Tetap Kamu

Tetap Kamu
Jalan berdua


__ADS_3

Detik, menit dan jam berlalu begitu saja. Tanpa terasa sudah 2 minggu Vanya selalu ikut bersama di lokasi Shooting. Para penggemarnya antusias menyambanginya di lokasi, hanya untuk berfoto dan berkenalan.


Selama itu pula, Abimanyu berusaha mencari perhatian Vanya, tak mau kalah Rian juga berlomba memberikan perhatian.


Pada siapa hati Vanya berlabuh ? Hanya Author dan Vanya yang tahu.


Di tempat lain Abimanyu sedang berfikir keras untuk memenangkan hati wanita pujaannya. "Gimana caranya aku bisa dekat sama kamu lagi Anya ? Dirimu yang sekarang sangat berbeda belum lagi si Rian ikut-ikutan nyari perhatian Anya, bikin kesal aja tuh anak." Sungut Abimanyu sambil menatap pemandangan malam dari balkon kamarnya.


Abimanyu sedang berfikir keras mencari cara, tiba - tiba adik kesayangannya datang menghampirinya. "Kakak sedang memikirkan apa?" Tanya Resha sambil duduk di kursi.


"Kakak bingung bagaimana caranya biar bisa dekat dengan Anya ? Dia berbeda dari jaman SMA dulu. Dia selalu mengganggu kakak, tapi kakak malah gak suka dan membencinya." Curhat Abimanyu


"Baiklah Echa mengerti, siapkan diri kakak untuk besok jalan berdua bersama kak Anya." Ucap Resha meyakinkan.


"Bagaimana caranya?" Tanya Abimanyu meragu


"Kakak gak usah pikirkan caranya, tapi kakak harus memikirkan bagaimana membuat Kak Anya terkesan dengan jalan - jalan besok, buat dia merasa nyaman didekat kakak." Ujar Resha


"Oke, Kakak siap !" Balas Abimanyu berbinar


Resha kembali ke kamarnya, dia mulai mengutak-atik ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.


Beberapa menit kemudian, dia tertawa kegirangan tidak pakai lama Resha menelpon nomor yang baru di dapatnya.


"Halo."


"Ini Resha, Kak. Adiknya Kak Abi." Balas Resha


"Jadi kamu adiknya Abimanyu, ada yang bisa Kakak bantu, Resha ?"


"Panggil Echa saja, Kak." Ujar Resha.


"Iya ! Kakak akan memanggilmu Echa. Jadi, bagaimana ?"


"Echa ingin ngajak Kakak jalan besok." Ajak Resha.


"Oke Kakak tunggu ! Hitung - hitung kakak gak punya teman cewek di sini."


Resha bahagia misi pertama berjalan lancar tak lupa dia mengabari kakaknya untuk bersiap karena berhasil membuat janji pada si calon kakak ipar.


Di kamar Abimanyu berguling - guling kesenangan sampai terjatuh dari kasur. "Aaw ! Pinggangku kenapa pakai jatuh segala sih ? Kalau besok sakit pinggang gimana? malu - maluin taruh mana muka aku." Ujar Abimanyu ngedumel sendiri


Vanya yang baru saja menerima telpon pikirnya tak mengapa berteman sama Resha adiknya Abimanyu, selama kembali dia belum memiliki teman wanita.


...----------------...


Di Mansion


Vanya tengah bersiap - siap menunggu kedatangan Resha


Tak lupa Vanya mengabari Azam dan Alan jika dirinya akan jalan -jalan bersama Resha.


Tiga puluh menit kemudian mobil mewah Abimanyu masuk ke halaman rumah Vanya. Resha keluar dengan cantik dari mobil milik Abimanyu. Dia memencet bel beberapa detik kemudian maid membuka pintu utama.


"Nona Resha ?" Tanyanya sopan


"Iya, Bi."


"Nona ditunggu nona muda di dalam." Balas Maid mempersilahkan Resha masuk


Resha takjub melihat ke indahan Mansion Vanya. "Kak Anya hebat mampu menyembunyikan kekayaannya dan berpura - pura miskin ketika Sekolah dulu." Gumam nya memandang segala arah.


