Tetap Kamu

Tetap Kamu
Ngidam Bumil


__ADS_3

Kediaman Herlambang


Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat baby Arles sudah menginjak usia 5 bulan sudah pintar mengenali wajah kedua orang tua nya. Begitu juga kehamilan Vanya yang memasuk usia 5 bulan.


Weekend membuat Abimanyu bermalas-malasan di rumah sifat manja nya juga kambuh hari ini . Kegiatan rutin bila hari libur anak menantu Papa Herlambang akan menginap di rumah mereka.


Selesai makan malam mereka berkumpul diruang tengah sambil berbincang melepas penat dan lelah. Mama dan Papa Herlambang sangat bahagia dengan kerukunan anak menantunya.


" Sayang sini duduk aku pijit kaki mu" Abimanyu meraih tangan istrinya untuk duduk di atas karpet.


" Kaki ku gak pegal kok sayang " balas Vanya lembut.


" Gak apa - apa kamu sudah membawa bayi kita kemana - mana " Abimanyu sedikit memaksa.


Vanya menuruti kemauan suaminya lalu duduk di atas karpet. Baby Arles mengoceh tak jelas mata nya selalu melihat Vanya yang duduk ber-selonjor di karpet.


" Mau ikut tante ya, Nak." Vanya mengambil bayi laki - laki itu dari pangkuan Alan.


Arles tersenyum senang melihat Vanya yang memangku nya. Merasa cukup Abimanyu menyudahi memijit kaki istrinya lalu mengambil alih baby Arles .


" Sini sama om lagi " ucap Abimanyu menimang - nimang putra Alan.


Wajah Arles yang semula tersenyum lalu berubah masam. " Huaaaaa." baby Arles mengeluarkan suara cemprengnya.


"Cup-cup jangan nangis ya " Abimanyu berusaha menenangkan baby Alrles.


Bukannya diam bayi laki-laki itu tambah menangis kencang dipangkuan Abimanyu.Alan mengambil putranya dari gendongan Abimanyu, dengan sekejap baby Arles menjadi diam.


" Kenapa dia selalu menangis bila aku menggendongnya" Gerutu Abimanyu.


" Mungkin putra ku gak menyukai kak Abi." ucap Resha datang dari arah dapur sambil membawa nampan berisi teh dan Camilan.


" Kenapa bisa begitu ?" Abimanyu mengerutkan alis nya bingung.


" Mungkin karena pengaruh istrimu hamil " jawab Mama Vania baru bergabung.


Satu persatu mereka ramai meledek Abimanyu sampai sampai wajah nya kesal.


" Sayang aku kepengen nasi goreng buatan kamu, kuat gak berdiri ke dapur." ucap Abimanyu dengan wajah manja nya.


" Ya ampun Abi... Baru juga selesai makan minta nasi goreng lagi" mama Vania tak habis pikir pada putranya.


" Gak apa-apa ma mungkin dia belum kenyang, ayo temani aku ke dapur" balas Vanya.


"Siap sayang. Ma, mungkin ini bawaan cucu mama minta papa nya makan nasi goreng atau masakan oma nya kurang enak di lidahnya" kata Abimanyu sebelum beranjak ke dapur.


"Sudah sana temani istrimu awas sampai dia kelelahan" ancam mama Vania.

__ADS_1


" Mama selama punya cucu kok jadi galak" gumam Abimanyu pelan sambil melangkah ke dapur.


Vanya dengan senang hati memasak nasi goreng untuk suaminya , serasa sudah masak semua dan mencicipi rasanya Vanya menyiapkan nasi di atas piring dan membuatkan susu untuk suaminya.


"Sini sayang duduk" Abimanyu menarik kursi dekatnya duduk.


Vanya duduk di samping Abi menemaninya makan. " Sayang boleh besok aku mengundang Manda ketempat kita?" sambil mengelus perut nya.


" Untuk apa ?" Abi bukan nya menjawab tapi balas bertanya.


" Aku ingin ngerujak bareng sama dia, boleh ya" Vanya memasang wajah manja.


Abimanyu merasa gemas melihat wajah istrinya yang manja dengan tatapan mata yang memohon.


Cup.


Abimanyu mencium pipi istrinya dengan bibir yang masih berminyak habis melahap nasi gorengnya.


