Tetap Kamu

Tetap Kamu
Mencintai dalam diam


__ADS_3

Ujian semester 1 sudah berakhir, seperti biasa Vanya selalu menjadi peringkat 1 di kelasnya. Vanya menjalani hari - harinya tidak seperti dulu lagi, banyak aturan - aturan yang harus dipatuhinya.


Vanya pindah dari rumah gubuknya dan tinggal di Mansion yang tak jauh dari sana, Mansion yang sangat besar untuk dirinya,.jenuh pasti dia rasakan walau ada lebih dari sepuluh Maid dan Bodyguard yang tinggal bersamanya.


Vanya setiap hari ke sekolah tidak lagi menggunakan sepedanya , kini dia menggunakan mobil sport hadiah ulang tahunnya dari sang Kakek. Hari ini masuk kembali ke sekolah setelah libur semester 1 di kelas 11 .


"Pagi calon Kakak ipar ! " sapa Vanya sambil mendudukkan tubuhnya di bangku.


"Pagi Van !" Shishi tersenyum malu


"Gak usah malu ! Gue tahu Kakak gue suka sama Lo, tiap hari dia telpon tanyain Lo melulu iya, 'kan ?"


"Jangan keras - keras dong !" Shishi mencubit lengan Vanya


"Aw Azizah ! Sakit tangan gue !" Vanya mengusap kulitnya yang tak merah


"Pagi gadis-gadis kesayangan gue." Sapa Azam di depan pintu.


"Pagi Zam."


" Lo kenapa ? Bibir di maju - majuin gitu ?" Tanya Azam pada Vanya


"Shishi tuh cubit tangan gue, lihat tangan hayati sakit." Adu Vanya sambil pura pura menangis.


"Akur dong Nona muda dan calon Nona muda." Azam menyentuh pundak kedua sahabatnya


" AZAM ! " Teriak Shishi dan Vanya bersamaan .


Azam terkekeh tak bersalah, dia tahu kata - kata yang baru diucapkannya itu ampuh melerai kedua sahabatnya itu.


...----------------...


Bel masuk telah berbunyi seluruh siswa sudah siap menunggu guru masuk ke kelas, tapi untuk kelas Vanya mereka hanya menerima tugas karena gurunya tidak masuk.


"Van !" panggil siswi dikelas mereka yang bernama Rika


" Iya , kenapa ?" Jawab Vanya ramah


"Itu kakak Lo, Ferdy. Tampan ya boleh dong daftar jadi calon kakak ipar Lo?" Ucap Rika tersenyum


"Kakak ?"


Jadi mereka belum tahu Kak Ferdy kakak gue


" Gimana Van ?" Tanya Rika lagi


" Maaf Rik ! Kakak gue udah punya calon istri, dia sangat mencintai calon istrinya." Jawab Vanya tersenyum


"Gagal dong gue !" Balas Rika cemberut.


Shishi menundukkan kepalanya, ada rasa tak suka di hatinya ketika Rika ingin mendaftar jadi Kakak ipar Vanya.


"Jadi cowok kemarin kakak Lo, Van?" Tanya Rian senang

__ADS_1


" Iya, bukannya malam pesta itu sudah di umumkan Kakek ya?" Vanya tersenyum kaku.


"Gue gagal fokus maklum liat bidadari cantik jadi gak dengar apa-apa." Rian tersenyum manis.


Vanya menoleh ke Shishi posisinya masih sama dengan kepala menunduk ke bawah.


"Lo tetap akan jadi Kakak ipar gue sampai kapan pun ! Jadi, gak usah khawatir. Lo suka, 'kan ? Sama Kakak gue yang tampan." Bisik Vanya tersenyum sambil berlari


Shishi melotot serta keluar dari kursinya dan mengejar Vanya. Mereka berlarian sambil kejar kejaran seperti anak kecil.


"Aaah !" Keluh Abimanyu karena kakinya di duduk Vanya.


Abimanyu berdiri ingin membuang sampah tiba - tiba Vanya menabraknya karena Shishi semakin mendekat, Abimanyu dan Vanya jatuh di lantai dengan posisi tubuh Vanya menindih Abimanyu. Suasana menjadi hening dan tegang, Shishi juga berhenti berlari. Vanya berdiri dan mengulur tangannya untuk membantu Abimanyu, tapi dengan cepat Abimanyu menepis tangan Vanya.


"Gue bisa sendiri ! Lain kali lihat-lihat dong !" Abimanyu mengibas-ngibaskan celananya.


"Iya gue minta maaf" Vanya tersenyum pahit ada rasa sakit di hatinya ketika Abimanyu menolak uluran tangannya.


"Jangan kasar sama Cewek bro !" Ujar Rian dengan nada tak senang


Abi hanya menghembus nafas kasar dan melanjutkan untuk membuang sampah


Kenapa gue tepis tadi tangannya? argh !


"Kalian berdua gak apa-apa?" Tanya Azam


"Enggak, Zam."


Rian duduk kembali ke kursinya, tak habis pikir dengan sikap kasar Abimanyu pada Vanya. Mungkin, dulu karena Vanya menyamar miskin. Sekarang Vanya kaya, lalu kenapa Abimanyu masih bersikap kasar ? Jika dulu alasannya Vanya selalu mengganggunya, bahkan sudah beberapa bulan ini Vanya sudah tidak mengganggunya, begitulah pikir Rian.