"Echa ayo duduk !" Sapa Vanya tersenyum lembut.


"I-iya, Kak. Mansion kakak besar sekali dari rumah Echa." Ujar Resha sambil duduk di sofa


"Memang besar, tapi kakak kesepian di sini walau banyak maid dan pengawal. Mereka tidak bisa diajak mengobrol, mereka selalu menjaga batasan mereka." Ujar Vanya sedih


"Apa Echa bisa sering main kesini?" Tanya Resha penuh harap


"Tentu saja. Kamu bisa sering kesini dan menginap juga kalau kamu mau" Ujar Vanya lembut.

__ADS_1


"Oke ! Echa kapan - kapan akan menginap di sini, gimana kalau sekarang kita jalan mumpung masih pagi ?" Ucap Resha


"Ayo !"


"Tapi, Kak. Sebelumnya Echa minta maaf, tadi kak Abi memaksa ikut, apa kakak marah ? Dia ada di mobil." Ujar Resha menundukkan wajahnya.


"Apa ? Kenapa disuruh nunggu di mobil ? Gak apa-apa kalau kakakmu ikut, semakin banyak orang maka semakin ramai." Ujar Vanya lembut tanpa terselip marah di dalamnya.


"Jadi, Kakak gak marah ?"


"Enggak, ayo berangkat kasian dia di mobil." Ujar Vanya meraih tas di sampingnya.


Wah pintar sekali dirimu Resha Permana


Resha tersenyum senang.


Vanya dan Resha keluar dari mansion, mereka melangkah menuju ke mobil Abimanyu. Mata Vanya tak berkedip melihat penampilan Abimanyu yang memakai pakaian santai


Ya Tuhan kenapa? ketampanannya masih setia menghiasi wajah ini Vanya bergumam


Abimanyu membuka pintu untuk Vanya "Ha-hai Anya silahkan masuk, maaf gue gangguin acara jalan - jalan Lo sama Echa."


"Gak apa - apa." Balas Vanya tersenyum.


"Duduk di depan !"


"Tapi Echa gimana ?" Tanya Vanya.


"Gak ada penolakan, Nona Muda" Balas Abimanyu tegas


"Iya gue duduk di depan."


Jantung Abimanyu berdegup kencang.


Oh jantung berdetak yang benar, aku malu jika pingsan disini


Mobil Abimanyu melaju dengan pelan, Resha duduk di kursi belakang. Mereka sama-sama merasakan perasaan berdebar dan gugup.


"Kita kemana ?" Tanya Vanya memecahkan kesunyian


Vanya mengangguk dan mulai menikmati pemandangan di sepanjang jalan. Tiba-tiba ponsel Resha bergetar tanda pesan masuk.


"Kak, maafkan Echa. Sepertinya hari ini gagal jalan - jalan kita. Teman Echa ada yang masuk rumah sakit dan Echa di minta ke sana." Ucap Resha tak enak hati.


"Gak apa-apa ! Kita pulang aja. Atau... Turunkan kakak di cafe depan nanti Alan jemput di sana." Ujar Vanya


"Gak perlu Anya. Kita tetap lanjutkan jalan - jalannya, kita antar Echa ke rumah sakit langsung." Balas Abimanyu.


"Echa setuju ! Kak Anya gak usah cemas Kak Abi jinak, kok. Sebagai gantinya besok Echa yang main ke Mansion kakak." Ujar Resha terkekeh


Vanya mengangguk dan tersenyum


Mobil Abimanyu berhenti di depan rumah sakit kemudian Resha turun dari mobil.


"Manfaatkan momen ini." Bisik Resha di kuping Abimanyu


"Kita lanjutkan perjalanan. Atau... Ada yang pengen Lo kunjungi?" Tanya Abimanyu memandang lekat wajah wanita di sampingnya.


"Pantai, gue udah lama gak ke sana ?" Ujar Vanya melihat kearah Abi .


Sejenak mata mereka bertemu Vanya cepat mengalihkan pandangannya.


Kenapa dadaku ?


