
Pagi hari matahari menyapa dengan malu - malu di sebelah Timur, begitu juga dengan dua insan yang sedang tidur di kamar utama yang besar, Tidur sekamar beda kasur itulah yang terjadi
Abimanyu sengaja memisahkan diri, tidur di kasur yang rendah tapi masih dalam kamar yang sama. Dia meraba - raba di atas kasur yang tinggi tapi tidak menemukan yang dia cari.
"Sayang kamu dimana?" Panggil Abimanyu dengan setengah sadar
Tapi tidak ada sahutan untuknya. Abimanyu mengumpulkan nyawanya dan berdiri. Membuka gorden kamar Vanya. Matanya menangkap sosok cantik di bawah sana sedang menyemprot bunga yang tumbuh segar di taman depan Mansion nya. Abimanyu bergegas turun dari lantai atas dan menemui kekasihnya.
"Kenapa meninggalkan aku sendiri dikamar?" Abimanyu memeluk Vanya dari belakang hingga yang punya tubuh terkejut.
"Maaf sayang kamu tidurnya nyenyak, aku gak tega bangunin kamu."
"Nikah sekarang yuk ! Aku gak bisa jauh dari kamu sayang." Abimanyu menempelkan dagunya di atas bahu Vanya.
"Kamu ini, sabar kenapa sih."
"Oke satu bulan lagi kita menikah." Ujar Abimanyu senang.
Azam merasa lapar setelah bangun tidur tapi tuan rumah belum juga menampakkan batang hidungnya. Laki-laki itu keluar langsung menangkap pemandangan yang membuatnya iri.
"Hei kalian sudah kenyang dengan berpelukan begitu?" Teriak Azam
"Ganggu aja Lo !" Balas Abimanyu kesal dan melepaskan pelukannya dari Vanya.
"Gue lapar nih, ayo Van makan dulu ! gak kenyang cuma makan gombalan Abi." Ujar Azam meninggalkan Vanya dan Abimanyu.
"Dasar jomblo ! Gak tau rasanya jatuh cinta." Gerutu Abimanyu menggenggam tangan Vanya masuk kedalam.
Vanya terkekeh melihat wajah kesal Abimanyu, gak pernah akur pikirnya. Vanya dan Abimanyu bergabung di meja makan. Mereka menikmati sarapan dengan di bumbui rengekan Abimanyu yang manja ingin di layani di meja makan. Usai sarapan mereka berkumpul di ruang tengah.
"Van, hari ini gue mau jalan - jalan Lo hati - hati di rumah." ujar Azam
"Iya, Zam. Gue juga mau ke mall sama Alan."
"Yakin nih cuma sama Alan ? Aku temenin ya sayang ! aku santai hari ini" Ujar Abimanyu. Sebenarnya dalam hatinya gak rela jika Vanya pergi berdua ke Mall bersama Alan.
"Terserah kamu. Ajak juga Echa"
"Iya sayang, ayo bersiap pakai mobil ku aja, nanti Alan jadi sopirnya" Abimanyu tersenyum licik.
Aish ! dasar calon kakak ipar durhaka
Alan menatap tak senang
Mereka semua bersiap untuk pergi. Namun terlebih dulu menjemput Resha, perasaan Alan menjadi nano - nano. Tangannya meresap dingin memegang setir mobil, tubuhnya serasa panas sampai mengeluarkan keringat panas dingin.
"Alan kamu kenapa?"
" Tidak apa-apa nona. Hanya sedikit gugup." Ujar Alan keceplosan.
"Gugup, kenapa ?" Tanya Vanya tak mengerti .
"Lupakan Nona maaf membuat anda khawatir." Ujar Alan tersenyum.
Beberapa saat kemudian Abimanyu dan Resha datang bersamaan, Abimanyu juga masuk ke rumahnya untuk mengganti pakaian. Di rumah, mama Vania dan Papa Herlambang sedang keluar kota pagi itu.
"Hai kak Anya !" Sapa Resha tersenyum.