"Mikirin Vanya" Jawab Rian tanpa sadar


"Vanya, kenapa ? Lo suka sama dia ?" Tanya Azam


"Ma—maksud gue, gak gitu ! Aneh aja Abi selalu kasar sama Vanya, padahal dia udah gak gangguin lagi." Jawab Rian sekenanya.


"Karena dia kasar dan tidak bisa menghargai orang lain itulah alasan Vanya berhenti godain dia. Awalnya, Vanya iseng sama Abi dan Juga Lo, tapi seiring waktu dia malah suka beneran sama Abi. Vanya sadar kalau dari sikapnya, Abi enggak suka sama dia, makanya Vanya memilih berhenti dekat sama Abi dan berusaha mengubur perasaannya sebelum dia terluka lebih dalam nantinya." Ujar Azam panjang lebar tanpa dia sadari ceritanya barusan menorehkan luka pada hati seseorang.


Rian terdiam lesu mendengar cerita Azam.


Kenapa cinta Lo harus buat laki - laki yang gak ngehargain Lo, Van? Gue ada disini mencintai Lo setiap waktu Hatinya sakit setelah tahu Vanya menaruh hati pada sahabatnya Abimanyu.


"Zam ! Apa sudah pernah ada orang mengungkapkan perasaannya pada Vanya ?" Tanya Rian.


"Ada, tapi ditolak karena dia gak suka sama tuh cowok."


"Terus kelanjutannya gimana jika mereka bertemu?" Tanya Rian lagi seperti ingin memastikan sesuatu


"Lo nanya terus dari tadi, ya canggung ! Vanya memilih menghindar dari pada tuh cowok salah tingkah bila dekat dia, karena awalnya mereka berteman oleh masalah itu mereka jadi renggang sampai saat ini." Jelas Azam.


Rian mengangguk paham dengan cerita Azam.


Baiklah. Mungkin, mencintai Lo dalam diam adalah pilihan tepat saat ini, dari pada Lo nolak gue dan ngejauhin gue itu lebih sakit dari pada mencintai Lo dalam diam Vanya, cukup gue bisa dekat sama Lo udah bikin gue senang.

__ADS_1


Rian tersenyum manis.


"Lo senyum-senyum sama siapa ?" Tanya Vanya saat menoleh ke belakang. Karena dari tadi mendengar Azam dan Rian bicara tapi tidak terlalu jelas karena anak - anak semua sedang bergosip ria di kelas .


"Ini Van, gambar orang di buku ini senyum - senyum ke gue. Jadi gue balas deh senyumnya !"


" Oh gitu." Balas Vanya tersenyum


"Stop Van, jangan tersenyum !"


" Kenapa?"


" Hati abang meleleh, Dek." Riyan tersenyum memegang dadanya


Abimanyu merasa kesal karena Rian menggoda Vanya. Sementara Vanya terkekeh ada juga teman sealiran dirinya.


"Bisa aja Lo ! Hayati lelah" Vanya bersandar di bangkunya .


"Kantin yuk, biar segar !" Ajak Rian.


"Oke, gue donatur." Jawab Vanya semangat


Mereka pergi ke kantin tak lupa Abimanyu juga diajak, walau wajahnya datar tapi tetap saja dia mengekor di belakang Rian. Mereka makan satu meja bersama. Sambil bercanda dan cerita. Mereka melahap makanan di piring masing masing . Hanya Abimanyu yang tak bersuara tapi matanya selalu curi - curi pandang pada Vanya. Tak lama Manda juga menyusul ke kantin


"Abi kok gue di tinggal sih?" Tanya Manda manja


"Gue udah lapar." Jawab Abimanyu pendek


"Abi tungguin ya, gue pesan dulu." Manda melangkah untuk memesan makanannya.


Mereka makan dalam diam tidak ada lagi yang bersuara, hanya ada Manda yang selalu bersikap manja pada Abimanyu. Tangannya selalu menempel pada lengan laki-laki itu. Vanya menyelesaikan makannya, di sudut bibirnya ada tertinggal sedikit sisa makanan.


"Gadis kecil gue makannya balepotan sih ! Kapan gedenya Lo?" Azam meraih tissue dan menggosok bibir Vanya.


"Makanya gue gak bisa jauh dari Lo, karena gue selalu butuh Lo dan kalian selalu ada buat gue." Jawab Vanya tersenyum


"Gue juga siap selalu ada buat Lo." Sambung Rian menatap lekat pada Vanya


"Adik terharu, Bang." Vanya tersenyum. Seketika Abimanyu menajamkan matanya pada Rian tapi tidak terlihat oleh laki-laki itu.


"Ke taman yuk ! Butuh udara segar nih, gerah dekat - dekat orang kaya cacing kena abu." Ajak Shishi.


"Gue duluan ya, Bi. Tungguin cewek manja Lo makan dulu." Ucap Rian.


Ia masih kesal dan kepikiran atas sikap Abimanyu yang pilih - pilih teman. Sama Manda yang buruk perangainya saja dia bisa nurut dan ramah. Tapi sama Vanya yang baik hati. Sangat kasar ! Mungkin dia memang mencintai Manda, begitu pikir Rian saat ini.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2