
Rasa bahagia menyeruak dalam hati mendorong air mata jatuh ke pipi, dua perasaan yang terwakili dari air mata antara sedih dan bahagia. Kadang air mata jatuh tanpa ijin saat bahagia, kadang pula dia jatuh dengan paksaan saat kesedihan melanda.
Malam ini suasana lenggang bertaburan bintang disinari cahaya bulan, serta angin malam mendekap pemilik kulit merasakan aura bahagia.
Saat ini laki - laki tampan dan tinggi memiliki sifat datar dan kaku, telah mengungkapkan cinta dengan cara tersendiri menahan kegugupan menunggu jawaban yang mungkin merubah hidupnya suatu hari nanti. Entah bahagia atau luka yang menanti di detik berikut nya.
Alan masih diam menunggu jawaban dengan perasaan berkolaborasi, ditatapnya penuh harap bola mata coklat yang mencuri hatinya saat kali pertama bertemu itu. Iris matanya menelusuri wajah yang pertama kali singgah di mimpinya malam hari serta tangan yang tak sengaja menyentuhnya saat dilanda ketakutan.
"Kenapa menangis ? Apa aku berbuat kesalahan ?" tanya Alan masih melihat ke wajah cantik yang sudah banjir air mata.
"Ya, kakak membuat kesalahan." Balas Resha belum bisa menghentikan air asin itu mengalir.
Di semak - semak beberapa orang menyaksikan jadi ikut terlarut dalam haru biru itu, walau nyamuk berkesempatan mencuri makan dari kulit mereka. Di abaikan begitu saja saking tinggi nya Volume ketegangan drama percintaan Bodyguard tampan dan putri konglomerat didepan mereka.
"Katakan." Ucap Alan kembali masih menatap lembut wanita di depannya.
"Kesalahan terbesar mu adalah membuat ku jatuh cinta." Jawab Resha mulai mampu menguasai dirinya lalu menunduk.
"Pada ku?" Tanya Alan terselip senang
"Ya, Pada mu." Resha membalas Tatapan Alan dengan yakin.
"Terimakasih." Alan menarik tubuh mungil itu ke pelukan nya.
"Aku mau menikah dengan kak Alan" Jawab Resha merona malu bersembunyi di dada bidang laki - laki itu.
Alan merenggangkan pelukannya. "Terimakasih mau menerimaku, kita akan bangun tangga - tangga bahagia menuju rumah tempat kita membentuk sebuah keluarga kecil milik kita berdua." Ucap nya lalu mendekatkan wajahnya menyesap bibir mungil itu. Saling membalas membuat pasangan di semak yang gelap itu menjadi iri.
"Sayang mau ..." Rengek Abimanyu
"Mau apa?" Tanya Vanya masih menonton kedepannya
" Cium kamu !!" Jawab Abimanyu tersenyum
Plakk...
"Aaw, sayang ! Bukannya dikasih ciuman malah dipukul" Ucap Abimanyu cemberut.
"Syutt berisik Lo, " Ketus Azam.
Resha sayup - sayup mendengar suara dibalik bunga - bunga tinggi mirip pagar yang tak jauh.
"Siapa disana ?" Tanya nya takut.
Hening ....
Pet....pet....pet....
Terompet dan kembang Api keluar dari kegelapan bersama orang - orang bikin rusuh.
Resha terkejut melihat keluarga besarnya hadir di sana, malu tiba - tiba menghampirinya karena ketahuan berciuman sama Alan.
"Terlambat !" Cibir Alan.
__ADS_1
"Apanya yang terlambat ?" Tanya Abimanyu seakan lupa kesalahannya.
"Harusnya kalian memeriahkan saat aku berciuman." Ketus Alan.
"Maaf, Lan. Gak sesuai skenario ada yang baper mau dicium juga." Balas Azam .
Abimanyu menepuk jidat telah lupa rencana yang sudah dibuat.
"Sudahlah yang penting Resha menerimanya" Ujar mama Vania.
Resha terkejut "Mama dan Papa merestui kami ?" Tanya nya senang
" Ya , dia lebih dulu melamar mu pada kami sebelum datang padamu." Ucap Papa Herlambang membuka kedua tangannya lebar lebar. Resha berlari kedalam pelukan hangat sang Ayah .
" Selamat sayang setelah ini papa akan berpisah dari mu, putri kecil papa akan sebentar lagi menjadi istri." Ujar papa Herlambang melepaskan pelukan nya.
Resha mulai terbawa suasana lagi satu persatu mereka yang hadir di sana mengungkapkan rasa bahagia mereka untuk Alan dan Resha.
Ketika bahagia berpihak maka membuat dunia hanya berputar disekitar mereka begitu lah kira kira.