Wajahnya terlihat memerah dan suasana canggung mulai terasa.


"Menggemaskan !" Abimanyu tersenyum.


"Apa ?" Tanya Vanya


"Ah, enggak ! Ayo kita berangkat." Balas Abimanyu

__ADS_1


...----------------...


Di pantai...


Abimanyu dan Vanya turun dari mobil, mereka berjalan bersama ke pinggir pantai. Karena weekend jadi pengunjung terlihat banyak dari hari biasanya.


Vanya melepaskan sepatunya, ia berjalan dengan telanjang kaki di atas air. Ombak pantai menyentuh lembut kaki putihnya. Wajahnya terlihat senang sekali berada di sana, senyum di bibirnya tanpa henti mengembang. Sambil bercanda dan saling bercerita Abimanyu dan Vanya semakin dekat dan terbuka.Tanpa terasa hampir 2 jam sudah bermain di pinggir pantai.


"Kamu mau naik kapal ?" Tanya Abimanyu merubah gaya bahasanya.


"Enggak, gue takut !" Jawab Vanya.


"Kalau begitu kamu tunggu disini, aku beli minuman dulu jangan kemana - mana ?" Titah Abimanyu


Vanya mengangguk dan tersenyum. Dia menghembuskan nafas perlahan seiring itu juga segala penatnya terlepas begitu saja.


"Hai Vanya." Sapa Seseorang di samping Vanya.


Vanya menolah ke asal suara


"Nico ! Lo disini ?"


"Iya gue sama karyawan kantor ke sini, hari ini jadwal libur mereka bersama keluarganya, spesial dari kantor." Balas Nico tersenyum


"Wah senang dong ! Jadi karyawan Lo." Ucap Vanya masih melangkah pelan di pinggir pantai.


"Iya, apa lagi jadi istri gue di jamin bahagia." Goda Nico menampilkan senyum menawannya.


"Bisa aja Lo, oh ya Nic ! gue minta maaf sama Lo atas kejadian waktu itu." Ucap Vanya


"Gak apa - apa gue juga udah lupa." Balas Nico tersenyum.


Dari kejauhan Abimanyu berlari dengan nafas tersengal "Anya, aku tadi udah bilang nunggu di sana kenapa jalan sejauh ini ?!" Abimanyu berdiri dengan bertopang pada kedua lututnya.


"Sorry, tadi gak sadar udah sampai sini, jalan sambil ngobrol sama Nico." Balas Vanya dengan wajah bersalah


"Nico ?" Abimanyu baru sadar jika ada orang lain bersama mereka.


"Bi, apa kabar pak Presdir ?" Sapa Nico ramah


"Baik Nic, sama siapa Lo kesini ?" Tanya Abimanyu


"Gue sama karyawan, biasa liburan 1 hari di sini" Jawab Nico


"Pantes rame sekali." Abimanyu melihat arah tangan Nico yang menunjuk para Karyawannya.


"Kalian berdua aja?" Tanya Nico


Abi mengangguk, sambil membuka botol minuman. "Nih minum."


"Kalian lanjutkan gue ke sana dulu." Pamit Nico sambil berlari kecil karena ada seseorang yang memanggilnya


Vanya minum begitu banyak, karena memang sedari tadi sudah haus.


"Aaww sakit !"


Abimanyu berjongkok dan memegang kaki Vanya, di telapak kakinya tertancap kayu runcing yang lengket di kakinya.


"Tahan." Abimanyu mencabut kayu runcing itu dari telapak kaki Vanya.


"Darah." Ucap Vanya pucat. Mendadak tubuhnya lemas dan gemetar


Abimanyu melihat reaksi Vanya menjadi cemas, ia langsung menggendong Vanya menuju tempat istirahat terdekat. Vanya tak mampu bersuara air matanya meleleh dengan lembut di pipi putihnya. Sekelebat bayangan masa lalunya hadir di kepalanya.


"Aaa !!!" Vanya berteriak dengan keras sambil menundukkan kepalanya .


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow

__ADS_1


IG. iyien_02


FB. Iyien Rira


__ADS_2