"Iih jorok banget sih" Vanya mengusap pipinya.


" Hehe kamu menggemaskan sayang , baiklah biar ku telpon Nico dulu" kata Abimanyu menyeka mulutnya menggunakan tissue.


Abimanyu merogoh ponsel dari saku celananya, sebenar nya Vanya bisa saja menelpon Manda tapi Abi juga harus ijin pada Nico untuk mengundang istrinya.


"Siap sayang besok siang Manda diantar ke rumah kita, sekarang ayo gabung sama yang lain" ajak Abimanyu membantu istrinya berdiri.


"Kalau begitu besok kita beli buahnya langsung dari pasar" ucap Vanya senang.


Mereka berkumpul lagi diruang tengah baby Arles belum juga tidur padahal waktu sudah menunjukkan jam delapan malam .


" Kamu belum tidur sayang?" Vanya mengusap pipi gembul bayi itu.


Papa Herlambang mengambil cucunya dari pangkuan Resha, dia menggendong cucunya lalu mengeluarkan suara emas miliknya.


" Papa stop Arles bukan nya tidur yang ada sakit kupingnya". ujar Abimanyu lalu mendapatkan tatapan semua orang.


"Kenapa memangnya?" tanya Papa Herlambang.


"Suara papa jelek" jawab Abimanyu santai.


"Kau ini, meremehkan suara papa, kamu juga dulu tertidur pulas dengar suara papa nyanyi buat kamu" ujar papa Herlambang meneruskan lagu turun temurun nya.


Abimanyu tersenyum lalu menarik tangan istrinya untuk ke kamar mereka. " Ayo sayang kita istirahat" ucapnya Sambil berdiri.


" Pa, Anya ke kamar dulu ya" ucap Vanya pada papa mertuanya.


Papa Herlambang mengangguk sambil bernyanyi tak sampai 15 menit baby Arles tertidur di gendongan Opa nya.

__ADS_1


...----------------...


Seperti janji malam hari , Abimanyu dan Vanya singgah ke pasar tradisional untuk membeli buah , Vanya menyiapkan semua buah yang ingin dimakan nya.


Abimanyu menatap heran pada istrinya yang kebanyakan mengambil buah mangga dan buah yang bersifat asam lain nya.


Sampai rumah Vanya meminta art nya mencuci buah dan menyiapkan sambal rujaknya.


Bel pintu berbunyi Abimanyu yang akan turun tangga langsung membuka pintu ternyata Manda dan Nico yang datang.


" Ayo masuk "ajak Abimanyu.


" Dimana Vanya?" Manda bertanya.


" Sudah menunggu keruang tengah, langsung ke sana aja" jawab Abimanyu.


Nico dan Manda langsung ikut bersama Abimanyu. Usai menyalurkan rindu duo bumil itu mulai menikmati rujak dihadapan mereka, sementara suami mereka memperhatikan dengan wajah kecut dan air liur yang ikut asam saat istri istri mereka melahap buah mangga muda.


"Kok gue ngerasa ya asem nya" ujar Nico memicingkan matanya.


" Iya gue juga yuk pindah mabok liat mereka berdua" balas Abimanyu.


Abimanyu dan Nico pindah ke depan rumah sambil mengobrol tentang pekerjaan mereka tak lama mobil mewah Azam masuk ke halaman Mansion.


"Ngapain kalian berdua duduk disini?" tanya Azam menghampiri bersama Shella.


" Coba aja Lo liat sana" Balas Nico.


Azam melenggang masuk bersama Shella, hampir lima menit Azam keluar dengan wajah kecutnya.


" Kenapa muka Lo ?" tanya Abimanyu menahan tawa.


" Batu air liur gue pecah liat calon emak - emak makan buah kecut gitu dengan santainya." ucap Azam menggidikkan bahu nya.


Nico dan Abimanyu tertawa bersama" Itulah membuat kami kabur" ucap Nico disela tawa nya.


Jadilah mereka bertiga mengobrol didepan rumah. Usai menghabiskan rujak nya Vanya meminta art menyiapkan camilan dan teh untuk tamu mereka.


Tiga laki laki ini kembali bergabung diruang tengah. Lalu membicarakan pernikahan Azam yang akan dilaksanakan 1 bulan lagi.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2