Tetap Kamu

Tetap Kamu
Oma Galak


__ADS_3

Mirip setrika Abimanyu mondar mandir di depan ruangan IGD usai menelpon keluarga nya.


"Keluarga ibu Vanya."


"Saya suaminya" Jawab Abimanyu mendekat.


Perawat itu bergeming, mata nya tak berkedip menatap wajah tampan Abimanyu sedekat itu.


" Ada yang salah pada wajah saya " Ucap Abimanyu datar.


"Ah maaf pak anda dipanggil dokter." Jawab Perawat itu gugup.


Abimanyu menatap suster itu dingin dan tajam lalu menerobos masuk. "Bagaimana keadaan istri saya ?" Tanya nya masih dengan raut wajah cemas.


"Tidak ada penyakit serius, Pak. Ibu Vanya hanya dehidrasi, malam ini dirawat disini dulu ya dan saya punya kabar baik untuk bapak saat ini. Istri Bapak sedang hamil lebih jelasnya saya akan rujuk ke dokter kandungan dan dokter Azam sudah merekomendasikan dokter Shella untuk ibu Vanya."


"Istri saya Hamil ? Terimakasih, Dok " Ucap Abimanyu tersenyum bahagia.


Vanya dirujuk ke dokter kandungan untuk mengetahui berapa usia kandungan dan lainya. Abimanyu masih menemani istrinya yang belum bangun, mengusap pelan pucuk kepala istrinya.


"Selamat Kak Abi, kak Vanya positif hamil 4 minggu nanti aku jelaskan lagi tunggu kak Vanya bangun agar lebih faham sebagai calon ibu dan Ayah." Ujar Shella .


Abimanyu berteriak senang berulang kali Azam jadi sasaran empuk dipeluknya. Vanya dipindahkan diruang inap. Dari jauh papa Herlambang dan Mama Vania datang dengan tergesa - gesa. Dan dibelakang di susul oleh Alan dan Resha tapi mereka berdua tidak bisa berjalan cepat karena Resha hamil besar hanya menunggu hari untuk lahiran.


"Bagaimana keadaan Anya, Bi ?" Tanya mama Vania cemas.


"Masuk dulu, Ma. sini duduk dulu" Ujar Abimanyu tersenyum.


"Kamu ini, istrinya lagi sakit malah senyum - senyum, itu akibatnya terlalu manja sama dia, sekarang Anya kecapean, 'kan ?! " Omel mama Vania


"Ma... Jangan berisik liat Anya lagi tidur." Ujar Papa Herlambang.


Resha dan Alan masuk dengan nafas tersengal. Raut cemas pun membingkai wajah keduanya. Yang mereka tahu Vanya Putri adalah wanita hebat dan kuat. Namun, hari ini berita menyedihkan datang ke telinga mereka.


"Sini sayang, ayo duduk kamu lelah membawa bayi mu jalan sejauh ini" Abimanyu membantu Resha duduk di sofa.


"Kenapa dengan kak Anya?" Tanya Resha mengulangi kalimat mama Vania.


"Kita akan kedatangan anggota baru, Anya hamil 4 minggu, saat ini dia mengalami dehidrasi hampir seharian ini dia hanya muntah tidak ada makanan yang masuk." Ujar Abimanyu.


"Anya hamil ? Terimakasih Tuhan " Ucap mama Vania dan papa Herlambang.


"Selamat Kak akan jadi papa " Ujar Resha dan Alan.


Abimanyu tersenyum lalu duduk ditepi ranjang istrinya. Dipandangnya wajah dan perut rata milik istrinya.


Hai junior akhirnya kamu hadir juga di rahim mama mu, papa akan selalu ada dan menjaga kalian berdua


Vanya perlahan membuka matanya lalu meneliti setiap sudut ruangan.


"Sayang aku kenapa disini ?" Tanya nya lemah.


"Sudah bangun, tadi kamu pingsan aku dan Azam membawa mu kesini ada berita baik untuk kamu" Ucap Abimanyu berbinar.


" Apa ?" Tanya Vanya.


"Kamu hamil sayang usia nya 4 minggu." Jawab Abimanyu bahagia.


Vanya menutup mata nya bersyukur pada Tuhan sudah menitipkan jiwa dan nyawa di rahim nya. Abimanyu memanggil Shella karena Vanya sudah bangun. Shella menjelaskan seputar kehamilan pada Vanya dan Abimanyu keduanya mengangguk paham atas penjelasannya

__ADS_1


"Sayang sekarang kamu calon ibu jangan sampai lelah jaga kesehatan kamu ya." Ucap Mama Vania membelai lembut pucuk kepala menantu nya.


"Ma, bagaimana kalau mama masak buat istriku sepertinya anak ku gak mau makan makanan yang dimasak Asisten di Mansion" Ujar Abimanyu.


"Ide bagus kalau gitu ayo, Ma. Kita pulang dulu sekalian ambil baju ganti Abi, kamu mau dimasak apa, Nak?" Tanya papa Herlambang.


"Terserah mama aja tapi mau nya yang berkuah." Ucap Vanya .


"Iya sayang kamu istirahatlah, hei kamu jaga calon cucuku awas macam - macam" Mama Vania memasang wajah galak .


"Siap bos."


Mama Vania dan papa Herlambang pulang ke Mansion untuk memasak. Resha menghampiri Vanya bersama Alan.


"Kakak ngidam nya minta yang aneh - aneh ya sama kak Abi biar dia tau rasanya." Ucap Resha .