"Hai sayang mari masuk"ucap Vanya
"Di depan saja !" Titah Abimanyu.
Resha menurut saja tanpa bantahan . Mobil Abimanyu membelah padatnya jalan raya menuju Mall. Sesampai di sana Vanya langsung membawa Alan belanja baju dan perlengkapan lainnya.
Begitupun juga Resha mengambil barang keperluannya. Sesekali bertukar pendapat pada Alan, kini mereka tidak terlalu canggung seperti saat makan malam saat itu.
__ADS_1
Usai belanja Vanya merasa lapar
"Kita makan dulu ya ?"
"Iya sayang." Abimanyu mengandeng tangan Vanya.
Resha menggerutu di belakang karena dia di suruh Abimanyu membawa barang belanjaan. Kakaknya itu seakan tak mau kalah dengan Alan. Dia pun meminta Vanya untuk memilihkan stelan kerja untuknya. Abimanyu mendapatkan pesan dari Romi bahwa Manda sedang mengikuti mereka.
"Ada apa sayang." Tanya Vanya melihat Abimanyu gelisah melihat ke kiri dan ke kanan.
Abimanyu memberikan ponselnya pada Vanya untuk membaca sendiri pesan Romi.
"Bersikaplah tenang, kalau dia memang ingin berniat sesuatu yang buruk. Dia akan datang sendiri." Ujar Vanya santai
"Iya sayang." Abimanyu tersenyum
Para pelayan mengantarkan pesanan mereka, saat ingin memakannya tiba - tiba ada seseorang yang memeluk Abimanyu dari belakang.
"Abi, gue rindu sama Lo"
"Lepaskan tangan Lo ! Sebelum gue kasar" Ujar Abimanyu dingin.
"Syutt ! Tenang ini bawaan bayi kita." Ujar Manda tersenyum
"Bayi ? Jaga mulut Lo, gue gak pernah ngapa- ngapain Lo."
Vanya dan Alan masih bersikap santai sambil menikmati makan siangnya. Berbeda dengan Resha yang ketakutan jika Vanya marah. Abimanyu pun berpikiran sama dengan Resha, dia khawatir jika Vanya percaya omongan Manda.
"Hai ada Nona Muda Wiguna rupanya, maaf gue gak liat Lo." Ucap Manda.
"Sepertinya Lo udah rabun ya. Gue segede beruang gini gak lihat, pasti mata Lo kurang asupan Vitamin. Makanya sering - sering dong liat cowgan mumpung gratisan tuh banyak berhamburan." Ucap Vanya memasang wajah imutnya.
Mata Manda melihat laki - laki di samping Resha. Seketika dirinya gugup dan pucat, siapa laki - laki yang bersama Resha saat ini? Bukankah ? dia sama persis di foto yang dikirimnya ke kantor Abimanyu, tapi kenapa mereka baik - baik saja.
Manda mencoba bersikap biasa saja dan mulai memancing Vanya kembali, serta melanjutkan rencana yang sudah di susunnya sedari tadi.
"Ups ! lupa bawa Bodyguard hati kesini"
Manda menjadi kesal, ia duduk di samping Resha. "Bi gue hamil anak Lo, gue pengen Lo bertanggung jawab sama bayi ini, Lo lupa apa yang kita lakukan waktu itu." Ujar Manda memasang wajah iba.
"Manda... Lo pikir gue percaya? Gue sangat ingat gak pernah menyentuh Lo seujung kuku pun !" Abimanyu tersenyum sinis. Manik matanya berpindah melihat ke arah Vanya. "Sayang kamu tahu siapa yang mengirim foto mu dengan Alan ? Dialah pelakunya !" Tunjuk Abimanyu dengan tatapan tajam.
Manda menjadi bertambah pucat dan gugup dengan perasaan marah bercampur malu, dia meninggalkan tempat itu.
"Kabur dia !" Vanya tertawa pelan.
