Tetap Kamu

Tetap Kamu
Tangisan Abimanyu


__ADS_3

Semua orang tertidur karena lelah. Ferdy yang menggenggam tangan adik semata wayangnya itu juga tertidur di sisi kasur. Rian dan Azam tertidur di sofa, sementara Abimanyu tidur di ranjang kecil khusus untuk menunggu pasien.


Saat semuanya terlelap tiba - tiba monitor di samping ranjang berbunyi cepat. Tubuh Vanya kejang - kejang disertai tangannya mengepal kuat seperti menahan sakit


"Anya kamu kenapa ?" Tanya Abimanyu panik. Namun Vanya masih kejang bahkan monitor bunyinya bertambah cepat. "Kak Ferdy bangun, Anya kesakitan." Abimanyu menggoyangkan tubuh Ferdy.


Ferdy terbangun, ia terkejut melihat Vanya yang kejang, segera dia memencet tombol darurat.


Azam dan Rian sama terkejutnya, mereka mengelilingi ranjang Vanya sambil berusaha memanggil namanya.


Dokter dan suster masuk untuk memeriksa Vanya. "Silahkan anda semua menunggu diluar. Dokter akan memeriksa Nona Vanya." Ucap suster sopan


"Saya tetap disini !" Ujar Ferdy tanpa mau dibantah.


Dokter dan suster mengangguk mereka mulai memeriksa Vanya. Di luar, Abimanyu, Azam dan Rian menunggu dengan cemas. Hampir dua puluh menit dokter dan suster baru keluar.


"Bagaimana keadaan nya?" Tanya Abimanyu .


"Anda semua boleh masuk, keadaannya mulai stabil." Jawab Dokter serta membungkuk meninggal depan ruangan.


Di dalam ruangan Vanya sedang tersenyum menatap wajah kakaknya. Wajah yang ia rindukan sepanjang waktu. Wajah duplikat sang Papa. Hingga Vanya dapat merasakan kehadiran Papanya.


"Apa yang sakit ? Kasih tahu kakak"


"Anya baik - baik aja. Kak ! Terimakasih sudah menjaga dan membesarkan Anya selama ini." Vanya Tersenyum walau selang oksigen masih menempel di hidung.


"Anya kamu ngomong apa ? Itu kewajiban kakak menggantikan kedua orang tua kita." Ucap Ferdy. Entah kenapa perasaannya menjadi tidak nyaman.


"Kak, di mimpi Anya. Mama begitu cantik dan papa sangat tampan seperti kakak, tolong jaga keponakan kecil Anya dan Shishi, dia kakak ipar yang baik hati. Sama seperti kakak menjaga Anya selama ini, karena Anya gak mau mereka mengalami hal buruk seperti Anya." Ujar Vanya dengan senyum menghiasai bibirnya.


"Sayang itu pasti, istirahatlah."


Tak lama pintu ruangan terbuka. Azam, Rian dan Abimanyu masuk menghampiri ranjang Vanya.


"Kalian disini." Ujar Vanya menatap satu persatu teman - temannya.


"Iya, Van. Gimana masih ada yang sakit?" Tanya Azam mengelus rambut panjang Vanya.


"Gue udah sehat, Zam. Gak ada yang sakit lagi rasanya." Vanya tersenyum. "Zam." Panggil gadis itu sambil menatap wajah Azam dengan manik matanya yang sayu.


"Iya, mau apa ? Biar gue ambilkan !" Azam menundukkan tubuhnya.


"Gue sayang sama Lo. Terimakasih buat selama ini, terimakasih atas persahabatan kita. Terimakasih atas persaudaraan kita, gue bahagia punya Lo yang selalu ada dan siap buat Gue dan Shishi." Ucap Vanya tulus


"Ngomong apaan sih Lo ? Gak usah dibahas lagi. Cukup Lo sembuh dan pulih kaya sedia kala udah bikin gue lebih bahagia." Balas Azam. Air matanya tiba - tiba turun. Laki -laki itu mengusap kasar air matanya dan duduk di sofa. Ada perasaan tak biasa dirasakannya saat ini.

__ADS_1


Rian dan Abimanyu masih berdiri di samping ranjang Vanya, mereka sengaja memberi ruang agar Vanya bicara pada Azam tanpa disela oleh mereka.


"Rian Cogan nomor dua, apa kabar hari ini?" Tanya Vanya tersenyum.


Perasaan Rian berdesir panggilan yang sudah lama tidak didengarnya. Tiba - tiba diucapkan Vanya malam ini. "Halo cewek somplak ! Gue baik - baik aja, cepet sembuh penggemar Lo udah ngambek di lokasi." Canda Rian


Vanya terkekeh. "Sampaikan salam gue buat mereka di sana, bilang gue kangen mereka."


"Oke, sekarang Lo istirahat biar cepat pulih." Rian mengusap lengan Vanya.


Ferdy dan Rian memutuskan untuk duduk di luar ruangan bersama Azam yang sudah pindah dari sofa.


"Anya, cepat sembuh. Aku minta maaf atas sikap dan perbuatan ku sama kamu dimasa lalu. Cepat pulih aku kangen jalan - jalan sama kamu. Telponan, kirim pesan serta berbagi makan dan minuman, aku kangen semuanya." Ucap Abimanyu menggebu


Vanya tertawa tampak matanya sudah berkaca kaca. "Gue udah maafin Lo jauh sebelum Lo minta maaf sama gue. Tentang hubungan Lo sama Manda gue juga tahu dan gue gak mempermasalahkan itu." Ucapnya lemah. Vanya mulai terlihat lelah.