Vanya tersenyum mengelus perut besar Resha. "Jangan terlalu lelah kamu mendekati hari persalinan, halo Nak yang pintar ya, jangan rewel kalau mau keluar." Ucap Vanya pelan.


Saat mereka tengah berbincang, tiba - tiba suara menggema didepan pintu masuk.


"Selamat, Bi. Akhir nya jadi bapak juga Lo, hei calon keponakan ku balas dendam lah pada papa mu yang suka manja pada mama mu yang cantik." Ucap Rian mengelus perut rata Vanya.


"Jangan pegang perut istri gue, jangan mempengaruhi calon anak gue juga." Balas Abimanyu kesal


Rian terkekeh seperti jadi hobi yang mendarah pada dirinya mengganggu Abimanyu. Melihat wajah kesal sahabatnya ini seperti ada kesenangan tersendiri bagi nya.


"Sudah jangan ribut nanti bayi ku juga bisa terganggu, ayo sayang kita pulang kamu banyak banyak istirahat." Ucap Alan meraih tangan istrinya.


"Kak kami pulang dulu cepat sembuh." Ucap Resha dan Alan lalu meninggalkan kamar Vanya.


Rian dan Abimanyu mengobrol cukup lama, sampai suara Azam masuk tak di dengar oleh mereka.


"Gak juga, gue cuma mual saat makanan masuk." Jawab Vanya.


"Lain kali gak usah ngeyel kalau mau dibawa ke rumah sakit." Ujar Azam


Vanya mengangguk. "Apa mama Sintia udah tahu ?"


" Ya dia titip salam buat Lo, mama lagi diluar kota maklumlah nenek lagi sensitif banget, kak Ferdy juga udah gue telpon sama hasil tes Lo juga udah masuk e-mail dia." Balas Azam.


Abimanyu yang tengah Asyik bercerita, tiba - tiba salah fokus saat melihat ada laki - laki lain berbicara pada istrinya.


"Kapan Lo masuk, Zam ?" Tanya Abimanyu.


" Sudah beberapa menit yang lalu."


Ketiga laki laki ini berbincang sebentar lalu membubarkan diri. Abimanyu mendekat keranjang istrinya. Lalu mengecup keningnya penuh cinta.


"Sayang masih mual ?" Tanya Abimanyu


"Enggak tapi aku lapar, aku juga gak mau kamu kemana - kemana nanti aku kangen sama kamu." Jawab Vanya manja.


Abimanyu gemas melihat istrinya manja, diusapnya lembut perut rata istrinya itu.


" Terimakasih Tuhan telah memberiku banyak kebahagiaan melalui istri ku , terimakasih sayang memberiku banyak cinta dan kebahagiaan" Ucap Abimanyu.


Vanya juga ikut terharu melihat suaminya. "Kita nikmati momen ini " Balasnya tersenyum.


"Iya sayang apapun yang kamu mau katakan, akan ku usahakan mencarinya." Ujar Abimanyu.

__ADS_1


Vanya mengangguk lalu mengangkat kedua tangan nya minta dipeluk, dengan senang hati Abimanyu membalas pelukan istrinya.


suami istri ini terhanyut dalam kebahagiaan mereka.


"Abi ! Apa yang kamu lakukan ?! istri mu masih sakit " Teriak mama Vania dari depan pintu masuk.


"Gak ngapa ngapain, Ma. Cuma meluk" Jawab Abimanyu lalu mendapat jewer dari sang mama.


"Kamu menyakiti menantu dan calon cucu ku" Ujar Mama Vania dengan wajah galaknya.


"Enggak, Ma. Aku cuma meluk kok" Jawab Abimanyu mengusap kuping nya yang panas.


" Sudah lah menantuku sudah lapar " Ucap papa Herlambang mengusap sayang rambut panjang Vanya.


Mereka berdua terkekeh melihat wajah Abimanyu yang ditekuk.


"Sini nak mama suapi kamu" Ujar mama Vania lembut.


Abimanyu melotot mama nya berubah drastis tadi marah - marah sekarang lembut.


"Kenapa melotot" Ujar mama Vania memasang wajah garang nya lagi .


" E-enggak, Ma." Balas Abi langsung duduk di sofa.


Vanya hanya tersenyum lagi menikmati suapan dari mama mertua nya. Papa Herlambang duduk disebelah Abimanyu lalu memberikan nasehat untuk menjadi seorang ayah, Abimanyu mendengarkan dengan baik walau kuping nya masih cenat cenut.


"Pa, kenapa mama galak sekali ?" Abimanyu berbisik.


" Memang begitu sama Alan juga kemarin sama galak nya" Ujar papa Herlambang terkekeh.


Kriuk


Perut Abimanyu berbunyi, papa Herlambang terhenti tertawa lalu melihat kearah perut Putranya.


"Oh putra ku yang malang ternyata kamu juga lapar." Ujar Papa Herlambang menepuk pundak Abimanyu.


"Sayang sini " Ucap Vanya menepuk pinggiran ranjang.


Abimanyu memasang wajah lesu lalu duduk disisi istrinya.


"Ma kemari kan piringnya Suami Anya juga lapar " Ucap Vanya .


" Nak biarkan dia makan sendiri " Ujar mama Vania


" Enggak apa - apa, Ma. Anya pengen makan berdua " Jawab Vanya tersenyum.


"Bawaan baby itu, Ma." Ucap Abimanyu pelan.


Mama Vania mengalah demi cucu nya lalu memberikan piring pada Vanya.


" Junior Sayang maaf memakai kamu untuk menjinakkan oma mu yang galak " Ucap Abimanyu tersenyum menang.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2