Tetap Kamu

Tetap Kamu
Cemburu


__ADS_3

Dengan kasar laki - laki jangkung di atas balkon kamar meremas foto Abimanyu dan Vanya saat makan bersama di sebuah Cafe. Amarahnya memuncak saat Vanya tertawa lepas bersama Abimanyu, bayangan senyum bahagia Abimanyu begitu memancing emosinya.


"Vanya... Kau hanya milikku tidak ada seorang pun yang bisa memilikimu selain aku, Nona Wiguna kamu akan jadi pengantinku" Gumamnya tersenyum senang menatap satu persatu foto Vanya yang tergantung memenuhi dinding kamarnya.


...----------------...


Hari ini Vanya berkunjung ke kampus Resha atas undangan pihak kampus untuk memberikan motivasinya pada mahasiswa sastra secara langsung. Mereka sengaja memilih Vanya, bagi mereka Vanya adalah multi talenta.


"Setelah mengantar aku ke kampus kamu kembalilah ke kantor. Nanti aku menyusul" Ujar Vanya sambil menatap luar jendela mobil.


" Iya Nona "


Tiga puluh menit kemudian sampailah mereka di kampus. Di sana Resha sudah berdiri di depan kampus menunggu Vanya atas perintah sang kakak.


"Hai kak Anya , Kak Alan !" Sapa Resha tersenyum manis.


"Echa."


Sekarang Alan sudah mulai tidak datar lagi dan senyumnya selalu menghiasi bibir seksinya saat bersama orang -orang dikenalnya.


"Nona saya mengantar anda hanya sampai disini " Ujar Alan.


" Iya hati - hati dijalan " Ucap Vanya saat Alan masuk kedalam mobil nya.


Sesaat mata Resha dan Alan bertemu dan saling tersenyum


"Hati - hati kak !" Ucap Resha dan dibalas Alan dengan anggukan.


Mobil Alan meninggalkan area kampus menuju kantor milik Vanya.


"Kamu menyukainya ?" Tanya Vanya sambil melangkah meninggalkan gerbang


" Ka—kakak jangan berfikir aneh- aneh " Resha terbata dan merona


"Iya juga, gak apa - apa !" Vanya tersenyum.


Resha mengantarkan Vanya keruangan dosen sastra, di dalam sana juga sudah ada beberapa orang dosen wanita dan laki - laki.


"Selamat datang Nona Vanya " Sapa Dosen Sastra bernama Andri


" Terimakasih Pak Andri " Balas Vanya tersenyum.


" Silahkan duduk Nona, 15 menit lagi kita ke Aula, nikmati dulu teh dan camilannya" Ujar Andri ramah


" Terimakasih, panggil Vanya saja jangan pakai Nona " Balas Vanya sambil mendaratkan tubuh nya di sofa.


Mereka saling berbincang dan berbaur pada dosen yang lain sambil bercanda ria. Vanya yang ramah langsung bisa menempatkan diri bersama para dosen itu tanpa rasa canggung.


" Ayo Vanya kita ke aula, sepertinya anak didik saya sudah siap !"


Vanya mengangguk dan berdiri, namun sebelum melangkah ponselnya berdering "Sebentar pak Andri saya jawab telpon dulu " Ujar nya menghentikan langkah Andri


" Silahkan Vanya"


Hampir 5 menit Vanya kembali dan Andri masih setia menunggu nya. Laki-laki itu bergeming dari tempatnya berdiri. Wajah tampannya selalu membuat orang betah ingin melihatnya lebih lama.


" Maaf membuat pak Andri menunggu."


" Tidak masalah, apa Pak Abi yang menelpon? " Tanya Andri sedikit penasaran.


" Iya, dia selalu ingin tahu saya dimana dan sedang apa, terus bersama siapa." Jawab Vanya terkekeh .


Andri juga tersenyum, sambil bercerita tak terasa sudah memasuki Aula, kedatangan Vanya di sambut antusias oleh mahasiswa.


Vanya mulai duduk di kursi dan mulai berbicara perkenalan dan sampai pada materi serta motivasinya, dari kursi lain Andri menatap kagum pada Vanya. Satu jam lama nya Vanya mengakhiri pertemuannya, Andri datang menjemputnya dari sana dan membawanya keluar dari Aula.


" Terimakasih Vanya, saya kagum sama kecerdasan kamu." Ucap Andri tersenyum


" Jangan berlebihan Pak Andri kecerdasan itu anugrah tinggal kita yang mengasahnya agar lebih tajam "


"Setelah ini kamu mau kemana lagi ?" Tanya Andri

__ADS_1


"Ke kantor "


"Kalau begitu biar saya antar." Andri menawarkan diri.


" Terimakasih pak Andri, saya akan dijemput oleh Sopir saya" Tolak Vanya halus akan menggila si Abi jika tahu dia diantar orang tak dikenalnya.


" Kalau begitu mari kita makan siang saja di cafe depan kampus, bersama teman saya." Ajak Andri tak mau kalah jarang - jarang pikirnya makan bersama wanita cantik.


