
Keluarga Herlambang sedang dalam suasana bahagia yang melimpah , dikaruniakan cucu pertama dan kehamilan menantu mereka Vanya. Pesta syukuran putra Alan dan Resha di adakan dikediaman papa Herlambang, hanya keluarga dan teman dekat yang ikut merayakan .
Dari Jerman Ferdy mengirimkan hadiah yang banyak ke rumah Alan, mereka sampai kebingungan menyimpan nya dimana ? Terpaksa Alan membuat ruangan khusus didalam kamar putra nya yang belum ditempati itu untuk menaruh hadiah nya.
Sama halnya Abimanyu dan Vanya juga memberikan hadiah yang banyak untuk keponakan mereka.
...----------------...
Hari begitu cepat berlalu, kehidupan Vanya dan Abimanyu mulai kembali normal.
Abimanyu pergi ke kantor seperti biasanya dan berencana akan pulang ke Mansion, setelah memastikan kondisi kehamilan istrinya sehat dan baik - baik saja .
Hari ini ada meeting bersama klien di luar kantor. Abimanyu membuka tas kerja nya tapi berkas penting untuk dibawa meeting hari ini ternyata ketinggalan di rumah . Abimanyu merogoh ponsel disaku nya lalu menelpon.
" Halo " Jawab wanita kesayangan nya diseberang sana.
" Sayang coba kamu cek diruang kerja papa, berkas ku ada ketinggalan di sana, sebentar lagi meeting bersama klien di restoran B." Ucap Abimanyu
" Ya, tunggu ku lihat dulu " Balas Vanya sambil berjalan menuju ruang keluarga.
" Jalan pelan - pelan, sayang " Ucap Abimanyu masih tersambung ditelpon
" Kamu kira aku ingin main bola sampai lari, berkas nya ada disini sayang " Ujar Vanya terkekeh.
"Hm, kamu minta sopir untuk anterin langsung ke restoran B aku menunggu di sana" Ucap Abimanyu.
" Aku ikut ya jadi pengen makan siang sama kamu " Balas Vanya manja.
" Iya sayang hati - hati, pakai sepatu yang nyaman di kaki kamu jangan yang tinggi " Ucap Abimanyu.
" Siap sayang " Vanya mematikan telpon.
Abimanyu tersenyum melihat foto istrinya dilayar ponsel . "Kamu menggemaskan, sayang." Ucap nya mengusap layar ponselnya
Romi tersenyum rada gila si Bos pikir nya. Abimanyu dan Romi berangkat menuju restoran B, menunggu hampir 15 menit klien yang dimaksud sampai juga di sana berbarengan dengan Vanya .
" Maaf pak Abi saya terlambat" Ucap Joni klien dari Kota C.
" Gak apa - apa, Pak. Baru 15 menit perkenalkan ini istri saya " Ucap Abimanyu memperkenalkan.
Vanya mengulurkan tangan nya memperkenalkan diri dengan ramah. Usai meeting pertemuan mereka diakhiri dengan makan siang bersama.
" Ibu Vanya sedang hamil?" Tanya Joni karena melihat perut Vanya yang sudah membuncit.
" Ya, saya memang sedang hamil " Jawab Vanya sekenanya.
Istri saya juga hamil sekitar 5 bulan , andai tadi tahu istri pak Abi ikut, saya juga ajak istri saya, kemarin dia merengek ingin ikut, sekarang tinggal di hotel." Ujar Joni bercerita.
"Semoga sehat sampai persalinan " Ujar Vanya.
"Terimakasih, istri hamil itu tambah seksi ya pak Abi " Canda Joni
" Benar sekali pak Joni, saya gak bisa jauh dari istri saya." Ucap Abimanyu tersenyum nakal.
Vanya dan Romi tak menghiraukan apa yang sedang dibahas dua lelaki ini, mereka masih sangat menikmati makan siang nya . Setelah makan siang Joni berpamitan pada Abi dan Vanya untuk kembali ke hotel.
"Sayang, kamu ikut ke kantor atau pulang ke rumah ? Selepas pulang kerja nanti malam kita kembali ke Mansion" Ujar Abimanyu.
"Aku pulang ke rumah mama dulu aja sekalian mau berkemas." Ujar Vanya.
