika memang benar Vanya menolak menikah dengan Abimanyu. Pasti dia hancur. Mungkin, lebih hancur saat Vanya meninggalkannya keluar Negeri walau saat itu mereka tidak memiliki hubungan apa - apa, hanya saling mencintai tanpa mengungkapkan .
Ceklek...
Pintu terbuka semua mata melihat kearah pintu, Vanya merasa aneh kenapa semua orang melihat dirinya. Ada yang salahkah?
Dia keluar dari ruangan itu menelpon Ferdy dan Shishi untuk bertukar pendapat bagaimana pun jawaban yang diberikannya nanti adalah sebuah keputusan besar. Dan dia hanya memastikan pada dirinya agar tidak ada penyesalan kemudian hari.
Vanya melangkah masuk ke dalam dan berdiri di samping ranjang Abimanyu. Ditatapnya lembut bola mata hitam itu, di sana ada pengharapan yang begitu besar padanya. Vanya menarik nafas ingin menjawab permintaan papa Herlambang dan Mama Vania. Walau belum ada lamaran resmi namun ia meyakini kedua orang tua ini serius dengan maksudnya.
"Anya... Jika kamu gak siap nikah sama aku, gak apa - apa. Aku ngerti, aku faham wanita manapun akan menginginkan pendamping yang bisa diandalkan. Aku sadar diri dengan kondisiku saat ini , aku siap melepas mu jika kamu menginginkannya" Ucap Abimanyu dengan suara bergetar. Dadanya sesak dengan kata - katanya sendiri .
"Baru aja aku ingin menjawab tapi kamu malah mendahului ku. Jadi, kamu yakin ingin melepaskan aku ? Gak menyesal ?" Tanya Vanya menatap lekat wajah Abimanyu.
Laki-laki itu mengangguk berat dengan mata berkaca - kaca. "Sayang sekali ! padahal aku ingin menjawab iya aku mau menikah dengan mu, tapi kamu malah ingin melepaskan aku. Ya udah kalau gitu, aku nikah sama Rian saja." Ucap Vanya santai dan berdiri.
Abimanyu terkejut diusapnya pipinya yang sudah mengalir air mata itu. Mama Vania dan yang lain menghela nafas lega dan senang
"Bener kamu mau nikah sama aku, sayang ?" Tanya Abimanyu senang. "Aku cabut lagi kata-kataku tadi."
"Enggak bisa ! Kamu udah mengucapkannya, Ayo Rian daftarkan pernikahan kita"
"Dengan senang hati, siapa yang mampu menolak pesona nona Muda " Balas Rian menampilkan senyum manisnya
"Jangan sayang, aku minta maaf meragukan mu, jangan menikah dengan nya ! Sayang kumohon ya " Abimanyu merangkul lengan Vanya layaknya anak kecil merengek minta jajan.
Vanya sangat gemas. "Kamu udah meragukan aku, kamu juga menolak tadi. Aku gak bisa mencabut kata kataku."
"GAK MAU ! aku gak akan melepaskan mu sayang." Ucap Abimanyu merajuk. Papa Herlambang dan Mama Vania terkekeh lalu memilih keluar dari ruangan putranya.
"Ma... Pa... Bantuin" Mohon Abimanyu.
__ADS_1
" Berjuang saja sendiri."
Rian dan Azam juga ikut keluar untuk memberi ruang pada Vanya dan Abimanyu.
Vanya duduk di tepi ranjang ditatapnya serius wajah laki- laki yang dicintainya itu. "Abimanyu... apapun rupa mu. Kekurangan mu, kelebihan mu. Apapun yang ada padamu, aku siap menerimamu dan tidak ada paksaan ataupun karena kasian. Aku memang mencintaimu dan menyayangi mu apa adanya. Jauh sebelum kamu mulai mencintaiku. Semoga kita selalu bersama sampai rambut memutih." Ucap Vanya panjang lebar.
Abimanyu meraih tubuh kekasihnya itu dalam pelukan hangat nya.
"Terimakasih sayang, aku akan berusaha melakukan yang terbaik, kamu semangatku, aku mencintaimu lalu kenapa sejak mengetahui aku lumpuh kamu jadi pendiam?" Balas Abimanyu mengecup kening dan bibir Vanya.
"Aku hanya sedih jika kamu pulang, aku gak bisa ikut merawatmu " Balas Vanya menunduk
Abimanyu tersenyum. "Setelah kita menikah kamu bisa merawat ku. Terserah kita tinggal dimana" Ucap Abimanyu sambil menyelipkan anak rambut yang sedikit berantakan di wajah Vanya .