Vanya berfikir karena masih ada orang lain selain mereka dia pun mengiyakan ajakan Andri. Mereka keluar dari kampus dan menuju cafe di depan kampus. Mereka makan bersama dosen yang lainnya.


Sambil berbincang tanpa terasa makanan di piring sudah habis, Vanya mengeluarkan Ponsel untuk menelpon.


" Vanya."


" Nico ! Lo disini ?" Vanya tersenyum senang. Pikirnya ada Nico penyelamatnya dari dosen sok akrab itu .


"Gue bertemu dengan klien dan makan siang di sini, Lo ngapain di sini mana Abi ?"


"Gue di undang pihak kampus Resha sekarang udah selesai dan makan siang bersama dosen - dosen ini, Abi di kantor." Jawab Vanya.


"Gue balik kantor nih, Lo kemana lagi ?" Tanya Nico. Dia melihat gelagat tak nyaman di wajah Vanya di samping dosen laki - laki itu


" Gue balik ke kantor tapi nunggu sopir jemput ini mau telpon " Vanya menunjukkan ponselnya.


"Gue antar aja ayo !" Ajak Nico melihat wajah laki - laki di samping Vanya yang menatapnya dingin dan datar.


"Ayo ! Pak Andri dan yang lainnya terimakasih makan siangnya " Vanya berdiri menunduk berpamitan.


Nico dan Vanya masuk ke mobil dan melaju dengan santai, di cafe tadi Andri masih menatap mobil yang sudah tidak terlihat itu dengan tatapan sulit diartikan. Vanya dan Nico dalam perjalan menuju kantor.


"Syukur Lo nongol disaat yang tepat , risih gue sama dosen itu " Ujar Vanya dengan wajah kesalnya.


" Lo sih gak bawa kantong Doraemon jadi gak bisa minta tolong sama kantong ajaib "


Vanya terkekeh belum sempat membalas Nico ponsel Vanya berdering. " Hallo sayang" Jawab nya lembut.


" Dimana, sudah pulang dari kampus?"


" Apa ! Nico ? Aduh sayang kenapa sama dia ? awas jangan sentuhan sama laki -laki lain"


" Iya. Cuma pegang dikit. Sayang cowgan dianggurin" Balas Vanya usil


" SAYANG !!! Aku bisa menggila jangan pernah sentuhan sama orang lain, apa lagi laki -laki ingat itu, aku tutup telpon nya " Ujar Abimanyu setengah kesal


Vanya dan Nico tertawa bersamaan saking nyaringnya suara Abimanyu sampai terdengar oleh Nico .


" Dia cemburu sama gue?"


" Ya seperti itulah dia, jangankan sama orang, sama kak Ferdy aja dia cemburu " Vanya kembali tertawa.


Nico tertawa "Semoga Azam gak cemburuan kalau liat gue sama Shella"


" Shella ? Dia siapa Lo "


"Adik perempuan gue satu - satu nya" Ujar Nico


"Wah bakalan adek ipar Lo sama Azam " Ucap Vanya senang, dibalas senyuman manis dari Nico.


Mobil Nico berhenti di depan kantor, Vanya turun dan menawari Nico untuk mampir, tapi ditolak laki-laki itu karena ada rapat bersama klien lagi setelah ini .


Vanya masuk ke dalam kantornya saat mobil Nico sudah pergi. Dia memasuki lift khusus dirinya. Namun, sampai di dalam ruangannya mata Abimanyu sudah menatapnya tajam.


"Hai sayang, kamu disini ! sudah makan siang ?" Vanya tersenyum


Abimanyu tak menjawab, dia langsung mengambil tissue basah dan menggosok kedua tangan Vanya sampai merah saking kerasnya.


" Lepaskan sayang tanganku sakit " Vanya menarik tangannya.


"Katakan dimana lagi kulitmu yang disentuh oleh laki - laki lain diluar sana " Ucap Abimanyu datar dan dingin


"Kamu berlebihan Abi, aku gak menyentuh dan disentuh siapa pun !" Balas Vanya masih dengan tenang

__ADS_1


"Kamu bohong ! bahkan kamu makan siang bersama dosen itu" Ujar Abimanyu meninggikan suaranya.


"Wah kamu memata-matai aku rupanya ! ternyata kamu gak mempercayaiku. Menyesal aku gak mencium bibir seksinya itu tadi !" Balas Vanya yang mulai tersulut emosi tapi dengan nada yang tenang.


Abimanyu menjadi marah sekali mendengar ucapan Vanya. "JADI KAMU BERHARAP DIA MENCIUM MU ?!" Teriak nya dengan penuh amarah


"Bahkan kamu gak bisa membedakan bercanda dan serius Abimanyu Permana !"


Wajah Abimanyu serasa ditampar dengan keras dan menyadarkannya dari cemburu buta yang menutupi hatinya. Saat mendengar namanya disebut dengan lengkap oleh Vanya.


"Ma—maafkan aku sayang, aku terbawa emosi. Aku gak bermaksud kasar dan memata-matai mu. Aku sangat takut terjadi apa - apa dengan mu dan aku takut kamu meninggalkan ku " Ucap Abimanyu dengan suara merendah.