"Sayang jangan percaya sama Manda. Kalau pun ! Dia hamil itu bukan anakku, percayalah sama aku" Ujar Abimanyu memegang kedua tangan Vanya.
"Iya aku percaya, ayo makan keburu malu makanannya."
Abimanyu, Resha dan Alan beralih melihat ke piring mereka masing - masing lalu tertawa bersama.
Usai makan siang mereka kembali jalan - jalan, kali ini Vanya ingin mengajak mereka ke kebun bunga.
"Kemana lagi, sayang?" Tanya Abimanyu.
"Ke kebun bunga."
"Dimana itu ?" Abimanyu menoleh sambil mengecup punggung tangan kekasihnya ini.
Vanya hanya tersenyum sengaja membiarkan Abimanyu dan Resha penasaran. Alan tersenyum tipis melihat wajah penasaran Resha.
Alan menepi di depan toko penjual makanan ikan. Dia bermaksud membeli makanan ikan karena sejak penculikan itu mereka belum mengunjungi kebun bunga.
...----------------...
__ADS_1
Mobil Vanya memasuki halaman gubuknya, di sana juga ada mobil yang tidak asing
"Sayang ini gubuk siapa?"
"Gubuk aku, tempat tinggal ku dulu" Jawab Vanya sambil membuka pintunya.
"Jadi kamu pernah tinggal disini?"
"Iya sayang waktu SMA, ayo masuk !" Ujar Vanya.
"kenapa aku tidak pernah tahu ?"
Abimanyu dan Resha melihat keindahan di dalam gubuk itu, barang yang masih tersusun rapi dan lengkap.
"Nona ini makanan ikannya"
"Iya ayo kita ke sebelah " Ujar Vanya
Abimanyu dan Resha mengikuti langkah Alan dan Vanya.
Resha dan Alan hanya saling pandang dan tersenyum
"Sayang tempat apa ini ?"
"Syut, dengarkan baik - baik, kaya ada suara orang." Ujar Vanya
Dibalik tembok terdengar sayup - sayup seorang lelaki menyatakan cintanya.
"Bagaimana, apa kamu mau menjadi kekasih ku ?" Tanya laki - laki itu diakhir kalimat yang terdengar oleh Vanya dan yang lainnya.
" Terima "
" Terima "
" Terima "
Teriak Vanya sambil menyentuh pot bunga dan bergeserlah tembok itu .
Azam yang mendengar suara tak asing langsung menoleh kearah suara. "Vanya Lo disini ?" tanyanya dengan ekspresi terkejut.
"Iya. Lo ngapain nyatakan cinta di kebun bunga gue, tapi gak apa - apa sih. Lo nyulap tempat ini keren banget, Zam." Vanya tersenyum melihat ke segala Arah. Sementara Shella menunduk malu "Ayo dong jawab !" Ucap Vanya mendekat.
Azam harap - harap cemas menunggu jawaban Shella. "Iya aku menerima kak Azam."
"Hore." Teriak Resha dan Abimanyu.
Azam tambah menjadi kaget dikiranya cuma Vanya dan Alan. Abimanyu dan Resha sangat takjub melihat pemandangan di balik tembok itu sama seperti Azam dan Shishi pertama kali.
"Kalian semua di sini? Jangan - jangan kalian ngelacak gue ya." Ujar Azam curiga
"Ih, siapa Lo sampai dilacak, emang situ pangeran hilang !" Cibir Abimanyu.
"Jadi kalian memang rencana kesini ?" Tanya Azam lagi. Mereka mengangguk. "Cih ganggu aja." Cibir Azam dengan wajah tak senang.
Vanya mengajak Abimanyu berkeliling begitu juga dengan Resha, Alan membawa nya bersantai di ayunan.
Mereka sangat menikmati bersantai di kebun bunga Vanya. Sampai tanpa sadar hari sudah sore mereka pulang ke rumah masing - masing .
...----------------...
Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...
Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow
IG. iyien_02
__ADS_1
FB. Iyien Rira