"Benar? Terimakasih Anya, terimakasih calon ibu dari anak - anakku." Vanya tersenyum bahagia sambil menutup matanya. Walau tak resmi memiliki hubungan dengan Abimanyu tapi dia sangat bahagia mendengar kata - kata Abimanyu. "Kamu lelah tidurlah, cukup ngobrolnya, besok lagi kita sambung." Abimanyu mengusap sayang pucuk kepala gadis pujaannya itu


"Anya kamu belum tidur." Tanya Ferdy. Ia masuk kembali ke dalam ruangan bersama Azam dan Rian.


"Kak, aku masih ingin bicara sama Abi." Rengek Vanya.


"Besok lagi ya." Balas Ferdy karena melihat wajah lelah Vanya.


"Abimanyu ! Jelmaan dewa Yunani gue, cowok ganteng nomor 1, Calon ayah anak- anak gue, pahatan Tuhan yang sempurna, Sini peluk Gue !" Vanya merentangkan tangannya.


Dengan mata berkaca - kaca Abimanyu memeluk tubuh Vanya penuh rindu, dia tak memperdulikan lagi posisi Ferdy di sana


"Udah sekarang kamu istirahat ya." ucapnya tersenyum manis dengan masih memeluk Vanya.


Sesaat Vanya terdiam, menghirup bau parfum yang sangat dirindukannya pada laki - laki yang sejak dulu terpatri cantik di hatinya ini.


"Kamu tahu ? Saat aku pertama ketemu sama kamu. Aku sebenarnya terhipnotis dengan ketampanan mu, jantungku berdetak lebih cepat." Ucap Vanya mulai bercerita dan mengubah cara bicaranya


"Syut ! Sekarang istirahatlah, sudah malam besok kita cerita lagi."


Vanya menarik nafasnya dan semakin mengencangkan pelukannya. Ferdy dan yang lain hanya jadi penonton mereka tak mungkin membantah keinginan gadis itu.


"Awalnya aku hanya iseng menganggu mu tapi ternyata aku merindukan kemarahan mu padaku. Aku benar - benar terbawa perasaanku, walau kamu tak menghargai ku." Vanya tersengal dan sedikit batuk.


"Iya aku tahu. Maafkan atas kebodohan ku, kamu sudah lelah sekarang jangan banyak bicara lagi tidurlah." Abimanyu mengusap lembut pipi gadis kesayangannya itu .


Sebenarnya Abimanyu sudah cemas air matanya mulai mengalir, begitu juga dengan Ferdy, Azam dan Rian.


"Semakin hari perasaanku semakin kuat. Aku berusaha menguburnya, aku berhasil tapi 5 tahun kemudian kita bertemu kembali ternyata rasa itu tidak terkubur dengan benar, kamu tahu Abi." Vanya mendongakkan kepalanya menatap lekat wajah Abimanyu.

__ADS_1


"Ya aku tahu kamu jatuh cinta padaku dari keisengan mu." Jawab Abimanyu mengusap air matanya.


"Kamu benar, aku mencintaimu. Abimanyu !"


Uhukk uhukk


Vanya terbatuk dan dalam batuk ketiga kali keluarlah darah segar dari mulut dan hidungnya, tubuhnya melemah matanya tertutup rapat dan pelukannya terlepas.


"ANYA !" Teriak Abimanyu Histeris wajahnya sudah banjir air mata. Tubuh Abimanyu bergetar hebat sambil mengguncang tubuh Vanya meraung menangis. "Anya bangun, Jangan pergi ! Jangan tinggalkan aku !!" Abimanyu menangis pilu.


...----------------...


"Abi bangun !" Rian mengguncang tubuh Abimanyu.


Laki-laki itu terbangun dengan nafas memburu serta sudut matanya yang berair. Matanya segera menangkap sosok yang sedang menatapnya dengan tersenyum . "Anya !" Ucap Abimanyu berhamburan memeluk Vanya.


"Abi ! Anya sudah sadar 1 jam lalu." Ujar Azam. "Kamu kenapa ?" Tanyanya lagi.


"Aku mimpi Buruk, Zam." Ucap Abimanyu setelah kesadaran kembali.


"Lo mimpi gue ?" Tanya Vanya tersenyum


"Kok kamu tahu ?"


"Ya jelaslah kita tahu. Lo nangis sambil tidur, terus Lo manggil nama Vanya dengan jelas." Ujar Azam.


Abimanyu tersenyum malu. "Kenapa gak bangunin gue." Bisik nya pada Rian.


"Gue juga baru bangun denger kak Ferdy bangunin Azam." Kilah Rian.


"Gimana keadaan kamu ?" Tanya Abimanyu mengarah pada Vanya


"Hanya sedikit pusing dan perih di kulit yang luka."


Abimanyu mendekat dan meraih tangan Vanya yang lecet, perlahan - lahan dia meniup luka yang masih sakit itu. Vanya tersenyum manis dan bahagia.


"Ehm ! Sekarang kamu istirahatlah kakak kembali tidur." Ferdy mengambil posisi Abimanyu di atas kasur.


...----------------...


Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...


Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow


IG. iyien_02

__ADS_1


FB. Iyien Rira


__ADS_2