"Aku senang kamu mencemburui aku tapi aku gak menerima kamu mencurigai ku ! Aku bukan wanita murahan yang tebar pesona walau pada kekasih orang lain, " Ujar Vanya masih dengan nada datar nya


"Maafkan aku sayang jangan marah lagi ya " Bujuk Abimanyu dengan manjanya


Vanya menjadi luluh jika sudah melihat wajah manja kekasih nya itu, ingin rasanya mengambil kain untuk membedongnya dan memasukkan di ayunan bayi saking gemas nya.


"Iya, jangan ulangi lagi percaya aja sama aku, sama seperti aku mempercayaimu saat aku menerimamu dalam hidupku. Maka gak ada keraguan sedikit pun dariku untukmu" Ujar Vanya lembut.


Hati Abimanyu serasa di tusuk jarum betapa bodohnya dia hampir saja menyakiti hati Vanya, Abimanyu meraih tubuh kekasihnya itu dan memeluknya erat .


"Maafkan aku sayang, aku gak akan mengulanginya. Aku ke sini datang untuk memberitahumu, aku akan pergi keluar kota selama 2 hari untuk meninjau proyek di sana bersama Romi " Ujar Abimanyu melepaskan pelukannya.


"Hati - hatilah di sana, jaga kesehatan mu dan usahakan ponselmu jangan sampai mati" Balas Vanya


Abimanyu mengangguk dan berpamitan, dia langsung berangkat dari kantor Vanya.


...----------------...


Sedari siang Vanya menunggu telpon dan pesan Abimanyu untuknya. Berulang kali dia memeriksa ponsel tapi belum ada juga pesan dari Abimanyu atau telpon masuk.


Vanya mulai gelisah, dia mencoba menelpon Abimanyu tapi tidak dapat tersambung. Dia mencoba menelpon ke rumah Abimanyu tapi tetap sama mereka di sana pun belum mendapat kabar darinya. Kekhawatiran Vanya semakin menjadi entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak semenjak kepergian Abimanyu


"Sabar, Van. Mungkin di sana dia sedang sibuk" Ucap Azam menenangkan


"Iya, Zam. Tapi gak biasanya kaya gini." Vanya duduk di sofa dengan raut wajah gelisah.


Pemirsa ! Telah terjadi kecelakaan tunggal dijalan X arah menuju kota B, dengan nomor kendaraan xxxx , korban kecelakaan sedang dirawat di rumah sakit D. Belum dapat keterangan lebih lanjut karena korban belum sadarkan diri, kini polisi sedang menyusuri lokasi kejadian dugaan sementara korban kecelakaan ada dua orang dan satu orang nya belum ditemukan.


Begitu isi berita yang dibaca pembawa berita di tv. Dalam keadaan sama keluarga Herlambang dan Vanya terkejut.


"Itu mobil Abimanyu !" Ujar Vanya dan mama Vania ditempat yang berbeda.


Vanya berusaha menenangkan dirinya agar tidak panik tapi berbeda dengan mama Vania dan Resha sudah jatuh kelantai menangis histeris.


"Kita ke sana perintahkan orang - orang kita membantu petugas menyelidiki dan menyusuri lokasi kejadian." Titah Vanya bergegas mengambil tas dan keperluannya. Walau hati nya sakit dan sesak serta tak karuan tapi tetap, dia berusaha berfikir jernih. Ia berharap Abimanyu baik - baik saja.


Azam takkan membiarkan Vanya menghadapi ini semua sendiri. Dalam perjalanan Vanya terlihat sangat gelisah matanya sudah mulai berkaca - kaca. Azam meraih tubuh Vanya dalam pelukannya


" Abi gimana ?" Tangis Vanya pecah di pelukan Azam.


"Dia akan baik - baik aja, percaya sama gue" Azam mengusap pundak Vanya.


" Gue gak bisa bayangin sesuatu yang buruk pada Abi. Gue takut Zam. Gue gak bisa kehilangan Abi. 5 tahun cinta gue tetap dia. Gue hancur, Zam. Jika terjadi apa - apa sama dia" Vanya meracau dalam tangisnya.


"Sabarlah, berdoa agar gak terjadi sesuatu sama dia"


Kali ini mereka berangkat bersama kepala pengawal. Mereka berbagi tugas, Alan khusus untuk melacak keberadaan Abimanyu melalui GPS dan mengerahkan pasukan khusus dari keluarga Wiguna yang ditempatkan untuk menjaga Vanya.


Kepala pengawal bertugas untuk menyetir mobil dengan keahliannya sebagai mantan pembalap, mobil yang mereka gunakan pun mobil rancangan khusus anti peluru. Mereka berjaga - jaga jika hal ini terkait dengan musuh bisnis Abimanyu.


Papa Herlambang juga mengerahkan orang orangnya, dia juga membawa anak dan istrinya ke sana karena mereka merengek ingin ikut. Suasana pilu dan sedih menghiasi malam itu .


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2