"Baiklah, aku antar kamu pulang dulu ya, berkemas nya minta bibi aja jangan kamu nanti capek kasian bayi kita sayang." Ujar Abimanyu mengusap lembut perut Vanya.
"Iya, tapi aku naik taksi gak apa apa lumayan jauh sayang rumah mama dari kantor ." Balas Vanya.
"Romi tolong panggilkan taksi ya " Ucap Abimanyu memberi perintah.
30 menit kemudian taksi yang dipesan sudah datang Abimanyu memeluk dan mencium istrinya sebelum masuk kedalam mobil.
__ADS_1
"Pak hati hati bawa istri saya " Ujar Abimanyu
" Iya Pak" Jawab Sopir taksi.
Melajukan mobil perlahan, Abimanyu melihat mobil yang membawa istri nya sampai tak terlihat lagi.
" Ayo pak kita kembali kekantor " Ucap Romi.
"Ya, ayo" Balas Abimanyu dengan raut wajah yang berbeda.
"Bapak kenapa ?" Tanya Romi
" Gak tahu Rom perasaanku jadi gak enak." Balas Abimanyu mengusap layar ponselnya.
" Apa bapak memikirkan ibu " Ujar Romi masih fokus menyetir.
" Ya, perasaan ku gelisah " Jawab Abimanyu.
" Kalau begitu kita susul saja ibu bapak liat GPS nya " Ujar Romi
" Ya ide bagus aku harus memastikan dia sampai rumah, ini pertama kalinya dia pergi tanpa pengawalan "
Abimanyu mencoba menghubungi Vanya sebelum nya tapi tidak dijawab.
Ditengah perjalanan GPS Vanya sudah tidak Aktif lagi.
" GPS nya sudah gak aktif lagi, Rom. Bagaimana ini ?" Tanya Abimanyu cemas.
" Ponsel ibu mati, Pak. Telpon orang rumah saja" Ujar Romi
"Kamu benar, Rom. Harusnya dia sudah sampaikan." Ujar Abimanyu lalu menelpon orang rumah.
" Hallo" Jawab Mama Vania.
" Ma, apa Anya sudah sampai ? Ponselnya mati " Ujar Abimanyu .
Deg !
Tubuh Abimanyu tiba tiba gemetar tak karuan. " Mama Yakin ?"
" Iya Nak mama dari tadi duduk didepan belum melihat Anya" Balas mama Vania.
" I —iya, Ma." Jawab Abimanyu terbata.
Abimanyu menggeleng Pada Romi.Jika dihitung dari jam berangkatnya memang Vanya sudah sampai di rumah .
Mobil Abimanyu berhenti tepat sebelum sampai rumah mereka sekitar 100 meter , dia melihat taksi yang ditumpangi istrinya terparkir di pinggir jalan.
Abimanyu membuka pintu mobilnya dan di ikuti Romi . Melangkah terburu - buru Abimanyu langsung membuka pintu mobil taksi itu.
Abimanyu terkejut mendapati sopir taksi tak sadarkan diri, dia juga tidak mendapati istrinya, hanya ada tas dan ponsel nya tertinggal.
Abimanyu membawa taksi dan sopir yang belum sadar itu ke rumah nya, perasaan Abimanyu menjadi tak karuan. Romi juga mengikuti dari belakang dan menyiapkan tim keamanan dari keluarga Herlambang.
Setelah sampai di rumah Abimanyu mengorek informasi pada sopir taksi itu karena dia sudah sadar dari pingsannya
" Dimana istri saya, pak?" Tanya Abimanyu.
" Maaf pak saya tidak bisa menjaga istri bapak, sebelum kami sampai istri bapak ditarik paksa dari mobil saya kami ditodong dengan senjata api, saat saya ingin berteriak ada yang memukul saya dari arah belakang" Jawab Sopir itu.
Abimanyu memukul meja didepan nya sampai pecah, mama Vania menangis mendengar cerita dari Sopir taksi .
" Siapa yang berani menculik istriku, awas saja jika terjadi sesuatu dengan bayi dan istriku tidak akan ku maafkan." Ucap Abimanyu berapi - api kecemasan nya saat ini mengalahkan rasa sakit pada luka berdarah ditangannya.