Shella menggenggam kuat tangan Azam gemas sama Alan dan Resha.
"Kenapa, kamu mau dilamar ? aku akan datang bila kamu siap, tapi gak ngajak ya si tukang baper merusak suasana." Ujar Azam melirik Abimanyu .
Shella tersenyum. "Jangan buru- buru susun semuanya dengan benar dulu"
Azam tersenyum masam
Abimanyu tersenyum mengejek
"Siapa juga mau ikut, mending di rumah ngelonin istri gue" Balas nya tak mau kalah.
Vanya menyentuh lengan Abimanyu agar menghentikan pertikaian mulut bersama Azam.
"Alan selamat semoga kamu selalu bahagia jadilah kepala keluarga yang baik dan bertanggung jawab nantinya" Ucap Vanya memeluk Alan.
Abimanyu dan Alan sama sama gelagapan Abimanyu yang cemburu dan Alan yang dipeluk Nona Muda tanpa aba - aba.
" Te-terimakasih, Nona." Jawab Alan terbata.
"Pernikahan mu akan diadakan disini hotel milik keluarga kita." Ujar Vanya lalu beralih memeluk Resha.
Abimanyu memasang wajah Bimolicen (bibir monyong lima centi )
Minta dicium gak dikasih sekarang meluk calon adik ipar sialan ini
Ngedumel dalam hati.
"Gak terima ? Sini gue peluk Vanya." Ucap Rian yang baru datang.
"Darimana Lo?" Tanya Abimanyu.
" Nongkrong cantik di toilet, mules tanpa di minta."
__ADS_1
"Cih mana ada mules bisa diminta nama nya cari penyakit" Balas Abimanyu.
"Sudahlah dramanya sudah happy ending kita pulang teruskan dirumah." Ucap Vanya menarik kursi roda Abimanyu
"Ketinggalan dong gue." Balas Rian lesu mengekor Vanya.
Semuanya pulang ke rumah dengan tawa canda dan hati berbunga bahagia, kejutan di taman itu masih belum cukup masih ada kejutan lainnya menanti Resha.
...----------------...
Empat puluh menit kemudian mereka semua tiba di kediaman papa Herlambang . Resha Terkejut dengan pandangan di depannya dimana semua seserahan tersusun manis di atas meja.
"Ini milik mu sayang, Alan sudah melamar sama Papa dan Mama sebelum menemui mu" Ucap Mama Vania .
Sekali lagi Resha menangis bahagia belum kering air mata nya dari arah Dapur Vanya membawakan kue ulang tahun .
"Selamat ulang tahun." Vanya bernyanyi membawa nampan kue lengkap dengan lilin nya.
Resha sungguh tak menyangka hadiah ulang tahunnya begitu indah dan tak bisa terlupakan sungguh momen yang luar biasa.
Terimakasih Tuhan, biarkan bahagia ini tetap ada, terimakasih mengirim laki - laki seperti calon suami ku
Resha meniup lilinnya.
Tepuk tangan bahagia menggema diruang keluarga. Alan mengeluarkan kotak cincin dari sakunya lalu meminta jari Resha.
" Selamat ulang tahun calon istri , maukah? Kamu bertunangan dengan ku." Ucap Alan berjongkok
Resha mengangguk dan tersenyum. "aku mau"
Alan menyematkan cincin ke jari manis Resha lalu mencium punggung tangannya. Sebaliknya Resha juga menyemat cincin di jari manis Alan lalu menyalami dan mencium punggung tangan Alan.
"Romantisnya"
Seketika hati kecil Abimanyu tergelitik mengingat proses pernikahannya dengan Vanya yang bisa dibilang singkat.
Mereka menikmati pesta kecil yang sudah disiapkan mama Vania dan Papa Herlambang usai memberi ucapan satu - persatu pada Resha yang berulang tahun.
...----------------...
Seorang laki - laki jangkung duduk di atas bukit menikmati udara malam, sambil melihat hamparan bintang yang nyata di atas bumi. Padatnya penduduk membuat lampu rumah mereka mirip bintang dimalam hari ketika berada dipuncak bukit itu.
"Abimanyu sialan.... Kenapa kamu tidak mati saja saat itu ? kenapa kamu hidup ?! kamu merampas Vanya dariku, kamu mengambilnya. Kamu mencuri pengantin ku Abimanyu .... Takkan kubiarkan kamu menghabiskan waktu lama bersama wanita yang kucintai itu " Gumamnya lalu menginjak puntung Rokok yang dilemparnya ketanah.
...----------------...
Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...
Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow
IG. iyien_02
FB. Iyien Rira
__ADS_1