"Kita pulang ke Mansion ku, itu hadiah dari kakek sebelum ulang tahunku."
"Iya sayang, tolong panggilkan yang lain ada yang ingin aku sampaikan." ucap Abimanyu.
...----------------...
Dua minggu sudah Abimanyu sadar dari komanya, kondisinya pun mulai membaik dan pernikahan mereka akan dilaksanakan di Jerman atas permintaan Ferdy, dia ingin adik kesayangannya itu menikah di tempat yang sama dengannya saat menikahi Shishi
Mama Vania memanggil penjual perhiasan ke rumahnya untuk memilih model cincin pernikahan, Vanya juga masih pulang pergi dari Mansion nya. Dengan Bantuan Alan dan orang pilihan dari Ferdy semua urusan anak perusahaannya tidak terkendala.
"Sayang pilihlah yang mana kamu suka ?" Ucap mama Vania memperlihatkan beberapa model cincin.
Vanya mengamati beberapa cincin akhirnya dia memutuskan mengambil cincin couple sederhana tapi cantik.
"Kamu mau yang itu?" Tanya Abimanyu
" Iya, biar kamu juga bisa memakainya " Balas Vanya.
Abimanyu tersenyum senang. Saat berbincang - bincang, tiba - tiba ada sosok wanita masuk dengan wajah yang menunduk dan sendu.
"Maaf, Bu. Dia memaksa masuk." Asisten rumah datang dengan wajah takut.
"Biarkan saja, pak." Ujar Mama Vania. Setelah asisten rumah itu pergi. Netra Mama Vania beralih pada wanita yang masuk tadi. "Ada Apa ?"
Wanita itu berlutut di lantai dan menyatukan kedua telapak tangannya. "Kedatanganku ke sini ingin meminta maaf pada Tante, Abi dan Vanya." ucapnya memberanikan diri melihat wajah lawan bicaranya. Ya, dia adalah Manda.
"Duduklah, Man. Kita bicarakan disini" Vanya menepuk sofa disampingnya duduk.
__ADS_1
"Sayang ! Pasti ada rencananya lagi" Abimanyu menatap tak senang pada Manda.
"Katakan ! Apa saja yang mau Lo sampaikan." Ucap Vanya tenang seperti biasa.
" Gue mau minta maaf sama Lo dan Abi atas perlakuan gue selama ini " Ucap Manda penuh harap lalu menundukkan kepalanya.
"Gue udah maafin Lo sejak dulu, kita udah sama dewasa bukan lagi duduk di bangku sekolah. Udah tahu yang mana buruk dan baik, yang mana pantas atau enggak, kita bukan lagi mengalami masa labil. Kita sudah bisa memilih jalan yang baik untuk kehidupan kita" Ucap Vanya lembut.
" Terimakasih, Van. Sifat Lo ini yang membuat gue selalu kalah, mulai sekarang gue belajar dari Lo." Manda sambil memeluk Vanya.
"Sama - sama, Man. Lo bisa belajar dari siapa aja. Kita boleh berteman dengan siapa pun tapi jangan lupa ambil sisi positifnya." Vanya membalas pelukan Manda.
Abimanyu seperti cacing kepanasan saat Manda memeluk Vanya.
"Udah lepasin, gak ada yang boleh meluk cewek gue."
"Gue juga minta maaf sama Lo." Manda melepaskan pelukannya dari Vanya.
"Hm gue maafin." Balas Abimanyu sambil menarik tubuh Vanya agar lebih menempel padanya.
Mama Vania hanya menggeleng kepala entah sifat siapa yang menurun pada putranya itu ? Sama wanita pun dia cemburu bila berdekatan pada Vanya.
"Tante juga memaafkan mu Nak, jadi lah wanita yang baik, kelak kebahagian sesungguh nya akan sampai padamu" Ucap Mama Vania menasihati
Manda tersenyum. "Terimakasih, kalau gitu aku pamit ada pemotretan diluar kota setelah ini"
"Baiklah hati - hati "
Manda meninggalkan kediaman Mahendra dengan perasaan bahagia.
...----------------...
Di tempat lain Alan dan Resha sedang berbincang di taman belakang. Kedua nya semakin akrab dan mulai merasa nyaman. Sudah sering mereka jalan berdua tapi belum sekali pun mereka mengungkapkan perasaan nya, mungkin Alan punya cara sendiri dalam mengekspresikan rasa cintanya, siapa yang tahu rencana apa yang sudah disusun Alan.
...----------------...
Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...
Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow
IG. iyien_02
__ADS_1
FB. Iyien Rira