Romi mengarahkan anggotanya untuk mencari istri tuannya setelah sopir taksi itu pulang.
Alan dengan segala keterkejutannya begitu juga dengan Azam dan Riyan masing masing dari mereka mengerahkan orang orang nya untuk mencari Vanya.
__ADS_1
Alan dan Resha langsung menuju kediaman orang tuanya. Sampai di sana Abimanyu menceritakan segala nya. Alan menghubungi Ferdy segera siang itu juga dia meluncur kembali ketanah air.
Alan membuka tas yang dibawa Vanya ternyata ponsel dan dompetnya masih ada di tas nya. Alan mulai melacak dari kalung milik Vanya.
Sekitar 15 menit Alan bisa menemukan titik keberadaan Vanya.
" Kak ketemu Nona Muda dibawa ke pinggiran kota sebelum kehilangan jejaknya ayo kita kejar " Ucap Alan kembali pada dirinya sebelumnya disini dia menempatkan dirinya sebagai bodyguard Vanya lagi.
" Ayo " Balas Abimanyu
Di mobil Romi yang menyetir Alan menghubungi tim keamanan Wiguna dan kepala pengawal di Mansion Vanya, lalu memberitahukan kedatangan Ferdy untuk menyiapkan landasan dibelakang Mansion .
Abimanyu menghubungi Azam dan Rian mereka berjanji bertemu di lokasi dan mencari informasi sebanyak banyak nya.
***
Villa
Vanya membuka perlahan matanya lalu melihat sekelilingnya perlahan dia duduk ingin membuka jendela kamar tapi ternyata jendela itu terkunci dari luar. Vanya menangis ketakutan kembali dia mengingat kejadian beberapa jam lalu.
...----------------...
Kilas Balik
Vanya mendengar ponselnya berdering saat ingin menjawab ternyata ponselnya langsung mati .
Tiba tiba dari arah depan ada mobil hitam yang menghentikan lajunya mobil mereka.
" Siapa pak ?" Tanya Vanya
" Gak tau bu " Jawab Sopir taksi.
Lalu keluarlah beberapa orang bertopeng , tubuh Vanya tiba tiba gemetar panas dingin ingatan atas penculikannya tempo itu kembali teringat. Vanya diam bergeming saat kaca mobil diketuk .
Sopir taksi melihat orang orang bertopeng itu mengeluarkan senjata Api. Dia terpaksa keluar karena merasa jiwanya terancam.
Salah satu dari orang itu membuka pintu sebelah Vanya duduk dan menarik tangan nya secara paksa.
" Jangan bawa ibu itu, jika kalian ingin mobil dan uang ambil saja tapi jangan sakiti kami, ibu itu sedang hamil" Ucap pak sopir yang sudah menua itu .
" Lepaskan saya" Bentak Vanya.
" Aku mohon ikut dengan ku, jangan sampai aku menyakitimu ini waktunya aku menjemputmu" Ucap laki laki yang baru turun dari mobil yang juga memakai topeng .
"Tidak ! KAMU SIAPA KENAPA INGIN MENJEMPUT KU?" Teriak Vanya meronta.
" Jangan bergerak berlebihan pikirkan bayi dikandungan mu" Ucap laki laki itu .
Vanya menunduk lalu mengusap lembut perutnya dan tiba tiba tidak sadarkan diri , karena dari belakang ada yang membekap mulutnya menggunakan sapu tangan.
Sopir taksi itu berteriak minta tolong belum sempat berteriak untuk kedua kali nya dia juga ikut tersungkur lalu dimasukkan kembali kedalam mobilnya.
Kilas Balik selesai
...----------------...
Abimanyu semakin tegang dan panik kilas balik Vanya diculik dan ditenggelamkan di sungai teringat kembali . Tangis nya pecah didalam mobil itu, dia menyalah kan dirinya sendiri karena mengijinkan istrinya pulang sendiri tanpa pengawalan ketakutan yang mendalam merajai hatinya.
" Sayang kamu dimana " Gumam nya lirih menatap luar jendela yang sudah mulai menggelap ditelan senja .
...----------------...
Maaf kan jika penulisan nya ada typo ya...
Yuk ! Yang mau berteman dengan author follow
IG. iyien_02
__ADS_1
FB. Iyien Rira